Laporan Pemalsuan Data untuk Pembuatan Kartu Kredit BRI Tidak Kunjung Selesai

Saat ini saya sedang dalam proses pengajuan KPR di beberapa bank. Dua bank tempat saya mengajukan KPR menginformasikan status BI checking saya kolek 4, karena ada tunggakan kartu kredit BRI. Salah satu pihak KPR tersebut menginformasikan bahwa nominal tunggakannya sebesar Rp22.734.882,00.

Padahal sampai hari ini saya tidak pernah menerima fisik kartu kredit yang dimaksud, dan yang lebih penting lagi saya tidak pernah sama sekali mengajukan aplikasi kartu kredit di BRI. Tagihan pun sampai hari ini tidak pernah ditujukan ke alamat rumah atau kantor saya yang benar.

Berdasarkan hasil BI checking tersebut, nama, nomor KTP, nomor NPWP, alamat rumah sesuai dengan data saya, tapi terlihat tempat bekerja yang dilaporkan tidak sesuai dengan data saya. Dari pihak bank tempat saya mengajukan KPR menyarankan saya untuk menghubungi pihak bank yang melaporkan tunggakan kartu kredit, dalam hal ini BRI.

Selasa, 9 Februari 2021, pukul 15.47

Saya menghubungi call center BRI bagian kartu kredit. Saya sampaikan permasalahan saya. Awalnya CS tersebut (Ibu Ranu namanya) meminta nomor kartu kreditnya. Saya informasikan kalau saya tidak mengetahui nomor kartu kreditnya, lalu dia meminta informasi nama lengkap dan tanggal lahir saya. Setelah melakukan pencocokan data, ditemukan data yang sama dengan data saya.

Dia menginformasikan kalau memang ada data kartu kredit atas nama saya. Tetap dengan argumen yang sama kalau saya tidak pernah menerima kartu kredit yang dimaksud, CS melanjutkan pencocokan data yang lain, alamat rumah dan nama ibu kandung sama. Lalu CS melanjutkan pencocokan data yang lain.

CS menemukan alamat email, no HP, nama dan alamat kantor tidak sesuai dengan data saya. CS juga menginfomrasikan bahwa kartu kredit sukses dikirimkan ke kantor yang terdaftar dalam sistem (yang bukan alamat kantor saya). CS mengatakan kemungkinan itu orang lain dengan nama yang sama dengan saya.

CS menginformasikan bahwa dia perlu berkoordinasi dengan timnya untuk masalah ini dan meminta saya untuk tidak menutup sambungan telepon. Dia hold sambungan, tapi saat itu juga sambungan telepon terputus. Tidak tahu telepon sengaja diputuskan atau memang terputus sendiri. Dan saat itu laporan saya belum dibuatkan pelaporan resmi.

Saya telepon lagi ke call center dan bertemu dengan CS yang berbeda. Saya sebutkan nama CS yang sebelumnya dengan tujuan untuk disambungkan dengan CS yang sebelumnya memproses masalah saya dan terputus di tengah jalan, tetapi tetap dengan standar CS. Mereka melakukan mengkonfirmasi data dan menanyakan keluhan saya.

Setelah saya menjelaskan masalah saya, CS kedua (saya tidak ingat namanya) memberikan 2 nomor untuk dihubungi mengenai masalah ini, yang informasinya adalah bagian collection. Nomor yang bisa dihubungi: 021-80674019 dan 021-80674021. Dengan jelas saya menanyakan apakah saat itu juga saya bisa menghubungi nomor tersebut dan CS menginformasikan nomor tersebut bisa dihubungi saat itu juga (sekitar jam 4 sore). Lagi-lagi dari pihak CS sama sekali tidak membuatkan saya laporan keluhan, langsung meminta saya menghubungi bagian collection.

Saya mencoba meghubungi nomor telepon bagian collection yang diberikan, kedua nomor beberapa kali, tapi tidak ada jawaban dari nomor tersebut.

