Kontrak Home Credit Dialihkan Kepada Pihak Ketiga

Dear CS Home Credit,

Hari ini saya dapat SMS bahwa kontrak saya (3900***378) diberikan kepada pihak agensi atau pihak ketiga. Saya mohon untuk tidak memberikan kontrak saya kepada pihak ketiga untuk penyelesaiannya.
Saya diminta untuk membayar seluruh total kewajiban saya dan tidak dapat dicicil, serta akan ada tindakan hukum. Apakah benar urusan perdata ini bisa jadi tindak pidana?

Hari ini saya sudah mencicil/membayar sesuai nominal angsuran setiap bulannya. Saya berjanji untuk tetap membayar sesuai nominal angsuran setiap bulannya Rp1.098.600.

Mohon maaf atas keterlambatan pembayaran di bulan sebelumnya, hal itu terjadi karena saya di-PHK dari perusahaan sejak Oktober dan dalam kondisi sedang hamil 3 bulan (karena saat hamil tidak ada HRD yang merekrut karyawan hamil). Saya baru mendapatkan pekerjaan saat pertengahan Juli. Kalau saya kerja, otomatis angsuran tidak terkendala.

Dari Agustus sampai Oktober ini saya sudah membayar angsuran sesuai nominal Rp1.098.600. Jika diharuskan membayar atau menyelesaikan semua sekaligus, saya keberatan karena tidak ada uang sama sekali jika harus dibayar semua. Saya hanya bisa mencicil seperti biasa sesuai angsuran di bulan sebelumnya.

Dengan ini saya mengajukan agar kontrak saya tetap dibayar sesuai nominal angsuran setiap bulannya. Mohon pengertian dan kebijaksanaannya dengan sangat. Saya juga sudah mengirim email kepada pihak HCI, tapi belum ada respon.

Terima kasih.

Fitriyatul Hasanah
Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Home Credit Indonesia:
[Total:193    Rata-Rata: 1.7/5]
Tanggapan Home Credit atas Surat Ibu Fitriyatul Hasanah

Yth. Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com, Sehubungan dengan keluhan dari Ibu Fitriyatul Hasanah di MediaKonsumen.com pada 9 Oktober 2020 di kolom...
Baca Selengkapnya

Loading...

28 komentar untuk “Kontrak Home Credit Dialihkan Kepada Pihak Ketiga

  • 9 Oktober 2020 - (17:18 WIB)
    Permalink

    ikut prihatin dengan ibu2 yang harus berjuang mencari nafkah sekaligus menjadi ibu rumah tangga. semoga dimudahkan rejekinya dan kemudahan dari pihak home credit.
    lelaki harusnya lebih bekerja keras untuk keluarga nya.

    11
    3
    • 10 Oktober 2020 - (19:10 WIB)
      Permalink

      Sama ibu saya juga galbay di telpon terus siap hari sama hci padahal saya sudah jelaskan saya tidak mampu banar lagi karna tidak tidak bekerja, tapi mereka terus menyuruh bayar dengan ancaman klo tidak bayar dan akan di putus kontrak nya, padahal saya dapat di pinjamkan 23 juta dan sudah membayar 24 juta, dari kontak 30 bulan perbulan nya 1,418.200 saya sudah bayar 17 bulan . Apakah ada solusi dari temen temen semua nya ?

      • 11 Oktober 2020 - (06:23 WIB)
        Permalink

        Sama ka. Sy 23juta angusran /bln 1.650rb x 24. Dan yg satu nya 15juta angsuran 1.250rb x 20 bln. Dl blm ada psbb sy bayar trs sekarang hanya bs bayar yg salah satu. 1.250rb. Klo yg 23juta nunggak baru bayar 14x masih sisa 10x klo ga ada psbb sy bayar. Hci suruh bayar lunas mana bs. Tiap hr nlpon 40x. Sy yakin pasti hmpir semua ga bs byr msh bgs sy msh bs byr.

        • 11 Oktober 2020 - (21:41 WIB)
          Permalink

          Trs mas yg sisa 10xnya jg sm nunggak ya? Klo yg 1.250ny lancar?
          apa ada sms sprti sy jg lalu bagaimana mas tindakan selanjutnya

      • 11 Oktober 2020 - (21:39 WIB)
        Permalink

        Berarti masnya masih kurang cicilan 13x lg ya? Lalu apa smpai saat ini lancar atau ada sms sprti sya jg?

