Putus Mitra Secara Sepihak oleh Grab Indonesia

Yth. Manajemen Grab Indonesia,

Salam hormat, saya mitra driver GrabBike. Beberapa bulan yang lalu saya mendapatkan sanksi Putus Mitra (PM) dengan alasan sering membatalkan order. Memang saat itu saya terkadang dengan terpaksa harus membatalkan order karena alasan tertentu, misalnya pihak customer tidak bisa dihubungi. Sehingga dengan terpaksa saya batalkan karena khawatir order fiktif. Ditambah lagi nominal transaksi yang cukup besar.

Namun PM tersebut sangat saya sesalkan dan cukup janggal, karena tidak sesuai kode etik yang berlaku di Grab. Dalam kode etik, PM itu bisa dikenakan bagi driver yang melakukan pelanggaran berat (misalnya pelecehan seksual penumpang, dll). Tidak ada pasal yang menyebutkan bahwa sering melakukan pembatalan bisa berakibat PM. Jadi cukup janggal.

Semoga kasus saya ini bisa jadi perhatian pihak manajemen untuk ditindaklanjuti.

Terima kasih.

Idad Nursyamsi
Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Grab Indonesia:
[Total:801    Rata-Rata: 2.3/5]
Tanggapan Grab Indonesia atas Surat Pembaca Bapak Idad Nursyamsi

Kepada Bapak Idad dan Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com, Pertama-tama kami sangat berterima kasih atas kerja keras yang telah dilakukan oleh...
Baca Selengkapnya

Loading...

45 komentar untuk “Putus Mitra Secara Sepihak oleh Grab Indonesia

  • 24 Oktober 2020 - (12:08 WIB)
    Permalink

    Teman saya ada juga yg di PM alasannya sering membatalkan order. Kalau alasan nya takut order fiktif kan nanti di ganti sama pihak grab, kerjain aja dulu.

    21
    27
    • 24 Oktober 2020 - (13:24 WIB)
      Permalink

      Waduh klo terindikasi fiktif ngapain dijalanin. Buang2 waktu. Memang pihak grab bisa ganti, tapi itu butuh proses. Gak ujug2 diganti setelah laporan masuk

      26
      5
      • 24 Oktober 2020 - (13:54 WIB)
        Permalink

        Lebih parah lg…klo kena PM…..dompet kt jg hilang…..Pdhl itu kumpulan hasil krja kra driver

        18
        2
      • 24 Oktober 2020 - (22:03 WIB)
        Permalink

        Ya bos bukan itu aja, kdang argo nya kga sesuai, atau titik nya kga sesuai, masa harus si angkut jga

      • 24 Oktober 2020 - (22:17 WIB)
        Permalink

        Adakah asosiasi nasional yg memperhatikan nasib para driver? Haloo

        Pemerintah dlm hal ini kemenkominfo dan kemenhub kemana hanya nodong doang

        Property , tenaga , pikiran driver ditukar uang receh yg tak akan mencukupi kehidupan driver

        15
      • 25 Oktober 2020 - (00:33 WIB)
        Permalink

        Waduh bang, saya pernah kena Opik, tapi di ganti dalam 2 hari, yang penting kita jujur, malah menang banyak, dapat makanan iya, di ganti lagi kerugiannya, dan tidak buang buang waktu, hanya meluruskan

        8
        6
    • 24 Oktober 2020 - (13:49 WIB)
      Permalink

      saya jg mengalami yg sama,pada kasus sering membantal kan order,pada saat di musim hujan order maraton masuk pada saat hujan yg loaksinya tidak terjangkau sehingga dgn terpaksa di cencel,dan pada saat menerima order food gabungan pada saat hujan,pada saat mengambil 1 order pertama hujan belum turun,setelah hujan turun begitu deras masuk order gabungan yg kedua,karna tujuan tidak searah dgn terpaksa saya cencel 1 order,apa yg terjadi di esok harinya saya menerima notif PM…padahal mangambil dan menolak order adalah hak driver untuk menetukan pengambilan order,dan kalau mau hitung”ngan pengambilan order dan total jarak temppuh yg sdh saya jalanin slama mnjadi driver grab jauh lebih banyak dri order yg saya cencel,tapi pihak grab tidak melihat ke sisi itu,hanya mementingkan keuntungan pihak grab saya tanpa melihat dari sisi driver,semoga pihak grab lebih bijak lagi terhadap driver yg masih aktif saat ini dan semoga pihak grab dapat melakukan program pemutihan terhadap DRIVER PM dgn kasus pembatalan

      52
      2
      • 6 November 2020 - (00:47 WIB)
        Permalink

        Yth. Manajemen Grab Indonesia,

        Salam hormat, saya mitra driver GrabCar. Beberapa bulan yang lalu saya mendapatkan sanksi Putus Mitra (PM) dengan alasan terindikasi aplikasi tambahan san setelah di periksa d GDC tidak terbukti.

