Akun Bukalapak Diretas, Transaksi 63 Juta Rupiah Masih Belum Jelas

Saya menulis ini sebagai luapan kekecewaan saya terhadap Bukalapak. Tanggal 29/11/2019 pukul 18.00 saya membeli 5 unit AC Cassette di akun Bukalapak senilai lebih dari Rp63 juta. Hingga pukul 20.00 status pembelian saya tidak berubah, menunggu diproses pelapak. Saya chat pelapak melalui chat pribadi dan menanyakan hal ini. Selang beberapa menit kemudian pelapak hubungi saya dan mengirimkan link via WA. Saya mencoba buka link tersebut tapi tidak bisa.

Pukul 20.30 saya mendapat pesan di email bahwa barang sudah diterima. Saya pun kaget karena saya tidak memencet akun saya, lalu saya mencoba masuk akun saya tapi sudah tidak bisa. Di situ saya menyadari bahwa akun saya sudah di-hack. Buru-buru saya telepon call center dan menceritakan hal ini. CS menanyakan apa saya diberi link dan memberi kode OTP. Saya pun bilang bahwa benar pelapak mengirim link untuk saya buka tapi tidak bisa dan saya tidak memberi maupun memasukkan kode apapun. Lalu saya minta CS untuk memblokir dan membatalkan pesanan saya. CS pun berkata ibu tidak perlu kuatir karena pesanan sudah dibatalkan dan dana akan dikembalikan dalam 14 hari kerja.

Pagi hari saya bangun ada email dari google bahwa ada orang mencoba hack email saya tapi karena dari perangkat yang tidak dikenal maka langsung diblokir (terima kasih google). Tanggal 9/12 saya kembali menanyakan ke call center Bukalapak mengenai pengembalian dana saya, CS minta saya bersabar karena hingga saat ini baru terhitung 6 hari kerja sedangkan Bukalapak butuh 14 hari untuk proses. Tanggal 18/12 saya telepon CS lagi dan mereka mengatakan untuk saya menunggu email dari Bukalapak karena mereka akan meneruskan pada team terkait. Padahal di billing kartu kredit yang saya gunakan sudah muncul tagihan cicilan 1 kali, karena saya memilih menu 12 kali cicilan. Bukalapak baru mengembalikan dana senilai Rp10.500, lalu kemana uang saya yang Rp63 juta lebih??????????????

Lalu tanggal 20/10 saya kembali kontak CS Bukalapak karena tidak ada kejelasan dari CS, lalu ada email masuk untuk saya mengirimkan KTP, bukti transaksi bayar Bukalapak serta buku tabungan. Saya pun bingung apa hubungan buku tabungan karena saya membayar dengan kartu kredit. Lalu saya telepon CS lagi dan meminta penjelasan mengenai hal ini. Leader CS Bukalapak Ibu Novita menyuruh saya untuk memenuhi permintaan Bukalapak. Karena saya sangat ingin uang saya yang jumlahnya bagi saya sangat banyak kembali, maka saya pun menuruti permintaan Bukalapak bahkan saya juga mengirim billing statement KK saya.

Beberapa jam setelah itu saya cek status komplain saya di akun Bukalapak dan dinyatakan sudah selesai dan saya sudah tidak bisa mengajukan komplain. Langsung saya berpikir ooo begini cara Bukalapak lari dari tanggungjawab. Sistem online yang buruk dan gampang diretas, customer menjadi korban. Lebih dari itu penjelasan CS beda dari kenyataan, penipu. Bagaimana dengan perlindungan konsumen?????? Saya beli dari Bukalapak karena mereka menjamin keamanan bertransaksi, dana tidak akan dibayarkan selama kita belum menerima dan mengklik tombol barang diterima. Dan setahu saya pelapak harus input no resi. Sedangkan ini saya langsung telepon dan minta transaksi dibatalkan begitu akun saya dibajak pada jam yang sama hanya selang beberapa menit. CS pun berkata dana masih di-hold di Bukalapak jadi akan dikembalikan ke pembeli dalam 14 hari kerja. Kenapa uang saya yang hilang Rp63 juta lebih hanya kembali Rp10.500, lalu kemana lainnya????????? Apa ini cara Bukalapak berbisnis????????

