DC Akulaku Mengancam dan Menagih ke Rumah Orang Tua, Padahal Tahu Alamat Tinggal Saya

Assalamualaikum Bapak/Ibu,

Perkenalkan nama saya Prima Yoga Saptorini (33 tahun). Saya dulu bekerja di sebuah pabrik garmen di Semarang, tapi karena terdampak pandemi, semenjak Juli 2020 saya dirumahkan sampai sekarang. Bulan Juni 2020 saya mengajukan pinjaman KTA Asetku lewat aplikasi Akulaku sebesar Rp600 ribu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari waktu itu.

Awalnya saya berniat mengembalikan karena saya masih bekerja saat itu, tapi ternyata pabrik tempat saya bekerja mendadak melakukan pengurangan karyawan. Otomatis saya terpuruk tidak ada pemasukan. HP saya juga terjual saat itu.

Lalu tiba-tiba awal bulan November 2020 ada DC Akulaku (tanpa surat penagihan resmi dan tanpa identitas resmi) datang ke rumah kontrakan saya (di Pucang Gading Semarang). Padahal rumah alamat KTP saya di Gayamsari Pedurungan. Lalu DC tersebut meminta pembayaran 50% dari tagihan sebesar Rp777 ribu (pinjaman saya hanya Rp600 ribu).

Memang saya belum memberikan pembayaran sampai sekarang, karena memang tidak ada pemasukan sama sekali; kalau pun ada itu untuk makan anak-anak saja. Lalu saya bersikukuh bahwa saya memang tidak ada uang. Saya bilang kalau suatu saat saya punya uang saya pasti bayar. Saat itu saya difoto dan DC tersebut meminta nomor WA saya, dan akhirnya DC itu pulang. Setelah semingguan DC tersebut WA saya meminta pembayaran lagi, dan tetap saya bilang kalau saya tidak ada uang. Setelah itu DC tersebut tidak lagi menghubungi saya.

Sampai akhirnya tanggal 2 Desember, Ayah saya menelepon saya. Katanya ada penagihan dari Akulaku datang ke rumah saya alamat KTP. Otomatis orang tua bingung karena memang saya sudah lama tidak tinggal dengan orang tua, cuma KTP saja yang masih ikut alamat orang tua. Lalu saat itu DC tersebut ngobrol dengan saya lewat HP Ayah saya.

Pak, kemarin saya sudah didatangi Pak Helmi (DC pertama yang datang ke kontrakan saya), lha kenapa kok anda datang ke rumah orang tua saya?? Jelas-jelas alamat saya tinggal Pak Helmi tahu. DC baru itu bilang kalau data tagihan saya sudah dilimpahkan ke DC baru itu. Saya kaget kok caranya penagihan seperti itu. Apa kalau penagihan lebih dari 4 bulan sudah dilimpahkan ke pihak ketiga?? Jadi bisa seenaknya dilempar sana-sini?? Lalu DC baru itu saya suruh pulang.

Siang ini DC baru itu WA saya dan mengancam akan menagih di rumah orang tua saya lagi. Padahal DC baru itu sudah minta alamat kontrakan saya yang di Pucang Gading. DC baru itu saya mintain surat penagihan dan identitasnya sebagai collector resmi Akulaku juga tidak mau menunjukan.

Tolong Bapak/Ibu, apa yang harus saya lakukan? Saya tidak mau DC ke rumah orangtua saya lagi. Kalau mau datang ya ke kontrakan saya saja. Mohon solusinya. Terima kasih.

Prima Yoga Saptorini
Semarang, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Akulaku:
[Total:87    Rata-Rata: 1.9/5]
Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Bapak Prima

Kepada Yth Redaksi Mediakonsumen.com di Tempat Dengan hormat, Terkait dengan surat pembaca konsumen dari Bapak Prima pada tanggal 1 Desember...
Baca Selengkapnya

Loading...

36 komentar untuk “DC Akulaku Mengancam dan Menagih ke Rumah Orang Tua, Padahal Tahu Alamat Tinggal Saya

    • 4 Desember 2020 - (10:55 WIB)
      Permalink

      DC akulaku itu ngotot. Klo blm dpt uang pasti ditagih trs. Soalnya Sy pernah berurusan dgn pinjol ini. Giliran Sy kena masalah gara2 penipuan lwt no cs akulaku palsu, mrk berkesan lepas tangan, bahkan hanya dengan dimintai surat pengantar buat lapor polisi, mereka pun enggan ngasih dgn alasan tdk ada printer. Sampai saat ini, kejadian di atas terekam terus di memori saya. Alhamdulillah, saya sdh lepas dari jerat pinjol akulaku tsb.