Saya kembali menghubungi call center, kali ini tersambung dengan CS bernama Benny dan kembali dengan standar mereka menanyakan data pribadi dan keluhan saya. Kemudian CS tersebut memberikan kembali nomor collection yang sama dan saya sampaikan bahwa tidak ada jawaban di nomor tersebut. CS terakhir menyampaikan bahwa jam kerja bagian collection adalah jam 08.00 – 15.00 dan menyarankan saya untuk menghubungi kembali besok.

Lagi-lagi CS ketiga yang saya hubungi pun tidak membuatkan pelaporan resmi atas kasus saya. Saat itu juga saya tanyakan, apakah saya bisa langsung memproses di BRI terdekat karena telepon sangat susah dan CS menginformasikan bisa. Pada saat berbicara dengan CS ketiga saya juga minta diberikan nomor kartu kredit yang menurut BRI adalah kartu kredit saya, tapi bagian CS tersebut mengatakan tidak bisa mengakses data saya.

Kejadian yang aneh, karena CS pertama bisa memeriksa data saya dan menemukan beberapa ketidakcocokan data, yang menurut saya CS bisa melihat nomor kartu kredit yang menurut BRI adalah kartu kredit saya.

Rabu, 10 Februari 2021 sekitar pukul 08.15

Saya mendatangi BRI terdekat dari rumah saya, dan bertemu dengan CS offline di counter (Radi). Saya sampaikan kembali keluhan saya dan apa yang sudah terjadi di hari sebelumnya ketika saya menghubungi call center BRI bagian CS kartu kredit.

CS offline meminta ijin untuk menghubungi bagian kartu kredit dengan telepon kantor. Beberapa menit kemudian dia kembali ke depan saya dengan wireless phone dan menghubungi call center BRI dan diinformasikan yang sama untuk menghubungi bagian collection. CS offline di bank mencoba menghubungi nomor bagian collection beberapa kali, tapi tidak ada jawaban. Akhirnya CS tersebut menghubungi bagian call center kembali.

Setelah menghubungi bagian CS kartu kredit lagi (Namanya Gaiya), saya dibuatkan nomor pelaporan keluhan saya. Nomor pelaporan diberikan, nomor pelaporannya 33375317, dan mereka menjanjikan maksimum 2 hari kerja saya akan dihubungi pihak collection (yang dari awal dihubungi tidak pernah ada respon).

CS offline di bank menyampaikan bahwa CS di bank tidak dapat melakukan pengecekan permasalahan kartu kredit dari kantor, harus online. Saya sudah tanyakan juga, adakah bank cabang manapun yang bisa didatangi dan memberikan solusi langsung mengenai masalah ini. CS offline tersebut menyampaikan tidak ada kantor cabang yang bisa didatangi, semua yang berhubungan dengan kartu kredit harus dilakukan secara online. Sesuatu yang cukup aneh untuk bank besar sebesar BRI.

Kamis, 11 Februari 2021 sekitar pukul 08.30

Saya kembali mendatangi BRI terdekat dari rumah saya di BSD, dan bertemu dengan CS offline di counter (Ita). Saya kembali sampaikan permasalahannya, termasuk nomor pelaporan yang saya terima dari CS kartu kredit di call center dan menanyakan kelanjutan proses pelaporan saya. Saya tegaskan kepada CS tersebut, hari ini saya mau mendapat kepastian, setidaknya kejelasana bagaimana proses keluhan saya akan diselesaikan.

CS tersebut meminta ijin untuk menghubungi bagian kartu kredit dengan telepon kantor. Beberapa menit kemudian dia kembali ke depan saya dengan wireless phone dan yang sudah terhubung dengan call center BRI bagian kartu kredit. Menurut CS offline, pembicaraan harus dilakukan langsung oleh konsumen (saya) dengan pihak call center sehingga dia menyerahkan teleponnya kepada saya.

