Ancaman Tindakan Hukum dari Home Credit yang Tidak Merespon Permohonan Restrukturisasi Cicilan

Kepada Yth,
Pihak Home Credit
Di tempat.

Saya memiliki kontrak di Home Credit Pembiayaan Multiguna No.Kontrak 3801599626 dengan rincian pinjaman 15.000.000 tenor 24 bulan, yang sudah membayar 20 bulan, sisa pembayaran 4 bulan. Kemarin saya menerima pemberitahuan bahwa Cicilan Multiguna saya dengan no.kontrak 3801599626 dihentikan dan saya diwajibkan membayar total 13.718.500 agar terhindar dari tindakan hukum.

Saya menunggak cicilan selama 4 bulan, karena memang kesulitan keuangan yang tidak dapat saya atasi. Usaha saya di bidang terima jahitan dalam 4 bulan terakhir sangat lesu bahkan tidak ada sama sekali. Saya tetap mengingat bahwa saya memiliki kewajiban untuk membayar sisa kontrak Home Credit.

Saya merasa keberatan jika harus membayar total Rp 13.718.500. Saya tidak memiliki kemampuan membayar tagihan sebesar itu, karena memang usaha jahitan saya sedang terdampak Covid 19. Meski begitu saya tetap bertanggung jawab dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk segera melakukan upaya negosisasi restrukturisasi cicilan saya dengan pihak Home Credit.

Beberapa usaha sudah saya jalani dari mulai menghubungi CS melalui fitur chat yang terdapat pada website sampai dengan mengirimkan permohonan melalui email ke care@homecredit.co.id. Tetapi tidak ada tanggapan atau solusi yang jelas dari pihak Home Credit dari awal tanggal 16 April 2020 saya mengirimkan permohonan restrukturisasi sampai sekarang saya menuliskan surat ini ke mediakonsumen (screenshot terlampir).

Singkat cerita kemudian setelah 5 hari tepatnya pada tanggal 21 April 2020 saya mendapatkan email balasan yang isinya mengharuskan saya untuk membuat surat pernyataan ke RT/RW yang menyatakan bahwa usaha jahitan saya terdampak Covid19 sehingga tidak dapat beroperasi seperti biasanya dan mengalami penurunan order atau pesanan (screenshot terlampir).

Saya pun mengikuti dan membuat surat pernyataan dari RT/RW pada tanggal 23 April 2020 sesuai dengan persyaratan yang dikehendaki (screenshot terlampir).

Dan pada tanggal 24 April 2020 saya mendapatkan email balasan kembali yang menyatakan bahwa surat pernyataan saya telah diterima dan akan diperiksa kelengkapan dokumennya oleh tim terkait dalam waktu 7 hari kerja dan akan dihubungi kembali oleh pihak Home Credit (screenshot terlampir).

Itu adalah email terakhir dari pihak Home Credit yang saya terima dan sampai sekarang sudah lewat lebih dari 7 hari kerja seperti yang telah dijanjikan kepada saya dari pihak Home Credit permohonan relaksasi kredit dan restrukturisasi cicilan saya belum jelas kabar solusinya bagaimana namun malah TEROR Debt Collector! yang tidak berhenti-henti yang terus masuk ke handphone saya.

Dan yang anehnya teror tersebut malah semakin gencar disaat saya sedang menunggu kabar baik atas solusi pencerahan atas keberlangsungan cicilan saya kedepan, seakan-akan tidak ada koordinasi yang jelas antara pihak customer care dan pihak penagihan Home Credit dan terkesan seolah-olah disengaja untuk mengulur waktu. Sampai akhirnya saya mendapatkan SMS “ancaman” yang menyatakan cicilan saya sudah tidak bisa dicicil lagi dan saya diharuskan untuk membayar penuh sebesar Rp. 13.718.500,- atau akan dilakukan tindakan hukum oleh pihak Home Credit (screenshot terlampir).

Mohon penjelasannya kepada saya Home Credit persyaratan apa yang kurang atau tidak saya penuhi? Agar dapat bernegosiasi dengan memberikan keringanan atas pembayaran cicilan saya yang ber-nomor kontrak 3801599626, saya sedang tidak mampu untuk membayar karena saat ini usaha saya sedang terdampak penurunan pesanan pelanggan, bukannya saya tidak mau membayar! Tolong dibedakan. Dan saya sudah ada etika baik sejak awal masa pandemi berlangsung dan disaat cicilan saya baru menunggak 1 bulan yang sekarang sudah menjadi 4 dan jalan 5 bulan.