      11
      1
      • 4 Desember 2020 - (11:06 WIB)
        Permalink

        Berani banget pinjam duit rentenir online saat masa sulit yang kedepan nya masih ngambang belum jelas masih ada pemasukan atau masih bisa makan apa ga.. Apa sudah biasa gali lubang tutup lubang ya?? 🤔

        4
        14
        • 4 Desember 2020 - (11:16 WIB)
          Permalink

          maksutnya??? kan sudah di jelaskan klo dari awal saya niat bayar tapi karena pabrik mendadak off otomatis semua keuangan buyar. Saya juga sudah berusaha email akulaku tapi tidak pernah di respon.

          7
          1
          • 5 Desember 2020 - (00:08 WIB)
            Permalink

            Utk ngehubungin akulaku skrg udh g bsa pke email , skrg bisa ny tlp via Call Centre 1500920
            dan itupun makan pulsa bisa smpe berkali2 klo terputus sama CS ny,,
            saran saya, hub call centre akulaku ny, utk cara pembayaran ny seperti ap, klo bsa minta dicicil aj, yg pnting kita punya niat baik utk bayar hutang kita.

        • 4 Desember 2020 - (15:41 WIB)
          Permalink

          lapor ojk aja kak ( pengaduan konsumen ) / afpi
          Dulu saya juga mengalami kejadian serupa,sampai datang ke tempat kerja. Trs ditindak lanjuti oleh ojk dan afpi
          Karna penagihan mereja diluar tata cara ojk

      • 21 Februari 2021 - (17:11 WIB)
        Permalink

        Kak bisa minta no wa nya. Mau tanya seputar akulaku kak. Mohon di bantu kak gacha story. Atau bisa hub wa saya 0895385270516

      • 14 Maret 2021 - (00:34 WIB)
        Permalink

        pak maaf bagai mana cara nya bapak bisa lepas dari tagihan karna saya sedang mengalami hal yg tidak mengenakan dengan akun akulaku

    • 4 Desember 2020 - (11:13 WIB)
      Permalink

      sebenernya mau saya cicil kak tapi akun akulaku juga sudah tidak aktif nomor untuk login juga sudah hangus karena jarang saya isi kuota. Jadi No Virtual Account untuk sarana pembayaran cicilan saya tidak punya. Saya coba email ke akulaku tidak pernah ada respon. Klo saya bayar ke DC yg datang saya jujur gak mau karena mereka tidak bawa surat & id resmi dari akulaku.

      • 4 Desember 2020 - (14:09 WIB)
        Permalink

        Saya baru baru ini di tipu jg pihat akulaku saya bayar tagihan eee tidak pemberitahuanaya dri aplikasi terus hp yg saya cicil rusak gak perna saya pake

      • 4 Desember 2020 - (16:55 WIB)
        Permalink

        Sodara sy juga pernah ngalamin gt.. smp diancam mau di bawa kantor desa alasan penipuan alamat.. dia ngikut suaminya, sementara alamat masih alamat lama sebelum nikah.. Ya namanya hutang dilunasi / dibayar aja mbak sebagian.. Karena pasti diawal ada perjanjian misal wktu jatuh tempo harus lunas.. Kalo kita niat baik, niat mempermudah urusan orang lain, memang bener2 sudah berusaha utk membayar, pasti akan diberikan jalan oleh Nya.. semoga cpt selesai

      • 4 Desember 2020 - (19:08 WIB)
        Permalink

        @Mahesa

        Anda punya akun Tiktok gak.?

        Kalau ada, segera hapus akun Tiktok anda. Tiktok adalah Aplikasi haram. Aplikasi Tiktok membuat pikiran anda tidak berkembang.

        • 5 Desember 2020 - (07:36 WIB)
          Permalink

          maaf mas /mbak…boro2 akun tik tok kuota saja saya belinya yg 28rb untuk 1 bulan itu untuk sarana sekolah online anak2 saya.

