Buruknya Sistem Kerja Bank Mandiri

Kepada Yth. Bank Mandiri,

Melalui surat ini, saya bermaksud untuk mengadukan sistim kerja Bank Mandiri yang menurut pendapat saya, sangat buruk. Saya adalah pemilik rekening Bank Mandiri sejak tahun 2016. Pada tanggal 15 Juni 2021, saya menerima pesan Whatsapp resmi dari Bank Mandiri, yang memberitahu bahwa kartu debit saya dengan nomor **, akan terblokir secara otomatis dan tidak dapat digunakan untuk bertransaksi. Oleh karena itu, saya diminta untuk melakukan penggantian kartu debit di cabang Bank Mandiri terdekat.

Pada tanggal 17 Juni 2021, saya mengunjungi Bank Mandiri cabang Mall Puri Indah, Jakarta Barat, untuk melakukan penukaran kartu debit sesuai apa yang telah diinstruksikan oleh Bank Mandiri melalui Whatsapp. Kebingungan CS Bank Mandiri mulai terlihat ketika kartu debit yang dimiliki oleh saya ternyata adalah kartu debit yang telah memiliki chip. Lebih lanjut, saya diarahkan oleh CS Bank Mandiri untuk tidak perlu melakukan penggantian kartu, dengan alasan bahwa kartu debit yang dimiliki oleh saya adalah kartu debit versi terbaru yang telah dilengkapi dengan chip.

Ketidakjelasan Bank Mandiri berlanjut, ketika saya kembali dihubungi oleh CS Bank Mandiri Mall Puri Indah. CS tersebut menyampaikan bahwa kartu debit saya harus diganti, dan hal ini baru saja dikonfirmasi oleh Bank Mandiri pusat. Lebih lanjut, kartu debit saya akan terblokir secara otomatis pada tanggal 30 Juni 2021.

Dikarenakan saya telah meninggalkan wilayah Jakarta Barat, maka saya mengunjungi cabang Bank Mandiri terdekat sesuai dengan lokasi saya, yaitu Bank Mandiri cabang Menteng, Jakarta Pusat. Di cabang tersebut, saya dibantu oleh CS Bank Mandiri yang berinisial M.

Lagi-lagi CS terlihat bingung dan tidak mau melayani permintaan penggantian kartu tersebut, dengan alasan kartu debit yang dimiliki oleh saya adalah kartu debit terbaru yang sudah dilengkapi dengan chip. Setelah saya menjelaskan kronologi dan arahan yang saya dapatkan sebelumnya, CS dengan nada kesal, sikap kurang sopan dan respon CS, telah menunjukkan bahwa permintaan saya tidak masuk akal. Lebih lanjut, CS juga mengatakan bahwa permintaan penggantian kartu saya akan dikenakan biaya tambahan.

Akhirnya setelah CS mengonfirmasi sama unit kerja lainnya, kartu debit saya diganti tanpa dikenakan biaya tambahan. Namun yang paling mengejutkan adalah ternyata kartu debit yang telah diganti bentuknya sama persis dengan kartu debit yang saya miliki sebelumnya.

Pertanyaan saya kepada Bank Mandiri adalah:

  1. Apakah ini merupakan standar Bank Mandiri? Jika iya, maka service Bank Mandiri benar-benar mengecewakan. Saat negara sedang dilanda oleh krisis pandemi, Bank Mandiri malah membuat nasabah secara fisik mengunjungi cabang dengan semua ketidakjelasan ini.
  2. Apakah penggantian kartu debit saya diperlukan? Jika iya, kenapa kartu debit yang telah diganti bentuknya sama persis dengan yang dimiliki oleh saya sebelumnya? Jika tidak perlu, kenapa saya mendapatkan notifikasi dan arahan untuk melakukan penggantian kartu? Apakah ini sebuah pembodohan?

Saat bank-bank nasional sedang melakukan digitalisasi aktivitas perbankan, sangat disayangkan Bank Mandiri sebagai Bank BUMN yang mengaku terdepan dan terpercaya, malah mengeluarkan blunder-blunder seperti ini.

Melalui surat ini, saya juga ingin mengajak kepada para konsumen untuk melakukan pengaduan terhadap layanan-layanan yang tidak profesional oleh industri perbankan, untuk meningkatkan kualitas perbankan nasional, agar dapat menjadi lebih baik.

Erick Sanjaya
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mandiri:
[Total:626    Rata-Rata: 3.4/5]
Tanggapan Bank Mandiri atas Pengaduan Bapak Erick Sanjaya

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak alami dan terima kasih atas masukannya. Menindaklanjuti pengaduan Bapak, dapat kami sampaikan bahwa...
Baca Selengkapnya

Loading...