Saya berbicara dengan CS call center, ditanyakan nomor pelaporannya dan yang aneh dia menanyakan keluhan saya. Seharusnya dari data pelaporan, CS bisa membaca permasalahan yang saya laporkan, tapi malah dia bertanya permasalahan saya. Kembali CS tersebut hanya menyampaikan kalau saat ini pengaduan saya masih dalam proses dan meminta saya menghubungi bagian collection, yang sejak awal pengaduan tidak pernah berhasil dihubungi.

Saya sampaikan juga saya tidak pernah berhasil menghubungi bagian collection, bahkan CS di cabang pun menemukan kendala yang sama. CS call center memberikan nomor bagian collection lain yang menurut dia ada nomor telepon collection wilayah. Nomornya 08551825482, 08551825487, 08119714998.

Setelah mengakhiri pembicaraan dengan call center, saya memberikan nomor tersebut ke CS offline dan meminta dia untuk menghubungi nomor tersebut. Beberapa kali dia mencoba menghubungi, tapi tidak ada respon, lalu CS tersebut meminta ijin untuk menghubungi dari dalam kantor. Saya persilahkan dia meninggalkan meja dan tidak kembali dalam waktu yang cukup lama.

Sekitar 15 menit, CS kembali dengan informasi bahwa dia tidak bisa menghubungi bagian collection dan di dalam dia mendapatkan nomor bagian collection yang lain 021-80674025 dan 021- 80674024. CS tersebut menyampaikan kepada saya untuk menghubungi nomor tersebut.

Sampai di sini saya sudah cukup kesal, saya meminta manajer atau kepala cabang menemui saya dan memberi penjelasan mengenai cara penyelesaian masalah ini.

CS tersebut kembali masuk ke dalam kantor dan beberapa saat kemudian kembali keluar dan meminta saya untuk masuk ke kantor. Di kantor, saya ditemui oleh bagian operasional (mungkin, karena dia tidak memperkenalkan diri sebagai bagian apa), namanya Pipin (itu pun nama yang dia sebutkan sendiri, tidak ada name tag).

Dia meminta maaf atas kejadian ini, tapi kembali menyampaikan tidak ada yang bisa diperbuat oleh bank, semua harus diselesaikan dari bagian collection. Dia menyampaikan kalau dia sudah mencoba menghubungi temannya yang ada di bagian kartu kredit untuk membantu proses pengaduan saya.

Saya sampaikan juga kalau saya tahu bahwa kartu kredit tersebut dikirimkan ke alamat kantor yang tidak sesuai dengan alamat kantor saya saat ini. Saya juga membawa surat keterangan kerja dari tempat kerja saya saat ini lengkap dengan keterangan sejak kapan saya bekerja di kantor saya saat ini.

Dia cukup kaget dan menanyakan dari mana saya mengetahui informasi tersebut. Saya sampaikan bahwa itu informasi yang saya terima dari CS yang pertama menerima keluhan saya. Di akhir pembicaraan dia berjanji akan memberikan kabar mengenai proses pengaduan saya. Namun sampai sore hari jam 17.00 jam kerja selesai, saya tidak menerima kabar apapun dari orang tersebut.

Kamis, 11 Februari 2021 pukul 14.50

Setelah mencoba menghubungi 7 nomor collection yang saya terima, akhirnya nomor 08119714998 mengangkat telepon saya. Dengan nada ketus dia mengangkat telepon saya, saya memastikan bahwa dia adalah bagian collection BRI, dia mengkonfirmasi betul. Saya tanyakan namanya karena dia tidak memperkenalkan diri sama sekali, namanya Rian.

Orang yang tiidak kooperatif menurut saya, ketika saya sudah cukup kesal mencoba menghubungi bagian collection entah yang keberapa kali, dan malah mengancam saya dengan pertanyaan “Ibu mau dibantu nggak?”. Saya sebutkan nomor pelaporan saya dan dia hanya menjawab diproses dulu. Saya minta diberikan kejelasan deadline dia tidak mau memberikan informasi kapan proses ini akan ada kelanjutan.

