Indodana Mengancam Saya, Padahal Saya Tidak Pernah Punya Hutang di Aplikasi Tersebut

Salam untuk teman-teman dan khususnya untuk Indodana, yang menurut saya terlalu dzolim. Kronologi awalnya, staf Indodana menelepon saya dan menagih hutang yang belum dibayarkan oleh mantan suami saya (a.n. Arif B**** Seti****).

Pihak Indodana setiap hari menagih kepada saya melalui telepon dengan menginformasikan bahwa nomor saya dijadikan emergency contact oleh mantan suami saya. Padahal saya sudah pisah dengan orang tersebut sejak April 2019, resmi di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Sudah saya jelaskan berulang kali, bahwa saya tidak ada kaitannya lagi dengan orang tersebut. Seumpama nomor saya ini dijadikan emergency contact, harusnya sebelum Indodana melakukan pencairan uang, verifikasi terlebih dahulu. Namun hal ini tidak dilakukan oleh pihak Indodana. Saya diancam dan diteror, padahal bukan saya yang menerima uang tersebut.

Mohon sharing-nya teman-teman, langkah apa yang harus saya ambil? Saya diamkan saja atau baiknya saya lapor ke polisi dan menuntut balik Indodana ini? Karena jelas Indodana ini mengganggu ketenangan dan privacy saya.

Yunita Erliza
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Indodana:
[Total:411    Rata-Rata: 1.8/5]
Tanggapan Indodana Atas Keluhan Ibu Yunita Erliza

Berkenaan dengan keluhan ibu Yunita yang dimuat pada surat pembaca di Media Konsumen tanggal 2 Juli 2022 dengan judul “Indodana...
Baca Selengkapnya

60 komentar untuk “Indodana Mengancam Saya, Padahal Saya Tidak Pernah Punya Hutang di Aplikasi Tersebut

    • 2 Juli 2022 - (09:00 WIB)
      Permalink

      Mohon maaf mas, mohon dibaca terlebih dahulu artikel nya dengan jelas bahwa saya Tidak ada hutang sama sekali di INDODANA, tapi nomor saya dijadikan emergency contact oleh orang tersebut.

      Dan Indodana ini TIDAK ADA VERIFIKASI bahwa nomor saya telah dijadikan emergency contact.

      Ketika orang tersebut tidak bayar dan tidak aktif, maka nomor saya lah yang selalu di hubungi, diteror dan di ancam, padahal sama sekali saya tidak ada kaitan nya.

      Ada saran kah, langkah apa yang harus saya ambil?

      34
      2
      • 2 Juli 2022 - (11:45 WIB)
        Permalink

        langkah pertama blokir pak, kalo tiba-tiba didatangin, video dan dan lengkapi bukti, kirim ke OJK (lebih bagus kalau ada orang dalam di kantor polisi biar lebih cepat), lengkap dengan kapan, dimana, dan siapa yang disuruh (bisa diisi sebagai INDODANA), ini sudah bisa terdaftar dalam teror dalam KUHP

        35
        3
        • 2 Juli 2022 - (13:18 WIB)
          Permalink

          Terimakasih banyak atas informasi nya mas.. Sangat bermanfaat bagi saya 🙏

          18
          • 2 Juli 2022 - (23:41 WIB)
            Permalink

            Tambahan..kalo misal install aplikasi pinjam meminjam untuk smartphone HATI HATI ..apalagi yg ga ke list di playstore , mereka yg buat aplikasi sengaja minta akses penuh ke smartphone user tanpa pemilik sadar…

            Jangankan kontak..video private yg disembunyiin pemilik hp pun si lintah darat bisa akses jarak jauh, makanya ga jarang kalo ada kasus kaya gini sering di viralkan video2 private atau photo..kl korban dinilai ngeselin sama si debt kolektor …Hapus segera kalo ada aplikasi pinjeman yg ga jelas atau kalo sudah terlanjur terinstal CEK HAK AKSES nya …99% sudah disetup hak akses penuh biasanya sama developers lintah darat supaya kalo ada masalah dikemudian hari bisa disandera korbannya

