Hasil Pertemuan dengan Bank Mandiri Soal Penyalahgunaan Data Pribadi Saya

Terkait surat saya sebelumnya “Data Saya Dipakai di Bank Mandiri oleh Orang yang Tak Saya Kenal“, pada hari Minggu 26 Desember 2021 sekitar pukul 9 pagi, pihak Bank Mandiri mendatangi saya di rumah saya. Dengan diwakili oleh tiga orang, yaitu Kepala Cabang Bank Mandiri Ahmad Yani, Kanwil-nya, dan satu lagi saya lupa jabatannya. Mereka membawa bingkisan Natal, berhubung saya juga sedang merayakan Natal.

Inti dari kedatangan mereka hanya untuk minta maaf dan mengatakan “Rekening yang mencuri data bapak sudah ditutup”. Saya tanya, “Apakah rekening itu memang ditutup oleh Bank Mandiri karena laporan saya atau tertutup sendiri?”. Mereka bilang, “Tertutup sendiri by system“. Artinya Bank Mandiri betul tidak menanggapi laporan saya yang sudah lebih setahun ini.

Kapan tutup rekeningnya? “Sekitar bulan April 2021”, kata mereka. Artinya Bank Mandiri tidak menanggapi laporan saya pada Februari 2020 ketika langsung datang ke KCP, dan pada Maret 2020 ketika saya email langsung ke Mandiri Care.

Kenapa begitu lama menanggapi laporan saya? “Karena orang yang menangani laporan bapak sudah resign“, kata mereka. Siapa ini yang sudah resign? CS KCP Ahmad Yani yang melayani saya waktu itu atau CS Pusat yang membalas email saya dari Mandiri Care? Seingat saya, kalau tidak salah, mereka mengatakan bahwa yang dimaksud yang resign tersebut adalah CS KCP Ahmad Yani tersebut. Saya ingat betul mereka mengatakan bahwa yang resign tersebut tidak meneruskan laporan saya, sehingga akhirnya ter-skip.

Lalu bagaimana dengan laporan saya ke email pusat? Itu yang lupa saya tanyakan.

Namun mereka terus menekankan bahwa laporan saya ter-skip. Bisa begitu ya handover pekerjaan sekelas Bank Mandiri?

Lalu bagaimana bisa rekening tersebut terdaftar, sementara bukan saya yang datang ke sana untuk mendaftar? “CS hanya mencocokkan foto di KTP dengan wajah orangnya. Jadi mungkin karena mirip makanya bisa disetujui”, jawab mereka.

Pengalaman saya buka rekening di bank lain ketat sekali. Tanda tangan saya harus sama persis seperti yang ada di KTP saya. Lalu saya juga difoto. Kemudian harus ada scan sidik jari dari atasan untuk menyetujui pembukaan rekening saya. Jika memang hanya otoritas dari CS saja cukup untuk membuka rekening di Bank Mandiri, wahhh… MERDEKA YA CS BANK MANDIRI!

Kemudian mereka berbicara soal kesalahan nasabah yang mudah memberikan data ke orang lain misalkan soal urusan beli dan pinjam, sementara mereka terima data curian. Analoginya seperti kasus polisi kemarin yang menyalahkan seorang ibu yang dibegal, polisi nya bilang karena si ibu kebanyakan bawa kartu ATM. Lucunya, Sekelas perwakilan kanwil lho yang bilang begitu.

Perwakilan Kanwil tersebut juga bilang adalah hak saya untuk melaporkan kasus ini ke polisi. Namun dia bilang, laporan saya tidak akan ditindaklanjuti polisi karena tidak ada kerugiannya. Apakah betul??