Di akhir pembicaraan, saya minta dia memberikan nomor kartu kredit yang menurut BRI adalah kartu kredit saya dan akhirnya diberikan. Nomor kartu kreditnya 3565 1012 0765 9407 jenis JCB card dengan limit Rp20.000.000,00. Tetap dengan kesimpulan tidak jelas bagaimana proses pengaduan saya ini akan diproses.

Senin, 15 Februari 2021 pukul 11.00

Saya kembali mendatangi kantor cacbang BRI terdekat dari rumah saya untuk menanyakan kelanjutan pelaporan saya. Saya meminta dipertemukan dengan pengganti Ibu Pipin yang sebelumnya menemui saya pada hari Kamis, 11 Februari 2021. Nama penggantinya Ibu Wulan.

Setelah meminta data nomor pelaporan, dia meminjam KTP saya untuk difotokopi. Kembali saya tanyakan mengenai kelanjutan kasus saya dan Ibu Wulan menyampaikan kalau saat ini kasusnya sedang dilaporkan ke bagian pusat, karena semua pemeriksaan harus dilakukan dari pusat.

Saya meminta untuk dibuatkan surat keterangan yang ditanda tangan dan diberikan cap dari bank bahwa saya telah melaporkan kasus yang saya alami ini ke pihak BRI dan saat ini kasus pelaporan tersebut sedang dalam proses. Setelah menunggu kurang lebih sampai pukul 13.00, saya mendapatkan surat tersebut.

Senin, 15 Februari 2021 pukul 15.18

Saya mendapatkan panggilan dari nomor 021-80674000 yang menyampaikan bahwa dia adalah bagian investigasi dari BRI, namanya Ardian. Dia mengajukan beberapa pertanyaan kepada saya, dimulai dengan kasus yang saya laporkan.

Saya tidak mau menjelaskan kembali kasus tersebut dari awal dengan pernyataan bahwa permasalahan sudah disampaikan dengan jelas pada pelaporan yang saya buat pada tanggal 10 Februari 2021 yang lalu. Saya akhirnya menjelaskan bahwa sampai hari ini, saya sama sekali tidak menerima kartu kredit yang dimaksud, termasuk juga tagihannya. Informasi tunggakan kartu kredit tersebut saya terima dari hasil BI checking.

Akhirnya Pak Ardian menanyakan mengenai tempat kerja saya, apakah saya pernah bekerja di perusahaan dengan nama Panca Daya Utama. Saya sampaikan dengan jelas bahwa sejak saya mulai bekerja di 14 Februari 2011 yang lalu, saya hanya bekerja di satu perusahaan dan sampai saat ini masih bekerja di perusahaan tersebut, namanya PT. Davysukamta Konsultan.

Pak Ardian kemudian menanyakan apakah saya pernah bertemu dengan orang bernama Pak Paul. Saya balik bertanya siapa Pak Paul tersebut, dan saya sampaikan saya sama sekali tidak pernah bertemu dengan orang dengan nama pak Paul tersebut.

Kemudian dia melanjutkan dengan menanyakan apakah saya mengenal orang bernama Liong Sie En (nama ini saya minta untuk dieja per kata karena merupakan nama Chinese). Saya kembali sampaikan bahwa saya tidak mengenal orang dengan nama tersebut.

Pak Ardian bertanya kembali apakah saya pernah bertemu atau dihubungi via telepon oleh pihak BRI. Saya sampaikan dengan jelas bahwa saya tidak pernah bertemu maupun ditelepon dari BRI terkait kartu kredit, saya sampaikan juga bahwa saya bukan orang yang akan berbasa-basi menanggapi telepon dari telemarketing kartu kredit.

Pak Ardian melanjutkan pertanyaan kapan saya terakhir mengajukan aplikasi kartu kredit (walaupun saya kurang tahu apa tujuan pertanyaan ini). Saya sendiri tidak terlalu ingat kapan terakhir saya mengajukan aplikasi kartu kredit, saya jawab sekitar tahun 2017 atau 2018 dan itu pun ke Bank Mandiri.