            11
        • 2 Juli 2022 - (22:13 WIB)
          Permalink

          Bu Yunita. Saya juga mengalami hal yang sama. Tidak kenal dgn orang yg pinjam online..tapi saya yg diteror. Saran saya buat ibu Yunita: 1.tetap tenang, berpikir jernih, bahwa ibu tdk pernah meminjam bahkan tdk pernah menerima jg uangnyakan. 2 tidak ada DC pinjol itu mendatangi debitur, beda dgn DC leasing atw DC CC. 3 DC pinjol sifatnya hanya meneror,abaikan saja..jgn seperti ibu malah takut dgn ancaman DC, dgn ibu takut maka tujuan mereka tercapai…menjadikan ibu sebagai objek yg bisa ditekan utk membayar. Semoga dpt membantu ibu.

          14
          • 4 Juli 2022 - (23:01 WIB)
            Permalink

            Betul sekali pak, Terimakasih banyak atas saran nya pak.. Saran nya sangat bermanfaat untuk saya. 🙏

        • 4 Juli 2022 - (06:34 WIB)
          Permalink

          Untuk kasus mbaknya lebih baik diblokir terus klo bisa hpnya direstart ulang ke setelan pabrik,klo masih gagal ato masih neror satu2 nya ganti nomor mba. Klo masih begitu aja abaikan saja lama2 dia jg bosen. Saya cobain lama2 mereka jg BT sendiri.

          • 4 Juli 2022 - (23:01 WIB)
            Permalink

            Terimakasih saran nya pak🙏

      • 2 Juli 2022 - (21:50 WIB)
        Permalink

        Abaikan saja,saya juga mngalami spt yg anda alami bahkan sdh bertahun” sampe di 2022 ini saya masih diteror. Diawal” mmg mnganggu,lama klamaan masa bodoh. Pernah itu debt collectornya saya ajak ketemuan tp gak ada juga.
        Mereka cuma gertakan aja. Kecuali sampe kejadian ada kontak fisik baru lapor polisi.

        10
      • 3 Juli 2022 - (05:47 WIB)
        Permalink

        Sedikit saran bu, ada baiknya ibu buat laporan ke OJK (via email & email resmi indodana) tegas kan terkait pasal 1 angka 3 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan no 77/POJK.01/2016 Tentang layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Aspek hukum emergency contact “Dengan Subjek “Pemilik Data Pribadi”, bukan sebatas peminjam saja. Dimana pihak penyelenggara pinjaman online terlebih dahulu harus meminta persetujuan dari pihak emergency contact. — Pasal ini juga bisa dikenakan bila ingin dilanjutkan ke proses hukum selain unsur perbuatan tidak menyenangkan (terus menerus mengganggu walaupun sudah mengkonfirmasi) & etika-etika penagihan. Karena banyak pinjol agar proses pencairan (target bisnis) tercapai mereka melanggar pasal POJK tersebut dan biasanya di perjanjian kredit melimpahkan semua tanggung jawab ke peminjam (sepemahaman saya ini tidak boleh karena kreditur jg harus tetap memverifikasi)

        • 3 Juli 2022 - (09:29 WIB)
          Permalink

          Bikin kan Laporan terlebih dahulu ke OJK,
          Tidak perlu takut
          Tidak Perlu Menjelaskan apapun status ibu Rugi waktu & Fikiran
          Tapi Kalau hal ini ga akan berhenti,
          Saran saya kalau mau hati tenang Ganti Nomor saja bu walau berat, karena para DC ini ga tau wkt Neror, pagi, siang, malam
          karena kerjaan DC begitu, nyali nya hanya sebatas BACOT, pengen gaji gede Datangi Rumah Kreditur macet KAGAK PUNYA NYALI
          saya pernag mengalami hal peneroran begini, padahal yang bermasalah keponakan saya yg mana nomor kontak saya dijadikan nomor darurat, Saya Sharelok Posisi suruh datang ok ok katanya , ditungguin bukan nya info sudah mendekati posisi lokasi saya malah nelpon caci maki saya, MULUT BANCI , ngarep Bonus Aje lu…datangi yg Gagal Bayar kalau memang punya Nyali…..