51 komentar untuk “Buruknya Sistem Kerja Bank Mandiri

  • 18 Juni 2021 - (15:21 WIB)
    Permalink

    Hanya asumsi saja, tapi sepertinya pesan WA yang diterima merupakan pesan notifikasi yang diberikan secara menyeluruh (pesan berantai) kesemua nasabah, baik yang sudah ganti kartu ATM atau masih pegang ATM model lama, hanya sekedar pemberitahuan. Biasanya suka diikuti dengan kata-kata “abaikan apabila sudah menggati dengan ATM ber-chip”. Soalnya aku sudah ganti kartu (dari BCA) ATM ber-chip dari tahun lalu, sampai dengan 2021 masih saja sering terima tuh terima berita notifikasi tsb. Tapi karena sudah ber-chip ya aku abaikan saja.

    53
    1
    • 18 Juni 2021 - (15:24 WIB)
      Permalink

      Sangat disayangkan bahwa pesan WA yang diterima ditujukan khusus kepada saya, dengan mencantumkan nomor kartu debit yang dimiliki oleh saya. Lebih lanjut, pesan tersebut tidak dilengkapi disclaimer seperti “abaikan apabila sudah mengganti dengan ATM ber-chip”.

      2
      1
      • 18 Juni 2021 - (17:32 WIB)
        Permalink

        semua pengguna mandiri dapet wa tsb bro,
        memang ada menyebutkan 4 digit belakang no kartu
        tapi klo dibaca pelan2 disitu disebutkan kata CHIP
        ya klo memang kartu ente udah pake chip, ngapain diganti

        25
        3
      • 18 Juni 2021 - (17:34 WIB)
        Permalink

        ini kan isi pesan wa y ?

        Saat ini kami mencatat kartu Mandiri Debit Anda dengan nomor akhir **** belum menggunakan chip. Demi alasan keamanan, pada tanggal 1 Juli 2021 kartu ini akan terblokir otomatis dan tidak dapat digunakan bertransaksi. Segera ganti kartu debit Anda menjadi Mandiri Debit Chip di Cabang Bank Mandiri terdekat.

        Mohon abaikan pesan ini apabila Anda sudah melakukan penggantian kartu.

        Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik bmri.id/debitchip?cRDztp atau hubungi Mandiri Call 14000

        itu ada tulisan abaikan pesan apabila sudah melakukan penggantian kartu ( dalam hal ini klo kartu sudah berCHIP ) pan kartu ente dah ada chip y

        19
        • 18 Juni 2021 - (17:38 WIB)
          Permalink

          Untuk tujuan klarifikasi, pesan yang saya terima adalah

          “Nasabah Yth.

          Untuk menjaga keamanan transaksi Anda, pada tanggal 30 juni 2021 kartu mandiri debit Anda dengan nomor xx[xxxx] akan terblokir otomatis dan tidak dapat digunakan untuk bertransaksi. Segera ganti kartu mandiri debit Anda di Cabang Bank Mandiri terdekat.

          Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik bmri.id/gantikartu?cQ2Jnd atau hubungi Mandiri Call 14000”

          Dapat disimpulkan bahwa pesan yang saya terima diatas tidak mengandung kata “chip”, dan juga kalimat “Mohon abaikan pesan ini apabila Anda sudah melakukan penggantian kartu.”.

          9
          2
          • 18 Juni 2021 - (20:10 WIB)
            Permalink

            Pelayanan menjadi Buruk karena memang bukan inisiasinya sendiri.

            Regulasi konversi kartu magnetic ke kartu chip adalah Regulasi Bank Indonesia, bukan inisiasi Bank Mandiri, dan bukan inisiasi dari Bank lainnya yang melakukan hal serupa.

            Sehingga yang terjadi sekarang adalah hanya merepotkan nasabah, karena Bank Bank itu hanya mengikuti arahan BI saja, tanpa menyesuaikan pelayanan lebih lanjut.

            1. Tidak Memperhatikan Kenyaman Nasabah.

            Tidak ada cs Khusus untuk Pelayanan Regulasi itu, menyebabkan banyak Nasabah yang sudah Antri namun mengurungkan Niatnya karena kelamaan menunggu Antrian.

            Ganti kartu magnetic ke chip adalah regulasi Bank, bukan kesalahan Nasabah, tapi kenapa Antrian Nasabah di samakan dengan Antrian Nasabah bermasalah lainnya.

            Seharusnya ada cs khusus yang melayani Nasabah yang akan melakukan Pergantian Kartu Magnetic ke Chip.