        Namun PM tersebut sangat saya sesalkan dan cukup janggal, karena tidak sesuai kode etik yang berlaku di Grab. Dalam kode etik, PM itu bisa dikenakan bagi driver yang melakukan pelanggaran berat (misalnya pelecehan seksual penumpang, dll). Jadi cukup janggal.padahal jelas2 di cek di GDC tidak terdapat aplikasi tambahan.kadi kesalahan sistem..mitra yang kena

        Semoga kasus saya ini bisa jadi perhatian pihak manajemen untuk ditindaklanjuti.

        Terima kasih.

        Panji raspati
        Bandung jawabarat

    • 24 Oktober 2020 - (14:10 WIB)
      Permalink

      Memang grab itu hanya pentingkan keuntungan perusahaan…
      Driver hanya di anggap sebagai orang tak berguna ajah….

      34
      3
      • 24 Oktober 2020 - (19:58 WIB)
        Permalink

        Sama saja bang, saya driver gocar yg baru di PM sekitar 2 minggu lalu, dgn alasan pakai aplikasi modifikasi, padahal saya juga tidak ngerti sama sekali apa itu aplikasi modifikasi . Hal tersebut sdh saya tanyakan dan lakukan banding kpd pihak gojek pada saat ada peringatan 1, baik melalui menu bantuan, email, maupun telp ke cs, tetapi tidak ada solusinya, mau datang ke kantornya pun tutup karena WFH, jawabannya adalah ” hanya mengisi survey, apakah pelayanannya baik atau buruk” , setelah itu saya pun terkena suspend selama 7 hari, lagi lagi buat laporan dan minta solusinya kira kira apa yg harus saya lakukan pada hp saya dan apa buktinya kalau ada modifikasi di hp saya? tetapi jawabannya jalankan saja masa suspendnya, setelah 7 hr saya telp cs , minta petunjuk agar saya jgn sampai kena PM dan saya jelaskan kembali, lagi lagi jawabannya cuma suruh isi survey pelayanannya, akhirnya 2 hari kemudian tiba tiba kena PM, padahal performa saya baik, pada saat suspend saya sedang menjalankan order yg ke 15 dgn performa 100%, lalu ajukan banding lagi, sempat disuruh ke kantornya di kemang, tetapi tutup, akhirnya hasil bandingnya tetap PM tanpa bisa dibuktikan apa kesalahannya, alhasil sampai sekarang sdh 2 minggu lebih, sisa dana saya pun belum dikirim ke rekening saya, capek deehhhh…gojekk…oh gojekk…

        3
        2
      • 24 Oktober 2020 - (21:21 WIB)
        Permalink

        namanya usaha, kantor ya keuntungan mereka lah
        coba lo bro punya usaha,mikirin untung ga?

        1
        7
      • 25 Oktober 2020 - (01:59 WIB)
        Permalink

        Mank ******* grab…ambil keputusan cuma sepihak tanpa tau kondisi dilapangan harus ktmu custamer sama jahat nya kaya grab…

    • 25 Oktober 2020 - (10:30 WIB)
      Permalink

      Saya putus mitra dari grab, di tuduh meminta uang parkir dengan nominal tidak wajar.
      Padahal saya tidak sama sekali melakukannya.
      Aneh nya si grab, gk pernah ngasih peringatan atw suspen sementara kalau misalkan saya melanggar,ini main langsung PM.
      Anehnya grab ketika saya pertanyakan dmana kesalahan saya di kantor da via email berbeda jawaban nya.
      Malah merahasiakan si pelapor di saat saya menanyakan siapa yang melaporkan saya.

