Beginikah Telkomsel Memperlakukan Customer Setianya?

Saya pemilik no hp 081310***421, pelanggan Telkomsel sudah belasan tahun. Pada tanggal 30 Juli 2019 saya dihubungi oleh telemarketing untuk dimigrasikan Kartu Simpati saya ke Kartu Halo. Dengan sangat sadar saya setuju dengan penawaran tsb. Telemarketing bilang akan diaktifkan tanggal 22 Agustus 2019.

Pada tanggal 21 Agustus 2019 paket internet saya habis, karena saya ingat akan dimigrasikan ke Kartu Halo, saya telepon ke call center untuk memastikan kapan Kartu Halo saya diaktifkan, biar saya tidak salah beli paket internet. Saya menelpon call center 21 Agustus 2019 sekitar pukul 9 malam untuk menanyakan kapan Kartu Halo saya diaktifkan. Petugas call center 1 bilang kalau berdasarkan record mereka saya dihubungi oleh telemarketing Telkomsel tahun 2018 dan sifatnya hanya informasi bukan penawaran migrasi kartu. Saya menegaskan kembali ke petugas call center kalau saya dihubungi bulan Juli 2019 untuk diaktifkan Kartu Halo, saya hanya menanyakan kapan aktifnya biar saya gak sia-sia beli paket internetan.

Karena kurang yakin, petugas call center pertama menyambungkan saya ke petugas Telemarketing untuk memastikan jawaban pertanyaan saya. Petugas telemarketing pun memberikan jawaban yang sama, kalau dari sistem mereka saya dihubungi oleh petugas telemarketing tahun 2018 dan sifatnya hanya informasi bukan penawaran migrasi. Lagi-lagi saya menegaskan ke petugas tsb kalau saya memang dihubungi tanggal 30 Juli 2019 untuk migrasi ke Kartu Halo, saya cuma ingin menanyakan kapan aktifnya. Petugas tsb tetap bersikeras kalau saya tidak dimigrasikan Kartu Halo saya. Sampai petugas tsb menegaskan ke saya sebanyak 2x kalau Kartu Halo saya tidak diaktifkan, petugas tsb menjamin kalau kartu saya tidak di migrasi ke Kartu Halo. Karena jawaban petugas tsb akhirnya saya beli pulsa kemudian saya beli paket data internet 14 GB senilai 96rb pada tanggal 21 Agustus 2019 sekitar pukul 10 malam.

Esok harinya pada tanggal 22 Agustus 2019 pukul 8 pagi, saya mendapat notifikasi dari Telkomsel kalau Kartu Halo saya sudah diaktifkan. Betapa kagetnya saya karena petugas telemarketing yang saya hubungi malamnya berani bersumpah kalau Kartu Halo saya tidak diaktifkan tapi ternyata tanggal 22 Agustus 2019 tetap aktif dan paket data saya yang baru saya beli hangus begitu saja.

Karena kaget, pada hari itu saya langsung complain ke call center terkait ketidakbenaran informasi dari petugas telemarketing. Komplain saya tidak bisa diselesaikan hari itu karena mereka harus mengecek recording percakapan saya dengan petugas call center dan telemarketing tanggal 21 Agustus 2019. Sejak saat itu, sampai saat ini saya tidak menemukan titik terang komplain saya.

Saya sudah lebih dari 10x telepon ke call center, sudah berbicara dengan team leader yang bernama Novi dan Emil, sudah dijanjikan berkali-kali akan dihubungi oleh petugas call center tapi saya tidak mendapatkan kejelasan terhadap komplain saya. Karena saking saya capek dan bosannya tidak ada solusi, saya sempat bilang ke team leader tsb kalau saya tidak akan memperpanjang masalah ini, saya cuma minta petugas yang salah kasih info tsb menggantikan paket data saya saja. Karena kesalahan tsb bukan karena kebodohan saya, tapi karena petugas tsb yang bahkan berani bersumpah kalau kartu saya tidak akad diaktifkan ke Kartu Halo.

Bosan iya, capek iya, buang-buang waktu juga iya. Karena dari pihak Telkomsel pun tidak memberikan solusi terhadap komplain saya.