Kesimpulan akhirnya, Bank Mandiri ingin ini selesai dan ingin saya membuat surat di Media Konsumen ini menyatakan kasus ini selesai. Saya agak berat mengatakan ini selesai, karena:

  • Rekening ternyata tutup otomatis, bukan oleh Bank Mandiri, menandakan Bank Mandiri sengaja ingin menyembunyikan kasus ini atau sepele dengan kasus ini.
  • Bank Mandiri beralasan saya susah dihubungi. Memang nomor saya yang tertera sudah tak aktif lagi telepon biasa nya, tetapi nomor WA saya aktif sejak 2015. Lucunya, Bank Mandiri minta nomor telepon saya yang lain via email setelah kasus ini saya posting di Media Konsumen. Email-email saya yang awal tidak ditanggapi, SETELAH POSTING/DIKETAHUI PUBLIK, BARU DITANGGAPI. Lebih lucunya lagi, saya dihubungi Bank Mandiri malah via whatsapp, bukan via no telepon biasa yang sudah saya berikan. Lah, dari kemarin ngapain aja?
  • Bank Mandiri ingin kasus ini selesai, selesai dalam arti rekening sudah “ditutup” dan data saya “aman”, sementara sisanya bukan “ranah” Bank Mandiri, kata mereka. Segampang itukah hei Bank Mandiri?

Apakah memang yang “besar” sudah terbiasa untuk menyepelekan yang “kecil”? “Ambil saja data nya, nanti kita tinggal minta maaf. Salah sendiri data di tebar sana sini”. Begitu kira-kira.

Dan Morsan Lumban Gaol
Kab. Bogor, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mandiri:
[Total:108    Rata-Rata: 2.3/5]

15 komentar untuk “Hasil Pertemuan dengan Bank Mandiri Soal Penyalahgunaan Data Pribadi Saya

  • 28 Desember 2021 - (17:14 WIB)
    Permalink

    kepala cabang sm kanwil datang bukannya beresin masalah malah bikin masalah baru wkwkwk.. sekelas kacab sm kanwil ga boleh sembarangan ngomong/kasih statement. masa iya laporan polisi tidak akan dilanjuti karena tidak ada kerugian? kalo gaet pengacara kondang, bisa abis nih bank mandiri, bukan miliaran lg bahkan bs triliunan. sangat fatal sekali soalnya, sekelas bank mandiri bisa2nya lolos pembuatan rekening atas nama org lain. gile lu ndroooo!!!!

    13
  • 28 Desember 2021 - (18:04 WIB)
    Permalink

    Satu hal yang belum terjawab, agan taunya ada rekening tersebut dari mana? 🤔 Apakah rekening tersebut disalahgunakan untuk penipuan, trus korbannya kontak ke agan, apa gimana? Ini penting juga buat pembelajaran bagi yang lainnya.

    • 28 Desember 2021 - (20:11 WIB)
      Permalink

      maaf sumber saya minta dirahasiakan..
      pembelajarannya adalah tidak ada yang aman di dunia ini..
      sekelas BUMN pun begitu..
      otorisasi buka rekening hanya oleh CS saja??
      jadi bisa bertaruh pasti masih banyak rekening-rekening palsu di setiap bank di indonesia yang di buka bukan oleh pemilik data nya..

      • 28 Desember 2021 - (22:00 WIB)
        Permalink

        Kalau dulu ramainya di kaskus banyak jual beli rekening bank, dan lengkap dgn buku tabungan dan atm. Dan saat ini pun saya masih ada, meski kaskus sudah spt kuburan. Dan tahun lalu saja masih banyak yg jual rekening bank di marketplace, seperti di tokopedia, dll. Jadi yg menimpa anda itu bukan hal baru.

