Bolehkan Debt Collector Fintech Adakami Menagih ke Kantor?

Saya pengguna pinjaman yang berbasis online yaitu fintech ADAKAMI. Semenjak pandemi saya tidak bisa melakukan pembayaran cicilan yang terahir senilai 350 ribu. Nah kemarin saya dapat chat dan info dari kantor bahwa debt collector Adakami melakukan penagihan ke pihak kantor padahal nomor saya aktif.

Bukankah fintech yang sudah terdaftar dan berizin OJK tidak diperbolehkan menagih ke pihak lain selain ke ybs diluar aturan OJK dan AFPI???

Atin Kurniawan
0821115457**
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:43    Rata-Rata: 3.1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

46 komentar untuk “Bolehkan Debt Collector Fintech Adakami Menagih ke Kantor?

  • 26 Juli 2020 - (22:30 WIB)
    Permalink

    memang meresahkan aplikasi pinjol apapun itu, utang gak seberapa tapi nagihnya ngeri. padahal denda sudah pasti berjalan kan, kalau menghubungi baik-baik pasti respon kita juga baik.
    lebih baik abaikan saja, dan bayar saat uangnya ada saja..

    • 27 Juli 2020 - (16:40 WIB)
      Permalink

      Intinya klu mrka sdh menagih membabi buta stop buat membayar tidk ush takut..klu resah ganti no tlp baru…dan tidak usah malu sama temn2 atau kerabat jelasin yg sebnrnya…bilang aja keteman2 klu asa tlp bilang aja nggak kenal..beres..klu mrka mengancam mau dilaporin kemeja hijau kita tantang aja langsng bilang baik kita tunggu surat pengadilannya..pokoknya stop byr klu mrka sdh meneror dan mengancam..

        • 14 Maret 2021 - (08:57 WIB)
          Permalink

          Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Selamat pagi Bapak dan Ibu. Mohon maaf. Saya ingin bertanya. Apakah ada yang tahu alamat pinjol Adakami di Semarang?. Terima kasih. Saya Sidik di Demak Jawa Tengah. Kepada Bapak Kevin, apa bisa wa ke no hp wa saya, 0896822964**. Ada hal yang ingin saya tanyakan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

      • 10 September 2020 - (12:35 WIB)
        Permalink

        Yg lebih miris lg,,,ketika hp saya hilang…teman, kluarga sya mulai dteror….data diri saya dsebarluaskan ke sluruh kontak WA kalo saya buronan….shock sya…depresi…sudah jatuh trtimpa tangga…sya pikir pihak pinjol akan dtg dlu ke rumah…bukan na sya gk mw bayar ….tp saya ini kena musibah hp dcuri org…malah dbilang saya buronan

  • 27 Juli 2020 - (06:51 WIB)
    Permalink

    Apa pun bentuk pinjol nya ttp meresahkan kalau mengikuti peraturan OJK sdh tdk blh dtng kemanapun kecuali rmh yg bersangkutan.pinjol skrng banyak mafia berizin OJK ilegal mau pun legal.
    Lbh baik jgn di bayarkan mba apa lagi dlm keadaan seperti ini bayarkan nanti kalau sdh ada rezekinya

    • 27 Juli 2020 - (08:47 WIB)
      Permalink

      Iya pak terima kasih atas saran nya sya tunggu tanggapan dr pihak adakami…dan bukti2 sudah sy pegang semua🙏

      • 27 Juli 2020 - (16:34 WIB)
        Permalink

        Emank adakami emnk gk tau aturan, sy jg di wa diancem uu fintech 2019A pasal 27 ayat 2B, dan diancam denda 3jt, pas dibls sm om sy ygbrimob ditanya isi undang2 itu gmn dan knp masih ditagih pdhl sudah lewat 90hr?malah dikatain klo mau mkn kerja jgn pinjol, sm om saya di share omongan pengawas investasi ojk yg isinya menyatakan klo hutang sudah 90hr tidak blh ditagih lagi, pada hari ke 91 sudah dinyatakan gugur dan masuk slik ojk ato bi cheking.dan gak lama langsung diblokir wanya.kadang kita jg harus tau gmn ngadepin dc2 pinjol itu.dan qta jg harus paham uu dn hukum hutang piutang biar dc2 pinjol itu gk bs sembarangan nekan2 nasabah pinjol.

