Bolehkan Debt Collector Fintech Adakami Menagih ke Kantor?

Saya pengguna pinjaman yang berbasis online yaitu fintech ADAKAMI. Semenjak pandemi saya tidak bisa melakukan pembayaran cicilan yang terahir senilai 350 ribu. Nah kemarin saya dapat chat dan info dari kantor bahwa debt collector Adakami melakukan penagihan ke pihak kantor padahal nomor saya aktif.

Bukankah fintech yang sudah terdaftar dan berizin OJK tidak diperbolehkan menagih ke pihak lain selain ke ybs diluar aturan OJK dan AFPI???

Atin Kurniawan
0821115457**
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:32    Rata-Rata: 3.1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

26 komentar untuk “Bolehkan Debt Collector Fintech Adakami Menagih ke Kantor?

  • 26 Juli 2020 - (22:30 WIB)
    Permalink

    memang meresahkan aplikasi pinjol apapun itu, utang gak seberapa tapi nagihnya ngeri. padahal denda sudah pasti berjalan kan, kalau menghubungi baik-baik pasti respon kita juga baik.
    lebih baik abaikan saja, dan bayar saat uangnya ada saja..

    • 27 Juli 2020 - (16:40 WIB)
      Permalink

      Intinya klu mrka sdh menagih membabi buta stop buat membayar tidk ush takut..klu resah ganti no tlp baru…dan tidak usah malu sama temn2 atau kerabat jelasin yg sebnrnya…bilang aja keteman2 klu asa tlp bilang aja nggak kenal..beres..klu mrka mengancam mau dilaporin kemeja hijau kita tantang aja langsng bilang baik kita tunggu surat pengadilannya..pokoknya stop byr klu mrka sdh meneror dan mengancam..

      • 10 September 2020 - (12:35 WIB)
        Permalink

        Yg lebih miris lg,,,ketika hp saya hilang…teman, kluarga sya mulai dteror….data diri saya dsebarluaskan ke sluruh kontak WA kalo saya buronan….shock sya…depresi…sudah jatuh trtimpa tangga…sya pikir pihak pinjol akan dtg dlu ke rumah…bukan na sya gk mw bayar ….tp saya ini kena musibah hp dcuri org…malah dbilang saya buronan

  • 27 Juli 2020 - (06:51 WIB)
    Permalink

    Apa pun bentuk pinjol nya ttp meresahkan kalau mengikuti peraturan OJK sdh tdk blh dtng kemanapun kecuali rmh yg bersangkutan.pinjol skrng banyak mafia berizin OJK ilegal mau pun legal.
    Lbh baik jgn di bayarkan mba apa lagi dlm keadaan seperti ini bayarkan nanti kalau sdh ada rezekinya

    • 27 Juli 2020 - (08:47 WIB)
      Permalink

      Iya pak terima kasih atas saran nya sya tunggu tanggapan dr pihak adakami…dan bukti2 sudah sy pegang semua🙏

      • 27 Juli 2020 - (16:34 WIB)
        Permalink

        Emank adakami emnk gk tau aturan, sy jg di wa diancem uu fintech 2019A pasal 27 ayat 2B, dan diancam denda 3jt, pas dibls sm om sy ygbrimob ditanya isi undang2 itu gmn dan knp masih ditagih pdhl sudah lewat 90hr?malah dikatain klo mau mkn kerja jgn pinjol, sm om saya di share omongan pengawas investasi ojk yg isinya menyatakan klo hutang sudah 90hr tidak blh ditagih lagi, pada hari ke 91 sudah dinyatakan gugur dan masuk slik ojk ato bi cheking.dan gak lama langsung diblokir wanya.kadang kita jg harus tau gmn ngadepin dc2 pinjol itu.dan qta jg harus paham uu dn hukum hutang piutang biar dc2 pinjol itu gk bs sembarangan nekan2 nasabah pinjol.

  • 27 Juli 2020 - (08:45 WIB)
    Permalink

    Iya betul sya tagihan pokok nya hanya 350 rb di bilang sama orang kantor sya banyak utang nya….sya mau lanjutin ke proses hukum dc tersebut sudah malanggar pasal pencemaran nama baik.