Saya menjadi pelanggan Home Credit sudah yang ketiga kalinya dan baru belakangan ini saja saya mengalami kesulitan pembayaran. Mohon kepada Home Credit agar dapat memberikan solusi dan jalan keluar kepada debitur seperti yang tertuang dalam POJK 14-2020 bukan hanya menebar teror melalui Debt Collector yang sangat-sangat mengganggu, telepon tak kenal waktu, kerabat dan saudara dan janji-janji surga customer service yang tidak pasti seolah-olah hanya untuk mengulur-ulur waktu saja.

Untuk saat ini tidak ada barang yang bisa saya jual atau saya gadaikan demi menyelesaikan pembayaran sebesar Rp 13.718.500 itu. Sekali lagi mohon kebijakan dari Pihak Home Credit atas permasalahan ini

Terima kasih Media Konsumen.

Yulisnetty,
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:110    Rata-Rata: 4/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

36 komentar untuk “Ancaman Tindakan Hukum dari Home Credit yang Tidak Merespon Permohonan Restrukturisasi Cicilan

  • 27 Juli 2020 - (22:59 WIB)
    Permalink

    Klo mimang ke adaan yg membuat anda terpaksa nunggak, tidak perlu kuatir di tagih DC, Siapin clurit, bacok DC home credit selesai urusan

  • 27 Juli 2020 - (23:32 WIB)
    Permalink

    Bu, lebih baik ibu minta bantuan ke lembaga hukum saja, saya juga ada HCI udh 2 tahun tidak saya bayar, krna bunganya yg sangat tinggi 100%, saat ini saya dan bbrapa org2 yg mempunyai permasalahan yg sama dgn HCI sedang menjalankan prosesi sidang dari tahun 2019, saya dan bbrapa org tsb menggugat HCI krna bunganya yg tinggi tidak sesuai dengan isi surat perjanjian. Ibu bisa menghubungi bpk effendi saman, beliau adalah kuasa hukum saya dan bbrapa teman2 saya, ibu bisa wa saya, nnti saya kasih alamat beliau. Ini wa saya 081315335086.. smoga membantu ibu.

    • 28 Juli 2020 - (11:31 WIB)
      Permalink

      Di Akhirat, ada pertanyaan dari Malaikat,
      Kenapa kamu tidak membayar hutangmu ?

      Karena OJK ?
      Karena UU ?
      Karena LegaL/ iLegaL ?
      Karena perbankan di Asuransikan ?
      Karena tidak sanggup bayar/ sedang sulit ?
      Karena bunga sudah terlalu berlipat-lipat ?
      Karena ajakan teman untuk tidak usah bayar ?
      Karena sudah tersinggung oleh cara penagihan tidak sopan ?
      Karena nama baik tercemar ?

      Masing masing alasan yang akan kamu pilih itu harus kamu jelaskan dengan serinci rincinya.

      Setelah itu, Malaikat mencatatnya,
      Kemudian,, bertanya kepada orang lain, yang memberi hutang padamu,

      Malaikat bertanya,
      Kenapa tidak lagi menagih hutang ke dia?

      Apakah sama alasanmu dengan alasan dia ?

      Pertanyaan demi pertanyaan akan sangat memakan waktu hingga kalian semua semakin lama di alam penyiksaan.

      Ada orang yang dengan getolnya menunggu keadilan dengan memakai alasan alasan tersebut agar terbebas dari hutang tanpa membayar.
      Menunggu sampai bertahun tahun. Menunggu keputusan pemerintah.

      Bukan malah bekerja melunasi hutang.







      Ada orang yang memiliki hutang ke pinjaman online dengan bunga yang berlipat lipat ratusan persen. Saya yakin orang ini tidak sanggup membayar.

      Tidak ada yang di maklumi dari keadaan orang ini.

      Kesalahannya ada 2.
      Lalai karena riba’. Dan
      Lalai karena munafik, menyepelekan janji.
      Tempatnya sudah pasti di neraka paling kejam.

    • 14 Agustus 2020 - (10:39 WIB)
      Permalink

      Maaf mau tanya, kalau ke lembaga hukum itu caranya gimana?
      Saya juga ada cicilan di home credit sisa 2 bulan lagi, terakhir saya bayar kemarin.
      Tapi tadi ada tlp dari home credit mungkin dari kolektornya sampai ngancam akan di penjara..
      Trus tagihan saya terakhir jadi 9 jt.
      Saya pinjam 10jt, sisa 2 bulan lagi, ini malah ada tagihan 9 jt..