Pada tanggal 15 Oktober 2019 saya terima sms dari CS Telkomsel yang isinya:

Yth Bpk/Ibu Hidayatullah, menindaklanjuti laporan Anda via Call Center terkait kendala ketidaksesuaian informasi. Berdasarkan hasil pengecekan recording, untuk MSISDN 6281310***421 sudah kami lakukan pengecekan agent sudah menjelaskan mengenai benefit benefitnya dan agent juga sudah menjelaskan untuk syarat dan ketentuannya. Dan sudah ada persetujuan ntuk request di tanggal 22 agustus,kami sudah melakukan pengaktifan sesuai dengan request pelanggan dan sudah di infokan kuota hangus. Terima kasih

Saya bukan orang bodoh yang memaksakan komplain karena kesalahan saya. Sekali lagi saya tegaskan bahwa dengan sadar saya menerima penawaran telemarketing yang menelpon saya tanggal 30 Juli 2019 untuk migrasi ke Kartu Halo. Tapi, mengapa ketika saya menelpon call center Telkomsel di 21 Agustus 2019 diinfokan bahwa Kartu Halo saya tidak diaktifkan, bahkan petugas yang kedua menegaskan dan menjamin bahwa Kartu Halo saya tidak diaktifkan. Saat itu saya menelpon BUKAN meminta dinonaktifkan tapi meminta informasi kapan Kartu Halo saya diaktifkan. Dengan yakinnya kedua petugas tsb menginfokan bahwa Kartu Halo saya tidak diaktifkan. Apakah ini kebodohan saya?

Bahkan setelah dapat sms di tanggal 15 Oktober saya langsung menghubungi call center dan mereka berjanji bagian complain handling akan menelpon saya. Lagi-lagi saya cuma dijanjikan. Sejak tanggal 15 Oktober sampai surat pembaca ini saya ketik (30 Okt 2019 pkl 22.19) tidak ada satu petugaspun yang menghubungi saya.

Beginikah cara Telkomsel memperlakukan customer setianya?

Hidayatullah
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Telkomsel:
[Penilaian Rata-rata: 1.9]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

8 komentar untuk “Beginikah Telkomsel Memperlakukan Customer Setianya?

  • 31 Oktober 2019 - (10:01 WIB)
    Saya & hampir seluruh keluarga besar saya menjadi pelanggan kartuHalo sudah selama bertahun-tahun, & setahu saya pelanggan pascabayar mendapatkan prioritas pelayanan yang lebih daripada prabayar.

    Yang Anda alami sangat parah sekali, bahkan sampai hangus pulsa sebegitu banyak.
    Semoga segera mendapatkan respon yang memuaskan setelah menuliskan SP ini.

    Sekedar saran, mengingat Anda sudah belasan kali menelepon ke CS, diteruskan saja komplen via kanal tersebut. Apalagi karena nomor Anda sekarang sudah pascabayar, berarti gratis telepon ke CS.
    Tidak perlu ditanggapi kalau ada Twitter yang minta di DM dsb, karena berdasarkan pengalaman saya berhubungan dengan berbagai kanal CS Telkomsel, CS by phone sudah level yang paling tinggi, sementara CS di Twitter paling2 cuma bisa ngomong “akan disampaikan ke pihak terkait.”

    • 31 Oktober 2019 - (20:48 WIB)
      Terima kasih Pak atas masukannya ☺️ saya dan keluarga juga pelanggan setia telkomsel dan sejauh ini kami tidak ada keluhan terhadap telkomsel.

      Dan saya sangat menyayangkan sekali atas insiden miss informasi dari petugas call center dan telemarketing ini. Sudah 2 bulan lebih tidak ada solusi dan beberapa kali saya dijanjikan akan dihubungi oleh petugas complaint handling tapi tidak terlaksana

  • 31 Oktober 2019 - (18:34 WIB)
    padahal enak jadi pelanggan pra bayar, banyak paketan promo internet murah. sayang udah migrasi, gak bakal bisa balik lagi jd simPATI tuh.
    pelanggan pasca bayar itu seperti sapi perah aja buat Telkomsel, ARPU gede tapi minim promo.

    saya juga punya nomer HALO, yang sudah saya pake belasan tahun. tagihan perbulan hanya 35rb (blm PPN). saya piara karena sudah jd nomer utama, sudah nyebar kemana-mana. sebenarnya males banget nggak ada promo menarik sama sekali buat pelanggan pasca bayarnya.

    gengsi dong pelanggan HALO koq ngarep promo..
    bodo amat.

    • 31 Oktober 2019 - (20:54 WIB)
      Terima kasih Pak atas masukannya dan sudah berbagi pengalamannya ☺️. Ketika saya ditawarkan migrasi ke kartu halp, dengan sadar saya menyetujuinya, termasuk menyetujui konsekuensi yang akan saya dapatkan ketika kartu saya berubah jadi kartu halo.

      Inti permasalahannya bukan krn saya menyesal migrasi ke kartu halo, bukan. Tapi kesalahan dari petugas call center yang bilang kalau kartu saya tidak dimigrasikan. Padahal tujuan saya menelpon bukan untuk membatalkan migrasi, tp mencari info kapan kartu halo saya diaktifkan karena paket data saya habis pd saat itu. Petugas call center dengan yakin bilang kalau migrasi kartu saya tidak diaktifkan, maka dari pernyataan petugas tsb saya memberanikan diri utk membeli paket data simpati lagi.