    1
    1
    • 27 Juli 2020 - (17:08 WIB)
      Permalink

      Debt kolektor datang ke kantor memang bukan prihal biasa. Ini keadaan luar biasa yang memaksa mereka melakukan itu.

      1. Anda sudah di beri keringanan. Yang seharusnya harus membayar lunas, kini bisa menCiciL. Dengan ini kemungkinan pinjol juga merevisi perjanjian sebelumnya. Dan kemungkinan anda mengiyakan perjanjian ini. Ini juga termasuk toleransi dari pinjoL yang diberikan karena pandemi.

      Cicilan yang sudah ringan, seharusnya rutin anda bayarkan.

      2. Komunikasi anda dengan penagih sudah tidak terkontrol. Hal hal yang ‘pantang’ di ucapkan prihal hutang piutang sudah terucap.

      Anda memberi kesan kepada penagih bahwa hutang anda tidak seberapa.

      ALkisah,,,,
      Ada dua orang yang berteman satu sekolah. yang sudah bersahabat sejak kelas 2 SD, kemudian berlanjut sekolah SMP bareng namun teman yang lain tidak menduga bahwa ketika Lulus SMP mereka menjadi musuh bebuyutan.
      Ternyata,,,,
      Saat kelulusan SMP salah satu dari mereka memberi pinjaman uang yang kala itu untuk keperluan acara perpisahan. Tidak banyak uangnya, hanya 30 ribu. Seiring waktu yang lewat di tagih lah hutang itu dan jawaban dari itu apa ? “inget aja Lo, kayak gue ngutang 1 juta aja deh”. Dalam hati terluka dan tak semangat berkata. Keesokan harinya, yang bersahabat ini pun saling bermusuhan dan menjadi musuh bebuyutan.

      Jangan menyepelekan hutang

      Hutang pemutus Silaturahmi.

      Siang Gelisah, Malam tak bisa tidur.

      Meskipun anda merasa citra dikantor sudah tidak bagus. Jangan sampai hal itu menjadi amarah untuk lari dari hutang.

      Jalan keluar satu satunya adalah Lunasi hutang, dan ketika sudah lunas, kabarkan hal itu kepada teman anda di kantor.

      Dan ambiL hikmahnya.

      • 28 Juli 2020 - (05:58 WIB)
        Permalink

        Itu conthnya utang teman maupun saudara.klu utang teman atau saudara aampai kpanpun dibyr apalgi klu orngnya nggk ikhlas.ini beda pak ini penjaman perbankan yg dmn sbnrnya semua bentuk perbankan sdh diasuransikan..nggk asa pwrbankan semudahnya meminjamkan uang klu tdk diasuransikan

      • 13 Agustus 2020 - (16:20 WIB)
        Permalink

        Permasalahan nya banyak pinjol yang tetap memaksa nasabah harus bayar segera.. padahal jelas2 setiap nasabah memiliki hak untuk bermediasi dan memperoleh keringanan atau diberikan restrukturisasi dulu bukan langsng main nagih kekantor..diberi dia restrukturisasi dulu jika setelah diberikan dia tetap belum membayar baru boleh ditindaklanjut lagi.. lah ini nasabah minta restruk saja tidak ditanggapi bagaimana mencari solusi.. setiap ditelpon cuma nangih nagih nagih, harus bayar hari ini, apa seperti itu fintech yang berizin dan diawasi OJK
        @ojk @pengaduankonsumen @ojkindonesia

  • 27 Juli 2020 - (17:16 WIB)
    Permalink

    Yg jadi pertanyaan apakah pantas sebagai debtcolector yg berlabel ijin ojk merendah kan propesi seseorang….bukti chat wa msh sya save untuk bukti…
    dengan kata2 ternyata anda supir ya di kantor hmmm pantas.
    apakah itu pantas hrs di ucap kan???

    • 27 Juli 2020 - (19:48 WIB)
      Permalink

      Ini bisa saya umpamakan begini.

      Ketika si A memanggil si B dengan suara pelan, si B terlihat tidak mendengar.

      Lanjut lagi si A memanggilnya dengan suara agak keras, namun terlihat si B tetap tidak mendengar.

      Lanjut lagi memanggil dengan suara paling keras bahkan urat leher sampai kencang, sampai akhirnya si B pun mendengar.

      si A senang karena panggilannya terdengar oleh si B.