            Adil gak, nasabah gak salah apa apa trus suruh datang ke Kantor Bank, dan disuruh Antri di belakang Nasabah yang masalahnya berbeda beda.

            Kayak,
            – Kartu tertelan karena Nasabah lupa kata sandi
            – Kartu Hilang karena jatuh, itu juga salah Nasabah.
            – Kartu Patah, itu juga salah Nasabah.
            – Atau Nasabah bermasalah lain dengan kasus rupa rupa yang memang kesalahan nasabah itu sendiri.

            Nasabah yang hanya ingin mengganti kartu chip disuruh Antri bersama Nasabah Nasabah itu. Yang pelayanan untuk mereka minimal 1 Jam baru beres.

            2. Membingungkan Nasabah

            Pada kasus di MK ini memang terbukti Bank sudah membuat Nasabahnya Bingung. Selain daripada itu, ada yang lebih membuat bingung adalah ketika Menggembar gemborkan 1 Juni 2021 kartu magnetic sudah terblokir nyatanya masih banyak kartu magnetic mandiri yang masih bisa dipakai. Trus kapan mulai Blokirnya?

            3. Bekerja yang bukan dari inisiatifnya sendiri terkadang memang akan menampilkan unsur keterpaksaan.

            8
            1
          • 20 Juni 2021 - (07:11 WIB)
            Permalink

            Pak erick ini sprtinya perintah ganti kartu atm bukan utk migrasi CHIP yaa, tp utk alasan keamanan sama seperti saya prnah mengalami ini jg, jd sdh chip tp dpt notifikasi tsb.
            Kalau sya dlu krn ada indikasi skimming jd dpt notifikasi itu jg, prnah jg atm lgsung terblokir.
            Utk preventif ckup ganti pin atm saja pak erick

            1
            3
  • 18 Juni 2021 - (15:39 WIB)
    Permalink

    Sisdur yang membagongkan. Kalau saya melihat gejala gejala seperti nggak berani mempercayakan tabungan di sana.

    • 18 Juni 2021 - (21:50 WIB)
      Permalink

      Sebenarnya sudah di kasih tau sama petugas banknya tapi anda sendiri yg gak percaya, alhasil ya sama atm’nya,..kesalahan dr pihak bank tidak tselektif mengirim informasi ATM yg sudah palai chip dan yg blm pake chip , klau terjadi sama saya, saya percaya apa yh di katakan petugas bank, krna dia pasti tau yg sudah chip atau yg blm, berhubung anda tidak percaya, ya begitulah…

      15
      9
    • 19 Juni 2021 - (05:21 WIB)
      Permalink

      Kalau memang karena masa berlaku kartu, kenapa dia cerita CS Bank nya kebingungan, hayoh?

      • 19 Juni 2021 - (22:13 WIB)
        Permalink

        Ya gmn ga bingung yaa mas udh kartuny chip knp msh ngotot minta ganti lagi.
        Hmm cmiiw hany asumsi saja.

        • 20 Juni 2021 - (10:53 WIB)
          Permalink

          kalo masalahnya skimming harusnya kalimatnya kartunya sudah terblokir, bukan akan terblokir pada akhir bulan, kelamaan, keburu saldonya dikuras 😁

          yakin 120% ini hanya masalah miskom cs terkait pergantian kartu chip karena blunder info sms/wa blast yg kurang lengkap 😅

        • 20 Juni 2021 - (20:22 WIB)
          Permalink

          Ha gimana gimana? Jadi yang bingung CSnya ya? Nasabahnya apa ga bingung juga tuh udah ke Bank Mandiri cabang Puri katanya tidak perlu ganti, lalu di jalan di telfon lagi katanya ternyata perlu ganti. Itu tidak membingungkan nasabah ya? Lucu juga ya. Hahaha

          2
          1
  • 19 Juni 2021 - (05:56 WIB)
    Permalink

    Mungkin bank mandiri, terutama csnya yang cantik kangen pingin ketemu agan yang ganteng.

    5
    1
  • 19 Juni 2021 - (09:41 WIB)
    Permalink

    untuk pelayanan, bank mandiri memang termasuk yg terburuk menurut ane jika di bandingkan dengan bca.