Note, saya di Cilacap sedangkan pelapak di Jabodetabek, bagaimana caranya AC 5 PK yang besar-besar bisa sampai di Cilacap dalam waktu 2.5 jam. Saya benar-benar kapok dan kecewa dengan Bukalapak dan saya harap jangan ada korban lagi.

Baru saja pihak Bukalapak telepon saya untuk saya kembali menyertakan bukti-bukti dan CS malah mengatakan bahwa saya hanya meminta pengembalian dana ke limit KK sebesar Rp10.500. Hallo!!!!!!! Terus yang Rp63 juta lebih disumbang ke Bukalapak?????? Mereka pun mengakui bahwa yang meminta kode OTP menggunakan perangkat lain (desktop) sedangkan saya melakukan transaksi dengan smartphone, lalu kenapa diberikan tidak langsung diblokir. Terlebih saya sudah langsung melakukan pengaduan ke call center bahwa akun saya dibajak.

Bukalapak oh Bukalapak……… kenapa sistem kalian jelek harus saya konsumen yang jadi korban. Saya mohon jangan berbelit-beli, tanggung jawab dong, kembalikan uang saya, sudah 3 minggu. Masa perusahaan sebesar bukalapak lepas tangan, sangat tidak profesional dan tidak bertanggung jawab.

Indra Lieputra
Cilacap, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bukalapak:
[Total:69    Rata-Rata: 1.4/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

22 komentar untuk “Akun Bukalapak Diretas, Transaksi 63 Juta Rupiah Masih Belum Jelas

    • 21 Desember 2019 - (23:45 WIB)
      Permalink

      Banyak korban saya juga sebagai korban dibuka lapak… Laporkan saja jalur hukum ke BKPN.. Atau ke DPR RI komisi XI pelayanan masyarakat

      • 22 Desember 2019 - (09:00 WIB)
        Permalink

        Saya setuju .boikot buka lapak ini?…saya juga kena phising juga di akun buka lapak dengan pembelian hp di bulan november Tepatnya tgl 23,dan sampai saat ini juga dana blm kembali masuk ke akun juga ga bisa ,bagaimana kita mau cek uang sudah masuk apa blm …ditanyakan ke cs …jawaban klise saja akan dibantu dan dikabari lewat email…….buktinya sampai sekarang pun ga ada ……..?…..sangat kecewa dan langsung saya uninstal ….

  • 21 Desember 2019 - (18:26 WIB)
    Permalink

    Prihatin atas kasus yang menimpa Bpk. @indra_lieputra. Niat belanja di BL malah ditipu pelapak curang. Karena kerugian cukup besar, sebaiknya dilanjutkan proses hukum!

    Aksi kejahatan yang dilakukan oleh pelapak online adalah kejahatan cybercrime tentang transaksi digital, sangat meresahkan, merusak kepercayaan publik terhadap e-commerce dan merugikan masyarakat, harus diberantas!

    Sayangnya, pihak e-commerce dimana si penipu bervok dan berpura-pura jadi pelapak tidak mengambil tindakan cepat dan tepat untuk melindungi kerugian costumer, padahal pihak e-commerce memiliki sistem untuk menindaklanjuti laporan kejahatan dari costumer.

    Belajar dari kasus di atas, sejatinya kasus tersebut tidak terjadi JIKA COSTUMER / PEMBELI DAPAT BERHATI-HATI DAN TIDAK MENGKLIK LINK SPYWARE YANG DIKIRIM OLEH PENIPU MELALUI WA. Link spyware yang dikirim oleh penipu adalah untuk mencuri informasi penting milik pembeli, seperti password atau PIN sehingga si penipu bisa membajak akun pembeli dengan leluasa.

    Saya bukan pengguna platform e-commerce tersebut tapi berdasarkan surat pembaca fiatad dapat dibandingkan dengan platform e-commerce lain, e-commerce tersebut tidak aman. Adapun di e-commerce lain, seperti Tokopedia dan Shopee, jarang terjadi kasus penipuan seperti di atas.

    Di Tokopedia, pembeli tidak bisa mengklik transaksi SELESAI sebelum barang benar-benar diterima oleh pembeli, sekurangnya 1 jam setelah barang diterima baru bisa mengklik selesai.