      Namun apa yang terjadi dengan si B ?

      si B menganggap si A tidak sopan, kurang ajar, tidak pantas memanggilnya dengan suara sekuat itu, dan ingin menamparnya karena membuat dia terkejut.

      si A adalah penagih.
      si B adalah Anda.

      Anda tidak mendengar baik baik, arahan dari penagih itu. Malah penagih merasa tidak ada arahan darinya yang anda dengar.

      Sehingga penagih ‘dengan terpaksa’ mengungkapkan itu kepada anda agar anda dengar, anda tidak nyaman, dan segera melunasi hutang agar bisa berhenti berurusan dengan mereka.

      Anda membawa duit mereka.
      Kembalikanlah kepada mereka.

      Anda dengan mudah menanti ‘kiriman duit’ dari mereka,

      Seharusnya anda jangan membuat repot mereka untuk meminta duitnya kembali.

      Sampai sampai keringat mereka bercucuran. Teriak teriak, bolak balik kesana kemari.

      • 28 Juli 2020 - (13:19 WIB)
        Permalink

        Kan di situ alamat sya jls dan lengkap kenapa dc tersebut tdk datang ke rumah??padahal nomor sya aktif coba tolong jels kan.

  • 28 Juli 2020 - (13:37 WIB)
    Permalink

    Pahami baik baik komunikasi anda dengan dc, disitu sudah terindikasi bahwa mereka akan ke kantor anda.

    Bukan malah timbul pertanyaan,,,,,
    Kenapa dc datang ke kantor ?
    Kenapa dc tidak kerumah, padahal telfon aktif,

    Komunikasi anda yang terakhir itu yang membuat ini terjadi.

    Maka saran saya,

    Pahami baik baik arahan dc.
    Pahami kemauan mereka,

    Mereka sama pintarnya seperti anda, sama tertekan nya seperti anda. Kalian sama sama masuk dalam posisi yang mengancam kenyamanan kalian.

    Jadi jangan lagi berharap semua proses yang selanjutnya terjadi akan berjalan NORMAL, sementara PERJANJIAN HUTANG sudah anda LANGGAR.

    Sifat anda,
    Anda selalu menganggap REMEH urusan ini.

    Makanya anda kebanyakan merasa terkejut atas peristiwa yang diluar perkiraan anda.

    Ya itulah karena anda dari awal sudah menganggap REMEH.

  • 28 Juli 2020 - (13:45 WIB)
    Permalink

    Pesan buat kalian yang punya Hutang.
    Hutang kepada siapapun wajib di bayar.
    Anda sudah mau berhutang padanya, maka anda wajib menyelesaikan segala urusan dengannya.

    Publis ke media tentang hutang anda malah akan menambah malu diri anda sendiri.

    Pendukung anda itu, adalah orang orang yang sama posisinya dengan anda. Sama sama ingin lari dari kewajiban hutang.

    Jadi jangan dengarkan mereka yang menganggap remeh hutang.

    Prihal hutang, beban di tanggung sendiri sendiri, gelisah sendiri sendiri, dosa sendiri sendiri, jadi jangan termakan omongan orang.

    Masalah seperti ini harusnya bukan masalah berat bila seseorang sudah memegang teguh prinsip hidup mereka sehingga hasutan jelek tidak mungkin di ikuti.

    Semakin anda mempertahankan ego anda, saya jamin anda akan semakin malu, semakin terkenal sebagai orang yang lari dari hutang.

    Dan cobaan hidup berikutnya akan semakin sulit lagi karena anda sudah terbiasa melakukan hal yang tak biasa.

    • 28 Juli 2020 - (17:57 WIB)
      Permalink

      Anda sepertinya orang yg tidak pernah punya hutang, begitu getol banget anda membela rentenir, jangan2 anda bagian dari pinjol atau DC dari salah satu pinjol tsb.
      Seharusnya anda melihat secara keseluruhan apa yg membuat mereka terjebak pinjaman kpd rentenir & apa juga yg membuat gagal bayar dan juga apa yg membuat tidak ingin membayar sama sekali.
      Berbagai macam kejadian yg sdh banyak memakan korban akibat teror dari oknum DC yg diluar batas,
      Melihat dari kasus di atas penagihan ke kantor sudah melanggar aturan dan termasuk dalam perbuatan tidak menyenangkan.

