DBS Memberikan Informasi Palsu Mengenai Pengiriman Kartu Kreditnya

13 Oktober 2020

Assalamualaikum wr wb,

Nama saya Eva, 3-4 minggu yang lalu, saya mendapatkan telepon dari DBS dengan nama Pak Reza Pahlevi (ga tahu nama benar atau samaran) dan dia mengatakan bahwa kartu kredit saya sudah disetujui dan akan dikirim dalam waktu 14 hari kerja. Saya menanyakan kebenarannya karena saya sudah sering mendapatkan telepon seperti ini dari DBs tetapi hingga sekarang belum ada yang bener.

Pak Reza meyakinkan saya bahwa kali ini kartu kredit saya benar-benar akan dikirim karena ada referensi dari Kartu Kredit saya yang lain. Ia juga menanyakan kemana kartu saya akan dikirim. Walaupun ga percaya 100%, akhirnya saya menyetujui akan menunggu kartu saya 14 hari kedepan. Lalu saya diminta untuk bertemu dengan kurir DBS yang akan mengambil foto selfie saya dan kurirnya untuk kelengkapan dokumen. Keesokan harinya, saya bertemu dengan kurirnya dan proses selesai, saya tinggal menunggu pengiriman kartu.

Selama menunggu, saya mencoba tetap berkomunikasi dengan pak Reza di WA, saya menanyakan bagaimana proses pengirimannya, namun dia selalu mengatakan jawaban yang sama, menanyakan apakah saya sudah dapat telepon atau SMS. Saya mengatakan pernah ada telepon menanyakan apakah saya betul mengajukan aplikasi CC di DBS, dan meminta saya untuk menunggu lagi dan stand by ditelepon jaga-jaga jika ada telp dari no 021-. Nyatanya sampai hari ini, tidak pernah ada yang telepon dari no yang dimaksud.

Dan akhirnya kemarin saya mendapatkan SMS bunyinya jika Kartu Kredit DBS saya tidak disetujui. Saya heran kenapa tidak disetujui, padahal Pak Reza bilang sudah mau kirim. Lalu saya langsung menghubungi Pak Reza menanyakan hal ini, dan sampai hari ini tidak ada respon.

Demikianlah komen saya, harap dapat direspon dan mungkin bisa menjadi masukan buat para pembaca semua yang mengalami kasus yang sama seperti saya. Saya menyampaikan komen ini dikarenakan kecewa dengan kinerja tim CC DBs yang terus memberikan informasi palsu kepada konsumen, menjanjikan hal yang tidak pasti dan hoax. Oleh karena itu harap diperbaiki dan berikan informasi yang jujur kepada konsumen.

Saya tidak masalah jika dalam prosesnya memang kartu tidak disetujui, karena itu hal yang biasa. Tapi dengan mengatakan kartu sudah akan dikirim, namun sebenarnya belum selesai proses, menjadikan DBS seperti Bank penyedia kartu kredit yang tidak kompeten. Terimakasih

Wassalamualaikum,

Eva
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank DBS Indonesia:
[Total:12    Rata-Rata: 2.8/5]
Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdri. Eva Sylvania

Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mediakonsumen.com. Melalui surat ini, kami...
Baca Selengkapnya

Loading...

17 komentar untuk “DBS Memberikan Informasi Palsu Mengenai Pengiriman Kartu Kreditnya

  • 14 Oktober 2020 - (18:48 WIB)
    Permalink

    HOAX campur PHP bu itu. Sy buat DBS ko gak perna foto selfie ya? apalg jemput dokumen. Krn yg skrg lagi marak foto selfie dgn pegang KTP bisa disalahgunakan untuk pinjol2 yg skrg lagi rame dan ngehits. Smoga data ibu aman ya. buat pengalaman ke depannya

    • 14 Oktober 2020 - (23:03 WIB)
      Permalink

      Sebenernya saya juga udah tanyakan dari awal, bener ga kali ini memang mau kirim. Karena ini bukan pertama kalinya Dbs menghubungi saya perihal yang sama. Dan menambahkan juga, saya ga foto dengan KTP sih, cuma foto sama petugas lapangannya aja. Mudah2 an aman data saya dan tidak disalah gunakan. Terimakasih atas perhatiannya.

    • 15 Oktober 2020 - (09:37 WIB)
      Permalink

      sy nasabah kartu kredit smp saat ini msih memiliki 21 Bank status aktip, dengan punya 21 bank Tsb sy bisa cukup tahu karakteristik setiap bank baik jenis maupun promo²nya dibantu update di IG nya bank² tsb.