    Sedangkan di Shopee, masih ada garansi Shopee hingga 14 hari setelah barang diterima. Pembeli masih bisa melakukan komplain selama garansi Shopee belum experied.

    Perlu berhati-hati dalam melakukan belanja online, sudah banyak korban penipuan oleh penjual curang dengan mengambil kesempatan dari kelengahan pembeli. Sebelum membeli, cek review penjual dulu, lihat track record penjual. Dan yang paling penting adalah JANGAN PERNAH MENG-KLIK LINK YANG DIKIRIM OLEH PENIPU, BERHAYA!!!

    • 17 Januari 2020 - (05:16 WIB)
      Permalink

      Saya persis sama dengan kasus bapak ini
      pada tanggal 11 Januari 2020 pkl 10.35 saya membeli 2 unit sepeda dengan harga 7 juta
      setelah melakukan proses pembayaran ke rek bukalapak. selang 1 menit muncul otomatis informasi di wa dari no yang tidak dikenal /pelaku mengirimkan kode link (http//aktivasi-asuransi).
      Pada awalnya sedikit ragu,namun karna saya mencoba mengkonfirmasi ke chat pelapak di fitur bukalapak, si pelapak meminta untuk mengklik link sebagai aktivasi asuransi.

      Oleh karena itu, saya klik lah link itu dengan 1xklik muncul fitur bukalapak dengan format untuk mengisi email dan pasword, nah setelah saya masukkan email dan pasword maka muncul otomatis kode OTP di WA (whass app), nah seketika itu saya sudah curiga dimana no yang tidak saya kenal itu menelpon dan memberikan pesan untuk mengirimkan kode OTP (baik scara langsung maupun screen shoot ) ..

      Disini saya sudah curiga, disaat bersamaan muncul notifikasi di email (informasi bahwa ada seseorang yang mencoba masuk di email saya ), nah kemudian saya buka notifikasi email tersebut dan saya liat keterangan bahwa email saya coba dibuka oleh orang lain dengan menggunakan handphone samsung, dan seketika itu saya langsung mengamankan dan memproteksi akun gmail saya ( saya langsung merubah paswordnya ) dan Alhamdulillah saya bisa secepatnya memproteksi akun saya ..

      berselang beberepa menit secara otomatis di fitur bukalapak yang membuat saya heran adalah status barang.. ini mulai dari di proses pelapak, pengiriman sampai kepada barang dterima dan diulas (ini sepertinya step by stepnya berubah scara otomatis )

      Melihat hal ini, maka saya segera komplain ke bukalapak (cs) dengan menginformasikan kendala tersebut dan setlah ada balasan timbukalapak akan melakukan proses cek dan menyampaikan ke bagian terkait

      Selanjutnya masih d hari yang sama di tgl 11 Jan 2020 d pkl 21,45 saya masih di hubungi sama no yang tadi(pelaku), dia meminta kembali kode OTP saya dan saya ttp tidak memberikan sampai saya sampaikan akan melapor ke POlisi (saat ini no handphone tersebut sudah tdk aktif lagi )

      ke esokan harinya tgl 12 Januari sd hari kemarin tgl 15 Januari 2020
      email (bantuan )dari cs bukalapak sama sekali tidak masuk akal secara garis besar tim cs zendesk menginformasikan bahwa dana saya sudah dipakai pelaku karena sudah di bajak (melalui pembelian pulsa di dompet bukalapak ) di pkl 10.35 walaupun saya sudah menyampaikan bahwa kode OTP belum saya berikan kepada pelapak dan saya pun juga masih dengan mudah mengakses akun bukalapak saya ( jika memang itu sdh d bajak tentu saya tidak bisa membuka akun bukalapak saya ). Jadi tim cs bukalapak menyampaikan dana tersebut sudah digunakan oleh pelaku , oleh karena itu disini saya sangat kecewa karena begitu mudahnya akun tersebut diretas sementara kode OTP tidak saya berikan kepada pelaku/pelapak

      bahkan di tanggal 11 januari pelapak masih mengirimkan pesan menyampaikan jika dana ingin kembali maka dirubah feedback (ulasan), dan jujur sy langsung berikan ulasan bahwa akun ini penipu dengan status barang tidak ada (sy publish agar orang lain jg tdk mengalami hal yang sama )

