AmarBank dan Debt Collector

Dear Amar Bank,

Saya Tri Amelia nasabah dengan No Pinjaman: 40878182. Saya sudah pernah mengajukan restrukturisasi tetapi tidak ada respon. Yang saya dapat hanya respon caci maki by phone. Yang terbaru adalah, saya didatangi oleh Debt Collector pada Hari Minggu tgl 11 Oktober 2020 pada pukul 18:00 bertepatan waktu Magrib, saat orang beribadah.

Datang 2 orang yang mengaku sebagai petugas lapangan tetapi yang memakai ID Card Amarbank hanya satu a/n Rad** Alfa**** Sta****. Sementara yang satu lagi tidak memakai ID card dan tidak menunjukkan surat tugas. Mereka berdua datang tanpa menggunakan protokol kesehatan, tidak menggunakan masker dan tidak lapor ke petugas keamanan wilayah saya.

Pada saat sedang menjelaskan tertangkap oleh saya bahwa saudara Alfa**** diam-diam mengambil gambar rumah orang tua saya. Setelah saya tanya reaksinya adalah untuk keperluan laporan. Apakah memang begitu peraturannya atau SOP petugas lapangan? Apakah mengambil gambar rumah tanpa izin dibenarkan?

Dan pada saat saya meminta KTP ybs untuk memvalidasi apakah nama dalam surat tugas benar sama dengan yang datang, salah satu yang megaku petugas Amar bank tanpa ID card menghalang-halangi dengan menyatakan tidak perlu dan tidak berhak saya melakukan hal tersebut. Dan bahkan petugas tersebut memberikan statement intimidasi jika saya tidak menyelesaikan maka ada perintah dari atasan u/ menyita barang barang saya sebagai jaminan. Pertanyaannya, apakah saya ada menjaminkan sesuatu pada saat awal saya meminjam?

Saya sudah sampaikan sejak awal bahwa kondisi saya tidak memungkin untuk saya bisa membayar full. Bisa dilihat dari histori selama ini sebelum covid, pembayaran saya tidak bermasalah. Saat ini kondisi saya didemosi di pekerjaan saya yang mengakibatkan berkurang drastis pendapatan saya. Hal ini dilakukan oleh perusahaan saya bekerja dikarenakan efisiensi terdampak covid.

Apakah seperti ini cara Amarbank meng-handle nasabah dengan mengirim petugas lapangan yang tidak sopan? Apakah ini sikap dari Amar Bank yang katanya berkomitmen mengikuti aturan pemerintah dengan memberikan restrukturisasi kepada nasabah?

Tri Amelia
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:140    Rata-Rata: 3.5/5]
Tanggapan Tunaiku atas Surat Ibu Tri Amelia S,SOS

Pertama-tama, kami menyampaikan terima kasih untuk informasi yang Ibu Tri Amelia S,SOS sampaikan. Menanggapi surat pembaca yang disampaikan oleh Ibu...
Baca Selengkapnya

Loading...

37 komentar untuk “AmarBank dan Debt Collector

  • 13 Oktober 2020 - (22:03 WIB)
    Permalink

    AMARAH BANK itu sejenis makhluk apa ya? Mgkn seperti drakula penghisap darah…semoga mba tri amelia cepat selesai urusan dgn makhluk yg bernama AMARAH BANK. Kl memang mb tri merasa diintimidasi dgn cara2 yg diluar SOP dari AMARAH BANK (mf sy ga nyebut AMAR BANK ) krn bnyk dc nya yg penuh dgn amarah, maka laporkan ke pihak yg berwajib. Biar dc yg ga beradab itu segera diciduk..

    12
    • 14 Oktober 2020 - (10:15 WIB)
      Permalink

      Ya saya menunggu klarifikasi dan pertanggung jawaban tertulis dari pihak Tunaiku – Amar bank. yang kemarin saya email status nya email mental karena email perusahaan tersebut full… mungkin karena terlalu banyak complain.

      • 15 Desember 2020 - (23:00 WIB)
        Permalink

        Mba maaf. Setelah debat. Lalu dc nya pulang dgn sendirinya apa gmana? Apa titip pesan gtu ?. Lalu besok2nya apakah dia kembali lagi mbak ?
        Mohon saling share nya ya mbak

  • 14 Oktober 2020 - (08:01 WIB)
    Permalink

    Setelah semua selesai berhentilah pinjem sama rentenir2 yang yang bertopeng dengan aturan pemerintah ini. Haram hukumnya.