          • 6 Juli 2022 - (19:59 WIB)
            Permalink

            Nah betul anda gan ,
            Saat bayar lancar data mereka sebar ke pinjol lain , diteror dengan ajakan pinjaman atau butuh dana ( biasanya disertai link ) krna bonus mereka gede saat bayarnya sebelum jatuh tempo., yg gagal bayar jika diteror lalu bayar ada insentifnya juga. ,

            Tapi entah kenapa ojk fine fine aja., dan tidak ada yg melindungi privasi nasabah ,

        • 4 Juli 2022 - (23:08 WIB)
          Permalink

          Saya sebagai orang yang awam hukum sangat berterimakasih atas informasi yang bapak berikan.
          Semoga informasi ini dapat bermanfaat juga bagi pembaca lainnya.
          Berkah selalu untuk bapak.

          Saat ini tim indodana bagian keluhan sudah contact saya dan case saya ini info nya akan di naikkan ke manajemen.

          Terimakasih juga untuk teman2 yang sudah memberikan saya banyak input 🙏🙏

      • 3 Juli 2022 - (20:52 WIB)
        Permalink

        Bisa digugat perdata dan minta ganti rugi karena menimbulkan rasa takut tidak nyaman dan sebagainya. Biar kapok aja pinjol2 itu.

      • 5 Juli 2022 - (01:17 WIB)
        Permalink

        @Yunita
        Bu, ibu bisa mempolisikan indodana. Bisa ada 2 tuntutan.
        Ada unsur pidananya itu jelas datanya ada. Kalau perdatanya ibu bisa nuntut juga ,tapi sebaiknya didampingi kuasa hukum/advokat karena ada itung-itungannya. Pakai LBH terdekat juga bisa.
        Atau bisa juga gini, ibu lapor ke polda metro ke bagian dit-reskrimum , nanti pihak reskrimum akan memanggil pihak indodana. Mau diterusin ke pengadilan atau damai? Rata-rata mereka memilih opsi damai. Nah disini bu Yunita ‘kick-balik’ ada itungan ganti rugi nya, nah ibu Yunita menghitung kerugian ‘imateriil’ nya.
        Demikian semoga membantu.

    • 5 Juli 2022 - (03:14 WIB)
      Permalink

      Saran saya jgn pernah takut untuk hal seperti itu,kl msh ada yg ancem2 begitu mah.. Pancing saja,ajakin ke temuan.. Kl sudah ke temu.. Tinggal seret ke kantor polisi. Dan tuntut sekalian ke kantor yg selalu terror tiap saat..krn negara kita jelas untuk aturan hukum. Atau datengin sekalian saja ke kantorny bawa pengacara simpan bukti2 yg ada.. Selagi masih anget2 ancaman2 itu… Tetap semangat jalanin hari2.. Salam sehat buat semuany

  • 2 Juli 2022 - (09:13 WIB)
    Permalink

    Blokir aja sih ngga pake repot itu.
    kalo emang mau lapor polis bawa ke meja ijo trus jg punya duit buat sewa lawyer pasti ente udah bikin laporan bareng lawyer ke reskrim, kan gitu ya. Ngapain repot2 bikin surat

    3
    10
  • 2 Juli 2022 - (10:07 WIB)
    Permalink

    Hai Mohon bantu tanda tangani petisi di website Change ini, supaya secepatnya mendapat banyak tanda tangan utk menutup Pinjaman Online yang menyengsarakan masyarakat.
    Kami masih butuh 9.000 tanda tangan utk naik ke DPR.
    Makasih.

    https://chng.it/HB86Kpr6ns

    37
    5
    • 5 Juli 2022 - (07:01 WIB)
      Permalink

      Bikin petisi jg biar DPR stop debt coll2 itu, pekerjaan cem centeng kompeni, kek ngga ada kerjaan halal yg laen aja..