        • 19 Juli 2021 - (02:00 WIB)
          Permalink

          Emng bner mas aplikasi ada kami itu gak jelas…saya baru download aplikasi kasi nya di aplikasi nya mengatakan saya sudah melakukan pinjaman..padahal no rekening belum saya berikan saya baru verivikasi no hp dan email saya doang…terus kata cs nya uang saya sudah di transfer waktu saya cek saldo saya tetap sisa 115rb…saya penasaran saya ikutin apa kata cs nya pertama saya di suruh transfer ke rek briva sbsar 450rb…ok saya turutin itu kata nya untk verivikasi ttd digital nya padahal saya belom ada ttd digital di aplikasi nya yg ke 2 di suruh transfer 250rb lg agar pinjaman saya di aplikasi di hapus kan di suruh tunggu 30 menit saya tunggu in.eehhh tau gak ada perubahan bukti percakapan sudah saya simpan dan bukti transfer juga ada malahan bukti cctv di atm pun ada bila di perlukan

  • 27 Juli 2020 - (08:45 WIB)
    Permalink

    Iya betul sya tagihan pokok nya hanya 350 rb di bilang sama orang kantor sya banyak utang nya….sya mau lanjutin ke proses hukum dc tersebut sudah malanggar pasal pencemaran nama baik.

    1
    1
    • 27 Juli 2020 - (17:08 WIB)
      Permalink

      Debt kolektor datang ke kantor memang bukan prihal biasa. Ini keadaan luar biasa yang memaksa mereka melakukan itu.

      1. Anda sudah di beri keringanan. Yang seharusnya harus membayar lunas, kini bisa menCiciL. Dengan ini kemungkinan pinjol juga merevisi perjanjian sebelumnya. Dan kemungkinan anda mengiyakan perjanjian ini. Ini juga termasuk toleransi dari pinjoL yang diberikan karena pandemi.

      Cicilan yang sudah ringan, seharusnya rutin anda bayarkan.

      2. Komunikasi anda dengan penagih sudah tidak terkontrol. Hal hal yang ‘pantang’ di ucapkan prihal hutang piutang sudah terucap.

      Anda memberi kesan kepada penagih bahwa hutang anda tidak seberapa.

      ALkisah,,,,
      Ada dua orang yang berteman satu sekolah. yang sudah bersahabat sejak kelas 2 SD, kemudian berlanjut sekolah SMP bareng namun teman yang lain tidak menduga bahwa ketika Lulus SMP mereka menjadi musuh bebuyutan.
      Ternyata,,,,
      Saat kelulusan SMP salah satu dari mereka memberi pinjaman uang yang kala itu untuk keperluan acara perpisahan. Tidak banyak uangnya, hanya 30 ribu. Seiring waktu yang lewat di tagih lah hutang itu dan jawaban dari itu apa ? “inget aja Lo, kayak gue ngutang 1 juta aja deh”. Dalam hati terluka dan tak semangat berkata. Keesokan harinya, yang bersahabat ini pun saling bermusuhan dan menjadi musuh bebuyutan.

      Jangan menyepelekan hutang

      Hutang pemutus Silaturahmi.

      Siang Gelisah, Malam tak bisa tidur.

      Meskipun anda merasa citra dikantor sudah tidak bagus. Jangan sampai hal itu menjadi amarah untuk lari dari hutang.

      Jalan keluar satu satunya adalah Lunasi hutang, dan ketika sudah lunas, kabarkan hal itu kepada teman anda di kantor.

      Dan ambiL hikmahnya.

      1
      1
      • 28 Juli 2020 - (05:58 WIB)
        Permalink

        Itu conthnya utang teman maupun saudara.klu utang teman atau saudara aampai kpanpun dibyr apalgi klu orngnya nggk ikhlas.ini beda pak ini penjaman perbankan yg dmn sbnrnya semua bentuk perbankan sdh diasuransikan..nggk asa pwrbankan semudahnya meminjamkan uang klu tdk diasuransikan

      • 13 Agustus 2020 - (16:20 WIB)
        Permalink

        Permasalahan nya banyak pinjol yang tetap memaksa nasabah harus bayar segera.. padahal jelas2 setiap nasabah memiliki hak untuk bermediasi dan memperoleh keringanan atau diberikan restrukturisasi dulu bukan langsng main nagih kekantor..diberi dia restrukturisasi dulu jika setelah diberikan dia tetap belum membayar baru boleh ditindaklanjut lagi.. lah ini nasabah minta restruk saja tidak ditanggapi bagaimana mencari solusi.. setiap ditelpon cuma nangih nagih nagih, harus bayar hari ini, apa seperti itu fintech yang berizin dan diawasi OJK
        @ojk @pengaduankonsumen @ojkindonesia

      • 13 Februari 2021 - (12:20 WIB)
        Permalink

        bacot, kerja dulu yang bener, jangan jadi desk collector. Sekolah yang tinggi, cari duit halal.

        gaya lo mau dateng ke kantor, dateng lah sini, macem berani aje lu. palingan juga lu modelan ceking kurus ngerokok sampoerna mild. di gebuk sekali juga minta ampun. bacot doang di whatsapp berani nya, diajakin ketemu tatap muka langsung ngelak “anda kan minjem online, bukan datang langsung” ahelah, kakean cocod, emak lo noh masuk neraka makanin duit riba.

