Tanggapan Bank Mandiri atas Pengaduan Bapak Erick Sanjaya

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak alami dan terima kasih atas masukannya.

Menindaklanjuti pengaduan Bapak, dapat kami sampaikan bahwa program penggantian kartu debit bertujuan untuk kenyamanan dan keamanan nasabah Bank Mandiri dalam melakukan transaksi perbankannya. Kami telah menjelaskan melalui telepon kepada Bapak pada tanggal 20 Juni 2021 dan pada kesempatan tersebut Bapak telah dapat menerima penjelasan kami dengan baik.

Bank Mandiri akan dan terus melakukan perbaikan agar dapat memberikan layanan prima kepada seluruh nasabah Bank Mandiri.

Apabila terdapat pertanyaan ataupun saran kepada Bank Mandiri, Bapak dapat menghubungi Mandiri Call 14000 (24 jam) atau website www.bankmandiri.co.id dengan memilih menu contact us atau email mandiricare@bankmandiri.co.id.

Demikian kami sampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerjasama Bapak.

Rudi As Aturridha
Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Plaza Mandiri, Jl Gatot Subroto Kav. 36-38
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tanggapan Bank Mandiri:
[Total:194    Rata-Rata: 3.2/5]
Buruknya Sistem Kerja Bank Mandiri

Kepada Yth. Bank Mandiri, Melalui surat ini, saya bermaksud untuk mengadukan sistim kerja Bank Mandiri yang menurut pendapat saya, sangat...
Baca Selengkapnya

Loading...

14 komentar untuk “Tanggapan Bank Mandiri atas Pengaduan Bapak Erick Sanjaya

  • 20 Juni 2021 - (18:16 WIB)
    Permalink

    Maaf pa, Anda kurang jeli menangkap maksud notifikasi dari Bank Mandiri. Penyampaian seperti itu tidak hanya ditujukan kepada bapak tetapi untuk semua nasabah Bank mandiri.
    Maksudnya kalau anda mereasa kartu debit sudah berchip ya nggak perlu lagi di ganti lagi. Ini hanya ditujukan kepada nasabah yg kartu debitnya masih menggunakan pita magnetic

    Penyampaian dari bank mandiri bersifat umum tanpa melihat apakah nasabah yg ditujukan sudah menggunakan kartu debit berchip atau belum.. tinggal kita merasa. Jika sdh berchip nggak perlu lg diganti

    3
    5
    • 20 Juni 2021 - (19:06 WIB)
      Permalink

      Anda yg ga jeli baca pengaduan si penulis, dia sdh dtg ke cs, csnya malah kebingungan sendiri , sdh nurut cs suruh abaikan lalu dijalan ditelp kembali oleh cs tuk dtg kembali ke bank, sampai di bank malah jd dibuat lebih bingung.

      Dan tdk ada tulisan abaikan bila sdh diganti di wa nya

      • 20 Juni 2021 - (20:29 WIB)
        Permalink

        Ya jelas bingung kartu sdh chip ngpain ngotot minta ganti.
        Apapun produk jasanya pasti jg bengong.
        Misal beli Vario 150 terbaru udh injeksi, tiba2 kembali ke dealer pgn tuker Vario 150 terbaru injeksi. Ya bingung org dealernya ngapain.

        Tp utk case pak erick ini trkait penggantian kartu debit chip krn alasan keamanan. Trjadi blunder krn salah paham ketika mengedukasi nasabah mgkn. Jd simpang siur.
        Tp kalau sdh merasa aman dan rutin ganti pin scr berkala ya sudah hiraukan saja.

        Atau tunggu stlah tgl 30 juni kartu atm tsb msh bs dipakai atau tdk. Kalau trnyata trblokir otomatis boleh silahkan ke cabang trdkat.