        • 11 Oktober 2020 - (21:46 WIB)
          Permalink

          Iya betul, dan saya sudah bilang ke hci tidak mampu membayarnya karna saat ini kerja serabutan,dan hanya cukup buat makan sehari hari, tapi mereka ga mau tau terus aja menelpon tiap hari sampai 20 kali dan setiap di angkat selalu bilang klo tidak segera membayar nya akan di putus kontrak nya dan harus membayar 19 juta, uang darimana coba sedangkan yg cicilan 1 bulan aja gak ada apalagi harus membayar full, gila kali hci ini

          • 12 Oktober 2020 - (18:06 WIB)
            Permalink

            Trs setelah itu bagaimana ? utk jumlah sprti itu tdak mungkin kan utk dibayarkan ? apakah pihak DC sdh dtg ?

          • 12 Oktober 2020 - (19:10 WIB)
            Permalink

            Iyaa saya bilang blm ada duit, tapi mereka menelpon terus dengan ancaman klo tidak secepatnya di bayar makan kontrak akan di putus dan harus membayar 19 juta, saya bilang saya ga ada duit tapi mereka blm ada datang ke rumah hanya melalui telpon aja. WA aja ibu biar bisa saling runding.

            0813 7253 7328

  • 9 Oktober 2020 - (19:34 WIB)
    Permalink

    Untuk ibu fitriyatul,tagihan yg ibu yg di alihkan ke pihak ketiga dengan ancaman hukuman pidana itu tidak ada! Karena ini murni bukan penipuan ,hanya gagal bayar ! Karena kondisi ibu ,hutang piutang itu adalah perdata ! Solusinya bila ibu di datangkan oleh DC ,tanyakan surat tgs,sertifikasi profesi dc.yg di terbitkan oleh asosiasi kredit,lalu identitas yg jelas, kalau merek tdk punya itu semua artinya ilegal dan bisa kita debatkan apalagi ada ancaman.bicara baik2 pelunasan dengan diskon biasanya 30 s/d 40 % dari total tagihan.sekali lagi sy tegaskan tidak ada hukum Pidana. Hadapi saja bu fitri jgn takut.!

    71
    2
    • 10 Oktober 2020 - (00:37 WIB)
      Permalink

      Sy juga sama memgalami dg kondisi ibu fitri diteror setiap hari dr pagi sampai malam dan org nya berganti2 terus, tiap telp sudah dijelaskan kalau kondisi sy tdk punya apa2 dan sudah memcari pinjaman kesana kemari tp nihil, awal pamdemi sy sudah mengajukan relaksasi tp tdk bisa dan bulan kmrn sy sudah bayar 1,5 kali angsuran tp ternyata iktikad baik sy untuk bayar tdk dihargai oleh HCI dan mereka tetap minta pelunasan nya, kalau tdk dilunasi akan dilakukan jalur hukum, dg kondisi skrg tdk kerja untuk bisa makan saja alhamdulillah dan bisa bayar angsuran per bulan saja sudah syukur ini malah diwajibkan untuk melunasi hutang, sy minta agar bisa di cicil seperti biasa tp tdk bisa, kalau mau dijalur hukum kan kita bisa berbuat apa?? Tolong ojk cek kinerja HCI knp tdk sesuai dg instruksi bapak presiden

      5
      1
      • 10 Oktober 2020 - (21:27 WIB)
        Permalink

        Semoga allah membuka jalan ibu tetap semangat…disini ada OJK bila HCI macam macam laporkan saja…tidak ada masalah perdata sampai ke pidana Asal ibu ada niat bayar….apalagi cuma puluhan juta milyaran aja santai aja….!

  • 9 Oktober 2020 - (19:36 WIB)
    Permalink

    tdk perlu khawatir bu .itu hanya ancaman belaka .perdata tdk bisa jd pidana .kl debt coll melakukan penagihan diluar batas .baru anda laporkan mereka pidana silakan cek di youtube ttg penanganan HCI .banyak yg sdh membahas. semoga ada rejeki utk pelunasan ya bu

    17
    2
    • 9 Oktober 2020 - (21:03 WIB)
      Permalink

      Halo ibu fitriyatul, untuk sekarang jika keadaan terasa sulit, hentikan saja dahulu pembayaran sampai benar2 bisa untuk melakukan pelunasan. Jika di datangkan dc malah bagus , anda bisa langsung nego pokok, hadapi dengan tenang , jangan di bawa panik. Jangan lupa pastikan dc yang datang terdaftar dan punya surat jalan resmi dari HCI. Ingat!! Jangan sekali kali melakukan pembayaran ke dc kalau tidak memenuhi syarat sbg deb collector. Pesannya : supaya ibu lebih tenang, bisa kunjungi alamat youtube “solusi hutang”, disana byk teman2 yg seperjuangan 😁

      6
      1
  • 9 Oktober 2020 - (22:11 WIB)
    Permalink

    ini perusahaan dc nya terorganisir ada 2 shift. yg telp dari jam 6 pagi sd jam 12. jam 12 sd 9 malam. mending kredit inang 2. kalau di suruh cari talanggan. minta sop nya. paling diem mereka.