      Demikian isi singkat cerita saya
      Semoga ada yang bisa memberikan masukan

      Terima kasih

  • 21 Desember 2019 - (19:11 WIB)
    Permalink

    lalu apa yang harus saya lakukan padahal siang tadi CS bukalapak tlp saya dan mereka mengakui bahwa yang meminta kode OTP menggunakan perangkat lain(desktop) sedangkan saya melakukan transaksi dengan smartphone. saat itu saya langsung komplain kenapa tidak langsung diblokir malah diberikan kode OTP tersebut pdhl saya sudah lapor akun saya di hack.

    • 27 Desember 2019 - (07:55 WIB)
      Permalink

      Maaf pak, apakah sekarang sudah ditindak lanjuti? Soalnya kakak saya juga kena kasus yang mirip

  • 21 Desember 2019 - (21:13 WIB)
    Permalink

    Jangan menyerah pak, coba terus ajukan komplain pengembalian uang atas kerugian yang timbul akibat tindak kejahatan pelapak yang bercokol di e-commerce tersebut.

    Sebaiknya buat BAP Pro Justisia agar berwajib dapat menindaklanjuti kasus tersebut dan agar kasus serupa tidak terulang dimasa depan. Dan BAP tersebut dapat dilampirkan dalam laporan ke pihak e-commerce.

    Jika hanya mengandalkan tindakan dari pihak e-commerce paling cuma disuruh menunggu dan menunggu hingga costumer bosan dan kasus ditutup.

    Sejatinya, jika e-commerce mau bertindak, setidaknya bisa memblokir dompet akun penipu dan uang tidak diserahkan kepada penipu. Pihak e-commerce pasti memiliki identitas pelaku, mereka bisa serahkan kepada pihak berwajib.

    • 22 Desember 2019 - (09:37 WIB)
      Permalink

      Saya cuma titip pesan sama CEO Bukalapak, banyakin bersyukur, berterima kasih dan kurangin mengeluh, biar usaha anda berjalan lancar dan berkah…ingat dulu awal kemunculan anda begitu super, tapi saat ini sering sekali keluhan2 dari konsumen..
      Alhamdulillah saya udah sekitar 6 bulan hapus akun Bukalapak, karena saya takut kejadian seperti orang lain…

  • 22 Desember 2019 - (08:49 WIB)
    Permalink

    Baca berita ini jadi ngeri, langsung saya hapus account CC dan log out account bukalapak..

  • 22 Desember 2019 - (09:48 WIB)
    Permalink

    Ini bukan kejadian yg pertama dan sy yakin bukan yg terakhir di Bukalapak. Selama para fraudster itu bebas berkeliaran tanpa tindakan hukum apa pun, maka selama itu Bukalapak jadi sasaran empuk. Padahal jejaknya jelas, kalo beli barang dikirim ke mana, kalo fraudster sebagai penjual, dananya dilarikan ke mana, tinggal ditelusuri dan ambil tindakan hukum supaya jera. ?

  • 22 Desember 2019 - (11:41 WIB)
    Permalink

    melanjutkan komplain saya. Transaksi no 192570513970 senilai Rp. 63.593.561. Apa bukalapak benar yakin bahwa pelaku telah dan benar2 sudah mengirimkan AC yang saya pesan kepada ekspedisi (J&T reguler)???????
    Bukalapak juga selama ini memberi jaminan bahwa bila 2×24 jam barang sampai dan diterima oleh pembeli tanpa ada keluhan, baru pembayaran akan diteruskan kepada pelapak. disini saya tgl 29/11/2019 jam 20.40/20.50 telah melapor ke CS bukalapak bahwa akun saya dibajak dan saya minta transaksi dibatalkan dan dikembalikan, langsung setelah saya tau akun saya dibajak pada saat itu juga ( pembelian pada jam 18.00 29/11/2019). CS pun berkata dana masi di hold di bukalapak dan akan dikembalikan.
    jadi selama ini bukalapak hanya janji2 marketing?????