Saya sampaikan juga ke Pak Ardian bahwa saya bahkan tidak punya rekening di BRI dan saya punya surat keterangan kerja yang menyatakan tempat kerja saya yang sebenarnya dan sejak kapan saya bekerja di perusahaan tersebut.

Pak Ardian kemudian meminta saya mengirimkan surat tersebut beserta dengan KTP saya ke alamat email ar********@corp.bri.co.id. Saya kirimkan data tersebut ke email yang disebutkan segera setelah menutup pembicaraan di telepon. Pak Ardian mengakhiri pembicaraan dengan menyampaikan bahwa untuk sementara pertanyaan dari dia hanya itu saja dan meminta kesediaan saya untuk dihubungi kembali.

Selasa, 16 Februari 2021 pukul 14.13

Saya kembali dihubungi oleh pihak BRI dengan nomor 08970000111 dengan pak Fauzan yang menurut dia adalah bagian collection. Di pembicaraan kali ini, dia menyampaikan kepada saya bahwa saya memiliki tunggakan kartu kredit BRI.

Saya aneh dengan statement yang dia sampaikan, yang mana di hari sebelumnya pihak BRI bagian investigasi sudah menanyakan perihal detail orang-orang yang terkait dengan terbitnya kartu kredit atas nama saya (cerita hari sebelumnya).

Dia kemudian mengatakan bahwa di pelaporan yang diajukan (no 33375317) saya hanya meminta dihubungi oleh pihak collection BRI, tidak ada cerita mengenai kasus kartu kredit BRI yang saya permasalahkan dalam laporan tersebut (hal yang aneh).

Kemudian dia meminta saya untuk mengirimkan surat sanggahan ke pihak BRI yang ditujukan ke alamat email eciy**@corp.bri.co.id yang menurut dia langsung ke bagian collection. Setelah selesai berbicara dengan Fauzan ini saya menghubungi BRI BSD ke Ibu Wulan untuk memastikan apa yang sebenarnya ada di pelaporan yang saya ajukan yang dicatat oleh pihak bank.

Ibu Wulan menyampaikan bahwa memang di sistem laporan saya hanya minta dihubungi oleh pihak collection, sedangkan saya sudah beberapa kali menceritakan masalah yang sama dengan beberapa CS yang berbeda sesuai dengan kronologis yang ada di dalam surat ini.

Ibu Wulan akhirnya menyampaikan kepada saya untuk membuat surat sanggahan tersebut dengan alasan agar prosesnya paralel. Walaupun cukup aneh, surat sanggahan sudah saya buat dan saya kirimkan ke alamat email yang disebutkan dan saya susulkan juga bukti tertulis yang dikeluarkan oleh BRI BSD mengenai pelaporan yang saya ajukan beserta detail masalahnya.

Rabu, 17 Februari 2021 pukul 09.29

Saya mendapatkan panggilan dari pak Ardian (bagian investigasi) dengan nomor yang menghubungi 021-80674000. Dia meminta saya untuk membuat surat sanggahan (lagi) seperti yang diminta hari sebelumnya oleh Fauzan. Kali ini diminta ditanda tangan di atas materai dan juga dilengkapi dengan foto selfie yang menunjukkan saya membawa surat sanggahan tersebut. Dia meminta suratnya dikirimkan ke email yang sebelumnya, ar********@corp.bri.co.id.

Sesuai permintaan tersebut, saya mengirimkan surat yang diminta beserta bukti foto selfienya. Setiap surat yang saya kirimkan selalu saya cc ke email pribadi saya sebagai bukti bahwa saya telah melakukan permintaan pihak BRI untuk proses penyelesaian masalah saya ini.

Selasa, 23 Februari 2021 pukul 14.03

Saya menghubungi pihak BRI untuk menanyakan kelanjutan kasus saya. Sebelumnya pada saat melakukan pengaduan di bank hari Senin, 15 Februari 2021, saya diberi tahu oleh Ibu Wulan dari kantor cabang BSD bahwa kasus saya ditangani oleh Bapak Rian dengan nomor yang dapat dihubungi 081197149**.