    • 29 Juli 2020 - (06:40 WIB)
      Permalink

      Sungguh tidak manusiawi tambah subur di negeri ini, di saat semua orang lagi susah, Rentenir ini justru ambil ke untungkan se-banyak2 nya, bagi saudara2 ku yang bekerja di HCI hasil cari uang angka bukan menolong, ingat itu tidak berkah….Ingat kita hidup tidak selamanya, pembalasan akan anda Terima di Akhirat

  • 28 Juli 2020 - (01:10 WIB)
    Permalink

    Saya sebagai masyarakat umum, tidak memihak ke Home Credit (HC) dan juga tidak memihak ke anda.

    Mau mengakui atau tidak, anda pasti mendengar instruksi pemerintah kepada perbankan prihal pemberian relaksasi kredit untuk nasabah yang terdampak covid.

    Setelah mengetahui itu, anda pasti mulai tidak begitu fokus untuk membayar, berharap pihak HC dengan sendirinya memberikan relaksasi itu kepada anda.

    Tunggakan ke 4 bahkan mau ke 5, adalah kenyataan bahwa anda yang banyak menunggu.

    Anda selalu di bayang bayangi pasti di berikan relaksasi kredit,
    Se sederhana membalikkan telapak tangan.

    Menunggu di relaksasi sejak tunggakan ke 1 , menungu dan terus menunggu sampai pada tunggakan ke 5.

    Menunggu relaksasi kredit,

    Yang akhirnya anda menyerah sendiri karena hutang tidak lagi dapat di cicil, harus di lunasi 13 jt an.

    Kemungkinan bos HC masih bimbang apakah permohonan anda layak untuk di tindak lanjuti.

    Diterima atau tidak, begitulah kenyataan yang saya petik dari cerita anda.

    Saya pun tidak dapat memberi saran apa apa karena anda sibuk menunggu Relaksasi Kredit.

    1
    1
    • 28 Juli 2020 - (06:14 WIB)
      Permalink

      Ya saya dulu pernah mengalami dan berhubungan dengan HCI..baiknya minta bantuan hukum saja..kalau menurut saya HCI tidak jauh berbeda dengan rentenir dan tidak ada kebijaksanaan sama sekali.. pengalaman saya pada saat itu ambil barang di HCI..pas jatuh bulan tagihan saya mengalami musibah kecelakaan sempat dioperasi..yg membuat saya kesal dan marah mungkin semua orang pasti akan merasa kesal kalau kondisi sidebitur sedang diruang operasi saya tetap harus membayar angsuran.. kebetulan hp saya dipegang sama anak saya yg masih sekolah anak saya disuruh membayarnya anak saya menjelaskan bahwa saya sedang diruang operasi..tapi tetap saja harus bayar dan disuruh pinjam kesana kemari apa ke tetangga..dan setelah itu setiap telp sehari bisa lebih dari 7x dan org penelpon nya ganti2 terus..terus terang dgn kejadian seperti itu sy bukan nya semangat mau melunasi bayar sy malah malas..saya mengalami kecelakaan itu selama 8bln istirahat total..setiap tlp saya suruh dtg langsung lihat kondisi saya saat itu dan tetap dalam hati saya untuk membayar nya..dan beberapa tahun kemudian setelah saya benar-benar pulih dan saya mulai bekerja lagi saya lunasi segala tunggakan nya itu..saya sarankan kepada semuanya.. pertimbangkan kembali kalau mau ambil sesuatu di HCI..jangan sampai anda mengalami seperti saya..masih banyak leasing2 yg baik dalam pelayanan nya dan bijaksana.

      • 28 Juli 2020 - (08:46 WIB)
        Permalink

        Iya saudara2 ayo kita boikot hci jngn oernh ambl dihci bunga sudah gede dan mencekik omongan sama faktanya berbeda…mendingan stop buat byr hci klu emng kita tdk bisa bayar. Tdk ush takt klu diancam malah kita tantang balik aja kita tunggu dipengadilan..krna dalam bentk perbankan itu perdata tdk bisa dipenjara cuma bisa membyr uang…stop buat membayar hci dan jgn mau nyicil.klu mau byr dan ada uang langsng nego kekantor hci nggak ush email atau tlp nggak bakalan ada jwbn..klu tdk ada titik temu dari hci langsng aja keojk selesaikan diojk