      • 15 Desember 2020 - (23:04 WIB)
        Permalink

        Mba maaf. Setelah debat. Lalu dc nya pulang dgn sendirinya apa gmana? Apa titip pesan gtu ?. Lalu besok2nya apakah dia kembali lagi mbak ?
        Mohon saling share nya ya mbak

  • 14 Oktober 2020 - (08:28 WIB)
    Permalink

    Mbak Amel.Semoga Anda sempat memotret para tukang tagih itu.Kalau ada bukti seperti foto dan id atau surat tugas.Kalau mereka bertamu tanpa masker jelas itu pelanggaran protokol kesehatan yang diterapkan negara.Semua orang wajib mematuhi.Sekalipun anda nasabah yang menunggak pembayaran atau tidak membayar sama sekali sekalipun,tidak ada hak bagi Bank atau pihak manapun membahayakan jiwa anda dan keluarga,dengan mengirim tukang tagih tak bermasker.Laporkan Polisi saja.Kalau sampai anda positif covid gara gara mereka Anda berhak menggugat ke pengadilan.Jangan ragu menempuh jalur hukum.Di Pengadilan akan diuji perlakukan bank bank itu benar atau salah.Maaf saya tidak terlalu paham nama bank yang anda sebutkan.Maaf sepertinya gak terlalu terkenal ya..?

    • 14 Oktober 2020 - (10:22 WIB)
      Permalink

      Kebetulan saya sudah foto surat tugas nya pak maka nya saya bisa menyebutkan nama nya sesuai yang tertera di surat tugas. Maka oleh itu saya menunggu pertanggungjawaban dari pihak Tunaiku – Amar Bank atas perlakuan team yang sudah mereka kirimkan. Ada saksi hidup yaitu orang tua saya. Saya sudah mengirimkan surat ini ke AFPI juga tetapi belum ada tindakan atau respon terkait email saya. Kalau saya lihat sudah byk complain tentang Tunaiku-Amar Bank ini tetapi entah mengapa tidak ada kah review atau tindakan yang diberikan oleh pihak OJK dan AFPI kepada Tunaiku-Amar Bank ini. Saya malah berharap pihak yang seharusnya bisa lebih aware dalam masalah seperti ini apalagi dalam kondisi pandemi.

      Terimakasih pak atas respon dan masukan yang sudah di berikan. Smoga cepat ada tanggapan dari pihak Tunaiku-Amar Bank agar hal ini tidak terulang kepada siapapun di kemudian hari.

  • 14 Oktober 2020 - (10:33 WIB)
    Permalink

    Mba lia… Sy jg nasabah amar bank karena pandemi sy sdh 2 bln tdk bayar sy jg di teror dan dimaki maki oleh DC sy jg sdh email tp blm ad respon dr pihak amar bank. Laporin aja ke polisi mba krn mrk bertindak sdh keterlaluan.

    5
    1
    • 14 Oktober 2020 - (21:41 WIB)
      Permalink

      Mba,,,kalau boleh tahu anda sudah berapa bulan telat bayarnya? Kalau kolektor lapangan sudah datang ke rumah,,pasti telatnya sudah berbulan bulan,bukan telat sehari atau dua hari kan? dan anda juga bilang anda di demosi dari perusahaan(penurunan jabatan) berarti anda masih di gaji sama perusahaankan?sudah kewajiban anda untuk bayar tunggakan,, jangan salahkan covid 19 sebagai alasan anda tidak bayar hutang,, di negara asal covid 19 di cina sana,, masyarakatnya sudah mulai hidup normal,, kita di indonesia masih berlindung di balik covid untuk tidak bayar hutang,,anda terlalu menyalahkan bank tidak punya sopan,tidak beretika dalam menagih, sekarang balik ke diri anda,, anda tertib tidak bayar angsurannya? Satu lagi mba,, ini aib anda,, ini hutang,, jangan di umbar di ranah publik.

      4
      13
  • 14 Oktober 2020 - (12:57 WIB)
    Permalink

    Sy Pernah ngalamin juga.bru telat sehari.di telpon terus.mau di datangin ke kantorlah…macam2.tobat sy ga bkl pinjam lg ke amar bank.

    1
    1
  • 14 Oktober 2020 - (13:06 WIB)
    Permalink

    Kalau merasa di intimidasi atau ap ..segara laporkan ke pihak berwajib …
    Kalau bisa pas d tlp atau wa dc berbicara kasar atau ap ..di rekama saja ..atau di screenshoot …biar buat bukti ..

