Debt Collector Bank Mega Mendatangi Sekolah Anak dan Meneror Semua Keluarga Saya

Terima kasih kepada Media Konsumen yang memfasilitasi konsumen yang sudah tidak berdaya. Semoga dengan tulisan ini, keluhan saya kepada pihak Bank Mega akan mendapatkan respon yang positif. Hari Minggu tanggal 17 November 2019 debt collector Bank Mega mendatangi rumah adik saya, yang mana ada ibu saya yang tinggal bersama adik saya. Debt collector  tersebut datang pagi kira-kira pukul 7 sambil teriak-teriak dan marah-marah. Apakah hari Minggu bisa debt collector ada kunjungan? Apakah bisa mendatangi alamat yang tidak tercantum? Apakah debt collector boleh teriak-teriak dan marah-marah? Hal ini sudah saya laporkan ke bank terkait.

Hari Selasa tanggal 19 November 2019 saya negosiasi masalah pembayaran kepada DC tsb, tetapi belum ada kesepakatan. DC mengancam akan datang kembali ke rumah adik saya dan menagih ke ibu saya dengan kata-kata yang kurang enak (bukti WA ancaman ada di saya). Apakah DC boleh mengancam seperti itu? Kembali hal ini saya laporkan ke pihak bank.

Hari Rabu dan Kamis teror berlangsung terus, semua keluarga saya yang berhasil didapatkan nomor kontaknya ditelepon dengan tiada henti, Hari Jumat tanggal 22 November 2019 DC mendatangi rumah mantan istri saya, yang mana anak-anak saya tinggal sama dia. Rumah kebetulan kosong, mantan istri saya pergi, anak-anak sekolah. DC langsung masuk halaman rumah, semua ditelepon dan mantan istri saya diteror. Yang lebih sadisnya, DC mendatangi sekolah anak-anak saya. Buat saya jika sudah masuk ke ranah anak-anak, apalagi datang ke sekolah mereka sudah amat keterlaluan. Kembali hal ini saya laporkan ke bank terkait.

Keberadaan saya sampai sampai saat ini masih di luar kota, pihak DC tahu itu. Pertanyaan saya, kenapa pihak bank tidak pernah merespon laporan saya? Jika direspon, kenapa DC semakin jadi meneror? Mudah-mudahan dengan adanya tulisan di Media Konsumen ini saya mendapatkan perlindungan. Sampai surat ini saya tuliskan, DC tsb masih meneror saya, bahkan ke semua HP dan nomor telepon kantor keluarga saya diteror. Apakah Bank Mega sudah membiarkan mereka berlaku semena-mena?

Terima kasih.

Herents Legoh
Bogor, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Debt Collector Bank Mega:

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

32 komentar untuk “Debt Collector Bank Mega Mendatangi Sekolah Anak dan Meneror Semua Keluarga Saya

  • 25 November 2019 - (19:48 WIB)
    Terima kasih Media Konsumen, semoga dapat bermanfaat buat semua konsumen.
    Salam,
    Media Konsumen
  • 25 November 2019 - (20:00 WIB)
    Hampir lupa, hanya info saja nama DC nya mos** ada di no tlp 087888647*** dan 08551687*** adakah yang pernah berhub dengan DC ini?
  • 25 November 2019 - (21:08 WIB)
    Percuma pak lapor bank mega,bp langsung lapor polisi mnta perli dungan sebagai hak warga negara,karena istri,org tua,adik ,apalgi ank sudah d ancam,mnta prlindungan konsumen dan komnas anak juga mnta d lindungi jangan takut pak kita memang salah karena punya hutang,kita adalah manusia biasa yg tak luput dr salah,mana mau sih kita punya hutang aplgi d kjar kjar dc kita ga tau yg namanya musibah entah usaha atau d tipu org,bp bisa email k evelynsupratmam ,ikuti petisi tntg mega
    • 25 November 2019 - (21:31 WIB)
      Terima kasih pak akan masukannya, memang selama ini saya laporkan ke pihak bank tetap saja DC tsb marah2 ke semua keluarga saya dan saya, semoga dengan adanya media konsumen pihak bank akan lebih merespons, saya akan lakukan apapun demi setop DC preman itu, mohon email nya atau email yg bapak kasih itu apa ya? Ijin petunjuknya pak. Terima kasih
    • 26 November 2019 - (08:18 WIB)
      percuma lapor ke Bank Mega atau OJK, ga ngaruh,, OJK juga tutup mata meski banyak aturan OJK yang dilanggar,, langsung lapor polisi aja,,
      • 26 November 2019 - (11:04 WIB)
        Saya sudah laporkan ke semua instansi pak, semoga ada tanggapan bagus
  • 26 November 2019 - (07:47 WIB)
    Askum, Sdr silakan laporkan scr resmi ke PKPU Perlindungan Konsumen & Pembinaan Usahawan didaerah setempat Sdr(cari di google)….detailkan scr kronologi kejadian yg tlah menimpa Sdr dg terbuka & ingat jgn ada fitnah / hasutan….yg dpt menjatuhkan kredibilitas persh tsb, tp upayakan transparansi curhat Sdr agar hak2 Sdr sbg konsumen agar terlindungi serta usahakan PKPU berkenan menjembatani sbg mediator / pihak ketiga dlm hal ini, agar kasus Sdr sgr terselesaikan dg baik tanpa ada yg terdzolimi, dmkn smoga bermanfaat adanya.
    – Aries Mustansir, SE. ex anggota PKPU Batang th. 2010 – 2015
    • 26 November 2019 - (10:21 WIB)
      Baik Pak, akan saya coba.. Pagi tadi debt collector nya sudah marah2 ke rmh mantan istri saya, hal ini membuat semuanya jadi ketakutan dengan DC.
      Terima kasih pak
      • 28 November 2019 - (21:35 WIB)
        Sama permasalahan nya kaya gitu ya. Pihak ke3 yang dipergunakan itu bank emang beres…….
    • 26 November 2019 - (18:07 WIB)
      Selamat malam Pak, jika di media seperti ini saya ga mungkin berbohong, apalagi fitnah.. Semua bisa saya pertanggung jawakan, Terima kasih akan ide nya pak