      • 29 Juli 2020 - (22:58 WIB)
        Permalink

        Seseorang dapat berhutang dengan masih memperhatikan larangan agama.

        Berhutang dengan orang yang di kenaL dan bisa melunasi tanpa berbunga.

        Longgarkan sedikit urat malu, mohon kepada teman sejawat, tetangga, rekan kerja, atau orang kaya terdekat. Katakan kalau anda memang sedang sulit dan perlu pinjaman hutang. Dan tentu saja dengan memegang janji kapan mau mengganti atau melunasi pinjaman itu tepat waktu.

        Itu terlihat mudah dan sederhana, namun jika memang jalan itu sudah pernah kalian coba dan tidak pernah berhasil, kemungkinan memang jalan hidup anda yang kemarin saat sedang ‘di Atas’ tidak pernah menolong orang lain yang sedang ‘dibawah’. Atau kemungkinan uang pinjaman yang akan kalian gunakan itu tidak benar benar memberi manfaat di kemudian hari sehingga takdir menahan kalian.

        Saya tidak berpihak pada siapapun, ini ulasan yang saya pahami ketika maraknya kasus seperti ini.

        Penyebab kalian terjebak ke rentenir :

        1. Kalian malas mencari pinjaman yang halal, maunya yang instan dan cepat. Akhirnya termakan bujukan setan pinjol.

        2. Kalian menyepelekan larangan agama yang mengHaramkan cara tersebut.

        Penyebab kalian galbay :

        1. Sudah di jelaskan dalam ajaran agama, riba’ itu menyengsarakan. Tidak ada riba’ yang baik. Untuk membayarnya pun kalian pasti bertindak bohong sana bohong sini, comot sana comot sini, gali lubang tutup lubang.

        2. Ketika yang kalian bohongi sudah bangkrut, yang kalian comot sudah bangkrut, dan lubang tidak ada yang bisa di gali. Maka akhirnya kalian galbay.

        Penyebab orang yang tidak ingin bayar sama sekali.

        1. Karena hasutan anda @Rijjal

        2. Karena banyak membaca hasutan seperti anda @Rijjal

        3. Karena sudah tidak takut apapun. Dengan dosa saja tidak takut apalagi dengan DC pinjoL.

        Teror DC itu adalah azab buat kalian yang telah bermain main dengan apa yang sudah di Haramkan atasnya.

        Azab memang pedih. Kalau kalian merasa itu sudah menyakitkan. Kalian keliru.
        Neraka sudah menyambut kalian dengan siksa yang kalian sendiri tidak bisa mengungkapkan nya dengan kata kata.

        Seperti sekarang ini yang kalian koar koarkan.

  • 28 Juli 2020 - (19:55 WIB)
    Permalink

    Betul bang sya jg berasumsi agan muhamad bagian dr dc karna begitu getol membela pinjol tersebut….OJK sudah mengeluar kan aturan bagi pinjol legal tdk boleh menagih ke luar selain ke debitur tersebut dan di situ sudah jelas2 aturan ojk di langgar nya.

    • 29 Juli 2020 - (23:17 WIB)
      Permalink

      Tidak ada kalimat yang mengindikasikan saya membela pinjoL.

      Saya memberi ulasan atas dasar pengetahuan umum dan sedikit tambahan dari nasehat guru ngaji saat saya sekolah di Paud dulu.

      Aturan Perbankan yang ada di negara ini semuanya tidak ada yang adiL dan haLaL.

      Anda berharap pada OJK.

      Jikalau OJK berpihak pada anda, artinya OJK telah menzalimi pinjoL.

      Yang kalian koar koarkan, tentang :

      1. Perbankan yang di asuransikan itu, apakah kalian benar benar tahu seperti itu ?

      2. Apakah nantinya kalian akan bertanya pada pinjoL dan memastikan apakah ‘Asuransi’ membayar kerugian pinjol karena hutang Anda ?

      Tidak ada yang seperti itu.
      Asuransi tidak se SuLtan itu.

      Jadi, akhirnya ketika OJK membubarkan pinjoL dan aplikasi pinjol di blokir, selanjutnya bagaimana kalian bisa melunasi hutang kalian ?

      Ya bila memang ‘Lari dari Hutang’ yang kalian inginkan.

