Debt Collector Standard Chartered Bank Meneror Teman-teman Kantor

Saya debitur KTA Standard Chartered Bank, dengan nomor pinjaman 3068 0964 212 tenor 60 bulan sejak 2017 dan cicilan lancar sampai pertengahan 2021. Namun karena ada masalah keuangan, sehingga menyebabkan saya tidak mampu lagi melakukan pembayaran cicilan KTA Standchart tersebut.

Selama ini jika ada telepon dari debt collector Standard Chartered Bank, saya terima dan jelaskan permasalahannya. Namun memang debt collector tidak mau mengerti kondisi keuangan saya saat ini.

Puncaknya pada 08 April 2022, debt collector melakukan teror terus menerus telepon ke kantor dan ke hp saya sampai berkali-kali. Ketika ditelepon ke hp, saya sudah jelaskan kondisi keuangan saya, tapi debt collector tidak puas dan terus menerus meneror resepsionis kantor saya, yang kebetulan saya sedang tidak ada di kantor.

Dari keterangan resepsionis dan HRD yang menerima telepon, debt collector dengan nada keras memberitahu bahwa atas nama saya punya tunggakan ke Standard Chartered Bank. Sehingga membuat shock dan terganggu resepsionis dan HRD kantor tempat saya bekerja

Berdasarkan peraturan Bank Indonesia, bahwa penagihan debt collector harus dilakukan kepada debitur yang bersangkutan, bukan kepada orang lain dan tidak boleh mempermalukan debiturnya kepada orang lain. Akan tetapi ini debt collector dengan sengaja dan bermaksud mempermalukan saya di tempat saya bekerja dengan menginformasikan bahwa saya punya utang atau tunggakan kepada Standard Chartered Bank.

Sungguh sangat mengecewakan dengan kejadian ini. Saya bermaksud minta keringanan, tapi malah kantor tempat saya bekerja diteror terus menerus dan menyebarkan informasi bahwa saya punya tunggakan, yang seharusnya dirahasiakan kepada orang lain.

Regi Januar
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Standard Chartered Bank:
[Total:130    Rata-Rata: 1.8/5]
Tanggapan Standard Chartered Bank atas Keluhan Bapak Regi Januar

Menanggapi surat yang disampaikan oleh Bapak Regi Januar (“nasabah”) melalui mediakonsumen.com pada tanggal 12 April 2022 dengan judul “Debt Collector...
Baca Selengkapnya

17 komentar untuk “Debt Collector Standard Chartered Bank Meneror Teman-teman Kantor

  • 12 April 2022 - (10:50 WIB)
    Permalink

    SOP DC kebanyakan seperti begitu.. suka tidak suka memang realita dilapangan seperti itu meski aturan diatas kertas tidak memperbolehkan, semoga cepat diselesaikan permasalahannya

    11
    1
    • 12 April 2022 - (18:05 WIB)
      Permalink

      Saran saya anda sebaiknya datang ke bagian collector Di Bank SCB. Utarakan jelaskan permasalahannya dan mint keringanan atau re schedule pembayaran. Biasanya seperti itu mereka welcome . Malah senang jika anda datang . Ini pengalaman saya seperti itu di dua bank berbeda. HSBC dan Citybank 10 tahun lalu. Dan dapat discount 50% dr citybank juga HSBC. Biasanya yg neror itu DC pihak ketiga dan mereka kesal jika kita dtg sendiri ke bank yg bersangkutan. Mereka gigitjari.

  • 12 April 2022 - (12:10 WIB)
    Permalink

    Tenor 60 bulan dr 2017 macet pertengahn 2021, berarti tinggal beberapa cicilan selesai. Saya yakin uangnya ada kok, tinggal anda mau berusaha atau tidak. Maksudnya usaha cari utangan di tempat lain, paling utama ke saudara ato teman.

    4
    14
    • 12 April 2022 - (15:48 WIB)
      Permalink

      Atau bisa juga pinjam ke kantor dengan dicicil langsung potong gaji. Apalagi ini kan DC bank resmi.

      Kalau mau mengandalkan peraturan BI atau OJK yg tidak memperbolehkan menelpon orang lain selain debitur, menurut saya percuma. Kenapa? Karena OJK lembaga mandul. Bikin peraturan teori panjang lebar bisa, tapi penerapan di lapangan NOL besar.
      OJK isinya kebanyakan hanya orang-orang kantoran yg sudah terbiasa duduk enak-enak di dalam gedung ongkang-ongkang kaki.
      Apalagi semua lembaga penyedia kredit sudah bayar setoran ‘upeti’ ke OJK. Jadi OJK pasti akan tutup mata, dan ketika anda melapor ke OJK, PASTI akan diminta mengurus sendiri ke polisi.

      Kalau tidak percaya, coba lihat saja dari kasus-kasus DC di media konsumen. Mereka yg lapor ke OJK pasti dijawab begitu.
      Bahkan kalau anda search di google ketua OJK yg sekarang, Pak Wimb**. Akan muncul di wikipedianya bahwa OJK mengalami kemunduran saat dipegang dia, tidak ada power dalam mengatasi DC dan asuransi gagal bayar.