          Untuk pihak akulaku apabila membaca surat pembaca saya ini. Tolonglah jangan mendatangkan DC ke alamat orang tua saya lagi. Kan Dc yg bernama HELMI sudah tau alamat kontrakan saya. Jadi harus nya ada riwayat berkunjung ke peminjam. Jadi gak mengganggu Ayah saya, klo pihak Dc akulaku masih tetap mendatangi alamat orang tua saya. Keluarga besar tidak segan2 akan membuat laporan ke pihak berwajib. Karena di aturan OJK dan AFPI jelas di sebutkan apabila penagihan mengganggu keluarga terdekat yg bukan peminjam maka peminjam berhak melakukan pelaporan.

          saya juga tidak telp call center akulaku karena pulsa yg di butuhkan cukup banyak dan saya gak sanggup.

          • 5 Desember 2020 - (19:02 WIB)
            Permalink

            Stop pinjam uang ke rentenir online …yg punya aplikasi rentenir online , mending hapus aja , demi keselamatan

      • 4 Desember 2020 - (21:26 WIB)
        Permalink

        Betul, jangan dibayar melalui DCnya. Taguhan anda sudah jatuh tempo 90 hari, yang sebenarnya menurut peraturan OJK ga boleh ditagih lagi. Pihak Akulaku memakai pihak ketiga untuk penagihan ke Anda.
        Ya diomong baik2 saja dengan orang tua, kalau DC datang yang disambut dikasih kopi dll. Ntr juga bosen2 sendiri dia. Yang pasti tidak ada konsekuensi pidana/perdata terhadap anda, pihak DC hanya menggunakan teknik tekanan agar Anda bayar. Santai saja jgn bikin stres, kl ada rejeki bayar melalui VA resmi.
        Semoga cepat selesai masalah Anda.

        • 5 Desember 2020 - (19:06 WIB)
          Permalink

          Sabar mas prima yoga , jgn takut..serahkan semuanya pd Allah , semoga menemukan jln terbaik nya…aamiin
          jujur aku ada niat bantu , tp ga sepenuh nya , tp itu jg gimana cara nya , karena aku jg merasakan & tdk mau terulang lg….nama udzu Billah himindalik

          • 5 Desember 2020 - (19:08 WIB)
            Permalink

            Na udzu Billah himindalik , urusan sama aku laku
            ..takuuuuuuutt

      • 5 Desember 2020 - (20:36 WIB)
        Permalink

        Bisa pak dicicil seadanya ,kan kita bisa ketik sendiri nominal nya seadanya duit kita,kali misal nomer hp sudah tidak aktif lagi BP bisa masuk lewat ganti nomer hp yg adanya dibawah kotak yg biasa kita ketik no hp sama kata sandi,nanti ada caranya,yg penting bapa ingat no KTP no hp darurat,dan sebagainya,

        • 5 Desember 2020 - (20:56 WIB)
          Permalink

          memang bisa cicil seadanya pak. Tapi akun saya sudah non aktif dan no terdaftar hangus. padahal klo mau cicil harus pakai nomor virtual account pembayaran dari akulaku. lha saya gak punya. saya coba email akulaku tidak pernah respon. saya minta ke 2 Dc yg datang juga gak di kasih. mereka maunya nyicil langsung ke mereka. tapi saya gak mau. klo mmg saya bisanya nyicil kan harusnya di beri nomor VA resmi ke pihak akulaku. Takutnya nanti uang cicilan tidak masuk ke akulaku .

          • 6 Desember 2020 - (12:09 WIB)
            Permalink

            Makanya bapak bisa ganti nomer hp lewat aplikasi akulaku yg adanya di bawah kotak yg biasa kita masukin nomer hp sama kata sandi,bapak klik itu ganti nomer hp,nanti ada step step nya,bapak bisa masuk lagi ke akun bapak yg sekarang sudah Angus nomer hp nya

  • 4 Desember 2020 - (13:53 WIB)
    Permalink

    Datangin langsung kantornya. Ada gak yg di Semarang? Dulu saya langsung datangin kantornya yg di JKT.

  • 4 Desember 2020 - (19:51 WIB)
    Permalink

    kalau saya Dc nagih sembarang orang bukan Dc yang cari saya sebaliknya saya yang cari tuh Dc sampe ketemu.