      • 29 Desember 2021 - (00:35 WIB)
        Permalink

        Sama kak… Saya jg kmrn di indihome penyalahgunaan data kaya gini(data dipake orang buat pasang indihome), responnya sama(dibilg gak bisa lapor polisi karna gak ada kerugian sama orang indihome wkwkwkw), bahkan ke ombudsman pun sama respon telkomnya, parahnya kalau saya dimintain maaf lewat telpon tapi lucunya orang indihome bilg gak ada penyalahgunaan data, pdhl nagihnya ke nope saya lebih dari setahun 😆. Tagihan di mana mana pake nama saya. Malah jatohnya difitnah terus diintimidasi. Intinya, saya jadi takut pake BUMN, bahkan saya sudah lama pake BRI skrg mau saya tutup, tapi masih belom sempat(ganti kartu ATM aja gak sempat)

        • 30 Desember 2021 - (12:19 WIB)
          Permalink

          Mau gimanapun bank pasti lebih aman dari pada pinjol. Bank Negara mau gimanapun memberi dukungan buat negara jadi jelas laba nya kemana saja

      • 5 Januari 2022 - (21:41 WIB)
        Permalink

        Wah mirip kasus Bank Century bbrp tahun lalu ya….di mana ada seorang petani atau nelayan yang tak pernah membuka rekening sama sekali di Bank BUMN berpita emas ini …eh hebatnya ada dana sekian miliyar masuk ke rekening atas nama petani/nelayan tsb

  • 28 Desember 2021 - (23:23 WIB)
    Permalink

    kaya nambah masalah barang datang. bahaya banget yaa bisa tembus dengan alibi foto sama dengan ktp_- pembelajaran sangat serius ini.

  • 29 Desember 2021 - (06:31 WIB)
    Permalink

    Jangankan nasabah, rekening karyawan internal aja suka di liatin sama cs nya, ga tau maksudnya apa padahal kan itu ranah privasi, di internalnya aja bobrok apalagi ke nasabah, be carefully ah…

  • 29 Desember 2021 - (10:18 WIB)
    Permalink

    kalau tahun lalu saya bikin rekening BCA, pakai E KTP dan juga harus sidik jari nya kita, sesuai dengan data yang terrekam di E KTP, sehingga sudah tidak mungkin untuk membuat rekening memakai data orang lain

    3 tahun lalu pun saya bikin tahapan ekspresi di CS digital BCA, sudah ada mesin nya semua, untuk meletakkan dan scan E KTP, foto, tanda tangan, dan juga input sidik jari

    seketinggalan itu kah mandiri? pdhl BUMN, harusnya integrasi dengan data kependudukan sudah pasti bisa

  • 30 Desember 2021 - (12:45 WIB)
    Permalink

    Iya saran saya sebaiknya memang permasalahan ini sudah selesai dengan adanya pertemuan kedua belah pihak.. Keamanan data pribadi pula kan sudah dijelaskan

  • 30 Desember 2021 - (14:45 WIB)
    Permalink

    Saya rasa permasalahan sudah beres ya, coba kalau ada masalah penggunaan data ama pinjol mana akan itu CEO nya dateng dengan itikad baik wkwk
    khawatir yang dateng malah tukang tagih 🙁

  • 3 Januari 2022 - (10:56 WIB)
    Permalink

    Punya gw malah awalnya rek atas 2 nama, bs berubah sendiri jd 1 nama.
    ditanyain , cm blg akan diinvestigasi, pdhl jelas di buku tabungan msh 2 nama. Sampe bertaon2 ga ada solusi.

  • 3 Januari 2022 - (11:24 WIB)
    Permalink

    Bank pemerintah rata2 atau gw bisa dibilang semuanya emang brengsek, jangan simpan uang terlalu banyak di bank2 BUMN, klo punya uang banyak disebar aja ke banyak bank/investasi

    Dan rata2 rekeing penipuan itu pakai bank BUMN, jarang pakai bank swasta besar, dan di masalah ini sedikit terkuak misteri banyak rekening2 penipuan padahal katanya sdh ada e-KTP, sama halnya registrasi no hp yg katanya mencegah penipuan sama2 zonk

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mandiri?

Ada 15 komentar sampai saat ini..

Hasil Pertemuan dengan Bank Mandiri Soal Penyalahgunaan Data Pribadi S…

oleh Dan Morsan Lumban Gaol dibaca dalam: 2 menit
15