      • 24 Oktober 2020 - (16:06 WIB)
        Permalink

        Ini Bukan masalah menyesalain. Rezeki itu memang sudah diatur. Tapi disisi lain driver itu harus sepak up. Harus kritis. Biar aplikator ini gak se enaknya aja

        18
        1
    • 24 Oktober 2020 - (21:19 WIB)
      Permalink

      grab udah besar di sg sbelum di indo bro. lo dapet duit dari mereka jgn sok play victim

      3
      10
  • 24 Oktober 2020 - (13:12 WIB)
    Permalink

    Memang aneh banyak temen saya yg kena PM dengan alasan tidak jelas dan datang ke kantor cs bilang itu oleh server,,sedangkan yang pake fake GPS aman2 saja karena mereka member yg harus bayar ke grab 50rb/bulan,,server yang aneh,,oknum di pelihara

    19
    2
  • 24 Oktober 2020 - (13:21 WIB)
    Permalink

    Suami saya kena suspend karena komen pelanggan,harus nya kalian jgn cuma mendengar keluhan konsumen kalian juga harus dengar konsumen driver juga jgn se enak nya aja suspend tahu gak para driver hujan kehujan panas kepanas cuma buat ngebesarin nama kalian tapi apa yg kalian bikin g punya hati asal suspend aja akun org

    23
  • 24 Oktober 2020 - (13:31 WIB)
    Permalink

    Klo gw beda lagi gr”teman salah ambil hp gw salah vermuk akun dpikir akun gw djokiin sampe gw bawa orgnya yg vermuk akun gw driver grab jg sampe akunny dia ditunjukin klo dia driver grab jg tetep aj Masi di pm

    1
    4
    • 4 November 2020 - (11:13 WIB)
      Permalink

      Boikot ..
      Gunakan jasa aplikasi dalam negri
      Gojek indonesia

      Perusahan dari malaysia tidak memanusiawikan mitra ya
      Malu pakai atribut Grab malaysia

      Kita indonesia majukan produknya

      • 4 November 2020 - (11:18 WIB)
        Permalink

        Yang masih membanggakan Grab
        Pindah saja menjadi warga negara malaysia..
        Malu pakai Grab produk malaysia
        Malaysia
        Malaysia
        Malaysia

        Tukang klaim tanah air indonesia

  • 24 Oktober 2020 - (13:46 WIB)
    Permalink

    memang kaya ya lagi pengurangan banyak itu, mungkin buat cari drive baru x, kan lumayan 1 org brp sekarang klo daftar

  • 24 Oktober 2020 - (14:33 WIB)
    Permalink

    Cancel orderan adalah hak mitra.. mitra yang tau bagaimana kondisi di lapangan. Cukup yang sering cancel di suspend sehari atau seminggu itu sudah cukup memberi pelajaran bagi mitra. Hargai lah mitra mu Grab. Sudah berapa lama mitra mengumpulkan pundi pundi rupiah untuk mu. Apakah ada di kode etik membatalkan order PM?. Klo bisa yang putus mitra dapat pesangon 24x Ump biar bisa buka usaha lain…

    21
    2
    • 24 Oktober 2020 - (21:17 WIB)
      Permalink

      hahhahahha lucu
      24x ump
      klo semua mental kyk gini mana bisa indo maju.
      maunya duit gampang.

      3
      6
  • 24 Oktober 2020 - (16:12 WIB)
    Permalink

    Kembali ke kenangan pahit saya driver uber dari tahun 2017 pertengahan dan bergabung dengan grab 2019 karena memang uber di akuisisi oleh grab ,, singkat cerita selama saya di uber tidak embel embel apa pun kita sebagai driver dengan senang hati menjalani selama bertahun tahun dan setelah masuk grab saya baru berasa tekanan yang luar biasa sedikit sedikit peraturan yang ga masuk di akal saya saat itu menjadi spesialin penumpang ( ga main ,food,samidi,expres ) sampai tiba waktu ny di tahun 2020 saya terkena PM dengan alasan banyak pembatalan order sedangkan setiap hari aja performa saya di atas 80% jika minus sekalipun saya kejar sampai batas aman agar esok nya bisa onbid dengan lancar tapi pencapaian itu sia sia kita driver di lapangan dengan semangat dan tekad menggantungkan nyawa kita di atas aspal panas itu ga ada guna nya ,, untung saya punya aplikasi satu lagi pencinta anak bangsa yang sedikit faham akan mitra nya ,, saya menyesal terkena PM ?? Tidak sama sekali karena sebelum PM pun grab memang TA*i

    12
  • 24 Oktober 2020 - (17:08 WIB)
    Permalink

    Tanpa mitra apa grab bisa apa sampai sekarang. Tetapi kenapa selalu konsumen yg diutamakan tanpa memikirkan nasib mitranya. Sadar bung tanpa keringat kami grab tidak akan ada smp sekarang.

    13
    1
  • 24 Oktober 2020 - (17:12 WIB)
    Permalink

    Awal muncul memang bisa mesejahtrakan driver tapi sekarang. Pembagian order tidak adil, jng tutup mata bung kami tidak buta.

