Iuran Tahunan Kartu Kredit Bank Mandiri

Saya Evie Ratna Sari, pengguna Kartu Kredit Titanium Bank Mandiri dengan nomor: 524325******6386. Pada awal pembukaan CC ini, saya ditawarkan bebas iuran tahunan selamanya selama kartu masih aktif oleh marketingnya.

Bulan Oktober 2020 ini saat membuka tagihan saya dikenakan iuran tahunan sebesar Rp300 ribu. Saya sudah mencoba telepon CS Mandiri, bahwa akan ditelepon oleh CS bagian iuran tahunan. Namun CS menelepon ke rumah saat jam kerja, dimana saya adalah seorang pegawai sehingga posisi saya saat jam kerja berada di kantor. Saat saya menghubungi 14000, saya diberitahu iuran tahunan tidak bisa dihapus dan tidak diberikan solusi oleh pihak CS Mandiri.

Saat saya tanyakan mengenai penutupan kartu kredit, iuran tahunan termasuk dalam yang harus saya lunasi. Padahal jika saya tutup seharusnya saya tidak perlu membayar iuran tahunan untuk setahun ke depan. Selama ini saya selalu lancar membayar. Saya kecewa, di masa pandemi ini seharusnya tidak memberati nasabah dengan dikenakan iuran tahunan.

Saya merasa dirugikan karena pembebanan biaya tahunan ini tidak diinformasikan terlebih dahulu. Apalagi di masa pandemi covid 19 ini, pembebanan iuran tahunan tentu memberatkan bagi konsumen.

Saya mohon Bank Mandiri tidak memberikan regulasi yang memberatkan nasabah ditengah pandemi covid 19 ini dan memberikan pembebasan iuran tahunan ini.

Evie Ratna Sari
Surabaya

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Kartu Kredit Bank Mandiri:
[Total:27    Rata-Rata: 1.9/5]
Tanggapan Bank Mandiri atas Pengaduan Ibu Evie Ratna Sari

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Ibu alami dan terima kasih atas masukannya. Menindaklanjuti pengaduan Ibu, pada tanggal 2 Desember...
Baca Selengkapnya

5 komentar untuk “Iuran Tahunan Kartu Kredit Bank Mandiri

  • 1 Desember 2020 - (08:21 WIB)
    Permalink

    Kayanya beberapa promosi iuran gratis cc hanya gimmick marketing yang benar benar free fintech tapi akun rawan dibobol serba salah

  • 1 Desember 2020 - (14:49 WIB)
    Permalink

    Setahu aku bank Mandiri tidak mengeluarkan jenis kartu kredit yang free annual fee (selamanya) deh. Bank yang mengeluarkan fasilitas tsb yang aku tahu cuma BRI dgn jenis kartu BRI Touch. Dan itu tercetak jelas dihalaman resmi bank penerbitnya. Dan untuk Mandiri aku cek memang tidak ada.
    Yang namanya marketing memang akan sekalu berkata manis, karena memang mengharapkan komisi dari setiap kartu kredit yang di-approve. Seharusnya sih ya kembali lagi ke masing-masing individu yang akan apply kartu kredit, kira-kira sebelum apply jenis kartu tertentu, ya memang sudah tahu S&K dan berapa kisaran annual fee yang diterapkan.
    Terkait penutupan kartu, ya tidak akan bisa di-approve oleh bank setelah annual fee terbit dan belum dibayarkan.
    Saran saja, apabila memang bank penerbit tidak bisa membantu untuk menghapus dan sudah tidak perlu kartu kredit tsb, segera dibayar annual fee-nya supaya tidak menjadi beban dan berbunga, setelah itu segera tutup.

    • 1 Desember 2020 - (16:43 WIB)
      Permalink

      Bisa diinfokan, annual fee itu seharusnya terbit di awal atau akhir tahun pemakaian?
      -Katakanlah acc di bulan januari 2019,
      Jika diinfokan Free 1 tahun pertama, maka di Januari 2020 apakah ditagihkan?
      Jika tidak ada Free iuran tahunan sama sekali, maka kapan akan ditagihkan?