  • 27 Juli 2020 - (17:16 WIB)
    Permalink

    Yg jadi pertanyaan apakah pantas sebagai debtcolector yg berlabel ijin ojk merendah kan propesi seseorang….bukti chat wa msh sya save untuk bukti…
    dengan kata2 ternyata anda supir ya di kantor hmmm pantas.
    apakah itu pantas hrs di ucap kan???

    • 27 Juli 2020 - (19:48 WIB)
      Permalink

      Ini bisa saya umpamakan begini.

      Ketika si A memanggil si B dengan suara pelan, si B terlihat tidak mendengar.

      Lanjut lagi si A memanggilnya dengan suara agak keras, namun terlihat si B tetap tidak mendengar.

      Lanjut lagi memanggil dengan suara paling keras bahkan urat leher sampai kencang, sampai akhirnya si B pun mendengar.

      si A senang karena panggilannya terdengar oleh si B.

      Namun apa yang terjadi dengan si B ?

      si B menganggap si A tidak sopan, kurang ajar, tidak pantas memanggilnya dengan suara sekuat itu, dan ingin menamparnya karena membuat dia terkejut.

      si A adalah penagih.
      si B adalah Anda.

      Anda tidak mendengar baik baik, arahan dari penagih itu. Malah penagih merasa tidak ada arahan darinya yang anda dengar.

      Sehingga penagih ‘dengan terpaksa’ mengungkapkan itu kepada anda agar anda dengar, anda tidak nyaman, dan segera melunasi hutang agar bisa berhenti berurusan dengan mereka.

      Anda membawa duit mereka.
      Kembalikanlah kepada mereka.

      Anda dengan mudah menanti ‘kiriman duit’ dari mereka,

      Seharusnya anda jangan membuat repot mereka untuk meminta duitnya kembali.

      Sampai sampai keringat mereka bercucuran. Teriak teriak, bolak balik kesana kemari.

      1
      1
      • 28 Juli 2020 - (13:19 WIB)
        Permalink

        Kan di situ alamat sya jls dan lengkap kenapa dc tersebut tdk datang ke rumah??padahal nomor sya aktif coba tolong jels kan.

  • 28 Juli 2020 - (13:37 WIB)
    Permalink

    Pahami baik baik komunikasi anda dengan dc, disitu sudah terindikasi bahwa mereka akan ke kantor anda.

    Bukan malah timbul pertanyaan,,,,,
    Kenapa dc datang ke kantor ?
    Kenapa dc tidak kerumah, padahal telfon aktif,

    Komunikasi anda yang terakhir itu yang membuat ini terjadi.

    Maka saran saya,

    Pahami baik baik arahan dc.
    Pahami kemauan mereka,

    Mereka sama pintarnya seperti anda, sama tertekan nya seperti anda. Kalian sama sama masuk dalam posisi yang mengancam kenyamanan kalian.

    Jadi jangan lagi berharap semua proses yang selanjutnya terjadi akan berjalan NORMAL, sementara PERJANJIAN HUTANG sudah anda LANGGAR.

    Sifat anda,
    Anda selalu menganggap REMEH urusan ini.

    Makanya anda kebanyakan merasa terkejut atas peristiwa yang diluar perkiraan anda.

    Ya itulah karena anda dari awal sudah menganggap REMEH.

    • 13 Februari 2021 - (12:23 WIB)
      Permalink

      ah bacot, ngomong doang, jemput lah duitnya kalo laki. cuma berani ngetik doang di whatsapp, diajakin ketemu ga berani. di korek dikit IP nya langsung ganti nomer. dikira susah kali ya ngetrack lokasi dari IP?

      belom pernah di uruk ya itu mulut? pahami pahami, lo yang kaga paham sama situasi kondisi. mulut sama lobang pantat ga beda jauh, cuma buat ngeluarin tai doang.

  • 28 Juli 2020 - (13:45 WIB)
    Permalink

    Pesan buat kalian yang punya Hutang.
    Hutang kepada siapapun wajib di bayar.
    Anda sudah mau berhutang padanya, maka anda wajib menyelesaikan segala urusan dengannya.

    Publis ke media tentang hutang anda malah akan menambah malu diri anda sendiri.

    Pendukung anda itu, adalah orang orang yang sama posisinya dengan anda. Sama sama ingin lari dari kewajiban hutang.

    Jadi jangan dengarkan mereka yang menganggap remeh hutang.

    Prihal hutang, beban di tanggung sendiri sendiri, gelisah sendiri sendiri, dosa sendiri sendiri, jadi jangan termakan omongan orang.

    Masalah seperti ini harusnya bukan masalah berat bila seseorang sudah memegang teguh prinsip hidup mereka sehingga hasutan jelek tidak mungkin di ikuti.

    Semakin anda mempertahankan ego anda, saya jamin anda akan semakin malu, semakin terkenal sebagai orang yang lari dari hutang.

    Dan cobaan hidup berikutnya akan semakin sulit lagi karena anda sudah terbiasa melakukan hal yang tak biasa.