    7
    6
  • 19 Juni 2021 - (18:37 WIB)
    Permalink

    Masih ada 14000 untuk info wa tersebut,

    “CS juga mengatakan bahwa permintaan penggantian kartu saya akan dikenakan biaya tambahan.” Penjelasan ini pasti dijelaskan ketika penggantian atm nanti cs bisa lihat di sistem masalah di atmnya, logika aja csnya bingung, apakah salah bila cs mengkonfirmasi kpd orang lain ? orang tua sy sudah berchip tapi tetap masih di wa untuk melakukan penggantian atm, sampai sekarang masih bisa digunakan atmnya dan setelah sy tanyakan wa tersebut bukan berasal dari cs. Terkesan menyalahkan cs “CS dengan nada kesal, sikap kurang sopan dan respon CS, telah menunjukkan bahwa permintaan saya tidak masuk akal” orang yg kebingungan pasti akan gugup apalagi cs sampai betanya kpd orang lain, pembawaan masing2 orang beda2 terkadang kita biasa saja malah terlihat tidak ramah, Kemudian bank hanya mengikuti arahanan BI bukan berarti tanpa dasar. Dan coba perhatikan masing2 atm berbeda nomornya, jadi bukan berarti sama jenis maka masalahnya sama dengan atm sebelumnya pembodohannya dimana ?
    Semua perusahaan di bidang jasa pasti ada plus minusnya

    Sy juga sering komplain tapi dengan bijak memikirkan dampak dari komplain tesebut. Seperti cs yg bapak sebutkan.
    Semoga artikel ini tidak memberikan dampak kepada bank maupun pegawai

    14
    2
    • 19 Juni 2021 - (20:45 WIB)
      Permalink

      Nah ini benar sya sbg nasabah jg jadi kasian dgn dampak CS nya krn seolah2 gagal mengedukasi nasabah.
      Diganti kartu baru yg sama itu bukan brrti pembodohan, ganti fisik kartu brrti ganti nomor kartu debit jg berikut pula pembuatan pin ulang.
      Brrti prosesnya ssuai prosedur.
      Yawislah jd pelajaran bgt smoga tdk smbarangan mnyampaikan komplain ya, krn psti dampaknya kasin ke CS ybs skrg.

      6
      2
        • 20 Juni 2021 - (08:49 WIB)
          Permalink

          Wkwk sampai kesini ya padahal masalah nya apa kasian amat penyakit nya belum sembuh2 ya cepet sembuh ya drun wkwkwk

          1
          1
      • 20 Juni 2021 - (20:32 WIB)
        Permalink

        Kalau semua ini hanya untuk ganti kartu debit yang sama persis, kenapa kartu debit yang lama diinfokan akan diblokir pada tanggal 30 Juni? Kebetulan orang tua saya juga mendapatkan pesan yang sama. Jujur saya menjadi agak bingung setelah membaca postingan ini, disini jelas2 nasabah yang dirugikan disuruh ke cabang untuk bertemu dengan CS yang tidak ngerti mengenai adanya peraturan ini, kok jadi nasabah yang disalahkan? Coba bayangkan saja nasabah yang terima sms serupa berjumlah berapa puluh ribu orang? Dan jika semuanya ke cabang dan ktemu CS yang tidak ngerti tentang peraturan ini, apa wajar? Atau bapak lebih mementingkan nasib si CS yang mungkin “lalai” dalam menjalankan pekerjaannya atau nasabah2 yang harus pakai masker, bawa sanitizer, mungkin ada yang cuti kerja gara2 takut kartu diblokir, dan habisin waktu ngantri hanya gara2 ini? Saya harap bapak juga lebih bijak dan pikir dampak yang dibawakan oleh masyarakat gara2 kesalahan seperti ini.

        5
        1
  • 19 Juni 2021 - (20:36 WIB)
    Permalink

    Ini sepertinya ada salah paham ya.
    (Ini berdasarkan persepsi saya sbg nasabah ya)
    Utk migrasi ke debit chip itu demi keamanan nasabah & mmg standar BI dan OJK, bukan Bank Mandiri sndiri yg mau.

    Pak Erick maaf setahu sya itu wa atau sms blast dr bank mandiri utk smua nasabahnya, bbrp mmg hny yg blm migrasi dr magnetic ke chip. Dan seharusnya ada pesan jika kartu sdh debit chip silahkan diabaikan. Bisa dicek lagi.
    Kan d situ jg ada keterangan kartu debit chip 4616********xxxx , kalau angka depan dan blakangnya bukan pnya bapak yawis abaikan saja.
    Setahu saja klau dpannya 4607xxx itu blm chip,
    kalau dpannya 4616 itu sdh chip ya. Soalnya sya catat riwayat ganti krtu saya d notes hp jadi tau bedanya.

    Jadi sesuai prosedur pasti kalau bapak sudah chip ngapain ganti dinalar saja? Makanya cabang tsb menolak krn memang itu sudah debit chip dan ketika di puri sudah dijelaskan oleh CS, jd bukan tnpa alasan menolak.
    Dan knapa cabang puri tiba2 nelpon bapak agar dibantu ganti kartu pdhl bapak sblmnya sdh ditolak krn kartunya sdh chip yaa? Bisa jadi bapak sblmnya sdh menyampaikan komplain ke 14000 ya sehingga ssuai prosedur CS yg brsangkutan hrus telf nasabah yg komplain tsb.