        • 29 Juli 2020 - (03:47 WIB)
          Permalink

          Hci kalo minta duit sak enake jidat. Kemana tuh larinya uang² yg udah dibayar. Gila². Aku juga punya tunggakan di home credit. Kalo lunas udahlah mau langsung sujud syukur terus auto block HCI. Nyesel gua

        • 29 Juli 2020 - (09:50 WIB)
          Permalink

          HCI tu kebiasaan klo nagih spt itu. 2-3hr sblm jatuh tempo udh d tlf2. Apalagi pas jatuh tempo 10 menit skali pasti tlf2 trus

  • 28 Juli 2020 - (05:31 WIB)
    Permalink

    setau saya masalah tidak ada kaitan hukuman apapun karena ini bersifat perdata demikian.

  • 28 Juli 2020 - (06:41 WIB)
    Permalink

    Tunggakan sisa 4 kali angsuran lebih dari 13 jt dari pinjaman 15 jt,dari mana itu hitung2annya?

  • 28 Juli 2020 - (07:38 WIB)
    Permalink

    Hci lagi hci lagi nih perusahaan terlalu parah, jangankan nunggak, telat dll pembayaran lancar aja sampai lunas dikenakan biaya kwitansi yang besarnya 1 kali cicilan, hci terlalu parah, bagi yang baca jangan tergiur dengan penawaran dr hci manis di depan jungkir balik di belakang

    • 28 Juli 2020 - (20:54 WIB)
      Permalink

      HCI LAGI HCI LAGII… KALO BISA JANGAN JANGAN LAGI DAH KAPOKK SYA SISA 2ANGSURAN LAGI KALAO ADA RIZKI SKRNG PASTI SAYA LUNASI KAPOKK DI HCI.. KITA SUDAH MERDEKA JANGAN MAU DI JAJAH LAGI DAHH ITU PUN DI JAJAH SMA ORANG”2 KITA SEPERTI CS DAN DC NYAH.. STPOPPPP MENGGUNAKAN HCI

  • 28 Juli 2020 - (08:01 WIB)
    Permalink

    Baru aja saya dpt sms yg sama perihal putus kontrak sepihak pdhl sdng ajukan relaksasi. Tp tdk apa” saya siap d gugat d pengadilan secara perdata, tidak perlu takut, ini negara hukum ya selesaikan secara hukum.

    • 28 Juli 2020 - (08:34 WIB)
      Permalink

      Pinjaman 15 jt dah di angsur 20x tenor 24 sisa hutang 13…. Jt gmn ngitung nya mending gak usah di bayar bunganya jungkir balik renternir online gak usah ditanya bayar aja masa 4x angsuran 13…. Lagi
      Saya juga ada pinjaman di hci awalnya niat baik tp Krn teror nya yg berlebihan jd saya hitung2 hutang SM angsuran ternyata pokok nya udah balik saya gak terusin bayar bunganya udah terlanjur di bikin setres SM DC nya

      • 28 Juli 2020 - (08:48 WIB)
        Permalink

        Betul pak..ini saya jg tinggl 3x cicilan nggk tak byr..malah orng nagih kermh saya bilang saya tdk bisa byr uang…ayoo kita boikot hci…krna hci nggak jelas dia legal apa ilegal..

      • 28 Juli 2020 - (23:24 WIB)
        Permalink

        Kalopun di kasih relaksasi itu hanya free 2 bulan tdk ngangsur… Selanjutnya harus bayar tepat waktu… Klo tidak…di angsuran terakhir kena denda…900.000…ini yg sy alami…

        • 19 Agustus 2020 - (20:00 WIB)
          Permalink

          Saya Sdh berkali kali di teror, smpe sdh berani menggunakan wassapp istri, padahal sdh pernah saya komplain langsung datang ke kantor nya dan diterima staff cs nya, eh setelah sehari saya ke kantor telpon lagi dan sya sdh jelasin klo dapat keringanan tetapi si peneror tidak terima…ini mksd nya apa ya…kayak seperti mempermainkan tanggapan konsumen, smpe saat ini saya masih di teror dan istri saya juga, oke…saya sampaikan ke pihak home credit, saya tidak akan membayar karena saya sudah tidak sanggup setelah pandemi ini, saya sekarang fokus mikirin untuk keperluan keluarga lebih utama, klo memang mau rame saya siap diramekan… ini perdata, Hci berani memberikan pinjaman berarti dia siap jika ada konsumen yang tidak sanggup bayar lagi, dan konsumen juga siap dia blacklist di BI CHECK-IN