  • 5 Desember 2020 - (04:42 WIB)
    Permalink

    aku pernah pinjam aku laku, awalnya kantorku telat bayar gaji sampai 3 bulan lamanya namun aaya masih posisi kerja saat itu, ketika jatuh tempo saya tidak dapat membayarnya, pinjaman saya 1.2 yg pada akhirnya saya tutup diangka 1.4 juta saya pinjam sana sini untuk menutupi pinjaman itu, tapi yg saya mau bahas nya bukan bagaimana saya membayar tagihan nya, tapi cara mereka menagih itu sangat luar biasa kasar dan menyebar kan informasi ke beberapa teman kantor, keluarga, bahkan ada sms ke mertua saya sungguh saya merasa dipermalukan apalagi telp ke beberapa org temen dengan nada yg kurang simpatik dengan menelepon tengah malam….. akhirnya saya pinjam temen dan kerabat, sampai saat itu saya kapok banget saya tutup aplikasinya, semoga jangan ada lagi korban berikutnya aamiin

    • 5 Desember 2020 - (07:47 WIB)
      Permalink

      iya Pak. saya pinjam asetku akulaku 600rb kemaren kata dc jadi 777rb Pak. memang saya belum bayar. di satu sisi saya terpuruk di satu sisi juga aplikasi akulaku sudah non aktif dan nomor hp terdaftar hangus. jadi saya misal mau mencicil pun tidak bisa karena tidak ada Nomor VA pelanggan. Saya email ke pr@akulaku.com dan collection.indonesia@akulaku.com juga tidak pernah ada balasan.
      kemaren 2 Dc yg datang itu minta tagihan di bayarkan ke mereka langsung tanpa mau memberi nomor VA …mereka saja tanpa ID RESMI dan tanpa Surat penagihan resmi saya gak akan bisa mempercayakan cicilan saya pada mereka. padahal untuk mendapatkan uang cicilan pun saya butuh extra kerja keras serabutan.

      • 5 Desember 2020 - (14:54 WIB)
        Permalink

        Coba mas lihat dari sisi krediturnya.
        sejak pinjam mas belum bayar kan ?

        setau saya, bisa membengkak nilai pinjaman karena ada yang namanya bunga, denda dan biaya berjalan karena keterlambatan. Itu ada ketentuannya dan dibenarkan, dan biasanya itu distate saat perjanjian pemberian kredit.

        Tinggal mas minta rinciannya saja ke kantor dari aplikasi akulaku.

        mas juga gak bisa menyalahkan pihak dc, jika saat permohonan menggunakan alamat ktp (yakni alamat yg ditinggali orang tua) sehingga yang ditagih alamat saat daftar. Sesuai administrasi yg mas cantumkan sendiri, pihak aplikasi ataupun dc tidak salah.

        terkait dc yang berubah-ubah itu adalah hak dari kreditor. Mereka bisa meminta siapa saja (pegawai-ny) menagih. Tidak mesti 1 dc harus mengurus debitur tertentu.

        Saya cuma mau mengingatkan, bahwa saat akad / pinjaman, baik kreditur dan debitur harus tau konsekuensi jika salah satu pihak dianggap wanprestasi.

        Jika dc berlaku diluar ketentuan silahkan dilaporkan, namun mas juga harus kooperatif, bahwa mas telah mendapat manfaat / hak mas, maka mas wajib melakukan kewajiban selaku debitur yakni membayar.

        • 5 Desember 2020 - (21:04 WIB)
          Permalink

          saya paham kewajiban saya untuk membayar. tapi saat dc pertama datang saya sudah bilang klo saat itu saya tidak ada uang mas. dan dc pertama datang itu bukan ke alamat ktp tapi ke alamat kontrakan saya. entah tau dari mana . Dan lucu nya Dc kedua datang nya ke alamat ktp saya. Setelah saya telp dc kedua saya bilang tolong tanya sama dc yg pertama datang. bukankah seharusnya ada riwayat kunjungan. Jadi dc tau dimana tempat tinggal pasti peminjam. Tapi dc kedua mengancam via wa akan tetap mendatangi alamat ktp supaya saya cepat melunasi tagihan.padahal dc kedua sudah tau alamat saya dari Dc pertama.
          Saya juga ada itikad mau mencicil tapi masalahnya Dc tsb tidak ber identitas resmi dan tidak membawa surat penagihan resmi. Dc juga tidak mau menyebutkan no va untuk sarana pembayaran ke aplikasi akulaku yg notabene dc tsb tau kalo akun dan no hp saya sudah hangus.