      ( total limit hmpir 2 Milyar dan hobi utk perjuangan naikin limit dan hobi traveling , pke utk modal usaha dan konsuptip hidup 24 jam 😃, tdk suka utang yg tdk produktip, hidup sederhana dan sdh non tunai 99,99% sejak 3 Th terahir,tetap mnjg kolektibilitas Slik OJK 1.0 (lancar) dan mengurangi uang kartal/Tunai,hidup lebih berkelas dan utk indonesia Maju)

      Karena hobi.
      pnya kartu kredit smp 21 bank disetujui wlw himbauan BI setiap org maksimal 3 (kuatir terjerat utang maunya pke pas byr ga pnya uang masalah😂😂) nyatanya dilapangan 21 bank msih approve hehehe, jd Setiap nasabah berhak dpt kartu kredit berapapun namun dikmbalikan ke bank tetap SOP dan prinsip kehatihatian ,namun Bank akn seletip kpd nasabah tsb dari NIK e-KTPnya, krn aktipitas kreditnya dimanapun terekam di SLIK OJK limit brp,dari mana sj, utang dimn sj,asuransi swsta yg diikuti apa sj ,bgmn cara byr nya,lancar tdk nya sampai telat byr 1 hari atwpun telat 180 hr(6 bln) dan status kolektibilitas,lancar,dlm prhatian khusus,diragukan,smpai macet ada keterangan. Bank ataw pemberi kredit sgt mudah utk melacak seseorang dari NIK eKTP yg menjadikan analis kredit prtimbangkan utk skoring dan Persetujuan kredit.

      Terkait Mbak Eva itu yg sy pahami pd tahap ditawarin oleh Sales dan dlm bisnis kartu kredit ada ribuan sales baik lngsung telemarketting atw offline ,kmitraan ataw jasa bantu , kdg satu sales bisa nawarin bnyk bank yg sales kmitraan, Baik sales organik banknya atwpun apalagi kmitraan tdk ada kewenangan utk intervensi persetujuan pngajuan kartu kreditnya. Jeleknya kadang /bnyk sales yg membual omongan/janji manis pasti setujui/dpt limit besar,jenis kartunya atw pun free iuran padahal blm tentu yg akn sebenarnya di follow up oleh tim analis ,tim sales / mitra sales hnya kewengan mncari nasabah baru sj ranahnya dan demi mndapatkn data ktp baru / pngajuan baru spy rayuanya berhasil bgtulah model cara² kotornya, krn klu sales itu bnyk dan mayoritas bkn pekerja tetap bank itu sendiri / pkerja tp status kntrak sj, bahkan mirisnya di Target setiap bulan 20 -25 dpt ktp/data pengajuan baru yg dpt disetorkn klu mau dapat honor/upah/gaji sbg target tercapai ( info yg sy terima gaji klu trpenuhi target 1,5 jt – 2 jt ) dan klu tdk dpt target tdk dpt gaji no work no pay , dan dpt bonus lg klu dari data yg masuk ada yg disetujui per nasabah dari jenis nya kartu disetujui gold,platinum,co branding beda² komisi 200 rb – 500rb.

      utk itulah klu kita apply kartu kredit dan data sdh masuk 14 hari kerja diluar tgl merah atw sabtu dan minggu (kira2 18 hr kalender) segera telpn ke cell center bank nya 24 jam,utk menanyakn status applikasinya,bilamana tdk mndapatkn verifikasi analis ataw notifikasi sms/ email. karena klu urusan kartu kredit hnya ada satu sistem di bank pusat dan di devisi pusat kartu kredit satu pintu tdk ada kewengan di bank² cabang nya apa lagi di kc/kcu/kcp/unit (utk BRI) /cabang smping rumah kita². (jgn gagal paham)

      Bnyk belajar utk tahu terkait kartu kredit ,cara apply,proses ,manfaat, resiko, dan promo²nya jg hrs update di sosmednya bank pemberi kredit, ataw lngsung di cell center banknya 24 jam.

      **jgn pernah mudah terayu sales kartu kredit,utk memberikan data² krn bnyk/ rentan disalah gunakan saling lempar berkas ke sales²lainya, bank 1 ke bank lainya ataw sebaliknya.

      **jaga kode OTP/CVV/CVC/PIN/Otentikasi SMS/email bersifat sgt RAHASIA. jgn pernah memberikan kpd siapapun termasuk petugas Bank dan waspadai segala upaya penipuan.

      sukses utk mbak Eva, berbagi ilmu utk kebaikan dan kecerdasan segenap masyrkt indonesia, menuju indonesia non Tunai utk indonesia maju

      • 15 Oktober 2020 - (11:54 WIB)
        Permalink

        Wahh..mas Fayakun, ini masukan yg sangat baik buat saya. Terimakasih banyak. Sukses terus, mas👍

        • 15 Oktober 2020 - (13:53 WIB)
          Permalink

          Tks, sm² , maksimalkan utk non tunai, klu pnya uang tunai setorkan ke bank teller atw ATM non tunai ,ditabung.