    Satu lagi ketika bapak d menteng CS jg mnjelaskan hal yg sama kan, kartu bapak sdh chip ngapain ganti.
    Tp akhirnya diganti yaa sm mereka tp bapak knp msh komplain kartu debit nya sama saja. Lah bapak ini gmn sya yg nasabah malah jd gemes.
    Sudah dr cabang Puri djelaskan kalau kartu bapak sdh chip knp msh nekat ke menteng, giliran dpt kartu yg sama salah lagi. Trus gmn pak ?

    Tp gpp saya salut dgn pendapat bapak, smoga bs jd pembelajaran bagi bank mandiri supaya profesional lg utk mmberi informasi k nasabah terutama ketika wa blast jgn smpai nasabah yg sudah ganti msh dpt notifikasi lagi.

    5
    6
    • 19 Juni 2021 - (21:36 WIB)
      Permalink

      Setau saya sudah dijelaskan di atas ya timelinenya

      1. Pak Erick mendapatkan pesan WA personal dengan nomor kartu dan tanpa disclaimer “Abaikan jika xxx”. Sehingga pak Erick merasa pesan ini memang personal untuk dirinya dan sudah menjadi kewajiban jika pak Erick harus datang ke cabang mandiri terdekat untuk mengganti kartunya.
      2. Pak Erick datang ke Bank Mandiri cabang Mall Puri Indah
      3. CS Bank Mandiri cabang Mall Puri Indah mengatakan bahwa kartu pak Erick sudah menggunakan chip dan tidak perlu diganti
      —————–
      Jika Bank Mandiri benar-benar profesional maka seharusnya cukup sampai disini karena pernyataan dari CS Bank Mandiri cabang Mall Puri Indah sudah cukup jelas bahwa kartu pak Erick sudah menggunakan chip.

      Nah yang menjadi blunder adalah ketika CS Bank Mandiri menelepon pak Erick dan berkata bahwa kartunya harus memang harus diganti dengan ancaman akan diblokir kalau tidak diganti. Siapa yang tidak kesal dengan pernyataan Bank Mandiri yang plin-plan ini ditambah dengan kondisi corona di DKI yang kian meningkat dan masyarakat diharuskan membatasi kegiatan di luar rumah. Bahkan ketika pak Erick datang ke Bank Mandiri cabang Menteng pun CS melayani dengan tidak sopan (menurut beliau) dan mengatakan bahwa kartu tidak perlu diganti. Sudah 2x datang ke cabang berbeda dan Bank Mandiri plin-plan. Nasabah mana yang tidak kesal? Disini sangat terlihat jelas betapa tidak profesionalnya kinerja bank mandiri dengan membuat bingung nasabah seperti ini. Lebih lucunya lagi kartu yang diterima sama persis atau bisa dibilang tidak diganti. Saya sangat setuju jika ini dikatakan pembodohan.

      7
      1
      • 19 Juni 2021 - (22:36 WIB)
        Permalink

        Slamat malam sdr Winata Winata.
        Sangat rinci ketika menjelaskan ulang, sipp hhe.

        Hm bgini ….(kita sharing sja yaa)
        1. Yg sya tnyakan knp tiba2 CS dr Mall Puri telfon ke nsabah ya pdhl sblmnya sdh dijelaskan kalau debit Pak Erick sdh Chip & tdk perlu diganti. Harus dicrosscheck ini takutnya salah paham/salah terima edukasi. Makany sya tnya apakah stlah dr Mall Puri ada telfon ke 14000 shg mengharuskan CS ybs menghubungi nasabah kmbali. Krn ada statement CS mall puri dpt “perintah dr kantor pusat” utk menghubungi nasabah tsb.
        2. Perlakuan CS yg terkesan tdk ramah, sya tdk serta merta membela CS ya tp mgkn krn sdh melwati prdebatan panjang antara CS & nasabah, sdh diedukasi bahwa kartu nasabah sdh chip tp knp msh mnt gnti; mgkn sisi manusia emosional CS trsbut akhirnya tersulut ya.
        Kbetulan sya tgl d Jawa Timur dan ada kjadian smacam ini persis blm lama ini, dr awal CS ramah mnjelaskan tp nasabah ttp ngotot mnt atm baru akhirnya trjdi sdikit prdebatan. Namun d sana dlu berakhir damai & nasabah mengertihhe.
        3. Ketika d cabang menteng pak erick mndpt kartu debit chip yg sama, tp bukan brrti kartu lamanya di kembalikan bgitu saja ya bund haha. Itu psti digantikan dgn fisik kartu lain yg psti nomor kartunya brbeda & mlewati prosedur pmbuatan pin ulang d teller (sya prnah mengalami bbrp kali ini krn berkali2 kartu sya slalu terblokir dgn indikasi skimming jd hrus digantikan dgn kartu baru, sama kartunya tetap VISA GOLD dgn bentuk sama persis tp fisiknya diganti baru brikut jg brubah no kartu debitnya) . Dan ktika itu dikenakan biaya 15rb krn sya yg meminta, fisik kartu lama sya msh bs digunakan tp demi kenyamanan sya mnt ganti baru. Dan sya jg djelaskan SOP nya oleh CS d srbya, jk kartu debit nsabah msh bs digunakan namun mnta gnti baru akan dikenakan biaya, dan sya terima krn mmg bgitu prosedurnya.
        Hmmm. Msh ga habis fikir, hha ya kali bank ngasih kartu lama lagi, sangat tidak mungkin dan setahu sya tidak begitu prosedurnya sdr Winata Winata.