    2
    2
  • 9 Oktober 2020 - (23:27 WIB)
    Permalink

    Gak usah takut Bu .. mau pihak ketiga keempat kelima hadapi ajah .. mau DC DD jangan gentar .. kita tau masih ada sangkutan kepada HCI .. saya masih ada 2x cicilan HP terus di teror .. ya mau gimana lagi keadaan begini ..ada uang ajah alhamdulilah buat perputaran keluarga di rumah .. bukan ya kita mangkir kabur dari kewajiban kita .. kalo ada pun pasti kita bayar dan kita lunasi itu semua cicilan ..

    3
    2
    • 21 Oktober 2020 - (15:12 WIB)
      Permalink

      Saya juga dapet sms seperti itu hehe
      Tiap hari masih di telpon tp ga pernah saya angkat. Blm dapet kerja mau bayar cicilan pake apa hehe

  • 10 Oktober 2020 - (04:12 WIB)
    Permalink

    Ibu Fitri selamat pagi.

    Saya paham case ibu.
    Sepertinya ibu Fitri sebelumnya pernah nunggak, atau lama gak di bayar hingga jatuh tempo masa pembayaran habis.

    Yang akhirnya sisa pinjaman di alihkan ke pihak ke tiga untuk penagihan.

    Saran saya,
    1. Tetap saja di bayar sisa hutangnya seperti yg di tagihkan. Karena itu kewajiban kita.

    2. Setelah ini, ambil hikmahnya saja. Hidup di syukuri apa yg ada. Jangan tergoda dengan berhutang. Gak perlu berhutang untuk menaikkan gengsi kita

    2
    13
    • 10 Oktober 2020 - (13:21 WIB)
      Permalink

      Dimana mana kl berhutang ad kebutuhan yang mendadak point dari pertanyaan masalah ini apa ad pidanany … Kl sya neho apa yg dibhutang di byr sesuai hutang karena ketidak mampuan dan di buktikan misalny srt phk dll

    • 11 Oktober 2020 - (21:34 WIB)
      Permalink

      Ya betul pak..sy pernah menunggak krn memang kondisinya sm skli tdk memungkinkan..tp saat ini sudah lancar kembali tapi dari pihak hcinya sprti itu

  • 10 Oktober 2020 - (05:33 WIB)
    Permalink

    Hidup gak akan cukup kalo terus ngikutin gaya hidup. Kbykan orang ngutang buat keinginan bukan kebutuhan. Semoga dpt hikmahnya

    1
    8
    • 10 Oktober 2020 - (13:22 WIB)
      Permalink

      Memang dijelaskan ya kl hutang untuk gengsi ? Point ini apa ada pidanany ( pihak 3 )

  • 10 Oktober 2020 - (09:55 WIB)
    Permalink

    Tdk ada pidana klo yg bersangkut tdk sangup byr hci emng gtu mkny jngn mau mudah tpi ….

    2
    1
    • 10 Oktober 2020 - (10:34 WIB)
      Permalink

      Ga ush takut dan ga ush risau bu pada dasarnya untuk perihal hutang piutang itu hukum nya perdata dan tidak ada hukum pidana terkecuali pada kasus penipuan ataupun pemalsuan surat identitas..adapun pihak kredit yang sifatnya mengancam ataupun membuat resah apalgi penyapan dan penyebaran data itu justru yg bisa di pidanakan

      1
      1
  • 10 Oktober 2020 - (11:54 WIB)
    Permalink

    Stop bayar jangan lagi bayar bu …kalau datang bilang aja saya tunggu surat tindakan hukum Home Credit yg suda di sms ke saya….jangan takut jngan ambil keputusan apa yg anda bayangkan …liat vidio solusi hutang di you tube…saya juga gagal bayar 12 aplikasi onlain…sama pembiyayaann….Jangan lagi bayar bu stop…

    4
    3
  • 10 Oktober 2020 - (22:02 WIB)
    Permalink

    Iya sama saya jg kacau bgt nih home credit… dialih kan setelah lunas tidak dikasih surat pelunasan… mending jgn dibayar… janji doang mau kasih surat pelunasan… POKOKNYA JGN DIBAYAR…. PERCUMA TAGIHAN NYA MASIH NONGOL DI HOME CREDITNYA

    • 11 Oktober 2020 - (21:32 WIB)
      Permalink

      Punya ibu juga di alihkan ke pihak ketiga? Lalu apa langsung di lunasi ?

 Apa Komentar Anda mengenai Home Credit Indonesia?

Ada 28 komentar sampai saat ini..

Kontrak Home Credit Dialihkan Kepada Pihak Ketiga

oleh Fitriyatul dibaca dalam: 1 min
28