Jadi Korban Fraud Kartu Kredit dan Tetap Harus Bayar, Bank DBS Sangat Sulit Memberi Keringanan

Saya Selly, nasabah kartu kredit Bank DBS dengan nomor 4374-50**-****-30**. Saya menjadi korban penipuan dengan hipnotis yang menggunakan nomor call centre DBS. Setelah saya sadar ada yang tidak beres, malam itu juga saya langsung melaporkan ke call centre DBS untuk memblokir kartu dan membatalkan transaksi. Namun infonya tidak bisa dan tunggu 4 hari untuk mengetahui detail transaksi.

4 hari kemudian saya hubungi kembali Bank DBS dan mendapat hasil transaksi di merchant JD.ID, DANA, BLIBLI. Kemudian saya ajukan pembatalan, tapi tidak bisa dilakukan, yang berarti saya tetap harus bayar. Lalu saya menanyakan untuk keringanan pembayaran, tapi dari Bank DBS info bisa diajukan setelah tagihan keluar.

Tanggal 8 September tagihan keluar sebesar Rp55.919.903. Saya beritikad baik untuk membayar dan telepon kembali ke Bank DBS untuk meminta keringanan agar dapat dicicil selama 36 bulan bunga 0% dengan pembayaran per bulan sebesar Rp1.555.000 sesuai kemampuan saya saat ini. Karena dampak pandemi covid-19 gaji saya dipotong, jadi jika cicilan besar pasti tidak bisa bayar.

Namun dari Bank DBS info jika cicilan 0% hanya bisa diajukan dengan komposisi berikut:

  • JD.ID tenor 12 bulan, bunga 0%
  • BLIBLI tenor 24 bulan, bunga 0%
  • DANA tenor 36 bulan, bunga 1,25%

Jika saya total, cicilan bulanannya sekitar Rp3.258.166 dan ini pun sifatnya masih pengajuan. Tentu ini sangat memberatkan dan sangat jauh dari kemampuan bayar yang sudah saya sampaikan. Hal ini juga akan berakibat lilitan hutang yang tidak bisa dibayar.

Di sini saya sebagai korban penipuan dan sudah beritikad baik mau membayar walaupun gaji saya juga masih dipotong. Hanya saja saya minta kebijakannya dari manajemen DBS untuk dapat keringanan tenor cicilan dan membebaskan bunga cicilan.

Untuk itu mohon tanggapan dan kebijaksanaan dari Bank DBS terkait masalah ini dan bisa memberikan solusi terbaik.

Selly Cahyaningthias Novitasari
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank DBS Indonesia:
[Total:53    Rata-Rata: 1.9/5]
Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdri. Selly Cahyaningthias

Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mediakonsumen.com. Melalui surat ini, kami...
Baca Selengkapnya

Loading...

30 komentar untuk “Jadi Korban Fraud Kartu Kredit dan Tetap Harus Bayar, Bank DBS Sangat Sulit Memberi Keringanan

    • 13 September 2020 - (19:59 WIB)
      Permalink

      Gimna saya hubungi nya? karena saya ada kena beberapa kartu kredit dan belanjanya di blibli…waktu kejadian saya sudah telpon custumer care beli blibtapi belum bisa proses karena belum terlacak

    • 13 September 2020 - (20:00 WIB)
      Permalink

      Gimna saya bisa minta sanggahan transaksi atas beberapa kartu saya yg kena penipuan?

  • 12 September 2020 - (18:33 WIB)
    Permalink

    Wow kena bobol 55 Juta, limit kartu kreditnya berapa Mbak? 🤔 BTW modus penipuannya seperti apa? Kenapa tidak mengajukan sanggahan transaksi?

    Pengalaman saya waktu kena fraud kartu kredit Citibank, waktu kita lapor ke call center saat itu juga kartu kita diblokir dan kemudian akan dikirim form untuk sanggahan transaksi. Saat saya tanyakan informasi transaksi fraud tsb juga dikasih tau transaksi di merchant apa saja, sehingga kita bisa kontak langsung ke merchant untuk membatalkan transaksi tsb. Andai saja Mbak dikasih tau merchants nya di mana aja, kan bisa minta langsung dibatalkan transaksinya ke merchant tsb. BTW itu transaksi di marketplace n e-wallet dipake buat beli apa yah? Produk digital kah? Kok bisa nilainya sampai puluhan juta? 🤔

    • 13 September 2020 - (05:01 WIB)
      Permalink

      Betul.. dari awal msh bisa koq seperti saya dulu.. buat sanggahan transaksi ke masing2 merchant dan juga penerbit kartu kredit… kalo bukan transaksi yg dilakukan.. nanti akan di investigasi pembatalan….