  • 28 Juli 2020 - (09:14 WIB)
    Permalink

    HCI = Hantu Credit Imajinasi
    Pinjaman 15 jt
    cicil 20x sisa 4x, secara jumlah sudah lebih 15jt disetor, dia sudah untung.
    Lalu minta 13jt lagi artinya ibu mau dibuntungi (penjajah tak punya nurani)
    Perdata adalah masalah untung dan rugi
    Yuk kita rame-rame tuntut OJK menghukum HCI, mengembalikan bunga yang tidak wajar kepada nasabah yg dikuras.

    Hare gene masih ada pemaksaan kehendak?
    Pemerintah ko diam saja rakyatnya diobok-obok kapitalis? Bukannya sudah ada UU No. 10 tahun 1998 yang mengatur perkereditan di Negeri tercinta ini, kapan RUU perkreditan Perbankan disahkan? sdh sejak tahun 2000 diusulkan.

    Salam Sehat
    Semoga kita terhindar dari Covid-19

  • 28 Juli 2020 - (09:19 WIB)
    Permalink

    Jgn takut klo HCI mau nuntut Anda ke jalur hukum,, tantangin saja sekalian,, karena sudah mau bawa ke jalur hukum, stop pembayaran sampai adanya putusan pengadilan. Saya berani jamin itu hanya gertakan kosong doang,,. Kau dihitung2 hutang Anda sudah lunas, sudah melebihi pokoknya,, abaikan sj klo mereka nagih, kalau DC bertindak di luar prosedur, mengancam Anda, mengintimidasi Anda, sebaiknya di rekam, kita bisa pidanakan mereka. Biar tambah wawasan soal solusi pinjaman online silahkan tonton you tube nya, bpk Ahmad Junaedi, Ridwan Bali ataupun Meddy Brawny….

  • 28 Juli 2020 - (11:49 WIB)
    Permalink

    Halo KPK kemna ya??ko OJK bisa ngelolosisn HCI dgn bunga segitu besar melibihi pinjaman di Bank..
    Tolong donk OJK jelasin???

    Bukan gk mau bayar mang ke adaan begini..
    dn castamer servis y bilang Corona lagi yg di slahain…
    Marah” terus minta pelunasan 20jt..hari ini juga..

    Sekali lagi KPK harus periksa nih OJK ko bisay HCI bunganya gede bisa lolos ..
    Bukany nuduh tpy coba di cek..

  • 28 Juli 2020 - (12:08 WIB)
    Permalink

    saya sudah mulai tdk peduli dgn DC HCI .lbh baik fokus benerin ekonomi keluarga ,sdh ada uang cash langsung nego pelunasan saja ke kantor .sesuai pokok nya ..hampir 4 bln saya stres krn penghasilan tdk ada .diteror pula sama dc HCI tp saat tau ada media konsumen ini setidaknya meringankan beban pikiran krn ternyata banyak yg punya kasus sama dan banyak yg komen kasi solusi. .ayo rekan2 fokus saja ekonomi kita dlu setelah itu nego pelunasan dan JANGAN PAKE LAGI HCI …

  • 28 Juli 2020 - (13:42 WIB)
    Permalink

    Saya sangat mengerti keadaan nya yg sdh tdk sanggup lg mmbayar. Saya juga pernah di situasi bgt. Yg saya lakukan adalah STOP BAYAR dan fokus tambah penghasilan. Jika mmg sdh bisa menbyar lsg nego utk jumlah yg hes dibayar, psti ada potongan. Bkn mksd nya hutang tdk perlu dibayar . Tp utamakan dulu keseharian keluarga, masa kt sampai ga makan gara2 hutang.? Setau sy juga pinjaman bgini tdk ada pidana mya .
    Jika ada telp yg msk tdk dikenal tdk usah diangkat krn tdk perlu dijawab atau negosiasi masalah pembayaran. Jika sempat ditanya mslh tagihan jawabnya adalah akan bayar tp tidak sekarang .

  • 28 Juli 2020 - (15:48 WIB)
    Permalink

    HCI lagi… HCI lagi…

    Gertakan mau d bawa ke jalur hukum, hanya gertakan..
    Bunga nya benar2 menjajah sekali.