Ketika saya menghubungi nomor tersebut, diterima oleh Bapak Ozil. Dia meminta nomor kartu kredit saya, saya sebutkan berdasarkan nomor kartu kredit yang saya peroleh pada hari Kamis, 11 Februari 2021. Setelah memeriksa data, dia menginformasikan bahwa saat ini kasus saya masih menunggu kelengkapan.

Saya perjelas, kelengkapan apa yang dimaksud? Dia menyampaikan kelengkapan yang dimaksud adalah email surat sanggahan ke eciy**@corp.bri.co.id. Saya sampaikan bahwa saya sudah mengirimkan surat sanggahan yang diminta ke alamat email tersebut, dan juga surat sanggahan yang diminta oleh Bapak Ardian yang sudah 2x menghubungi saya.

Pak Ozil bingung ketika saya menjelaskan permintaan dari Pak Ardian dan tidak mengetahui proses permintaan kelengkapan data dari Pak Ardian. Ketika saya tanya bagaimana prosesnya dia hanya meminta saya untuk menunggu (tanpa kejelasan apa yang harus ditunggu lagi dari proses investigasinya) dan menyampaikan bahwa dia akan menghubungi kembali.

Jumat, 5 Maret 2021

Saya dihubungi oleh pihak BRI atas nama Bapak Harry menggunakan nomor telepon 021 80674000 pukul 09.34. Setelah sekian hari tanpa kejelasan dan saya hubungi ke nomor yang dicantumkan di bukti pelaporan yang dikeluarkan oleh bank BRI cabang BSD bahwa masih dalam proses investigasi (yang tidak jelas) hanya dijawab masih dalam proses.

Hari ini Pak Harry meminta saya melengkapi bukti (lagi). Sebelum meminta kelengkapan bukti, Pak Harry menanyakan pertanyaan yang menurut saya adalah pertanyaan bodoh dan tidak ada relevansinya, “Apakah alamat rumah dan kantor saya adalah alamat yang sama?”

Dengan kejelasan bahwa kartu kredit tersebut dikirimkan ke alamat kantor palsu yang dibuat oleh pemalsu data saya saja, baik alamat rumah maupun alamat kantor saya yang sesungguhnya tidak ada yang sesuai dengan alamat pengiriman kartu kredit.

Dia kemudian meminta saya untuk mengirimkan foto tampak depan rumah dan tampak depan kantor (dengan papan nama). Saya jelaskan bahwa kantor saya tidak mempunyai papan nama di depan kantornya, dia meragukan hal tersebut. Bisa dicek langsung ke lokasi bahwa kantor tempat saya bekerja memang tidak menempatkan papan nama.

Permintaan yang tidak jelas fungsinya dan menurut saya hanya dibuat-buat saja. Sebelum menyelesaikan pembicaraan, saya meminta kejelasan kapan kasusnya akan diselesaikan dan kembali pihak BRI hanya menyebutkan secepatnya.

Anita Meliana
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank BRI:
[Total:34    Rata-Rata: 1.7/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

18 komentar untuk “Laporan Pemalsuan Data untuk Pembuatan Kartu Kredit BRI Tidak Kunjung Selesai

    • 6 Maret 2021 - (18:01 WIB)
      Permalink

      Halo bank BRI, saya ngga butuh respon seperti ini, lebih penting kejelasan prosesnya
      Ngga cm bilang sedang diproses sedang diproses saja

      5
      1
    • 6 Maret 2021 - (17:59 WIB)
      Permalink

      Sebetulnya sih mungkin bisa, tapi saya ngga mau panjang urusan, lebih penting membersihkan nama segera supaya bisa proses KPR
      Dari awal saya sudah sampaikan ke pihak bank tapi pihak bank tidak menunjukkan iktikad baik sampai hari ini

      4
      1
    • 7 Maret 2021 - (14:33 WIB)
      Permalink

      Klo menurut saya mah mba nita, mending ga ush d ladenin. Yg penting mba udh ad copy an atas laporan mba tersebut. Klo bner hutang mah ttep kpn pun hrus d bayar, tp klo emang bner ga ngerasa hutang dan ga ngerasa ngajuin CC biarkan….serahkan smuanya sma Allah SWT.
      PERBANYAK DZIKIR DAN SHOLAWAT…

      1
      1
      • 10 Maret 2021 - (16:12 WIB)
        Permalink

        saran tolol ini..