      Kalo tetap ga bisa dan anda tidak lagi berhubungan dengan bank tsb.. tinggalkan saja.. msh banyak bank lokal yg bagus.. ambil semua dana deposito reksadana dll di bank tsb .. pindah ke bank lokal.. saya yakin mba dengan plafond sebesar itu krn ada dana yg banyak juga di bank itu.

      Memang resiko terberatnya ga bisa lagi kredit (BI cheking) ..
      Ya tidak usah kredit.. beli cash… drpd bayar orang penipu kalo saya seh..

    • 13 September 2020 - (20:01 WIB)
      Permalink

      Sudah minta ke merchand tapi gak bisa karena pembelian voucher digital yg sifatnya real-time dan transaksinya beberapa kali

    • 25 Oktober 2020 - (12:11 WIB)
      Permalink

      sanggahan transaksi bisa saya pastikan tidak akan berakhir dikembalikannya saldo anda.

      saya pun korban fraud cc.

      sata pikir begini, memang bahasa yang mereka gunakan amat sangat tak terduga saat saya ditelpon.

      kalau saya modusnya pengaktifak kartu kredit yang sengaja saya tidak mau aktifkan karena merasa tertipu soal gratis biaya tahunan fake.

      intinya pelaku tau nama dan nomor telpin, beserta status kartu saya yang belum aktif. persoalan tau dari mana mereka, ya pasti bukan dari abang gorengan apalagi orang non perbankan.

      kebetulan kalau saya terekam saat terjadi fraud.

      intinya data kita sangat tidak secure saat ini dan bagi orang yang tidak pernah berpikir negatif soal ada telpon masuk atas nama bank dan tau identitas pribadi, itu akan menjadi masalah.

      cc sy digunakan untuk transaksi beli handphone china yang seharusnya tidak mahal, tetapi total 62,5 juta 3 unit berbeda.

      polisi dan pihak bank sudah menyelidiki, rupanya pemilik rekening penipu fake dengan alamat fake pula.

      Otomatis tahap awal kejadian ini karena pihak merchant onlineshop juga tidak filter barang mencurigakan dengan nominal tidak wajar, kemudian dari awal transaksi main transfer saja dalam waktu singkat ke akun penjual.

      Pangkal kejadian ya karena pelaku memakai celah pembuatan rekening bank asli tapi palsu data ke bank. Intinya dari pihak bank juga tidak amat sangat secure soal pembuatan rekening sehingga bisa digunakan oleh pihak yang salah.

        • 3 November 2020 - (19:10 WIB)
          Permalink

          saat ini masuk mode restrukturisasi dampak covid, meskioun perlu tarik urat lama berbulan-bulan

          kalau masalah tertangkapnya pelaku saya agaknya pesimis, apalagi kembali uang

          sebelum approval tetap harus bayar minimum tagihan cc nya

          • 3 November 2020 - (19:28 WIB)
            Permalink

            Kena brp pak? Apa bpk tdk memperjuangkan dl krn jelas ini penipuan

          • 4 November 2020 - (02:04 WIB)
            Permalink

            tentu saja saya dan polisi fight.
            mulai lapotan ke polres tangsel, polda metro jaya, sampai polres tangerang dan semua ada bukti laporan dan surat dari polisi.

            semua telepon dari bank dan yang mengaku berkaitan dengan bank terekam dalam handphone saya.

            kasus saya start Juni 2020.

            simple saja kok data customer bisa terbang ke mana-mana.
            contoh saja, menawarkan asuransi dan program lainnya karena punya rekening atau cc di bank tertentu.

            hanya saja pihak bank tidak peduli dan tentunya debt collector sangat mengganggu.

            pihak bank mengemis-ngemis melalui marketingnya di event tertentu supaya kita mau buat cc, minta tolong ikut. giliran kita punya masalah begini mereka paling hebat debt collectornya dan supportnya sangat minim.

  • 13 September 2020 - (05:02 WIB)
    Permalink

    Betul.. dari awal msh bisa koq seperti saya dulu.. buat sanggahan transaksi ke masing2 merchant dan juga penerbit kartu kredit… kalo bukan transaksi yg dilakukan.. nanti akan di investigasi pembatalan….

    Kalo tetap ga bisa dan anda tidak lagi berhubungan dengan bank tsb.. tinggalkan saja.. msh banyak bank lokal yg bagus.. ambil semua dana deposito reksadana dll di bank tsb .. pindah ke bank lokal.. saya yakin mba dengan plafond sebesar itu krn ada dana yg banyak juga di bank itu.