  • 22 Desember 2019 - (18:02 WIB)
    Permalink

    Sama saya juga korban dari bukalapak. Padahal sudah minta pembatalan tapi tidak terjadi apapun. Akhirnya saya harus membayar cicilan kartu kredit.
    Percuma lapor dan jawaban mereka muter2 saja.
    Kapok lah sama bukalapak.

  • 22 Desember 2019 - (18:35 WIB)
    Permalink

    Kl kasus penipuan pada e-commerce mnrt saya sdh hal yg lumrah.pd inti nya,jng prnh klik link yg di kirim.saya selama trx di e-commerce,saya tdk prnh meminta/menelpon pihak penjual.lihat barang yg dijual,status toko,review.

  • 22 Desember 2019 - (18:43 WIB)
    Permalink

    Pengalaman saya sederhana, hanya pesen earphone/ headset, ketika barang datang ternyata barang rusak alias tidak bisa digunakan. Langsung saya komplain. Tetapi komplain saya tidak diterima alias ditolak, untung harga barang hanya 20K, tapi saya langsung uninstall itu app bukakolor nya, mending pake warungpedia, tapi harus hati2 juga

  • 23 Desember 2019 - (10:35 WIB)
    Permalink

    sebelum membeli sebaiknya cek dulu review, ulasan, lihat lapak, jgn terburu dgn harga lebih murah, bandingkan dgn lapak2 lain, saya udh bertahun2 transaksi di bukalapak aman2 aja sih, pernah sekali bermasalah tp stlh itu oke2 aja,
    kl utk transaksi jumlah besar, saran saya sih di officialnya aja, atau aplikasi yg resmi kyk l*zada, j*.id dll
    jd pembeli yg bijak, ditunggu dulu mgkn pihak bukalapak sdg memproses, krn jumlahnya besar mereka jg pasti akan hati2 kan, siapa tau mereka jg brpikirnya akun anda yg dibajak bikin laporan palsu jg kan? mkny jg harus hati2..

  • 23 April 2020 - (20:27 WIB)
    Permalink

    Selamat Malam,
    Hal ini terjadi serupa trhdp saya hari ini 23 april 2020. Siang tadi sekitar pkl 13:38 dihubungi oleh oknum mengaku dr bank UOB menawarkan upgrade limit CC, dimana mengatakan limit CC sy telah disetujui dan tak lama sama mendapatkan sms notifikasi pkl 13:41 berisi kode OTP, dan saya diinfokan utk menginformasikan kode tersebut. Karena sy tahu bahwa kode OTP adlh rahasia maka sy infokan akan call ke CS UOB dahulu. Tak lama kemudian pkl 13:45 sy mendapatkan sms dr UOB bahwa transaksi berhasil dilakukan di BUKA LAPAK 1,480jt. Dan saya lngsung menghubungi pihak UOB saat itu jg dan CS buka lapak pkl 14:08, dan seperti yg sdh sy tebak jawaban CS muter-muter tdk jelas, sore skitar pkl 17:00 sy menghubungi CS BL kembali dan sama jawaban tidak jelas, malam ini barusan sy mendapatkan email dr Buka Lapak dengan jawaban bahwa transaksi tdk dpt dibatalkan.
    Pertanyaan saya bagaimana bisa transaksi CC berhasil tanpa kode OTP ?? Dan Hanya selisih menit sy menghubungi CS BUKA LAPAK bahwa CC sy dibajak dan tidak ada usaha dr mereka utk membatalkan transaksi tersebut sementara jelas sdh pasti barang belum diproses. Entah karena malas ribet ato repot dari buka lapak. Tutup saja BUKA LAPAK jika hnya menjadi kesempatan dengan mudahnya utk melakukan penipuan dan merugikan banyak orang.

    • 23 April 2020 - (20:30 WIB)
      Permalink

      Tambahan, oknum yg menghubungi saya adlh mengerti secara detil mengenai CC saya, dan bagaimana dgn mudahnya bisa berbelanja online jika cukup hnya dengan info CC saja tanpa kode OTP ??
      @bukalapak
      @UOB
      @bankindonesia
      @polri

 Apa Komentar Anda mengenai Bukalapak?

Ada 22 komentar sampai saat ini..

Akun Bukalapak Diretas, Transaksi 63 Juta Rupiah Masih Belum Jelas

oleh indra_lieputra dibaca dalam: 3 min
22