    • 28 Juli 2020 - (17:57 WIB)
      Permalink

      Anda sepertinya orang yg tidak pernah punya hutang, begitu getol banget anda membela rentenir, jangan2 anda bagian dari pinjol atau DC dari salah satu pinjol tsb.
      Seharusnya anda melihat secara keseluruhan apa yg membuat mereka terjebak pinjaman kpd rentenir & apa juga yg membuat gagal bayar dan juga apa yg membuat tidak ingin membayar sama sekali.
      Berbagai macam kejadian yg sdh banyak memakan korban akibat teror dari oknum DC yg diluar batas,
      Melihat dari kasus di atas penagihan ke kantor sudah melanggar aturan dan termasuk dalam perbuatan tidak menyenangkan.

      • 29 Juli 2020 - (22:58 WIB)
        Permalink

        Seseorang dapat berhutang dengan masih memperhatikan larangan agama.

        Berhutang dengan orang yang di kenaL dan bisa melunasi tanpa berbunga.

        Longgarkan sedikit urat malu, mohon kepada teman sejawat, tetangga, rekan kerja, atau orang kaya terdekat. Katakan kalau anda memang sedang sulit dan perlu pinjaman hutang. Dan tentu saja dengan memegang janji kapan mau mengganti atau melunasi pinjaman itu tepat waktu.

        Itu terlihat mudah dan sederhana, namun jika memang jalan itu sudah pernah kalian coba dan tidak pernah berhasil, kemungkinan memang jalan hidup anda yang kemarin saat sedang ‘di Atas’ tidak pernah menolong orang lain yang sedang ‘dibawah’. Atau kemungkinan uang pinjaman yang akan kalian gunakan itu tidak benar benar memberi manfaat di kemudian hari sehingga takdir menahan kalian.

        Saya tidak berpihak pada siapapun, ini ulasan yang saya pahami ketika maraknya kasus seperti ini.

        Penyebab kalian terjebak ke rentenir :

        1. Kalian malas mencari pinjaman yang halal, maunya yang instan dan cepat. Akhirnya termakan bujukan setan pinjol.

        2. Kalian menyepelekan larangan agama yang mengHaramkan cara tersebut.

        Penyebab kalian galbay :

        1. Sudah di jelaskan dalam ajaran agama, riba’ itu menyengsarakan. Tidak ada riba’ yang baik. Untuk membayarnya pun kalian pasti bertindak bohong sana bohong sini, comot sana comot sini, gali lubang tutup lubang.

        2. Ketika yang kalian bohongi sudah bangkrut, yang kalian comot sudah bangkrut, dan lubang tidak ada yang bisa di gali. Maka akhirnya kalian galbay.

        Penyebab orang yang tidak ingin bayar sama sekali.

        1. Karena hasutan anda @Rijjal

        2. Karena banyak membaca hasutan seperti anda @Rijjal

        3. Karena sudah tidak takut apapun. Dengan dosa saja tidak takut apalagi dengan DC pinjoL.

        Teror DC itu adalah azab buat kalian yang telah bermain main dengan apa yang sudah di Haramkan atasnya.

        Azab memang pedih. Kalau kalian merasa itu sudah menyakitkan. Kalian keliru.
        Neraka sudah menyambut kalian dengan siksa yang kalian sendiri tidak bisa mengungkapkan nya dengan kata kata.

        Seperti sekarang ini yang kalian koar koarkan.

    • 13 Februari 2021 - (12:25 WIB)
      Permalink

      Pesan kepada kamu DC jahanam, sini tatap muka kalo emang laki mah. Pake2 nama nabi Muhammad SAW segala, kayak idup lo bener, makanin duit riba aja bacot lo ga dijaga. Noh temen lo dipecat gara-gara gw di sahabat sakinah. Sekarang lagi ketakutan gw cariin jejak nya di Internet. Kalo ketemu gw bikin malu dia sampe kencing-kencing.

  • 28 Juli 2020 - (19:55 WIB)
    Permalink

    Betul bang sya jg berasumsi agan muhamad bagian dr dc karna begitu getol membela pinjol tersebut….OJK sudah mengeluar kan aturan bagi pinjol legal tdk boleh menagih ke luar selain ke debitur tersebut dan di situ sudah jelas2 aturan ojk di langgar nya.

    • 29 Juli 2020 - (23:17 WIB)
      Permalink

      Tidak ada kalimat yang mengindikasikan saya membela pinjoL.

      Saya memberi ulasan atas dasar pengetahuan umum dan sedikit tambahan dari nasehat guru ngaji saat saya sekolah di Paud dulu.

      Aturan Perbankan yang ada di negara ini semuanya tidak ada yang adiL dan haLaL.

      Anda berharap pada OJK.

      Jikalau OJK berpihak pada anda, artinya OJK telah menzalimi pinjoL.