        • 20 Juni 2021 - (21:05 WIB)
          Permalink

          Perumpamaan yang bagus ngapain juga Vario 150 tuker dengan Vario 150. Berarti ini murni kesalahan mandiri ya pak? Karena sudah mengirimkan pesan dengan blunder dan untuk menutupi blunder ini, CS cabang malah disuruh tetap ganti kartunya untuk menutup kebodohan ini tapi malah makin terlihat blunder. Kalau tak dihiraukan sih tidak mungkin, masa iya nasabah bank sekelas mandiri dibiarin tidak punya kepastian sampai harus tunggu agar melihat kartu diblokir/tidak? Kalau benar seperti ini mah udah kalah jauh dengan bank2 tetangga lainnya. Lagian orang2 juga punya kesibukan masing2, masa harus ditunggu sampai kartu diblokir, sistem kerja bank ini benar2 memiliki masalah dasar.

        • 20 Juni 2021 - (21:18 WIB)
          Permalink

          Wah saya semakin yakin bahwa anda karyawan Bank Mandiri yang saat itu berada di tempat ya atau jangan2 anda si M? Karena yang bisa membuat statement –>”Tp utk case pak erick ini trkait penggantian kartu debit chip krn alasan keamanan.”<– tentunya hanya orang-orang dalam yang tau ada permasalahan apa dengan kartu debit nasabah. Dan lucunya lagi nasabah harus disuruh tunggu ngetest kartu sampai tanggal 30 Juni. Hahaha. Betapa tidak profesionalnya bank ini kalau nasabah disuruh menunggu dan mengecek sendiri bahkan sampai ke titik nasabah sudah tidak bisa menggunakan kartunya.

          Lagian apa susahnya memilah nasabah mana yang perlu dikirimi WA blast penggantian kartu bagi yang belum chip dan yang sudah. Saya bekerja sebagai IT developer dan memilah-milah WA blast bukanlah hal yang sulit. Bank BUMN besar tapi sangat jauh tertinggal dengan startup2 yang bahkan berdiri belum sampai 10 tahun. Saya yakin bank-bank yang tidak mau merombak sistem yang "primitif" seperti ini lama kelamaan akan tertinggal jauh dengan bank-bank digital yang sebentar lagi akan menjamur.

          #BUMNKrisisSDMBerkualitas

          9
          1
          • 20 Juni 2021 - (21:31 WIB)
            Permalink

            Ini Media Konsumen pak bukan Linkedin, kok jadi promo dan ngemis kerjaan disini? Lol

            1
            5
        • 21 Juni 2021 - (09:08 WIB)
          Permalink

          Saya sudah ikuti komentar orang ini (Randy) sejak di artikel keluhan dan ini sepertinya orang dalam mandiri yang ngotot dengan sistem mandiri yang menurut dia benar pada kasus keluhan nasabah. Saya rasa ini adalah karyawan mandiri yang ada di TKP saat kejadian. Bank mandiri tolong usut orang ini siapa karena pernyataan2nya terdengar bodoh. Berhentikan saja jika perlu.

          2
          1
  • 20 Juni 2021 - (21:31 WIB)
    Permalink

    Salut kepada tanggapan cepat dari bank mandiri. Tapi saya bingung kenapa judulnya kepada “bapak” sedangkan penutupannya menulis kepada “ibu”. Mungkin ini cerminan dari ketidak profesional bank mandiri yang dialami oleh penulis dan akhirnya membuat si penulis frustasi. Jadi sebenarnya yang bikin pengaduan bapak apa ibu? Wkwkwk.