      Tolong amati dan perhatikan derita hidup anda selanjutnya. Itu merupakan azab azab turunan dari ini.

      • 30 Juli 2020 - (03:52 WIB)
        Permalink

        Anda tidak nyambung, lain masalah yg di keluhkan di media konsumen lain pula tanggapan anda.
        Sepertinya anda tidak paham dengan aturan yg ada pada OJK.
        Dan anda juga seperti tukang ramal yg suka menebak isi hati seseorang, anda begitu yakinnya setiap orang yg gagal bayar dipinjol enggan melunasi hutang2 mereka.
        Kalaulah anda bukan bagian dari Pinjol kenapa anda begitu getol menyalahkan orang yg berhutang, apakah anda & keluarga anda bersih dari hutang ?
        Ketahuilah oleh anda rata2 dari mereka sangat menyesal terjerat hutang dgn rentenir pinjol & ingin menyelesaikan hutang mereka sesegera mungkin.
        Sudah banyak yg jadi korban dari Pinjol dgn cara2 penagihan yg tdk beradab mulai dari yg stress berat sampai yg bunuh diri..apakah anda tutup mata dgn fakta yg ada.
        Berhutang di perbolehkan & wajib di bayar, adapun kemampuan utk membayar inilah yg jadi permasalahannya.
        Jika anda pernah di ajarkan guru ngaji anda tentang sistem perbankan yg ada tdk ada yg adil & halal kenapa anda tdk mengkampanyekan saja anti riba, padahal riba begitu suburnya tumbuh di negeri ini Riba termasuk dosa besar..(Al Baqarah 279)
        Sekian.

        • 30 Juli 2020 - (10:33 WIB)
          Permalink

          kalimat anda “ apakah anda & keluarga anda bersih dari hutang “

          Pertanyaan ini adalah sifat naif anda yang keliru.

          Menandakan memang anda tidak memiliki prinsip hidup sendiri, tidak berpendirian, anda awalnya mungkin merasa bersalah namun mencari cari perbuatan orang lain yang sama seperti anda, berharap perbuatan anda sudah benar karena banyak dilakukan orang.

          Begitu juga dengan para galbay, awalnya mereka memang niat banget melunasi hutang, namun ketika mendengar hasutan seperti anda menjadikan mereka ikut ikutan lari dari kewajiban hutang.

          Saya tidak ada kemampuan meramal, namun saya memiliki keyakinan bahwa apa yang sudah di Haram kan oleh agama pasti itu perbuatan yang sangat tidak boleh dilakukan dan jika tetap dilakukan maka akhirnya sengsara didunia. Seperti yang para galbay alami saat ini. Itu adalah azab yang jelas.

          Kalian yang berani menentang ajaran agama (hutang riba’), harusnya juga berani menyelesaikannya dengan penuh tanggung jawab. Jangan kemudian lari dari hutang. Azabnya dobeL.

          Lebih dulu mana,
          Anda galbay ? Atau anda mempelajari OJK ?

          Pasti lebih duluan anda galbay baru kemudian anda mencari tahu apa itu OJK.

          Saya tidak terlalu penting mempelajari cara kerja OJK dan segala hal tentang itu. Karena saya yakin tidak akan berurusan dengan mereka. Kalian pun awalnya tidak tertarik dengan OJK sebelum anda galbay dan merasa teraniaya seperti sekarang ini. Bener gak sih.?

          Prihal kemampuan membayar.

          Saat awal pandemi, pemerintah koar koar mengeluarkan kebijakan agar perbankan memberikan Relaksasi kredit.

          Kalian yang mendengar itu, lalu mulai mengendorkan semangat untuk membayar. Dengan harapan sisa angsuran anda secara otomotis di relaksasi, ditangguhkan, untuk beberapa bulan kedepan.

          Namun nyatanya, anda tidak benar benar tahu, perbankan mana yang menerapkan itu.

          Dan masa bodoh. Yang penting nanti ketika di tagih. Kalian akan memakai ‘kata kata sakti’ dari pemerintah itu.

          Dari awal ulasan, saya tidak mendukung siapapun. Karena kalian dan juga DC sama sama masuk dalam lingkaran setan ini.

          Saya membuat ulasan begini agar kalian selamat didunia dan juga selamat di akhirat.