    Kalau di dtg ke rmh ..trus dya melakukan perlakuan tidak baik ..kita bisa membela diri karena itu tempat tinggal kita ..
    Kalau pun d bwa ke jalur hukum ..tidak bisa karena kita tidak menjaminkan barang ap pun ke pihak amarbank …

    Dc amar bank itu kerja seperti itu karena mereka ngejar target ..dan rata rata dc itu lulusan D3
    Saya tau karena teman saya ex sana ..jdi sya tau gmn gmn nya …

    5
    1
    • 14 Oktober 2020 - (14:06 WIB)
      Permalink

      Baik mas, terimakasih untuk sarannya. Saya tunggu sampai saat ini belum ada tlp ataupun email dari pihak Tunaiku-Amar Bank.

  • 14 Oktober 2020 - (13:20 WIB)
    Permalink

    Saya juga salah satu nasabah mereka, Mbak.
    Alhamdulillah saya belum pernah telat bayar. Tapi anehnya DC mereka bisa menagih kepada saya via WhatsApp sebelum jatuh tempo seakan-akan saya terlambat membayar.
    Dengan bahasa yang agak kurang nyaman juga.
    Saya coba complain ke email mereka, tapi jawaban mereka kurang memuaskan juga dengan alasan DC hanya mengingatkan.
    Saya baru tau, kalau prosedur penagihan Tunaiku harus menggunakan DC.

    2
    1
    • 14 Oktober 2020 - (16:10 WIB)
      Permalink

      Pelajaran buat yg lain kalo di datangin DC amarbank model gitu teriakin maling apa rampok biar dari pihak amar bank lebih punya sopan santun

  • 14 Oktober 2020 - (13:40 WIB)
    Permalink

    Memang gitu amarbank? Saya terlambat hanya hitungan hari, tidak sampai 1 minggu diteror dimaki sama dcnya, seolah2 saya tdk mampu bayar dan kabur, kalau digituin sama dc jangan takut dilawan aja, org2 kyk gitu emang ga ada otak beraninya main omongan dengan nada tinggi, bulan juni 2020 saya terlambat 5 hari, di wa dengan nada ancaman dengan dc namanya jack, dia ancam mau ambil barang saya senilai pokok pinjaman saya, akhirnya saya suruh ke rumah untuk pilih sendiri, disatu sisi saya lsg laporkan ke polisi, jadi dcnya saya pancing? Kemudian datang dan ambil barang, pas saat itu juga sudah ada pihak dr kepolisian…dibuat pakai cara saya saja buat pelajaran bagi mereka n percuma lapor2 ojk n afpi, lembaga ga berguna itu…saya pernah ajukan aduan juga tdk ada respon…s

    • 14 Oktober 2020 - (14:10 WIB)
      Permalink

      Boleh share untuk pelaporannya dengan alasan apa ya agar bisa diterima oleh pihak kepolisian. Apakah pelaporannya atas tindakan tidak menyenangkan dan merugikan atau pengancaman?

      Seharusnya lembaga seperti AFPI dan OJK dengan banyak nya informasi negative atau complain terkait Tunaiku-Amar Bank melakukan tindakan review… semoga saja lembaga itu benar benar bekerja sebagaimana mestinya.

      Terimakasih mb sekali lagi untuk sharing dan sarannya.

      • 14 Oktober 2020 - (14:21 WIB)
        Permalink

        Untuk pelaporan saya pakai pasal 362 KUHP dan 365 KUHP, pencurian dan perampasan.dan untuk ancaman secara verbal pasal 368 ayat(1) KUHP ..pasal ini bisa dipakai kalau ada ancaman dari dc…..kalau dc menunjukkan surat tugas, berarti itu suruhan dr bank..pihak bank bisa dilaporkan juga, berhubung dc yg kontak saya tdk menunjukkan surat tugas ya dia aja yg saya penjarakan, denger2 dc yg saya penjarakan kena hukuman 8 thn penjara, biar kapok..

        • 14 Oktober 2020 - (14:48 WIB)
          Permalink

          Baik terimakasih sharingnya. Sampai DC tersebut kembali lagi dan berulah akan segera saya laporkan bahkan bukan hanya pidana untuk DC nya tetapi perdata untuk si Tunaiku-Amar Bank mungkin bisa ya karena sudah sangat merugikan dengan datang pertama tanpa APD disaat pandemi seperti ini.

        • 14 Oktober 2020 - (15:48 WIB)
          Permalink

          Trus biaya sidang, bayar lawyer dll bapak habis berapa? Saya malah takutnya lebih besar dari jumlah hutangnya

          • 14 Oktober 2020 - (16:11 WIB)
            Permalink

            Biaya sidang sekitar 2jtan, kalau lawyer saya pakai lawyer keluarga…kalau cuman pidanakan dc nya ga mahal kok? Kecuali kalau menuntut banknya baru biaya agak besar..