        Hmm gni sbenernya ini masalah sepele ya bund, hanya krn salah edukasi dan wa blast yg tdk tepat sasaran jd panjang.
        Semoga jd pembelajaran utk lebih cerdas menelaah berita dan informasi, serta bagi perusahaan apapun pelajran utk sistem wa blastny lebih tepat sasaran & tidak sembarangan menghimbau.

        7
        3
        • 20 Juni 2021 - (20:32 WIB)
          Permalink

          1. Tidak di ceritakan oleh Bapak Ericknya ya bahwa dia menghubungi 14000 atau tidak. Mungkin bisa dibantu klarifikasi jika Pak Erick membaca tulisan ini.
          2. “Kartu nasabah sudah chip tapi masih minta ganti”. Pernyataan anda disini aneh ya. Yang jelas2 telfon kan pihak Bank Mandiri sendiri ketika nasabah sedang di jalan dan mengatakan bahwa kartu harus tetap diganti. Tapi ketika sampai Bank Mandiri cabang Menteng lagi2 CS berkata bahwa kartunya tidak perlu diganti. Jadi gimana ya ini maksudnya. Bank besar loh ini, tapi bikin nasabah bingung dengan statementnya yang sangat plin plan.
          3. Baik. Anggap saja telfon dari mandiri sebelumnya salah ya, ternyata tidak perlu ganti kartu. Lalu kenapa pihak Bank Mandiri Menteng tetap mengganti kartunya? Kan katanya tadi tidak perlu diganti?? Hahaha. Apa mungkin CS bisa dipaksa ya sama nasabah yang ngotot? Kalau gitu saya bisa ga ngotot ke CS Bank Mandiri untuk tambahin aja saldo saya di rekening? HAHAHA

          2
          2
          • 20 Juni 2021 - (20:36 WIB)
            Permalink

            Udh kita gausah buang2 waktu bund . Lihat tuh bank mandiri sdh prerelease case ini closed & done.
            Pak erick sdh dihubungi oleh pihak bank mandiri pd kesempatan prtama . Bye
            Ngimpi apa ngotot minta tambah saldo. Masih bocil apa gmn yaa dr kmrn bahasanya ky ga berpendidikan bgt hha low quality bgt pembahasannya ke mana2 & trkesan memihak.
            Salah bgt knp saya tanggepin ini org hahahahaha bye BUBAR JALAN! 🙈😀

            2
            4
  • 19 Juni 2021 - (22:08 WIB)
    Permalink

    ini hanya masalah sepele, konten broadcast wa mandiri yang kurang lengkap/profesional, seharusnya ada kata kunci semacam “sehubungan dengan regulasi bi/ojk terkait penggantian kartu debit magnetik menjadi chip, … , abaikan jika kartunya sudah berchip”.

    masalah kalimat yang kurang jelas bisa membuat sebagian nasabah kebingungan sampai perlu nulis komplain di mk 😅

  • 19 Juni 2021 - (23:09 WIB)
    Permalink

    Teruntuk bpk/ibu winata, menurut penjlasan di atas yaitu cs menteng kebingungan, bisa jadi cs menteng bingung knp cs mall puri indah menghubungi kembali, bingung itu bukan berarti tidak ramah loh.

    Seharusnya bpk erick ini besyukur karna cs menteng sudah mengkonfirmasi kembali ke rekan kerja lainnya agar tidak salah. Jadi cs menteng kena imbas kekesalan bapak ini dari awal. Setau sy ini bank besar jd tidak mungkin csnya “tidak apa-apa” pasti “kenapa-kenapa” karna artikel ini. Sy fine fine aja sama pelayanan bank ini. Karna sabtu minggu pun sy wa cs bank mreka tetap menjawab, padahal bukan jam kerja dan mengganggu waktu istirahat mereka.