      Yang kalian koar koarkan, tentang :

      1. Perbankan yang di asuransikan itu, apakah kalian benar benar tahu seperti itu ?

      2. Apakah nantinya kalian akan bertanya pada pinjoL dan memastikan apakah ‘Asuransi’ membayar kerugian pinjol karena hutang Anda ?

      Tidak ada yang seperti itu.
      Asuransi tidak se SuLtan itu.

      Jadi, akhirnya ketika OJK membubarkan pinjoL dan aplikasi pinjol di blokir, selanjutnya bagaimana kalian bisa melunasi hutang kalian ?

      Ya bila memang ‘Lari dari Hutang’ yang kalian inginkan.

      Tolong amati dan perhatikan derita hidup anda selanjutnya. Itu merupakan azab azab turunan dari ini.

      • 30 Juli 2020 - (03:52 WIB)
        Permalink

        Anda tidak nyambung, lain masalah yg di keluhkan di media konsumen lain pula tanggapan anda.
        Sepertinya anda tidak paham dengan aturan yg ada pada OJK.
        Dan anda juga seperti tukang ramal yg suka menebak isi hati seseorang, anda begitu yakinnya setiap orang yg gagal bayar dipinjol enggan melunasi hutang2 mereka.
        Kalaulah anda bukan bagian dari Pinjol kenapa anda begitu getol menyalahkan orang yg berhutang, apakah anda & keluarga anda bersih dari hutang ?
        Ketahuilah oleh anda rata2 dari mereka sangat menyesal terjerat hutang dgn rentenir pinjol & ingin menyelesaikan hutang mereka sesegera mungkin.
        Sudah banyak yg jadi korban dari Pinjol dgn cara2 penagihan yg tdk beradab mulai dari yg stress berat sampai yg bunuh diri..apakah anda tutup mata dgn fakta yg ada.
        Berhutang di perbolehkan & wajib di bayar, adapun kemampuan utk membayar inilah yg jadi permasalahannya.
        Jika anda pernah di ajarkan guru ngaji anda tentang sistem perbankan yg ada tdk ada yg adil & halal kenapa anda tdk mengkampanyekan saja anti riba, padahal riba begitu suburnya tumbuh di negeri ini Riba termasuk dosa besar..(Al Baqarah 279)
        Sekian.

        • 30 Juli 2020 - (10:33 WIB)
          Permalink

          kalimat anda “ apakah anda & keluarga anda bersih dari hutang “

          Pertanyaan ini adalah sifat naif anda yang keliru.

          Menandakan memang anda tidak memiliki prinsip hidup sendiri, tidak berpendirian, anda awalnya mungkin merasa bersalah namun mencari cari perbuatan orang lain yang sama seperti anda, berharap perbuatan anda sudah benar karena banyak dilakukan orang.

          Begitu juga dengan para galbay, awalnya mereka memang niat banget melunasi hutang, namun ketika mendengar hasutan seperti anda menjadikan mereka ikut ikutan lari dari kewajiban hutang.

          Saya tidak ada kemampuan meramal, namun saya memiliki keyakinan bahwa apa yang sudah di Haram kan oleh agama pasti itu perbuatan yang sangat tidak boleh dilakukan dan jika tetap dilakukan maka akhirnya sengsara didunia. Seperti yang para galbay alami saat ini. Itu adalah azab yang jelas.

          Kalian yang berani menentang ajaran agama (hutang riba’), harusnya juga berani menyelesaikannya dengan penuh tanggung jawab. Jangan kemudian lari dari hutang. Azabnya dobeL.

          Lebih dulu mana,
          Anda galbay ? Atau anda mempelajari OJK ?

          Pasti lebih duluan anda galbay baru kemudian anda mencari tahu apa itu OJK.

          Saya tidak terlalu penting mempelajari cara kerja OJK dan segala hal tentang itu. Karena saya yakin tidak akan berurusan dengan mereka. Kalian pun awalnya tidak tertarik dengan OJK sebelum anda galbay dan merasa teraniaya seperti sekarang ini. Bener gak sih.?

          Prihal kemampuan membayar.

          Saat awal pandemi, pemerintah koar koar mengeluarkan kebijakan agar perbankan memberikan Relaksasi kredit.

          Kalian yang mendengar itu, lalu mulai mengendorkan semangat untuk membayar. Dengan harapan sisa angsuran anda secara otomotis di relaksasi, ditangguhkan, untuk beberapa bulan kedepan.

          Namun nyatanya, anda tidak benar benar tahu, perbankan mana yang menerapkan itu.

          Dan masa bodoh. Yang penting nanti ketika di tagih. Kalian akan memakai ‘kata kata sakti’ dari pemerintah itu.

          Dari awal ulasan, saya tidak mendukung siapapun. Karena kalian dan juga DC sama sama masuk dalam lingkaran setan ini.

          Saya membuat ulasan begini agar kalian selamat didunia dan juga selamat di akhirat.