          Ujian dunia tidak hanya ini saja. Bakal banyak ujian yang lebih menggoda daripada ini. Maka, pahami ajaran agama, dan taatlah beragama.

          Mohon maaf kepada @Rijjal
          Bilamana dirimu memang ingin lari dari hutang, lari sajalah, itu sangat mudah dilakukan. Semudah membalikkan telapak tangan. Semoga OJK akan membantu anda menjawab pertanyaan pertanyaan malaikat di alam kubur.

        • 30 Juli 2020 - (14:49 WIB)
          Permalink

          Seyogyanya penggunaan pinjoL adalah untuk kebutuhan yang mendesak. Dan bukan saat ekonomi anda sedang sulit. Dan tidak dalam keadaan sakit (bukan untuk keperluan saat kondisi itu).

          Contoh :

          1. Saat Liburan ke luar kota, sewaktu akan pulang, anda di pesankan beberapa teman di kampung untuk membeli oleh oleh. Anda tidak cukup uang namun harus membeli di saat itu juga. Ya pinjoL pilihan bijak.

          Setelah kembali ke kampung, anda akan mendapatkan uang anda dari teman teman yang memesan itu. Dan dapat melunasi pinjol dengan segera.

          Atau saat anda ada urusan di luar kota, anda menginap di hotel. Ternyata anda dihadapkan pilihan hotel yang tarifnya lebih dari perkiraan. Apalagi estimasi urusan anda dengan klien belum selesai maka perlu menambah waktu sewa kamar hotel. Nah sepulangnya dari urusan, anda bisa menunjukkan bill hotel kepada atasan anda untuk kemudian mengganti uangnya.

          2. Ada seseorang (teman anda) yang membutuhkan uang dengan cara menjual barang miliknya di bawah dari harga normal (sangat murah). Anda sempat menghitung jika anda meminjam uang di pinjol, bunga pinjol dengan harga tawaran itu terasa masih sangat menguntungkan. Nah pinjol cocok untuk ini.

          3. Untuk membeli tiket yang anda sadar kalau menunda akan kehabisan tiket itu. Kebetulan anda gajian (sedia uang) pas sebelum jatuh tempo pelunasan pinjoL.

          Pada prinsipnya, anda berhutang dan ‘tahu pasti’ kapan hutang itu Lunas.

          Dan anda bukan orang miskin. Miskin pengetahuan.

          Pikir sejuta kali pun tak akan mau.

          Pinjam 1,3 juta yang di dapat 900 ribu atau ada juga yang cuma 790 ribu. Harus di lunasi selama 7 hari.

          SuLtan saja mikir seribu kali.

          Kalian yang menunggu keadilan OJK.

          Apa yang diharapkan dari OJK ?

          Menutup mulut DC sampai anda punya uang dan dengan sendirinya anda cepat cepat melunasi pinjoL.

          MustahiL bisa begitu.

          Secara manusiawi situasi yang seperti itu malah akan membuat anda lebih santai lagi. Lebih lama lama menunggak waktu pelunasan.

          Anda yang saat ini gelisah adalah normal. Jadikan kegelisahan itu untuk lebih memfokuskan jerih keringat anda hanya untuk pelunasan hutang.

          Saya berharap, ada seseorang yang memahami ulasan saya ini.

          Jangan lagi anda koar koar tentang Hutang anda. Berhutang itu MaLu. Marah marah di tagih Hutang, MemaLukan.
          Terima saja perlakuan DC. Jangan salahkan mereka. Karena yang salah duluan adalah anda.

          DC pinjoL LegaL maupun iLegal adalah orang yang sama. Dan di pekerjakan untuk tujuan yang sama. Membuatmu gelisah dan segera melunasi hutang.

          Coba print. Syarat dan Ketentuan. Di aplikasi pinjoL anda. Di situ jelas jelas anda setuju agar DC pinjoL mengganggu anda.

          • 17 Agustus 2020 - (04:43 WIB)
            Permalink

            Yup betul. Di masa pandemi ini banyak orang yang tiba2 paham dan ngerti apa itu OJK dan dijadikan tameng untuk masalah yg terjadi.
            Statement kedua belah pihak ditekan juga betul. DC itu ditekan atasannya utk “gimana caranya” ini orang bayar. Dan atasannya juga ditekan perusahaan karena ada kewajiban untuk membayar investor atau bahasa kerennya “Pendana” yang tidak kenal kata “restrukturisasi”.

