Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu July Tjahyadi

Kepada Yth.
Redaksi mediakonsumen.com

Redaksi yang terhormat,

Sehubungan dengan surat Ibu July Tjahyadi di mediakonsumen.com (19/12), “Debt Collector Bank Mega Menagih Kepada Pihak Ketiga”, dapat disampaikan bahwa kami kesulitan menghubungi Ibu July Tjahyadi untuk konfirmasi terkait keluhannya, sehingga bersamaan dengan email Hak jawab ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami.

Perlu kami informasikan juga bahwa kami telah menyampaikan email konfirmasi kepada Ibu July Tjahyadi dan Ibu Febriyani Purba sebagai Pemegang Kartu.

Demikian hal yang dapat kami sampaikan, kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja sama mediakonsumen.com yang telah memuat tanggapan kami.

PT. Bank Mega, Tbk.
Kantor Pusat,

Christiana M. Damanik
Corporate Secretary

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Debt Collector Bank Mega Menagih Kepada Pihak Ketiga

Surat pembaca ini saya tujukan khusus untuk Bank Mega, OJK, & Gubernur Bank Indonesia. Saya benar-benar merasa sangat terganggu &...
Baca selengkapnya

5 komentar untuk “Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu July Tjahyadi

  • 19 Januari 2022 - (18:56 WIB)
    Permalink

    Hanya bisa mengucapkan permintaan maaf ya. Tolong rasakan juga apa yang telah dialami korban ( Ibu July Tjahyadi), dia telah kehilangan waktu, penghasilan dan ketenangan/kenyamanan dalam melakukan aktivitas kehidupannya.

    13
    1
  • 31 Januari 2022 - (19:24 WIB)
    Permalink

    Doloe ada keluarga jauh, panya utang kartu kredit bank mega.. awal pandemi,. Biasa kebijakan Pemerintah gimana .d lapangan berbeda.

    Nah debt coll itu ngancam mau obrak abrik dsb dgn bahasa apalah.

    Kebetulan saya angkat.

    Saya bilang..kita tunggu

    Atau kita laporin Polisi.. kita lack itu nomornya..Dan laporin ke bank mega …

    Diem itu debt collnya di Kasi ultimatum spt itu

    Dan sepertinya,hutang kartu kredit ya ud mulai lunas apa pake cara reschedule saya arahkan..

    Jadi era sudah berbeda .

    Kalau ada ancaman ancaman yg sudah tdk nyaman ,

    Jgn sungkan laporkan ke pihak Kepolisian, dengan emmbawa 2 alat bukti otentik..makanya kalau biasa setiap pembicaraan, HP d setel recording..jadi bisa sebagai alat bukti bila menerima ancaman dsb…soal nomor HP bisa lah d lacak ama pihak Kepolisian,bila memang sudah mengancam dsb..

    Semoga berguna

  • 24 Juni 2022 - (16:54 WIB)
    Permalink

    Saya ditagih debt collector dengan nomor 0812930014** atas utang salah satu orang yang pernah jadi mantan atasan saya. Saya sudah resign di akhir 2019, dan sama sekali tidak tahu apa-apa soal hutang ybs. DC-nya mengancam akan menagih ke rumah orangtua saya dan saya sangat terganggu dengan ini.

  • 28 Juni 2024 - (18:22 WIB)
    Permalink

    Saya heran kenapa bank Mega memakai pihak ketiga untuk nagih ke customer yg menunggak tagihan kartu kredit tapi cara tagihnya ga sopan banget dan selalu customer diancam,bisakah bank tersebut dikenakan sanksi krna pihak ketiga tersebut sangat meresahkan,kita udh byr tagihan kita aja msh diancam trs,diteror,dimaki,diganggu anggota keluarga kita,tolong pihak OJK jgn hy diam aja ,pihak BI jgn hy diam aja dong,kenakan sanksi sama banknya spya banknya bs ksh tau ke pihak ketiga mrka kalo tagih hutang ke customer dgn cara sopan santun

  • 4 Desember 2024 - (16:16 WIB)
    Permalink

    Dear Bank Mega’
    Lebih bijak lagi untuk DC lapangannya, Karena kebutuhan orang berbeda
    jangan ada tekananan dalam masa sulit seperti ini.
    karena sekelas Bank besar masih saja ada intimidasi.

 Apa Komentar Anda?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu July Tjahyadi

oleh Bank Mega dibaca dalam: <1 menit
5