        Nama ada di BI ceking idup jadi rusak…

        Mending ninggal agama dari pada nama ada di buku BI..

  • 6 Maret 2021 - (17:40 WIB)
    Permalink

    Saran saya sih kakak laporkan polisi juga..
    Ini percuma tunggu pihak bank..
    Agak lama soalnya..
    Mesti bagian collection, pusat, dll..
    Mending langsung laporin ke ojk .dan polisi..
    Biar yg memakai kartu kredit ya di tahan..

    • 6 Maret 2021 - (18:00 WIB)
      Permalink

      Saya khawatir ada yg mau mencari keuntungan lain di penderitaan orang lain
      Blm lama ada teman saya kerampokan rumahnya, lapor polisi malah sepanjang proses penyelidikan diminta biaya ini dan itu
      Yg ada proses penyelidikan ngga jelas dan hilang uang tambah banyak 😔

  • 6 Maret 2021 - (19:19 WIB)
    Permalink

    Klu udah urusan masalah sama bank repot,buang2 waktu,bolak balik,ujung2nya sedang di proses,apanya yg di proses

  • 7 Maret 2021 - (00:46 WIB)
    Permalink

    Sepertinya anda sudah dijebak dalam pusaran abadi birokrasi bank. Dimana keluhan hanya sekedar di ping pong / dilempar antar ‘orang dalam’ bank yg bahkan mungkin tidak ada kuasa untuk menyelesaikan persoalannya.

    Mungkin jika dibawa lewat jalur hukum akan ditanggapi lebih serius oleh para pejabat BRI karena sudah menyangkut pengadilan.

  • 7 Maret 2021 - (06:34 WIB)
    Permalink

    Kalau dilihat dari kasus-kasus lain terkait dengan bank tersebut di situs ini, biasanya dapat terselesaikan. Semoga pada kasus ini juga berakhir dengan baik. Lapor polisi melawan corporate besar akan memakan total biaya yang tidak sedikit.

    Saya pernah mengalami hal yang cukup membingungkan juga dengan Bank BRI.
    Beberapa tahun lalu secara tiba-tiba nomor HP saya terdaftar di sebuah rekening BRI, padahal saya tidak pernah membuat rekening disana. Akhirnya saya selalu menerima SMS notifikasi setiap ada transaksi di rekening itu.

    Untuk BRI, tolong rapihkan sistem kalian! Masa orang bisa memakai data orang lain untuk membuat CC maupun rekening. Kalau bank lain harus melewati proses yang ketat.

    • 7 Maret 2021 - (14:02 WIB)
      Permalink

      Datang ke kantor pusatnya saja mbak Anita di Jl.Jend Sudirman depan mall semanggi,,untuk mendaptkan penyelesaian yang Lebih baik kalo masih belum ada penyelesaian terbaik atau pun win-win solution setidaknya kepastian penyelesaiannya,,,untuk sekarang sedng marak-maraknya Modus seperti itu.semoga mbak dapt menyelesaikan masalh ini dengan segera.