          Ujian dunia tidak hanya ini saja. Bakal banyak ujian yang lebih menggoda daripada ini. Maka, pahami ajaran agama, dan taatlah beragama.

          Mohon maaf kepada @Rijjal
          Bilamana dirimu memang ingin lari dari hutang, lari sajalah, itu sangat mudah dilakukan. Semudah membalikkan telapak tangan. Semoga OJK akan membantu anda menjawab pertanyaan pertanyaan malaikat di alam kubur.

        • 30 Juli 2020 - (14:49 WIB)
          Permalink

          Seyogyanya penggunaan pinjoL adalah untuk kebutuhan yang mendesak. Dan bukan saat ekonomi anda sedang sulit. Dan tidak dalam keadaan sakit (bukan untuk keperluan saat kondisi itu).

          Contoh :

          1. Saat Liburan ke luar kota, sewaktu akan pulang, anda di pesankan beberapa teman di kampung untuk membeli oleh oleh. Anda tidak cukup uang namun harus membeli di saat itu juga. Ya pinjoL pilihan bijak.

          Setelah kembali ke kampung, anda akan mendapatkan uang anda dari teman teman yang memesan itu. Dan dapat melunasi pinjol dengan segera.

          Atau saat anda ada urusan di luar kota, anda menginap di hotel. Ternyata anda dihadapkan pilihan hotel yang tarifnya lebih dari perkiraan. Apalagi estimasi urusan anda dengan klien belum selesai maka perlu menambah waktu sewa kamar hotel. Nah sepulangnya dari urusan, anda bisa menunjukkan bill hotel kepada atasan anda untuk kemudian mengganti uangnya.

          2. Ada seseorang (teman anda) yang membutuhkan uang dengan cara menjual barang miliknya di bawah dari harga normal (sangat murah). Anda sempat menghitung jika anda meminjam uang di pinjol, bunga pinjol dengan harga tawaran itu terasa masih sangat menguntungkan. Nah pinjol cocok untuk ini.

          3. Untuk membeli tiket yang anda sadar kalau menunda akan kehabisan tiket itu. Kebetulan anda gajian (sedia uang) pas sebelum jatuh tempo pelunasan pinjoL.

          Pada prinsipnya, anda berhutang dan ‘tahu pasti’ kapan hutang itu Lunas.

          Dan anda bukan orang miskin. Miskin pengetahuan.

          Pikir sejuta kali pun tak akan mau.

          Pinjam 1,3 juta yang di dapat 900 ribu atau ada juga yang cuma 790 ribu. Harus di lunasi selama 7 hari.

          SuLtan saja mikir seribu kali.

          Kalian yang menunggu keadilan OJK.

          Apa yang diharapkan dari OJK ?

          Menutup mulut DC sampai anda punya uang dan dengan sendirinya anda cepat cepat melunasi pinjoL.

          MustahiL bisa begitu.

          Secara manusiawi situasi yang seperti itu malah akan membuat anda lebih santai lagi. Lebih lama lama menunggak waktu pelunasan.

          Anda yang saat ini gelisah adalah normal. Jadikan kegelisahan itu untuk lebih memfokuskan jerih keringat anda hanya untuk pelunasan hutang.

          Saya berharap, ada seseorang yang memahami ulasan saya ini.

          Jangan lagi anda koar koar tentang Hutang anda. Berhutang itu MaLu. Marah marah di tagih Hutang, MemaLukan.
          Terima saja perlakuan DC. Jangan salahkan mereka. Karena yang salah duluan adalah anda.

          DC pinjoL LegaL maupun iLegal adalah orang yang sama. Dan di pekerjakan untuk tujuan yang sama. Membuatmu gelisah dan segera melunasi hutang.

          Coba print. Syarat dan Ketentuan. Di aplikasi pinjoL anda. Di situ jelas jelas anda setuju agar DC pinjoL mengganggu anda.

          • 17 Agustus 2020 - (04:43 WIB)
            Permalink

            Yup betul. Di masa pandemi ini banyak orang yang tiba2 paham dan ngerti apa itu OJK dan dijadikan tameng untuk masalah yg terjadi.
            Statement kedua belah pihak ditekan juga betul. DC itu ditekan atasannya utk “gimana caranya” ini orang bayar. Dan atasannya juga ditekan perusahaan karena ada kewajiban untuk membayar investor atau bahasa kerennya “Pendana” yang tidak kenal kata “restrukturisasi”.