      Salam
      Media
      Konsumen

  • 26 November 2019 - (10:30 WIB)
    Luar biasa bank yg satu ini, seperti sudah kehabisan akal buat nagih nasabah. Apakah tingkat NPL-nya sudah sebegitu tingginya di bank ini? 🤔

    Btw kalo udah gini sih udah bisa ditebak endingnya, paling jawabnya hanya basa basi “minta maaf dan mohon kerjasama nasabah untuk menyelesaikan kewajibannya”. Besoknya tetap aja diulangi dan bahkan lebih parah lagi kelakuannya. 😈😈😈

    • 26 November 2019 - (10:34 WIB)
      Yang sudah2 seperti itu pak, karna saya buat laporan ke bank tsb sudah bbrp kali. Dengan adanya Media Konsumen saya harap akan membantu kita semua pak.
      Salam
      Media Konsumen
    • 26 November 2019 - (10:37 WIB)
      Benar hnya minta maaf klo sy sampai mati ga mau maafin tuh bank walau sy salah ,suatu saat mereka semua kna karma dan berbalik k mreka nasabah macet bukan ktna kemauaan mreka tetapi keadaan mreka yg sudah tidak mampu bayar lagi,namanya musibah kita tdk akan tau rezeki seseorang
      • 26 November 2019 - (11:06 WIB)
        Barusan tlp saya, saya kira mau minta maaf tuh DC rupanya hanya menceritakan kalo anak dan mantan saya nangis2 karna pagi tadi DC ke rmh nya dan saya diminta tlp ke kantornya
  • 26 November 2019 - (10:45 WIB)
    Saya rasa bank Mega harus di boikot, caranya adalah mengajak nasabah yang belum menjadi “korban” agar tidak menggunakan bank ini lagi. Jika mereka kehilangan nasabah, maka otomatis mereka akan bangkrut. Memang akan merugikan banyak pihak, termasuk karyawan yang bekerja. Tapi ini sebagai bentuk bahwa banyak korban dari bank mega yang berjatuhan. Dan saya bingung mengapa pihak management bank mega tidak turun tangan dan membiarkan DC” liar berkeliaran seperti itu. Saya juga sudah mengalami hal seperti bapak, namun bedanya saya diteror via phone, sms dan email setiap hari. Telepon bisa 200x per hari pak. Pernah datang kerumah dan teriak-teriak seperti tarzan. Tidak ada etikanya. Saya sudah respon melalui email, tapi no respon.
    • 26 November 2019 - (10:59 WIB)
      Iya bu, sepertinya sudah terkenal ya kelakuan DC bank tsb, jika di bisa lampirkan foto dan rekaman tlp saya sudah upload bu, tetapi semua bukti sudah saya email ke Media Konsumen.
  • 26 November 2019 - (10:54 WIB)
    Terima kasih kepada rekan2 Media Konsumen semua, sampai dengan jam ini saya masih di tlp oleh DC tsb, pagi sudah jadi tarzan di rmh mantan saya dan anak2, jadi sudah terkenal ya kelakuan DC bank Mega dan tanggapan bank nya seperti apa, mohon perbaikan nya kepada bank terkait.
  • 26 November 2019 - (13:04 WIB)
    segera lapor polisi pak, biar kolektornya sadar. karena kasian anak bapak ketakutan. saya juga korban dari debt collector Bank Mega, Kantor tempat kerja saya diteror seharian sampai tak bisa pakai telpon keluar karena suami saya punya sisa tunggakan 2 jutaan kartu kredit Bank Mega di tahun 2013, pdhal status saya saat suami saya buat kartu kredit hanya teman. menurut saya Bank Mega sudah keterlaluan dalam meneror, apalagi saya bukan pemilik kartu kredit tersebut.
    • 26 November 2019 - (17:31 WIB)
      Akan saya tindak lanjuti pak, mungkin ke media-media lain, karna sampai saat ini mantan saya masih di teror. Terima kasih