  • 2 Juli 2022 - (11:01 WIB)
    Permalink

    Cuekin, wa jangan dibuka. Lgsung hapus. Telpon blokir aja, kl lg nganggur ya angkat aja trus jgn ngomong apa². Biar capek sndiri. Namanya DC itu makin semangat kalau direspon, cuekin aja ntr diem² sendiri.

    14
    1
  • 2 Juli 2022 - (11:02 WIB)
    Permalink

    langsung block setiap nomer yang masuk melakukan penagihan.
    pada awal-awal mungkin agak repot karena nomer debt kolektor pasti banyak dan gonta-ganti.
    mending gak usah diladeni, bikin emosi saja!

    • 2 Juli 2022 - (13:24 WIB)
      Permalink

      Memang betul sangat bikin emosi, debt collector nya sudah datang ke RT RW dan dikasih penjelasan, cuma tetap neror saya terus sampai saya yang dituduh menghutang.
      Padahal penjelasan rt rw sudah sangat jelas.

      • 2 Juli 2022 - (13:52 WIB)
        Permalink

        Ganti nomor hp aja. Kasih tau nomor barunya ke temen dan keluarga. Nomor lama buang/simpen di laci aja. Lagian mba itu bukan debitur nya. Dia mau dateng ke lapangan pun gak guna. Sop penagihan dari OJK gak boleh nagih ke selain debitur. Apalagi sampe ngancem. Kalau terjadi tinggal laporin ke polisi dan OJK. Barangkali MUNGKIN didengar OJK.

    • 2 Juli 2022 - (13:13 WIB)
      Permalink

      Sama ka..kmrn2 kontak saya pun d jadikan kontak darurat seseorang..sekali dua kali saya angkat telpon nya.. sudah saya jelaskn jga klo dengan si pengutang sudah tdk ada kontak.. tapi tiap hari semakin menjadi tuh teror nya.. ya udh saya blok dan setting untuk menolak telpon dr nomor diluar kontak..
      Dan Alhamdulillah sampai skrg gada teror telpon lg pdhl udh aku buka settingan HP nya..

  • 2 Juli 2022 - (12:44 WIB)
    Permalink

    Dear bu Yunita Erliza,

    Kalo mereka masih bandel meski sudah dijelaskan panjang lebar kalo anda tidak ada hubungan lagi sama debitur, anda berhak ajukan ancaman balik dan tuntut Indodana. Lapor ke pihak berwajib dengan dengan pasal ancaman dan perbuatan tidak menyenangkan.

    12
    • 3 Juli 2022 - (00:24 WIB)
      Permalink

      Bukannya pasal perbuatan tidak menyenangkan sudah direvisi ya bro?
      Atau aku yg ga update ya

  • 2 Juli 2022 - (13:20 WIB)
    Permalink

    Makasih banyak info nya ya ka, memang benar semakin saya menjelaskan malah saya yang semakin di teror

  • 2 Juli 2022 - (15:08 WIB)
    Permalink

    Kalau AQ dapat gituan malah buat mainan kalau lagi gak sbuk.
    AQ bales aja… Orangnya males bayar karena kamu sudah nyebarin data gtu hahahaa
    Habis itu waktu di telp bilang aja
    Kamu kena tipu
    Kamu kena prank