      11
      2
    • 12 April 2022 - (17:57 WIB)
      Permalink

      Santet saja tu DC nya. Cari tahu posisi dia ada dimana pancing biar chate pake WA ketangkep lokasinya langsung serbu saja pake santet. Tuman.

  • 12 April 2022 - (14:38 WIB)
    Permalink

    krn orang kantor jg udh tau kl simasnya saat ini sdg ada masalah dgn KTA. sebaiknya ajuin pinjaman ke kantor dgn sistem potong gaji aja. tinggal dikalkulasikan saja jumlah pinjaman dan jangka waktu cicilannya supaya ga terlalu menguras habis gaji nantinya

    7
    1
  • 12 April 2022 - (17:07 WIB)
    Permalink

    Bisa disiasatin pas awal macet kabarin tuh kontak darurat, kontak hp, orang kantor, kalo lg ada masalah tunggakan bank, jd paling ngga pas ditelponin debt coll kagak kaget.

    Gpp lah malu2 diawal pas ngasih tau, toh jg pasti akan dihubungin itu ama debt coll kontak hp sama kantor, sisanya tinggal cari uang buat nego ato lunasin tunggakan.

  • 12 April 2022 - (19:32 WIB)
    Permalink

    Intinya mau legal atau ilegal cara nagih semua sama saja kalau masih sanggup bayar ya minta waktu aja tapi kalau aset apapun ga ada dan sdh ga sanggup byr lagi ya sdh pasang badan aja ujung2 black list apakah siap,demikian.

  • 12 April 2022 - (20:18 WIB)
    Permalink

    Bagi info aja ya, buat yang biasa komen anti hutang dan tidak pernah hidup susah mungkin bisa terketuk pintu hatinya.
    Semua pinjaman ada bunga nya, dan nominal bunga itu tidak serta merta jatuh dari langit. Ada patokan dari BI menggunakan ilmu statistik keuangan yang canggih, dari data tahun² sebelumnya bisa didapat nilai bunga dengan memperhitungkan laba,biaya operasional dan BIAYA RESIKO. Bunga semua nasabah sudah mencakup biaya resiko sekian persen kemungkinan gagal bayar. Bank tidak akan pernah rugi jika ada nasabah gagal bayar, sudah tercover resikonya. Coba sebutkan satu saja institusi keuangan yang merugi karena nasabah gagal bayar ? Adakah ? Yang ada bangkrut karena salah investasi, kalau ga gitu dibawa lari sama petingginya macam BLBI.
    Tidak ada juga aturan yang melarang negoisasi utang. Bank dengan rate NPL ( Non Performing Loan ) nya tinggi ya kena tegur BI, kalau bank publik ya nilai saham juga pasti turun dengan adanya NPL tinggi. Dianggap ga becus yang mengelola bank. Makanya sebisa mungkin kredit macet diselesaikan oleh mereka, dan nasabah punya hak untuk nego karena kerugian justru lebih banyak di nasabah jika kredit macet berlarut.

      • 13 April 2022 - (08:06 WIB)
        Permalink

        Biar jelas ya… Kalau belum jelas lagi ya , amit²..

        Bagi info aja ya, buat yang biasa komen anti hutang dan tidak pernah hidup susah mungkin bisa terketuk pintu hatinya.
        Semua pinjaman ada bunga nya, dan nominal bunga itu tidak serta merta jatuh dari langit. Ada patokan dari BI menggunakan ilmu statistik keuangan yang canggih, dari data tahun² sebelumnya bisa didapat nilai bunga dengan memperhitungkan laba,biaya operasional dan BIAYA RESIKO. Bunga semua nasabah sudah mencakup biaya resiko sekian persen kemungkinan gagal bayar. Bank tidak akan pernah rugi jika ada nasabah gagal bayar, sudah tercover resikonya. Coba sebutkan satu saja institusi keuangan yang merugi karena nasabah gagal bayar ? Adakah ? Yang ada bangkrut karena salah investasi, kalau ga gitu dibawa lari sama petingginya macam BLBI.
        Tidak ada juga aturan yang melarang negoisasi utang. Bank dengan rate NPL ( Non Performing Loan ) nya tinggi ya kena tegur BI, kalau bank publik ya nilai saham juga pasti turun dengan adanya NPL tinggi. Dianggap ga becus yang mengelola bank. Makanya sebisa mungkin kredit macet diselesaikan oleh mereka, dan nasabah punya hak untuk nego karena kerugian justru lebih banyak di nasabah jika kredit macet berlarut.

 Apa Komentar Anda mengenai Standard Chartered Bank?

Ada 17 komentar sampai saat ini..

Debt Collector Standard Chartered Bank Meneror Teman-teman Kantor

oleh Regi Januar dibaca dalam: 1 menit
17