          • 24 November 2020 - (14:00 WIB)
            Permalink

            Tapi ga semua orang bodoh masbro, kalo mereka mau, dari whatsapp aja bisa dilacak keberadaanmu dimana, jadi para DC, jangan kaget kalo suatu hari lagi otw mau nagih, tiba2 di sikat dibawa ke kantor polisi sama nasabah yang dendam. Engga susah kok cari jejak di dunia maya, kecuali anda bener2 jago ngumpetin data anda dalam urusan komputer. bahkan sebagus-bagusnya facebook / google nyimpen rahasia, atau bank-bank besar nyimpen rahasia, masih bisa dibobol juga kok. Apalagi fintech ilegal yang sistemnya amburadul hehehe

  • 24 November 2020 - (13:55 WIB)
    Permalink

    Itu jago ngomong doang, posisi 3rd party nya ADAKAMI ada di surabaya.

    Adakami ini salah satu fintech bandel yang banyak di laporin nasabah ke OJK dan AFPI, tapi ya gitu, tau sendiri kan gimana 2 itu, ya ga ada tindakan tegas, cuma teguran teguran sampe kiamat. Kalo udah penagihan lewat whatsapp gitu enak, tinggal di cek aja IP nya itu desk collector via netstat di komputer, begitu ketemu lokasinya, samperin aja.

    Terakhir ada penagihan juga dari adakami ke saya, tak lampirin bukti ke OJK,AFPI dan adakami nya langsung, saya dapet surat dalam bentuk pdf permohonan maaf karena ada perkataan kasar thd orang tua saya, untung aja itu ada permohonan maaf formal, kalo engga udah tak samperin itu DC nya tarik ke kantor polisi buat pertanggung jawabin semua omongannya (lokasi nya saya rahasiakan ya, kalian bisa cari sendiri kok kalo mau googling sedikit terkait IP tadi. Ketik aja IP GEOLOCATION, entar ketauan gedungnya dimana, alamat jalan nya ada semua).

    Para DC ini udah terlatih jago bacot, kalo diajak ketemu gaya nya doang nanya lokasi, suruh dia share lokasi coba, ga bakalan mau. Padahal kita yang keluar ongkos ya. Karena apa? ya itu, jago bacot, aslinya kalo ketemu mah memble. ya jelas, wong dia udah salah maki2 kita nagih ga pake etika.

    Bahkan binatang pun di tekan terus lama2 bisa gigit majikan, apalagi manusia yang punya akal dan logika.

    Yaa saran aja sih buat para DC fintech legal atau ilegal, etika nya di kedepanin, jangan gaya yang di depan koar-koar kek jagoan sok2 logat timur padahal aslinya bukan, kasian orang2 timur citranya jadi jelek karena kalian.

    Engga semua orang yang punya hutang itu orang bodoh, banyak juga yang pinter dan bisa ngehajar kalian diem2 kalo mereka mau. Sekarang sih hutang2 saya udah mau lunas, udah minim penagihan, paling sesekali aja itupun sopan2, tunjukin harga diri kalian aja di depan mereka, kalo mereka galak, ya galakin balik. Kalo mereka baik2, balas baik2. mata bales mata aja. Kita nasabah yang gagal bayar, bukan membunuh manusia, ga sepantasnya dicaci maki kayak binatang, kita masih dilindungi payung hukum kok, engga perlu takut. Senjata mereka cuma maki2 sama bikin malu, malu ya wajar wong kita salah, tapi yang nge judge kita nantinya tetep Tuhan, bukan manusia lain. Kalo mereka udah melanggar dan rasanya mentok ngadu ke AFPI dan OJK, turun tangan aja sendiri, bawa ke pihak berwajib, sertakan bukti2 yang ada (kalo bisa lokasinya sekalian via IP location, akurat kok hehe), hitung-hitung menghilangkan manusia-manusia ga berotak dari dunia maya.

    1
    1

 Apa Komentar Anda?

Ada 26 komentar sampai saat ini..

Bolehkan Debt Collector Fintech Adakami Menagih ke Kantor?

oleh Zaki dibaca dalam: <1 min
26