    • 20 Juni 2021 - (00:47 WIB)
      Permalink

      Kalau mau comment tolong beberkan fakta saja, ga usah pakai kata-kata “bisa jadi”. Kalau “bisa jadi” memang semua bisa-bisa saja 😂 Jadi CS bisa kesal tapi nasabah tidak boleh kesal ya? Berdasarkan apa yang saya baca nasabah ini sampai 2x ke bank lho dan berdasarkan cerita nasabah di atas tanggal 17 yang berarti hari kerja dan jika pak Erick seorang karyawan tentu saja untuk pergi ke bank di hari kerja sampai 2x bukan hal yang menyenangkan. Saya rasa surat keluhan ini sudah tepat sasaran.

      2
      1
      • 20 Juni 2021 - (03:49 WIB)
        Permalink

        Beberkan fakta gmn mbak/mas winata
        Kita d sni kan sama2 berasumsi dr apa yg disampaikan pak erick maka digunakan istilah “mungkin/bisa jadi”
        Ini sarana sharing pengaduan publik bukan pengadilan negeri ngpain harus beberkan fakta hhe, toh bkn wewenang kita & kita tdk mengalami langsung hal ini. Itu nti pak erick yg menyanggah krn beliau yg mengalami hal tsb.

        Saya jg tdk membela pihak nasabah atau bank, netral melihat dr 2 sisi & sya hny mnceritakan apa yg sya alami krn sya prnah menyaksikan sndiri kjadian ini mski d situasi yg brbeda.
        Sya jg tdk mmbenarkan informasi blunder dr pihak jasa apapun yg mjdkan nasabahnya hrus mengorbankan waktu krn salah paham informasi.

        Kita netizen hrus cerdas jg yaa bund, jgn memihak kecuali ada dendam dgn perusahaan tsb shg kekeuh apapun yg trjadi, ya itu perusahaan yg salah hhe.

        5
        5
        • 20 Juni 2021 - (20:36 WIB)
          Permalink

          Berasumsi? Coba anda scroll di atas ada comment-comment anda yang menyebutkan “nasabah ngotot”. Wah kok bisa yakin ngomong nasabah ngotot? Jelas statement anda itu bukan asumsi loh. Kok bisa tau ya nasabah ngotot? Apa jangan-jangan anda ada disana ya? Hihihi.

          Tidak ada dendam disini dan tidak ada yang kekeuh, saya murni menilai kasus ini secara objektif berdasarkan fakta-fakta yang disampaikan oleh nasabah dan pada kasus ini saya menilai bahwa Bank Mandiri yang salah dan sangat tidak profesional dalam menjalankan bisnisnya.

    • 20 Juni 2021 - (21:56 WIB)
      Permalink

      Untuk mas/mba beige, menurut saya pemikiran mas/mba ada yang tidak beres. Masa nasabah sudah dipermainkan oleh ketidakjelasan bank terus disuruh mengucap syukur? Seharusnya orang bank yang mengucap syukur, tuh pegawai2 bank juga hidup dari tabungan nasabah. Kalau tidak ada nasabah emang bakalan ada bank? Saya juga bingung kok malah mikirin nasibnya si “CS” yang jelas2 tidak tahu apa yang harus diperbuat. Bukannya mikirin masyarakat yang capeh2 pakai masker, bawa sanitizer, naik transportasi umum hanya untuk mengurusi ini? Amit2 kalau kena covid, emangnya mandiri mau bayar?

      3
      1
  • 20 Juni 2021 - (07:56 WIB)
    Permalink

    Yang membuat sy heran rek mandiri sy masih ngendap 100.000. Sy punya rekening 4 bank lainnya semua gak ada yg ngendap nol semua.. itu juga pihak mandiri menawarkan bikin Rek baru biar gak ngendap. Klo bikin Rek baru tidak bisa d pake untk keperluan kredit.klo Rek.lama kan udh banyak history tu keluar masuk transaki

  • 20 Juni 2021 - (08:43 WIB)
    Permalink

    Menurut saya anda tidak perlu panik ketika mendapat notifikasi pengganti kartu debit padahal kartu anda sdh menggunakan kartu chip. Utk memastikan,
    1) bisa hubungi call center bank mandiri utk di cek melalui sistem
    2) jika pulsa tidak mencukupi, tetap abaikan pesan wa tsbt, dan cobalah bertransaksi menggunakan kartu tsbts setelelah Juni 2021
    3) gunakan rekening cadangan dan pindahkan saldo darurat anda secukupnya di rekening lain, utk bebas transfer & tarik tunai, banyak aplikasi spt OY Indonesia, Dana , bank Neo bank permata dsbg

    Ini hanya saran ya, terima kasih

  • 20 Juni 2021 - (10:30 WIB)
    Permalink

    Liat di google, magnetik ama chip cirinya apa.