  • 28 Juli 2020 - (22:09 WIB)
    Permalink

    Barusan kemarin saya juga Pemutusan kontrak HCI pinjaman 13jt, tenor angsuran 34 sudah terbayar 16 kali tanpa terlambat bahkan dah 3kali ambil pinjaman HCI, Biarkan saja Mau dibawa ke Ranah Hukum Saya dah siap, Selama pinjam ndak pernah terlambat giliran minta Relaksasi Dampak COVID kena PHK Kantor tidak diberikan, Maksute Pie ??
    Sekarang Yang Kita Pikirkan Tentang Kelangsungan Biaya Hidup, Makan Biaya Sekolah Anak2 Kita Dulu aja Bapak Ibu sekalian, Kalau Kita pikirkan Hutang Malah2 kita Yang Sakit Sendiri, Ndak Usah DiGubris HCI dulu, Yang penting Jaga Kesehatan Kita Dulu Itu Sudah Bagus.
    ” Lebih Baik Malu Sesaat, Dari Pada Kita Yang Sakit “.

    • 29 Juli 2020 - (11:12 WIB)
      Permalink

      Pasti ada UUD klo gk salah…takut ahh salah ngomong…
      KPK mana KPK mana??coba tolong di periksa klo gk ada bukit ya takuty…
      Klo ada buktiy jgn smpy di cekokin duit juga KPK…yg saya takutkan itu. . .takut kalah sma duit…
      Tpy gw yakin OJK dn KPK jujur

  • 30 Juli 2020 - (09:10 WIB)
    Permalink

    ojk lah jujur mana ada klo jujur udh ditindak, ada yang pernah kasus bunuh diri karna dikejar pinjeman online aja ojk hanya diam ah bulsit lah negara keok sama rentenir rakyak kejajah balik lagi kejaman dlu, udh g ush dibayar mba kalau pun ada uang niatin aja dihati bayar ke mesjid niat bayar utang lebih ridho selesai tu utang allah maha tau. stop bayar biar bangkrut pikirin keluarga aja jaman lg susah kasian g bisa makan gara gara bayar utang mati konyol

  • 31 Juli 2020 - (20:24 WIB)
    Permalink

    Sy jga ngalamin klau bgusj sma tiap seminggu 3x ad kli nawarin pinjeman gliran dh minjem j telat byar dh terornya minta ampun. Dh g tau waktu di angkat jg sma j solusinya j nagih baik2 kta byar nagih dngan cra ancaman kt g usah byar kta blik tuntut. Dh ada psalnya yg pnting kta bunya bukti ancaman. Ap lgi klau dh lwat WA dh termasuk ilegal krna ada UUnya jg dh. Pihak home crèdit jg klau mau dngan cra hukum jg hrus ngeluarin duit buat nuntut kt. Aplgi kta dh pnya bukti ancaman kita tuntut blik. Klau seperti itu. Htang emng hrus byar tp klau bunganya terus2an tmbah gede kt g bs byar. Kita hdapin j krna g bkalan di penjarà hukum perdata. Klau ibratnya kta dh di list pinjeman k bank l’ain jg.

  • 23 Agustus 2020 - (16:13 WIB)
    Permalink

    ga usah di bayar ga ada hukum pidana ada juga hukum persata,,,apalagi lg pandemi virus juga datangnya dr allah,intinya kita niat mau bayar tp lg pandemi allah tau,insya allah,,,allah akan bayar hutang kita klo kita mau niat bayar,klo ga ada jalan,,,, allah yg ganti meskipun dy ga sanggup bayar……………peringatan tu lah akibat main hutang riba sudah jelas pak bu,,di al quran allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba dan allah allah akan memerangi pelaku riba dan dosa riba dosanya seperti berzina kepada ibu kandung kita sendiri sebanyak 36 kali naudzubillah makanya zaman ini hidup banyak pada main bgtu tp ga tau dosanya dan smua ga ada yg berkah hidupnya banyak msalah, yg usaha aja awal mnjm modal di bank ga slamanya maju usahanya banyak yg bangkrut

  • 17 September 2020 - (01:38 WIB)
    Permalink

    ada yang tau bagaimana cara melaporkan HCI ? karena saya juga korban HCI dan mengadu ke OJK pun gak pengaruh…..karena HCI ini sudah di luar batas dan tidak manusiaey

 Apa Komentar Anda?

Ada 36 komentar sampai saat ini..

Ancaman Tindakan Hukum dari Home Credit yang Tidak Merespon Permohonan…

oleh Yu Li dibaca dalam: 2 min
36