      -Pengalaman saya punya belasan kartu kredit, selama ini kartu yang saya apply minimal free setahun pertama. Tapi saya tidak paham apa tiap bank mempunyai aturan berbeda-beda tentang annual fee ini. Karena jika diinfokan free 1 tahun pertama, setelah pemakaian setahun pasti ditagihkan iuran tahunan. Jadi anggapan saya itu adalah biaya untuk pemakaian tahun kedua. Jika seperti itu, kalau kita tidak setuju dengan pengenaan biaya di tahun kedua, bukannya kita berhak menolak dan menutup kartu untuk tidak melanjutkan pemakaian.

      “Terkait penutupan kartu, ya tidak akan bisa di-approve oleh bank setelah annual fee terbit dan belum dibayarkan.
      Saran saja, apabila memang bank penerbit tidak bisa membantu untuk menghapus dan sudah tidak perlu kartu kredit tsb, segera dibayar annual fee-nya supaya tidak menjadi beban dan berbunga, setelah itu segera tutup.”
      Terkait pernyataan diatas, berarti kita tetap harus bayar untuk tahun kedua, trus anda sarankan untuk tutup, Rugi di nasabah dong ya? udah bayar untuk tahun kedua lalu ditutup. Oleh sebab itu butuh penjelasan annual fee ini untuk tahun ke berapa? Tahun yang sudah kita jalani atau tahun mendatang?

      Di beberapa bank yang tidak bisa membebaskan iuran tahunan sih selama ini bisa saya tutup tanpa harus membayar dulu (meskipun tagihan sudah tercetak). Bahkan di Bank Mandiri, saya pernah tutup kartu saat tagihan annual fee sudah tercetak dan lancar saja tanpa harus membayar terlebih dahulu. Malahan 6 bulan kemudian saya ditawari untuk re-activate kartu saya yang sudah saya tutup.

      Memang di beberapa bank ada policy yang entah resmi tidak nya, yang saya baca lewat mediakonsumen untuk memaksa nasabah membayar iuran tahunan dulu jika ingin menutup kartu, contoh bank Buk*pin, U*B. Oleh sebab itu setelah membaca keluhan disini, dua kartu itu saya tutup sebelum annual fee tercetak. Buk*pin sukses saya tutup sebelum annual tercetak, sedangkan U*B menawarkan untuk Free annual jika tercetak dan benar bisa di Free kan.

      Tapi jika aturan baru Bank Mandiri mengharuskan membayar iuran tahunan yang sudah tercetak baru bisa menutup kartu, kelihatannya saya harus siap-siap untuk menutup kartu sebelum tagihan iuran tahunan tercetak deh.

      • 1 Desember 2020 - (17:01 WIB)
        Permalink

        Sepanjang pengetahuan yang aku tahu, annual fee yang dimaksud free tahun pertama itu ya seperti yang anda jelaskan. Misal kartu terbit 01/19 – maka annual fee (free) sampai dengan 12/19. Dan fee baru keluar ketika 01/20. Tergantung bank penerbit, kadang on-time, kadang baru terbit 1 bulan kemudian, atau di 02/20.

        Kita berhak untuk menolak membayar atau bahkan menutup kartu sebelum annual fee terbit, atau dibulan 11/19, dengan catatan semua tagihan sudah dibayar lunas dan tidak ada cicilan berjalan.

        Memang seperti itu adanya, kalau setelah dibayar (tidak mau ditutup segera) karena rugi kalau tidak digunakan, maka gunakan saja sampai bbrp bulan ke-depan.
        Mungkin aturan baru skr berubah karena pandemi ini seperti banyak keluhan terkait penurunan limit, kembali lagi ke masing-masing bank penerbit sih. Aku sampai skr hanya pernah pakai 3 kartu dari 3 bank penerbit. Dan 2 kartu yang masih aktif ini annual fee selalu dihapuskan otomatis tanpa request apa-apa, mungkin karena pembayaran lancar dan jumlah belanjaan yang cukup besar. Dan 1 dari bank yang sudah aku tutup (cukup terkenal dgn masalahnya) selalu beralasan tidak ada program penghapusan, tapi ketika diancam akan dihapus baru bisa di-approve untuk penghapusan annual.