    Kalo saya, dapet hal ga jelas baik itu telpon/SMS/wa/inbox dari bank, olshop, gojek, kurir paket, kepolisian atau rumah sakit dll, Googling dulu atau hubungi dulu orang dekat yg menurut saya kompeten, baru saya datengin kantor atau nelpon pusat. Bank ya gitu itu, ada apa2 blokir, saldo di-hold, disuruh telpon pusat atau ke cabang, ada loh bank besar yang lancar ga pake tukar atau dikit2 blokir, tapi swasta dan paling mahal.

  • 20 Juni 2021 - (16:22 WIB)
    Permalink

    Notifikasinya di buat secara serentak, itu bukan pesan khusus, Kalau dalam bahasa system tinggal di panggil aja kode untuk menampilkan nomor kartu.
    Dan mungkin karena tahun registrasi pada 2016 jadi di deteksi belum menggunakan chip karena massa itu kebanyakan kartu tidak pakai chip.
    Seharusnya sih di abaikan saja notifikasinya karena CS sudah mejelaskan juga bukan malah ngotot ingin ganti kartu.

    1
    2
    • 20 Juni 2021 - (20:17 WIB)
      Permalink

      Kebetulan orang tua saya juga menerima sms sejenis, yang isinya kartu debit akan diblokir setelah tanggal 30 Juni 2021, padahal kartu orang tua saya juga sudah dilengkapi chip dan tidak ada kata pengabaian. Saya juga bingung orang tua jadi sibuk gara2 terima pesan seperti ini, lagipula di pesan yang disampaikan tidak ada kata pengabaian, kalau benaran diblokir bagaimana? Siapa yang mau tanggung jawab soalnya dari pesan mandiri sudah sangat jelas, kecuali ini mandiri salah ksh pesan ya. Apakah ibu kerja di mandiri bu?

    • 20 Juni 2021 - (20:47 WIB)
      Permalink

      Ada lagi nih yang bikin statement “nasabah ngotot”. Nampaknya yang comment gini ada di tempat ya pada saat itu? Hihihi. Hayo ini siapa? Hihihi. Padahal udah dijelasin sama penulisnya loh, dia dapat WA dari mandiri, langsung datang ke Bank Mandiri cabang Puri Indah. Yasudah ternyata tidak perlu ganti. Kemudian si penulis pulang deh dari Puri Indah, eh pas di jalan di telfon lagi katanya ternyata benar harus ganti, ya sudah beliau datang lagi ke Bank Mandiri cabang Menteng dan ternyata CSnya juga bingung dan katanya tidak perlu ganti chip. Ga usah jauh2 bahas attitude CS deh. Dari Bank Mandiri saja sudah jelas-jelas blunder bikin nasabah jadi bolak-balik. Kesalahan yang seharusnya stop sampai di Bank Mandiri cabang Puri Indah malah berlanjut sampai Menteng.

      3
      1
  • 20 Juni 2021 - (20:11 WIB)
    Permalink

    Terima kasih penulis. Orang tua saya juga menerima notifikasi yang sama, tanpa ada bahasa khusus untuk kartu yang belum berchip dan mohon diabaikan. Saya jadinya nelfon dulu ke 14000 untuk mengonfirmasi daripada bolak balik cabang.

  • 20 Juni 2021 - (21:09 WIB)
    Permalink

    CS nya udah benar, sayang nasabahnya ngotot, alhasil masalah simple malah jadi ribet.

    2
    6
    • 21 Juni 2021 - (04:57 WIB)
      Permalink

      CS-nya OON, sistemnya kacau, Ngotot darimana, hebat bisa bikin narasi sendiri, baca paragraf ini :

      “Ketidakjelasan Bank Mandiri berlanjut, ketika saya kembali dihubungi oleh CS Bank Mandiri Mall Puri Indah. CS tersebut menyampaikan bahwa kartu debit saya harus diganti, dan hal ini baru saja dikonfirmasi oleh Bank Mandiri pusat. Lebih lanjut, kartu debit saya akan terblokir secara otomatis pada tanggal 30 Juni 2021.”

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mandiri?

Ada 51 komentar sampai saat ini..

Buruknya Sistem Kerja Bank Mandiri

oleh Erick dibaca dalam: 2 menit
51