      • 31 Oktober 2019 - (21:31 WIB)
        sip.. asumsi saya, bapak termasuk orang yang “melek” teknologi. banyak tahu dan paham dengan baik tentang dunia telekomunikasi dan operator nya di Indonesia.

        karena disekitar saya banyak temen-temen yang jadi korban telemarketing, dan menyesal setelah migrasi.

        semoga beruntung Pak, kejar terus Telkomsel untuk mengganti biaya paket yang hilang gara² migrasi. paling tidak bisa dijadikan pengurang biaya tagihan bulanan kartuHALO-nya.

  • 31 Oktober 2019 - (20:40 WIB)
    Menggunakan kartu pra bayar atau pasca bayar ada plus minusnya. Jika mau simple, kartu Simpati prabayar adalah pilihan yang tepat, gak khawatir tagihan membengkak. Kartu Halo cocok digunakan jika pendapatan tiap bulan stabil, tetapi tetap harus hati-hati agar tagihan gak melebihi budget.

    Meskipun kartu Halo juga bisa dibeli paket seperti paket add-on (internet + bicara) tapi karena pasca bayar, bisa aja pemakaian melebihi batas atau belum satu bulan sudah habis sehingga harus beli paket baru yang akhirnya tagihan jadi membengkak.

    Jika dibanding antara paket kartu halo add on dan kartu simpati prabayar, masih lebih murah kartu prabayar. Sebagai contoh, paket kartu halo add on “HaloFit Plan 200K” senilai Rp 200 ribu per bulan dijatah 150 menit bicara, 150 SMS, 5+1 GB internet. Dengan jatah bicara dan internet sebesar per bulan sebesar itu terasa sangat kurang atau tidak mencukupi untuk satu bulan.

    Sedangkan kartu simpati prabayar, dengan paket add on “Combo OMG” seharga Rp 149 ribu per bulan dijatah 30 GB Internet, 200 SMS, dan 600 menit voice TSEL. Jauh kebih efisien / murah kartu prabayar bukan?

    Kelebihan lain dari kartu simpati prabayar adalah kita bisa beli paket suka-suka, mau paket internet atau paket bicara, baik add-on maupun terpisah, bebas! Misalnya paket intenet OMG 16 GB Rp 102 ribu per bulan, khusus untuk internetan.

    Atau bagi yang hobi bicara atau suka komunikasi secara daring, kartu simpati prabayar adalah juaranya. Bagaimana tidak, dengan paket bicara Rp60 ribuan per bulan, bisa bicara sesama TSEL selama 2000 (dua ribu) menit dan all operator 100 (seratus) menit, 24 jam non stop (termasuk telepon rumah).

    So, antara kartu halo dan simpati prabayar, lebih efisien kartu simpati prabayar dengan paket internet OMG 16 GB Rp 102 ribu per bulan dan paket bicara 2000 menit sesama TSEL + 100 menit allop seharga Rp 60 ribu per bulan. Gak khawatir tagihan membengkak akibat pemakaian yang melebihi budget.

    Kalau saya lebih enjoy menggunakan paket bicara bulanan dengan kartu simpati prabayar untuk teleponan dengan paket 2000 menit + 100 menit allop, sedangkan untuk internet saya menggunakan paket Combo Xtra by XL. Setiap orang punya pilihan sendiri, sesuai kebutuhan masing-masing. Hidup adalah sebuah pilihan!

  • 31 Oktober 2019 - (20:56 WIB)
    Terima kasih Pak atas masukannya dan sudah berbagi pengalamannya ☺️. Ketika saya ditawarkan migrasi ke kartu halp, dengan sadar saya menyetujuinya, termasuk menyetujui konsekuensi yang akan saya dapatkan ketika kartu saya berubah jadi kartu halo.dan saya juga mengerti paket apa yang saya ambil dan benefit apa yg akan saya dapatkan.

    Inti permasalahannya bukan krn saya menyesal migrasi ke kartu halo, bukan. Tapi kesalahan dari petugas call center yang bilang kalau kartu saya tidak dimigrasikan. Padahal tujuan saya menelpon bukan untuk membatalkan migrasi, tp mencari info kapan kartu halo saya diaktifkan karena paket data saya habis pd saat itu. Petugas call center dengan yakin bilang kalau migrasi kartu saya tidak diaktifkan, maka dari pernyataan petugas tsb saya memberanikan diri utk membeli paket data simpati lagi. ☺️

 Apa Komentar Anda mengenai Telkomsel?

Ada 8 komentar sampai saat ini..

Beginikah Telkomsel Memperlakukan Customer Setianya?

hidayatullah_hidayatullah 3 menit
8