  • 26 November 2019 - (13:11 WIB)
    Hari ini Debt collector Bank Mega tidak meneror kantor saya lagi karena memang saya sudah menelepon CS Bank Mega karena merasa diteror dan berencana lapor polisi seandainya hari ini masih meneror ke kantor. dan saran saya ke bapak datangilah kantor collection bank Mega pak agar bapak tidak didatangi debt collector terus. trimakasih
  • 26 November 2019 - (13:34 WIB)
    Percuma pak kalau ddtg k collectionny sy prnah mnhhadap k sn dan menceritakan penagihan dc nya yg baru 14hari ndtg k kantor smbil triak triak mnta k bos sy suruh bayar hutang sy,sy ada rekamannya,sy sdh mnceritakan kondisi keuangan dan usaha bangkrut dan baru bekerja tagihan pun bnyk 7cc jdi sy seleaaikan satu satu dulu yg bisa kasih sy kemudahan ,tpi mreka ga mau ,dan hari ni meneror budeh sy u bayar hutng sy,bank ni dcny sprtinya dr pinjol ilegal kontak kita pun d baca sm mreka d an d hubungi org org yg ga tau apa apa maslah kita
  • 26 November 2019 - (17:22 WIB)
    Sampe hari gini aja depok msh teror mantan saya, ada kepuasan tersendiri sepertinya tuh depok. Semoga segera ada tindak lanjutnya
  • 26 November 2019 - (17:38 WIB)
    Saya jga sbnrnya lgi ada mslh ama depcolektor..sya punya utng k aplikai uku..emng saya tlt 3 hari ga gde ch cma 1 jta 1100..bknya ga mau byr tpi aku lgi bnr2 ga ada.mksd saya tr gjihn saya lunasin semua ama bunga nya..ehmlh ga bsa tolernsi.mlh mau ngcam ke rumh nagih nya.jsi nyesel pijem d aplikasi uku
    • 27 November 2019 - (11:08 WIB)
      Iya Pak, sampai detik ini saya masih diteror, bahkan WA saya bilang ke rumah orang tua (ibu) saya. Ga ada atau belum ada tanggapan dr bank terkait saya ga tau, yang jelas DC masih teror saya
  • 27 November 2019 - (16:41 WIB)
    laporkan ke pihak OJK disertai bukti ancaman di WA. sertai ke LBH dan juga YLKI.. tentang DC yg di perintahkan bank mega. krn itu premanisme.. yg sudah di lakukan pihak perbankan….
    • 27 November 2019 - (19:40 WIB)
      Sudah pak, laporan sudah saya sebar berikut buktinya… Malam ini aja masih tlp saya depkol nya. Rekaman ada. Besok pasti lebih heboh.
  • 13 Desember 2019 - (09:51 WIB)
    tidak ada gunanya kalian datang ke deptcollector bank mega yg dikuningan.sy sdh coba bahkan berkali2.tetap aja debtcollector akan maki2 kita.padahal tujuan kita hanya minta reschedule sesuai dgn kemampuan kita.yg ada malah ditantangin,ibu mau ajuin ke direksi sekalipun sama aja ga bakal disetujui.malah saya dikasih no telp dan email ibu christiana damanik .coba aja bantu petisi ini,kita liat apakah hukum di negri ini masih ada keadilan?
    https://www.change.org/p/bank-indonesia-dan-otoritas-jasa-keuangan-hentikan-teror-bank-mega-dan-seluruh-debt-collectornya?recruiter=1026907175&utm_source=share_petition&utm_medium=email&utm_campaign=psf_combo_share_initial&utm_term=9b1cab0a1f4f4df0b85f5f1ef94eda02&recruited_by_id=fa954cd0-1c63-11ea-9226-b70ad53302f6

 Apa Komentar Anda mengenai Debt Collector Bank Mega?

Ada 32 komentar sampai saat ini..

Debt Collector Bank Mega Mendatangi Sekolah Anak dan Meneror Semua Kel…

oleh Erent dibaca dalam: 1 min
32