    • 20 Juni 2021 - (21:48 WIB)
      Permalink

      untuk winata winata, gak semua data nasabah itu gampang dan mudah di update dalam sistem basis data perbankan. Banyak data yg berubah di nasabah belum tentu langsung terkonfimasi oleh bank, contoh alamat, no telfon, data ktp, dll.. semua data yg bank punya itu data yg terakhir dikonfirmasi oleh nasabah, misal saya mendaftar dengan alamat A, ya dalam data bank alamat saya masih di A, walaupun saya cuma ngontrak di alamat A yg padahal skrng sudah enggak tinggal di alamat A lagi. Kamu ini ngaku sebagai IT developer seolah olah smuanya gampang/mudah buat di tanganin sama IT developer. saya juga orang IT dan saya bisa mengerti hal yg terjadi pada bank Mandiri. itu hanya WA broadcast/blast yg dikirim secara masal kesemua nasabah di nomor yg terdaftar dalam data perbankan untuk mengingat buat yg belum memiliki kartu debit dengan chip utk segera mengganti dengan kartu debit yg sudah ada chip nya..

  • 20 Juni 2021 - (23:29 WIB)
    Permalink

    Kecewa sekali sama sistem penagihan bank mandiri, menelfon orang yg tidak bersangkutan sampai meneror tlp kerumah sakit, harusnya kan disistem penagihan kan ada kode etik dan harus sesuai SOP
    Tp disini semua yg kenal sama si nasabah diteror, harusnya kan nasabah yg diteror bukan orang yg kenal nasabah sistemnya malah kayak penagihan pinjaman online
    Sampai telp rumah sakit segala, marah² gatau tempat, ngaku dari bpjs terus neror sampai ditempat kerja org yg gak bersangkutan
    Keterlaluan banget gak ada kode etik sama sekali

  • 21 Juni 2021 - (04:54 WIB)
    Permalink

    Intinya penulis sudah datang ke bank, bahkn hingga 2 kali, dan dr tulisannya, penulis mengikuti arahan cs yg slow respon, namun ditelp sekali lg oleh cs yg pliplan bahwa kartu hrs tetap diganti, nasabah dtg ke cs lain yg malah balik lagi ke masalah awal.

    “Ketidakjelasan Bank Mandiri berlanjut, ketika saya kembali dihubungi oleh CS Bank Mandiri Mall Puri Indah. CS tersebut menyampaikan bahwa kartu debit saya harus diganti, dan hal ini baru saja dikonfirmasi oleh Bank Mandiri pusat. Lebih lanjut, kartu debit saya akan terblokir secara otomatis pada tanggal 30 Juni 2021.”

    Dan bank mandiri jawaban disini malah tdk ada kata maaf akibat tidak kompeten cs dan sistemnya yg amburadul dan terkesan menyalahkan nasabah yang terkesan tidak mau mengganti kartunya dgn menjelaskan panjang lebar kenapa harus ganti kartu debit dgn yg versi chip, lha nasabahnya sdh punya, hak dia tuk konfirmasi ke cs, dan kewajiban cs tuk solutif terhadap keluhan nasabah

  • 21 Juni 2021 - (05:57 WIB)
    Permalink

    tanggapan yang tidak menyelesaikan masalah, seharusnya jujur disampaikan itu kesalahan internal karena miskom, dan akan segera dievaluasi untuk pelayanan yg lebih baik kepada nasabah 😓

  • 21 Juni 2021 - (09:06 WIB)
    Permalink

    Surat keluhan nasabah dah dibaca publik tapi bank mandiri tdk menjelskan jadi ini kesalahan siapa. Sebaiknya dijelaskan ini salah siapa supaya ke depann bisa lbh baik. Kemarin juga saya lihat penutup surat ini tadinya di akhir menyebutkan Ibu “Demikian kami sampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerjasama Ibu.” tapi sudah diganti jadi Bapak. Mungkin Bank Mandirinya sudah sering berbuat kesalahan jadi tinggal main copy2 saja. Kasihan nama corporate secretary di pakai untuk hal kecil yang seharusnya benar, tapi salah. Sangat memalukan

 Apa Komentar Anda mengenai Tanggapan Bank Mandiri?

Ada 14 komentar sampai saat ini..

Tanggapan Bank Mandiri atas Pengaduan Bapak Erick Sanjaya

oleh Bank Mandiri dibaca dalam: 1 menit
14