  • 24 Oktober 2020 - (20:20 WIB)
    Permalink

    Kalau pribadi ada telpon dari pusat ” orang kantor nanya saya pak ada komplenan dari
    Cs jl.porenta 2 pondok betung menanyakan barangnya udah sampai padahal itu barang udah sesuai alamat dan saya kasih ke pos
    Wisma atlet sesuai alamat . Besok saya di suspend 3 hari dan hari senin saya narik
    Orang pas ada someday saya lewatin besoknya
    Di pm kagak jelas si gerobak .anda putus mitra
    Karna kode etik 4 tahun di gerobak
    Gak ada yg namanya di hargai dari jaman grab emas saya ikut saya jalanin . Mudah mudahan
    Libas tuh si grobak dasar hukum apa an emang
    Peraturan hukum transportasi ente yang punya
    Ente kebanyakan makan duit bonus driver sama
    Driver kena pm masih ada saldo gak bisa di ambil .makan tuh duit keringat driver
    Hengkang lu bikin peraturan gak ada dasar hukumnya

    1
    1
  • 24 Oktober 2020 - (20:59 WIB)
    Permalink

    Begitu bnyak keluhan rakyat kalian….kalian kemn aja ?pemerintah dan wakil rakyat.ingat….kalian akan dimintai pertanggung jwbannya di akhirat nanti.

    2
    1
    • 24 Oktober 2020 - (21:37 WIB)
      Permalink

      Kuat ya di jalanin gak kuat yg tinggalin , jelas kok kita cuma MITRA yg siap kapan saja kena PM . Alhamdulillah klo beneran di jalanin its oke saja …. Masih ada REZEKINYA di GRAB atau GOJEK. intinya jujur dan kerja ikhlas. Gak Malas sss, Ingat OJOL cuma samping an . selama masih ada yg order dan ada OJOL yg ngambil orderan . Pasti GRAB DAN GOJEK masih stay at Indonesia. Mau ada yg lain gak masalah . Ingat cuma MITRA . Bukan karyawan.

      9
      4
  • 24 Oktober 2020 - (22:40 WIB)
    Permalink

    Disinilah letak perbedaan strategi pada masing2 driver dlm hal yg sama. Krn sya sdh pernah kena Opik sebesar Rp868.000,- dan sdh diganti oleh Grab, sya jadi lebih hati2 dlm transaksi tunai dgn hub pemesan sblm eksekusi. Dlm Grab Academy sdh diajarkan bahwa driver dilarang cancel krn jalan yg jauh dan hrs memutar. Jadi kesimpulannya jika blm siap jalan berhujan-ria, lebih baik dimatikan aplikasi Grabnya bro… Knpa dmikian, krn orang lapar itu bisa marah bila kelaparan, beda dgn org butuh antar brg paket, masih bisa ditunda jika kita cancel dgn menjelaskan kondisi kita saat ini. Jadi bersabarlah bro…banyak teman2 kita mengalami hal yg sama dan anda bisa dicoba aplikasi Maxim, indriver, nujek, smart ride, dll….tetap semangat ya bro…🙏🙏

    5
    2
  • 24 Oktober 2020 - (23:17 WIB)
    Permalink

    Udah gak usah banyak komen bla bla bla…
    Solusi cerdasnya kalau menguntungkan yah ON kalau udah gak menguntungkan yah udah OFF. Toh nanti juga apapun alasan Anda jawabannya hanya SISTEM, kalau begitu yah udah matikan sistemnya alias OFF semua…😁😁

    4
    1
  • 24 Oktober 2020 - (23:54 WIB)
    Permalink

    tiba tiba pm gara2 ga ferivikasi waktu keadaan ujan,aneh,,,ga masuk akal,,,,emang sih sampingan ngegrab,tp lumyan aja klo lagi libur,,,,,,untuk dompet juga aharusnya dikembalikan sepenuhnya,,,,itu kan hak kita

  • 25 Oktober 2020 - (10:45 WIB)
    Permalink

    Kapan yah driver ojol dapet bantuan dari pemerintah,sekarang profesi ojol sudah gak di anggap lagi oleh pemerintah. Ojol juga bagian dari masyarakat indonesia, apalagi di masa pandemi seperti ini sangat butuh bantuan dari pihak grab sendiri maupun pemerintah.

    1
    1

 Apa Komentar Anda mengenai Grab Indonesia?

Ada 45 komentar sampai saat ini..

Putus Mitra Secara Sepihak oleh Grab Indonesia

oleh Idad Nursyamsi dibaca dalam: 1 min
45