        • 14 Oktober 2020 - (18:06 WIB)
          Permalink

          Saya juga nasabah amarbank pak tunaiku..itu dc sampai ke rumah pak rt..memalukan saya krn saya belum bisa bayar..saya sudah jelaskan saya habis melahirkan sy.jg di phk.dr kantor tapi dc tsb gak mau tau

    • 14 Oktober 2020 - (16:12 WIB)
      Permalink

      OJK Ama afpi itu dah terlalu kenyang makan duit dari aplikasi ginian makanya mereka itu diam

    • 1 Maret 2021 - (16:04 WIB)
      Permalink

      Lalu utk tagihannya bagaiamna ?kita ttep bayar apa gmna pak..,, soalnya suami saya di kejar2 dc dan tdk menunjukan surat tugas dri bank amar

  • 14 Oktober 2020 - (14:47 WIB)
    Permalink

    Apa pun pinjol kalian yg gunakan mulai detik ini stop bayar..tidak bayar pun kalian lunas

      • 14 Oktober 2020 - (21:18 WIB)
        Permalink

        Maksud nya kita gak sanggup bayar lagi y sudah stop aja, toh masuk nya perdata, tak apa blaskist bank klo emang terdaftar di ojk, klo gak terdaftar ojk mah aman dari blaskist bank, pengadilan pun akan menanyakan kesanggupan klo gak sanggup y lunas, sebab di uu perdata orang berhutang gak masuk pidana, kecuali nipu data, niat gak bayar, kembali ke jalan Allah lupakan dengan bank

    • 21 Oktober 2020 - (17:02 WIB)
      Permalink

      Oww gitu ya pak
      Soalnya sy seorang guru tk, pandemi ini membuat sekolah saya blm buka & murid byk yg tdk byr spp, bahkan kami guru swasta kehilangan pendapatan, boro2 untuk byr cicilan untuk harian saja dr bansos…
      Tgl 15 oktober sy di telpon oleh penagih ammarbank dikasih waktu sampai akhir oktober dan diancam kalau tdk byr akan di datangi tim penagih dc preman, bahkan ancamannya sy rekam…

    • 15 Desember 2020 - (23:03 WIB)
      Permalink

      Mba maaf. Setelah debat. Lalu dc nya pulang dgn sendirinya apa gmana? Apa titip pesan gtu ?. Lalu besok2nya apakah dia kembali lagi mbak ?
      Mohon saling share nya ya mbak

  • 14 Oktober 2020 - (17:02 WIB)
    Permalink

    Kepada semua nasabah amar bank/tunaiku atau apapun itu, percuma menghadapi mereka dengan berbagai cara apapun karena mereka semua tidak berotak dan seperti orang yang tidak berpendidikan sama sekali caranya menghadapi nasabah yang sekarang ini jangankan buat bayar angsuran, buat makan aja susah dengan kondisi seperti sekarang ini, solusi terbaiknya hanya satu install aja apklikasi Truecaller pasti dengan sendirinya mereka akan kehilangan akses dengan kontak nasabah, terima kasih semoga bisa membantu.

  • 14 Oktober 2020 - (23:59 WIB)
    Permalink

    Tidak usah takut mba,untuk masalah DC mengancam untuk menyita,karena tidak ada jaminan saat pengajuan/akad nya..
    Itu semua hanya geretakan belaka,Namanya juga orang kerja pasti pingin dapet komisi,DC itu dapat % an dari nasabah yg mereka tagih..
    Jadi ya itulah Hutang Harus siap mental untuk kedepannya apa bila ada kendala dalam membayar angsuran…
    Semua manusia pasti punya hutang baik hutang materi atau hutang Budi ..
    Namanya manusia Makhluk Hidup,
    Walupun 22 nya tidak di beberkan,lebih baik berhutang,dari pada mencuri..

  • 12 Januari 2021 - (13:55 WIB)
    Permalink

    selamat siang teman2 smua. saya nuke, nasabah amarbank. saya telat bayar angsuran ke amarbank hampir 3 minggu. dan pihak mereka mengirimkan WA yang isinya akan mengirimkan DC ke rumah dan ke kantor setiap hari untuk tarik lunas sisa angsuran. jika tarik lunas sisa angsuran nilainya 9jutaan. apakah teman2 disini ada yang pernah mengalaminya sperti saya? makasii.

 Apa Komentar Anda?

Ada 37 komentar sampai saat ini..

AmarBank dan Debt Collector

oleh Lia dibaca dalam: 1 menit
37