          • 24 November 2020 - (14:00 WIB)
            Permalink

            Tapi ga semua orang bodoh masbro, kalo mereka mau, dari whatsapp aja bisa dilacak keberadaanmu dimana, jadi para DC, jangan kaget kalo suatu hari lagi otw mau nagih, tiba2 di sikat dibawa ke kantor polisi sama nasabah yang dendam. Engga susah kok cari jejak di dunia maya, kecuali anda bener2 jago ngumpetin data anda dalam urusan komputer. bahkan sebagus-bagusnya facebook / google nyimpen rahasia, atau bank-bank besar nyimpen rahasia, masih bisa dibobol juga kok. Apalagi fintech ilegal yang sistemnya amburadul hehehe

      • 29 Januari 2021 - (18:50 WIB)
        Permalink

        Bos, mana ada pas lu Paud di ajarin sama guru ngaji. Paud itu buat anak2 kecil bos. Masa anak2 kecil di ajarin sama guru ngaji nya tentang hukum hutang piutang. Dasar debtcollector gila.

      • 13 Februari 2021 - (12:26 WIB)
        Permalink

        Guru ngaji ngajarin lo bercita-cita jadi desk collector ya? dasar sampah masyarakat. guru ngaji lo ngajarin lo buat makan duit riba ya? dasar sampah

  • 24 November 2020 - (13:55 WIB)
    Permalink

    Itu jago ngomong doang, posisi 3rd party nya ADAKAMI ada di surabaya.

    Adakami ini salah satu fintech bandel yang banyak di laporin nasabah ke OJK dan AFPI, tapi ya gitu, tau sendiri kan gimana 2 itu, ya ga ada tindakan tegas, cuma teguran teguran sampe kiamat. Kalo udah penagihan lewat whatsapp gitu enak, tinggal di cek aja IP nya itu desk collector via netstat di komputer, begitu ketemu lokasinya, samperin aja.

    Terakhir ada penagihan juga dari adakami ke saya, tak lampirin bukti ke OJK,AFPI dan adakami nya langsung, saya dapet surat dalam bentuk pdf permohonan maaf karena ada perkataan kasar thd orang tua saya, untung aja itu ada permohonan maaf formal, kalo engga udah tak samperin itu DC nya tarik ke kantor polisi buat pertanggung jawabin semua omongannya (lokasi nya saya rahasiakan ya, kalian bisa cari sendiri kok kalo mau googling sedikit terkait IP tadi. Ketik aja IP GEOLOCATION, entar ketauan gedungnya dimana, alamat jalan nya ada semua).

    Para DC ini udah terlatih jago bacot, kalo diajak ketemu gaya nya doang nanya lokasi, suruh dia share lokasi coba, ga bakalan mau. Padahal kita yang keluar ongkos ya. Karena apa? ya itu, jago bacot, aslinya kalo ketemu mah memble. ya jelas, wong dia udah salah maki2 kita nagih ga pake etika.

    Bahkan binatang pun di tekan terus lama2 bisa gigit majikan, apalagi manusia yang punya akal dan logika.

    Yaa saran aja sih buat para DC fintech legal atau ilegal, etika nya di kedepanin, jangan gaya yang di depan koar-koar kek jagoan sok2 logat timur padahal aslinya bukan, kasian orang2 timur citranya jadi jelek karena kalian.

    Engga semua orang yang punya hutang itu orang bodoh, banyak juga yang pinter dan bisa ngehajar kalian diem2 kalo mereka mau. Sekarang sih hutang2 saya udah mau lunas, udah minim penagihan, paling sesekali aja itupun sopan2, tunjukin harga diri kalian aja di depan mereka, kalo mereka galak, ya galakin balik. Kalo mereka baik2, balas baik2. mata bales mata aja. Kita nasabah yang gagal bayar, bukan membunuh manusia, ga sepantasnya dicaci maki kayak binatang, kita masih dilindungi payung hukum kok, engga perlu takut. Senjata mereka cuma maki2 sama bikin malu, malu ya wajar wong kita salah, tapi yang nge judge kita nantinya tetep Tuhan, bukan manusia lain. Kalo mereka udah melanggar dan rasanya mentok ngadu ke AFPI dan OJK, turun tangan aja sendiri, bawa ke pihak berwajib, sertakan bukti2 yang ada (kalo bisa lokasinya sekalian via IP location, akurat kok hehe), hitung-hitung menghilangkan manusia-manusia ga berotak dari dunia maya.

    4
    1
  • 13 Februari 2021 - (12:15 WIB)
    Permalink

    gausah pusing2 kebingungan, itu DC orang jawa semua, ga ada orang Timur, orang Timur debt collector ga level mainan hutang 1 juta 2 juta. Kalo kalian mau tau kantor desk collector nya, PM saya aja. misalkan kalian mau samperin itu kantor desk collection nya yang ngancem2 dan bermasalah serta mau bawa pihak berwajib, kabarin saya aja, saya tau posisi nya dimana. gausah takut sama mereka, cara nagih mereka itu ngasih cicilan misal 3 kali. baru cicilan pertama dibayar, nanti pas mau bayar cicilan ke 2 desk collectornya ga respon berbulan-bulan. nah nanti kalian akan ditagih lagi dengan angka lebih besar, dengan alasan kalian ga bayar cicilan ke2. ini udah terjadi sama saya, dan saat ini udah saya laporin ke OJK, saya sudah deal di angka pokok 3 kali cicilan, baru cicilan pertama dibayar dan ketika akan bayar cicilan ke 2, desk collectornya ga response, di follow up ke adakami nya pun ga response, sengaja itu mereka, supaya bisa peres duit nasabah pelan-pelan. untungnya lumayan. Daripada kalian kebingungan, samperin aja kantor collection nya, bawa pihak kepolisian untuk selidikin mereka. Namanya doang sahabat sakinah, mengatasnamakan Islam untuk mencari untung dengan riba. menjijikkan.