  • 5 Desember 2020 - (18:29 WIB)
    Permalink

    DC AL yg beneran resmi malah nolak kalo nerima duit dari nasabah gagal bayar, mereka langsung kasih nomor pembayaran virtual account.
    Masalah DC yg datang kemana itu udah diluar kendali siapapun. AL sudah melimpahkan data nasabah gagal bayar ke pihak ketiga, dan pihak ketiga akan sebarkan data nasabah tsb bukan ke cuma 1 atau 2 DC aja, bisa puluhan. DC DC tsb diberi bonus jika bisa kontak dan berkomunikasi dgn Anda. Akan lebih besar lagi jika ada transaksi dari penagihan mereka, dan mereka gak bisa selalu bawa surat penagihan resmi karena memang gak ada, mereka hanya diberi fotocopy nomor rekening pembayaran saja. Itulah kenapa DC AL beneran gak akan berani ambil uang cash dari nasabah yg mau bayar, karena mereka tau tugas mereka hanya nagih bukan terima uang.

    Semoga membantu. Kunci dari semua masalah pinjol cuma 2, kalo gak kabur ya bayar. Sudah itu saja.

  • 5 Desember 2020 - (18:53 WIB)
    Permalink

    saya sangat terharu membaca yg punya utang ke aku laku , dulu jg adik ipar aku pernah kejadian ku gth bhkn lbh parah , utang dari 4 JT hrs bayar jd 12 JT sampai mertua ku gadaikan rumah..to Alhamdulillah sdh teratasi & bikin kapok & najis berurusan dgn aku laku..pd mas yoga ,aku ada niat bantu tp ga bisa sepenuh nya , tp gimana caranya

  • 6 Februari 2021 - (19:59 WIB)
    Permalink

    Pandemi bukan menjadi alasan untuk tidak membayar utang. Utang tetap harus dibayar. Kalau diteror oleh DC itu sudah resiko jika punya utang tapi gak bayar. Jika gak mampu bayar ya siapkan muka tembok dan diteror terus sama DC. DC itu tugasnya nagih dan punya target, bukan untuk membelai peminjam yang gak mau bayar. Jadi harus paham posisi masing masing.

    • 13 Februari 2021 - (08:50 WIB)
      Permalink

      Anda DC ya?? Jangan asal bicara dan memaklumi posisi masing2x. dan kata2x anda seorang peminjam ga mau bayar itu kurang ajar. di atas hukum ada etika. ingat itu… menurut anda DC kalo nagih punya Etika nggak?

  • 10 Februari 2021 - (16:24 WIB)
    Permalink

    Halo pak Mahesa, saat ini suami saya juga kena tagih akulaku membayar 777rb dr pinjaman 600rb. Tapi lucunya suami tidak pernah pinjam sama sekali, baru download akulaku saja tahun 2020. Tapi riwayat uang pinjaman cair 2019 bulan november. Di aplikasi ada riwayat suami bikin akun kapan. Saya bingungnya, siapa yang pinjam? Sudah begitu sudah tahun 2021 ini suami malah baru dikejar2 dcnya dengan mengancam pakai kata2 kasar. Kebetulan ketika si DC telfon, saya yang angkat. Jujur saya baru nikah sama suami tahun 2020. Ketika saya angkat, saya jawab baik2. Saya malah dimarah2i, karena saya takut berurusan dengan DC yang profilnya saja seperti preman. Saya jawab saya akan melunaskan bulan ini, karena saya pusing mau jawab apa. Toh saya ambil jalan pintas, karena takut si DC datang ke rumah. Tapi DC marah2 ingin dibayar hari ini. Ini maksudnya bagaimana asli saya bingung

 Apa Komentar Anda mengenai Akulaku?

Ada 36 komentar sampai saat ini..

DC Akulaku Mengancam dan Menagih ke Rumah Orang Tua, Padahal Tahu Alam…

oleh Mahesa dibaca dalam: 2 min
36