        Yup, memang, apabila program penghapusan di approve oleh bank, memang biasanya bank meminta untuk dibayarkan dulu annual fee tsb, dan dibulan depan akan dikreditkan lagi ke nomor kartu.

        Sebaiknya bersiap dgn pulsa yang byk ya ketika menelpon CS untuk meminta penutupan kartu ya, aku tidak tahu dgn bank ini, tapi biasanya CS akan tarik ulur supaya nasabah mambatalkan penutupan kartu.

        Goodluck ya.

  • 2 Desember 2020 - (00:39 WIB)
    Permalink

    Ibu Evie,
    Jika boleh tahu berapa usia kartu kredit Mandirinya?
    Jika usia kartu kreditnya sudah lama, apakah pada tahun pertama dan kedua tidak ditagihkan iuran tahunan?

    Setahu saya, kebanyakan bank memang membebaskan iuran tahunan maksimal 2 tahun sejak kartu kredit disetujui dan diaktifkan.

    Terkait pernyataan dari marketing, memang beberapa marketing tidak menjelaskan secara detil tentang produk kartu kreditnya, entah karena alasan mengejar target approval kartu kredit sehingga ada informasi yang tidak disampaikan dengan lengkap oleh marketing.

    Tapi jika yang dimaksudkan oleh marketing tersebut dengan “bebas iuran tahunan selama kartu aktif”, mungkin yang dimaksud adalah pemakaian transaksi yang aktif dan sering pada kartu kredit Mandiri ibu.
    Jika boleh tahu, apakah kartu kredit ibu selalu aktif digunakan setiap bulannya?
    Apakah ada masa di mana kartu kredit tidak digunakan dalam 1 atau 2 bulan atau lebih?
    Karena penghapusan iuran tahunan kartu kredit juga berdasarkan keputusan pihak bank dengan melihat track record pemakaian kartu kredit ibu.
    Jika bank menilai penggunaan kartu kredit ibu aktif/sering dan pembayarannya lancar, maka seharusnya mudah untuk diajukan penghapusan iuran tahunan.

    Penghapusan iuran tahunan kartu kredit sendiri pada beberapa bank juga memiliki keunikan masing-masing. Ada bank yang dapat langsung menghapuskan iuran tahunannya, ada juga bank yang menawarkan penghapusan iuran tahunan dengan syarat.

    Saran saya, coba ibu Evie ajukan kembali penghapusan iuran tahunan ke bank Mandiri dengan menggunakan syarat jika memang sudah tidak dapat dilakukan penghapusan iuran tahunan secara langsung dari Bank Mandiri.
    Biasanya bank akan memberikan syarat penghapusan iuran tahunan dengan melakukan transaksi pada kartu kreditnya.

    Jika ibu setuju dengan syarat dari bank, sebaiknya ikuti saja syarat yang diberikan agar iuran tahunan ibu dapat dihapuskan dengan melakukan transaksi yang memang menjadi kebutuhan sehari-hari ibu semisal pembelian pulsa, kebutuhan rumah tangga atau tagihan bulanan.

    Setelah syarat ibu penuhi dengan melakukan transaksi sesuai yang disepakati, dan setelah ada kredit pengembalian iuran tahunan pada billing statement, ibu dapat melakukan pembayaran terakhir dan meminta untuk dilakukan penutupan kartu kredit setelahnya.

    Semoga informasi ini bisa membantu ibu. Terima kasih.

 Apa Komentar Anda mengenai Kartu Kredit Bank Mandiri?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Iuran Tahunan Kartu Kredit Bank Mandiri

oleh evie ratna dibaca dalam: 1 menit
5