    • 22 Februari 2021 - (12:08 WIB)
      Permalink

      Wah, terima kasih atas informasinya, Kak. Kebetulan lagi butuh uang untuk keadaan darurat. Saya yg emang nggak pernah hutang ke teman atau kerabat, bingung banget. Makanya coba cari review fintech legal di bawah pengawasan OJK, yg sekiranya aman dan dc-nya nggak barbar kayak pada kasus yg udah-udah. Pas coba cari review adakami dan muncul halaman ini, baca sampai bawah saya pun dapat kesimpulan. Bahwa meskipun satu lembaga fintech mengklaim dirinya aman, terpercaya, dan berada di bawah pengawasan OJK, hal tersebut bukan berarti sistem dan para “karyawannya” bisa diajak kerjasama baik-baik. Fix lah. Enggak akan minjam-minjam online. Meski lagi bingung banget ini, tapi kayaknya mending coba minjem ke saudara atau teman aja kan ya. Lebih aman huhuhu. Sekali lagi terjma kasih buat info serta review-nya, Kak.

      • 22 Februari 2021 - (14:46 WIB)
        Permalink

        jangan pernah minjem di pinjaman online, karena riba dan bunga nya gila-gilaan. Kalo emang bener2 butuh urgent banget, lebih baik ke keluarga terdekat, pilah-pilah pengeluarannya mana yang penting dan ga penting, irit2 dalam soal pengeluaran.

        Kalo udah terjerat pinjol, bisa sampe mati engga lepas-lepas. Budayakan jangan berhutang. Ambil 1 kalimat saya ini mba, di pikirin baik-baik, kalo buat saya dan keluarga, lebih baik kelaparan 1 atau 2 hari daripada gantung diri karena stress akibat hutang berbulan-bulan.

        Percaya deh, pinjol itu laknat, sampah masyarakat yang digunakan pemerintah buat naekin ekonomi Indonesia dengan cara memperuntungkan uang halal menjadi riba (uang haram hasil keuntungan dari pinjaman online ini / bunga hasil hutang).

        God bless you

    • 20 Maret 2021 - (12:37 WIB)
      Permalink

      Pak, hari ini saya juga ditekan oleh dept collector yg bunyinya akan menggunakan data2 saya untuk dia pinjaman online. Padahal saya benar2 gak ad auang utk bauar, dicicil pun gak boleh katanya harus lunas hari ini, sednagkan ibu saya ada operasi hari ini… Bisa tolong saya pak bagaimana melaporkan dept collector yg seperti itu… Saya ada di bali nomer saya 0831198601*”

  • 9 Maret 2021 - (16:54 WIB)
    Permalink

    Saya saat ini memutuskan untuk gagal bayar
    Karna memang sudah tidak sanggup lagi membayar pada aplilasi legal .. DC selalu mengancam dan meneror .. tidak sesuai SOP fintrk legal ..
    Bukan niat untuk lari dari hutang tapi memang semasa covid usaha saya gulung tikar, saya memutuskan menjual mobil untuk melunasi hutang kepada teman dan bank .. sisanya untuk makan …
    Rasa sempet sampai ingin bunuh diri .. karna teroran DC .. mohon teman teman memberi solusi

    • 25 Maret 2021 - (14:57 WIB)
      Permalink

      Maaf kak, saya juga sama.. saat ini gagal bayar di peminjaman ke 4x nya. Saya juga sama tidak ada pemasukan karna sekama pandemi usaha saya sepi dan sempat berhenti total. Sekarang di ancam2 debt collect mau sebarin data saya.
      Saya cari tau orang tersebut ternyata ketemu. Dia perempuan bernama AIDA yang ngancam2 saya. Saya ketemu alamat dia, kalau dia berani macem2 saya laporkan balik pada saat waktunya. Untuk kaka sendiri saat ini sdh ada pelunasan atau di abaikan saja karena pesan yg ga sopan?

      1
      1
      • 11 Juni 2021 - (12:06 WIB)
        Permalink

        Saya jg seperti dtagih sperti itu kak…
        Klo boleh tau gimana ya caranya qt bisa tau DC itu siapa dan dimana lokasinya…??

 Apa Komentar Anda?

Ada 46 komentar sampai saat ini..

Bolehkan Debt Collector Fintech Adakami Menagih ke Kantor?

oleh Zaki dibaca dalam: <1 menit
46