    Memang resiko terberatnya ga bisa lagi kredit (BI cheking) ..
    Ya tidak usah kredit.. beli cash… drpd bayar orang penipu kalo saya seh..

    • 13 September 2020 - (20:03 WIB)
      Permalink

      Dbs tidak bisa ajukan sanggahan kalau kena korban penipuannya akibat di hipnotis sampai memberikan otp

      • 2 November 2020 - (13:23 WIB)
        Permalink

        Halo Mba, saya harap kasus ini sudah selesai ya. kalau boleh tau, bagaimana kelanjutannya ya mba? apakah tetap diharuskan membayarkan dengan keringanan bunga cicilan? kebetulan keluarga saya ada juga yang menjadi korban penipuan. terima kasih.

  • 13 September 2020 - (14:31 WIB)
    Permalink

    Bagi yang bukan nasabah bank ybs, pasti heran/bingung, kok bisa ketika pertama x kontak CS dibilang disuruh nunggu. Tapi bagi yang sudah nasabah, pasti sudah ngerti.
    Karena memang bank ini sistemnya separo offline & kayak gak realtime. Transaksi KK mesti nunggu berapa hari baru muncul, itu pun “memo” dulu, baru BEBERAPA HARI KEMUDIAN terbukukan.
    Bayangkan wkwkwkwk.

    Makanya dulu di awal2 para nasabah KK nya kebingungan & protes, soalnya di internet/mobile banking tertulis “sisa limit Rp xxx” tapi ternyata ketika dipakai terus kena overlimit.
    Ya karena memang gak realtime nya itu.

    Kalau sekarang2 sih rasanya para nasabahnya sudah “memaksa diri” ngasih pengertian ke sistem bank ini (yang “katanya the best bank”…).
    Entah predikatnya tersebut (1) hanya berlaku di negara asalnya aja; atau (2) predikat/penghargaan nya memang kurang akurat.

  • 13 September 2020 - (15:45 WIB)
    Permalink

    Jadi ceritanya modus-modus penipuan/fraud seperti ini bisa terus terjadi dan ujung-ujungya nasabah tetap dibebankan untuk membayar yang bukan transaksinya, Kalau tidak dibayar, kredit menjadi jelek tanpa pandang bulu penyebab kredit macet tersebut. Melihat transaksi fraud dengan jumlah yang cukup besar seperti yang dialami kak Selly seharusnya bisa terdeteksi dengan sistem keamanannya bahwa ada transaksi yang tidak wajar. Atau mungkin lebih mudah untuk tidak peduli karena nanti ujung-ujungnya tinggal membebankan semua ke nasabah dan bahkan dengan tambahan aksi debt collector.

    Saya harap kak Selly mendapatkan jalan keluar yang terbaik.

    @dbs_care @csjd_id @danawallet @BlibliCare @bank_indonesia @ojkindonesia @KemenkeuRI @kemkominfo

    • 13 September 2020 - (22:00 WIB)
      Permalink

      Dulu pertama x saya punya KK ini (waktu masih pake nama a en jet) pernah dapat telepon dari CS mereka, untuk konfirmasi transaksi online, ditanya: bpk bener yah transaksi abcde ini.
      Jadi mereka memantau.
      Lah kalau yang merk sekarang yang the best bank ini, entahlah…

  • 13 September 2020 - (16:34 WIB)
    Permalink

    Kok bisa fraud? Pas ditelp ada diimingi hadiah atau gimana? Terus langsung diberikan nomor kartu, CVV/CVC dan OTP?

    Susah menurut saya kalau informasi seperti itu udah bocor ke penipu. Harusnya dari awal langsung blokir CC nya kalau dirasa udah jadi korban fraud atau penipuan. Biar tidak ada transaksi hingga diterbitkan kartu baru oleh bank.

    • 13 September 2020 - (20:13 WIB)
      Permalink

      Pas di telpon di info kalau ada transaksi mencurigakan yg disinyalir kena hack dan untuk cancel transaksi itu butuh kode yg di kirim by sms, lalu mau bikin laporan untuk bank lain untuk pengamanan dan penyalahgunaan kartu dia minta nomor kartu

      • 13 September 2020 - (20:47 WIB)
        Permalink

        Nomor teleponnya fixed line atau nomor ponsel? Publish aja di sini supaya yg lain waspada. Kalo nomor fixed line sih harusnya bisa dilacak sama DBS (kalo mereka mau).