          Dgn hidup non tunai keuntungan/ promo makin bnyk dinikmati dan hidup lebih hemat, jgn telat byr Bill tagihan utk menjaga kolektibilitas wlwpun itu telat 1 hr,spy iklusi baik dan mudah dinaikan limitnya kepercayaan bank ,byr tranfers jgn byr tagihan klu beda bank atw klu beda bank spy realtime / langsung sampai gunakan Tranfers bkn byr Tagihan, klu via teller minimal 3 hari sblm jatuh tempo dan klu bisa jgn krn ada biaya tranfers wlw sama satu bank.

          Bersyukur bagi yg sdh punya rek kartu kredit Tdk smua org dipercaya memiliki kartu kredit wlw itu pnya jabatan, gaji tetap ataw pngusaha/pelaku usaha (bnyk apply kartu kredit bank tdk setujui) apa lagi yg jelas² financial tdk mapan cukup sulit bs mndapatkan kartu kredit,krn bnyk syarat rmh hrs tetap milik sendiri, pnya telepon rumah dan ataw hrs ada nomor telepon kntor/krjanya (wajib) ada slip gaji / surat keterangan pajak tahunan (SKP) ataw pngusaha/pelaku usaha ,siup, NPWP dll.

          dan Bagi temen² ASN/PNS/TNI/Polri cukup sulit memiliki kartu kredit/disetujui nya krn upah diatur negara ga bisa dimark up seperti pada sektor swasta upah kecil yg sebenarnya dlm PP no 44 th 2020 ttg gaji PNS/ASN/TNI /Polri dan ada sebagian bank mewajibkn minimal syarat umum hrs sdh gol 3B (S1) tdk berlaku utk CPNS ,dan TNI sdh Perwira Pangkat KAPTEN, dan Polri hrs sdh minimal perwira AKP.

          kaya apapun seseorang bnyk rekening tabunganya seseorang tsb tdk/blm mnjamin pngajuan kartu kredit disetujui.

          Dan bagi yg sdh memiliki Rekening kartu kredit apapun jenis nya rendah atw tinggi ,limit kecil dari 3 jt – 1 Milyar.utk tetap menjaga kepercayaan bank pemberi kredit spy memudahkn keberlangsungan hidup diri dan keluarga, kartu kredit jgn di jadikan RIBA ikutin sistem yg ada yg tanpa bunga disiplin dan tggjawab spy terjauh dari riba dan utang/depcolektor. Ayo maju utk indonesia maju

      • 15 Oktober 2020 - (16:23 WIB)
        Permalink

        Itu sebenarnya memang tidak disetujui. Tapi ada karyawan yang kebetulan mungkin merekap data data dari pengajuan yang tidak di acc, dan dia mencoba menipu anda dengan menanyakan alamat dan minta selfie dengan KTP. Itu biasanya persyaratan untuk pendaftaran fintech fintech.
        Semoga kita selalu dilindungi

        • 15 Oktober 2020 - (17:20 WIB)
          Permalink

          Iya pak… sepertinya memang benar seperti yg bapak bilang. Semoga orang2 seperti ini dibukakan hatinya dan melakukan pekerjaan yang lebih baik. Jangan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Terimakasih responnya pak

  • 14 Oktober 2020 - (22:22 WIB)
    Permalink

    Sebaiknya anda koreksi diri dulu mba,, anda belum jadi nasabah bank dbs saja sudah komplen ini itu,,komplennya di media pula,, bagaimana nanti kalau kartunya di setujui? CC banknya anda pakai,, terus telat bayar,, nantinya anda komplen lagi,, waduuuh,, malah makin repot banknya..

    • 14 Oktober 2020 - (23:00 WIB)
      Permalink

      Maaf ya, maksudnya koreksi diri gimana. Dari awal pihak Dbs kok yg hubungibsaya berkali2 nawarin CC nya. Saya tidak pernah minta atau maksa. Yang ada saya malah mempersilakan saja jika mau diproses. Kalo dari awal pihak dbsnya bilang saja tidak disetujui, saya juga mengerti kok. yang saya komplain kan disini adalah pernyataannya yang bilang sudah mau dikirim. Buktinya WA saya langsung di block. Berarti yg niatnya ga bener bukan saya. Biar hal ini ga terjadi sama pembaca lain. Jangan2 anda salah satu marketing DBs yaa yang ga achieve target, lalu biar keliatan kerja, PHP in konsumen dengan janji palsu seperti yang saya alami.