    • 7 Maret 2021 - (15:05 WIB)
      Permalink

      Kmrn sy habis di tipu org skitar 8jt
      Dg modus jual beli online dia memakai rekening bank bri
      Stlah lapor kepolisian dan pihak bank ttp saja tiada kpastian trkhir sy mncoba meneror penipu trsebut yg buat sy jengkel dia menantang saya dan mengatakan klautdk takut dg polisi dan smpai kpn pun tdk akn prnh di tangkap krena no rekening trsbut dia dpt drimembeli data org lain smcam hacker dan buzzer kan aneh
      Masak untk skelas bank besar sprti bri nudah skli untuk buat rekening palsu

  • 7 Maret 2021 - (09:15 WIB)
    Permalink

    Saya prihatin dengan kasus2 seperti ini. Pemalsuan data ada dimana2 khususnya pada bank2. Sebaiknya untuk mengurangi pemalsuan data tidak usah penawaran produk kartu kredit itu lewat telemarketing atau online di website. Tapi langsung di buat di kantor. Nasabah dan marketing harus ketemu langsung bawa berkas agar benar2 dipercaya dan valid datanya

    • 8 Maret 2021 - (00:26 WIB)
      Permalink

      ya betul sekali
      kalau sy baca .mungkin dari pengajuan kartu kredit mandiri yg kemaren.
      ada sales nakal memalsukan data ke bri .

      betul sekali untuk memasukkan aplikasi kartu kredit ke banknya langsung.

      jangan mau yg di mall / telemarketing.
      mereka adalah pihak ke 3.

  • 17 April 2021 - (02:33 WIB)
    Permalink

    Pertama-tama saya turut prihatin atas kejadian ini yang menimpa Ibu Anita, sebenarnya pemalsuan data seperti ini semakin banyak beredar, dan bersyukurnya Ibu Anita bisa mengetahui hal ini.
    Terkait permasalahan ini walaupun saya tidak bekerja di dunia perbankan tapi saya juga sedikit belajar yang namanya menginvestigasi sesuatu terutama dibagian pembayaran.
    Memang ini tidak mudah diselesaikan, hanya saja memang pihak Bank harus benar-benar harus ambil materi laporan ini menjadi hal yang serius untuk diselesaikan/ditangani. Kalau ada yang masih ingat dengan kasus pemalsuan data di Telkom$3l yang membuat perusahaan plat merah mendapat tuntutan yang tidak kecil dari nasabah/pelanggannya karena proses verifikasi yang sangat mudah beritanya ada disini: https://bisnis.tempo.co/read/1364756/digugat-konsumen-rp-15-triliun-telkomsel-kami-hormati

    Saya sarankan Ibu Anita untuk tetap sabar dan tenang terlebih dahulu, bisa coba jalur hukum mengingat ini dapat dikenai pasal Pasal 263 dan 264 Kitab Undang Undang Hukum Pidana. Ibu bisa coba ajukan untuk pertemuan dengan pimpinan atau head of collection perihal ini ke BRI Pusat (memang rasanya sulit, namun saya percaya mereka akan mendengarkan dan akan menindaklanjuti)

    Sebenarnya pihak Bank bisa dengan mudah tracking beberapa transaksi yang sudah pernah terjadi dengan kartu kredit yang disebutkan diatas (baik transaksi offline/online) pihak bank juga dapat mengembangkan kasus ini ke ranah hukum dengan melakukan sidak alamat yang pernah dijadikan oknum untuk transaksi offline atau alamat yang pernah dimasukan pada saat transaksi online.
    Memang proses ini tidak sebentar Bu, prosesnya akan memakan waktu yang lama.
    Namun, saya yakin kalau memang benar Ibu sama sekali tidak pernah menerima kartu kredit diatas, hal tersebut dapat diselesaikan dengan alur yang sebaik/secepat mungkin.

    Hanya saja perlu diperhatikan untuk Bank BRI agar tidak terlalu banyak melibatkan karyawannya, karena itu sangat tidak efisien (berdasarkan alur cerita diatas) sangat terkesan too much probing without concrete action.

    Semoga permasalahannya segera diselesaikan dengan baik ya Bu

 Apa Komentar Anda mengenai Bank BRI?

Ada 18 komentar sampai saat ini..

Laporan Pemalsuan Data untuk Pembuatan Kartu Kredit BRI Tidak Kunjung …

oleh Anita Meliana dibaca dalam: 11 menit
18