        Btw itu penipunya hanya minta kode OTP saja? Berarti dia sudah tau nomor KK n CVV Mbak. Terus satu OTP itu kan untuk satu kali transaksi, apakah Mbak ngasih OTP-nya berkali2? 🤔

  • 13 September 2020 - (16:49 WIB)
    Permalink

    lagi-lagi DBS ya..
    saya punya pengalaman buruk juga, transaksi saya di JDID gagal, dan saya sudah tulis surat pembaca https://mediakonsumen.com/2020/09/04/surat-pembaca/transaksi-gagal-di-jd-id-tetap-muncul-di-tagihan-kartu-kredit/ dan perkembangan terakhirnya adalah JDID mengaku tidak ada dana masuk, namun DBS settle dan masih belum mengembalikan dana saya, katanya menunggu JD padahal JD sudah mereversal limit di hari yang sama, tapi DBS tetap posted dan menagih, saya disuruh menunggu oleh DBS tapi disuruh bayar.. hahaha

    • 13 September 2020 - (22:01 WIB)
      Permalink

      & sampe sekarang masih tidak ada tanggapan resmi ya.
      Memang parah & slow response kok “the best bank” yang 1 ini.

  • 23 Desember 2020 - (02:38 WIB)
    Permalink

    Ngomong2 kejadian yg benar2 serupa baru saja terjadi kepada istri saya dengan nominal 30 jt… telepon customer service dbs juga tidak membantu sama sekali. Hanya bilang sudah tidak bisa di apa2 kan.. seakan tidak ad perlindungan sama sekali terhadap nasabah. Saya jujur sangat kecewa dengan penanganan pihak bank. Padahal dari pihak nasabah istri lsg melaporkan hal itu ke pihak bank. Tidak ada konfirmasi nya terhadap pemakaian kartu kredit dengan nominal tidak wajar. Dan saya ingat waktu saya melapor tindakan fraud ini istri saya disuruh menyebutkan juga 16 nomor kartu kredit, padahal di rules bank juga menyebutkan bank tidak akan pernah menanyakan nomor tersebut. Perturan jadi sama sekali tidak jelas. Sungguh mengecewakan.

  • 29 Desember 2020 - (09:30 WIB)
    Permalink

    Saya juga tiba2 dapat sms dari bank dbs terkait transaksi saya di amazon.co.uk yang tidak pernah saya lakukan menggunakan mata uang asing, tapi tranksasi tersebut tidak menggunaka OTP pada saat 25 desember kemarin, dan pihak DBS harus tunggu 3 hari ke depan setelah transaksi tercetak dan setelah tercetak saya harus suruh menunggu 2 hari kedepan untuk laporan sanggahan apakah di ACC, padahal transaksi tersebut tidak sama sekali say lakukan.
    Kira2 ada yang pernah seperti saya alami?

  • 6 April 2021 - (17:08 WIB)
    Permalink

    Boleh tau diantara semua kasus, adakah yg berhasil memenangkan kasus nya?
    Keliatan nya pihak bank semua tidak ada yg berpihak ke nasabah.

  • 8 Juni 2021 - (23:46 WIB)
    Permalink

    hari ini 8 juni saya kena kasus yg sama, untuk pemblokiran dr hacker dll karena banyak notifikasi transaksi masuk dengan nominal puluhan juta dan terus menerus lebih dr 14 transaksi. ini kasusnya sedang ditanggulangi, untuk pihak dbs sama seperti mba jawabannya karena sudah transaksi dan kasi OTP jd ga bisa diapa2in. nunggu dr merchant nya cancel.
    Total ada 4 merchant:
    jd.id , shopee, bukalapak, bli2

    -untuk bli2 sudah clear ke cancel smua
    -untuk jd.id nominal 43jtan, sudah email balasan lg nunggu proses
    -untuk bukalapak nominal 200rban blm terima email dr customer care nya
    -untuk shopee nominal 500rban, sudah email balasan lg nunggu prosesnya

    Total transaksi
    DBS 36.332.967
    HSBC 8.435.300

    saya terjebak karena no yg menghubungi saya adalah
    1500700 hsbc
    08041500327 dbs
    1500327 dbs

    yang lucunya, barusan ada notifkasi dr dbs
    kartu baru dalam proses pengiriman bs hub call center mereka 08041500327 dbs

 Apa Komentar Anda mengenai Bank DBS Indonesia?

Ada 30 komentar sampai saat ini..

Jadi Korban Fraud Kartu Kredit dan Tetap Harus Bayar, Bank DBS Sangat …

oleh selly dibaca dalam: 1 min
30