      • 15 Oktober 2020 - (07:11 WIB)
        Permalink

        Kalau marketingnya bilang sudah dalam proses kirim,, bisa jadi kartunya sudah jadi,, tapi melihat karakter calon nasabahnya spt anda,, bank bisa membatalkan itu,, ambil hikmahnya aja mba,, dengan di cancel nya ccnya,anda, terbebas dari hutang, terbebas dari telponan dll.

        • 15 Oktober 2020 - (11:59 WIB)
          Permalink

          Maksud karakter saya seperti apa? Anda sebagai apa sudah menjustifikasi karakter orang?? Saya disini tidak melakukan apa2 selain minta pertanggungjawaban omomgan pihak Dbs. Kenapa Anda jadi ga dapat esensi masalahnya? Aneh…Tanpa kartu ini hidup saya juga baik2 saja kok. Hanya pelajaran lah buat siapapin itu yg nelpnsaya ngaku2 dari Dbs apa ga, biar ga gini2 amat cari uang dengan cara menipu orang, iming2 sesuatu yg ternyata ga bener.

    • 15 Oktober 2020 - (00:04 WIB)
      Permalink

      @Renata apaan sih kok ga nyambung? Baca lagi yang teliti inti dari keluhan ini apa. Jelas ybs sdh menghabiskan waktu untuk proses sesuatu yg cm akhirnya PHP. Kemudian ybs jg rentan dgn penyalahgunaan data. Kalau yg mengaku dr pihak bank bekerja profesional, seharusnya jujur dr awal bahwa kartu kredit masih bersifat pengajuan, bukan malah bilang sudah disetujui dan proses pengiriman. Ini jelas marketing itu cm mau target aplikasi kartu kredit yg baru dgn bujukan kartu kredit sdh disetujui biar ybs mau memberi dokumen utk kelengkapannya (yg sebenarnya jg cm pengajuan). Nah klo dia jujur bilang masih bersifat pengajuan belum tentu ybs tertarik utk melanjutkan proses.

  • 14 Oktober 2020 - (23:01 WIB)
    Permalink

    Hi Kak,

    Setelah baca cerita Kakak di atas, takutnya sih ada penyalagunaan data oleh pihak lain. Menurut ku waktu apply CC sih tidak minta foto selfie, kalau ada kurir anterin Kartu Kredit ya cukup Tanda Tangan.

  • 15 Oktober 2020 - (03:27 WIB)
    Permalink

    Marketing DBS memang seperti itu.
    Saya punya pengalaman yg sama cuma bedanya sy ditawari KTA nya.
    Sdh maksa2 minta data sampai meyakinkan tinggal pencairan, ujung2nya ditolak.
    Hai agent DBS, Kalo memang blm pasti Ndak usah janji2 deh..
    Kita jg ga butuh2 amat layananmu yg amburadul. Sdh minta pendataan, maksa lagi.

  • 15 Oktober 2020 - (04:32 WIB)
    Permalink

    Waduh Eva, mesti dilacak tuh.Jangan jangan foto Eva disimpan Pak Reza di dompetnya.Dicek juga Reza Pahlevi benar ada di DBS atau tidak.Bank sekelas DBS kok bisa begitu ya.Tapi tetap harus disyukuri, setidaknya tidak nambah beban.Dulu saya bangga banyak kartu kridit limitnya lumayan.Sekarang disaat gak bisa bayar, saya sering didatangi debt collector.Belum lagi telpon terus menerus.Nadanya keren.Gak ada lagi iming iming diskon es krim tapi caci maki.Mari kita mulai Hidup Tanpa Kartu Kridit.Tanpa KK Lebih Bahagia.

    • 15 Oktober 2020 - (12:04 WIB)
      Permalink

      Iya pak..terimakasih sarannya. Sebenernya saya itu awalnya cuma mau bantu pak. Kadang2 kasihan juga sama mereka yg suka nawarin kita via telp, mau bikin kartu, dll. Karena saya ngerti mereka itu kerja dan coba cari masukan. Tapi kalo sampai ngasih info bohong gitu yaa ga bener jugaa sih kalo didiemin terus. Harus ada tindakan. Nah inilah yg bisa saya lakukan. Masalah ga dapet KK nya sih saya bodo amet, bener kata pak Bambang, malahan bebas utang☺️

 Apa Komentar Anda mengenai Bank DBS Indonesia?

Ada 17 komentar sampai saat ini..

DBS Memberikan Informasi Palsu Mengenai Pengiriman Kartu Kreditnya

oleh Eva Sylvania dibaca dalam: 1 min
17