    • 3 Juli 2022 - (12:47 WIB)
      Permalink

      Halo kakak, saya hanya mau memberi saran.. Saya juga pernah mengalami kejadian yg sama. Jadi kalau kita sudah diteror seperti itu oleh debt collector, jangan dijawab atau diladenin, kasihan diri kakak sendiri yg jadi emosi dan bisa mengganggu aktivitas. Debtcollector gak pernah mau tau kakak siapa dan berkaitan atau tidak dengan hutang tersebut, yg penting tugas mereka beres. Jadi saran saya, karena teror yg masuk sudah cukup banyak lebih baik laporkan saja ke polisi sebagai perbuatan tidak menyenangkan atau penyalahgunaan informasi pribadi atau bahkan teror. Selanjutnya jika ada chat yg masuk kirimkan saja foto bukti laporan yg sudah kakak buat. Semoga tanggapan saya bisa membantu🙏

  • 2 Juli 2022 - (17:04 WIB)
    Permalink

    Pinjol ngga bakalan verifikasi kontak darurat sekedar administrasi aja waktu isi aplikasi, orang apply aja gampang gitu kok, beda kalo ajuin kredit di bank bakalan ditelpon analis itu bener apa kagak ada hub sodara sbg kontak darurat tdk serumah misalnya..

  • 2 Juli 2022 - (18:46 WIB)
    Permalink

    Email saya bisa tertutup oleh aku orang lain tanpa ada verifikasi ke email saya, jadi langsung tertutup tanpa bisa di ganti email, minta kejelasan ke indodana malah adminnyaa muter muter gak jelas.

  • 2 Juli 2022 - (19:02 WIB)
    Permalink

    Yg aneh,, ada dc yg blg nmrnya dijadiin kontak darurat, tp dc yg lain blg nmr mba nya adl nmr yg dipake pas pengajuan.. Itu 2 hal yg jelas berbeda loh.. G jelas bgt indodana.. mreka g bs maksa org yg cm ditaro sbg kondar utk membayar tagihan, lah yg ngutang sapa 😂😂 abaikan aja mba,, kl diladenin mlh makin jadi

    4
    1
  • 2 Juli 2022 - (19:52 WIB)
    Permalink

    Saya pernah ditelpon juga, gara2 katanya nomor saya dijadikan kontak darurat.
    Terus aku jawab, lhah siapa dia saya juga tidak kenal.
    Akhirnya mereka gak telepon lagi.

  • 2 Juli 2022 - (19:53 WIB)
    Permalink

    Bila wa atau SMS langsung hapus aja. Bila call terima aja lalu letakkan hp di meja. Biar aja bicara dengan meja. Jawaban Kita sudah diwakili sama meja. Kita kerja atau lalu kan Aktivitas lain yg lebih bermanfaat

  • 2 Juli 2022 - (20:57 WIB)
    Permalink

    Jaman skrg emang begitu. Pdhl kita dengab mudah2nya memberikan no telp, cth liat liat mbl di mall diminta mengisi nomer telp buat buku tamu saja. Eh dijadikan emergency contact oleh entah siapa.. makanya sy punya 2 nomer.. 1 nomer pribadi dan kerja.. 1 nomer khusus internetan.. klo diminta nomer sy kasih nomer internet.. ga ada WA nya dan sy pake settingan di hp (block all calls not from contact) DONE wkwkwk

  • 2 Juli 2022 - (22:57 WIB)
    Permalink

    Menurut saya laporkan ke polisi saja , dan ancam pihak indodana tersebut JK masih mnteror akan dilaporkan ke polisi ,

  • 3 Juli 2022 - (05:44 WIB)
    Permalink

    Sedikit saran bu, ada baiknya ibu buat laporan ke OJK (via email & email resmi indodana) tegas kan terkait pasal 1 angka 3 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan no 77/POJK.01/2016 Tentang layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Aspek hukum emergency contact “Dengan Subjek “Pemilik Data Pribadi”, bukan sebatas peminjam saja. Dimana pihak penyelenggara pinjaman online terlebih dahulu harus meminta persetujuan dari pihak emergency contact. — Pasal ini juga bisa dikenakan bila ingin dilanjutkan ke proses hukum selain unsur perbuatan tidak menyenangkan (terus menerus mengganggu walaupun sudah mengkonfirmasi) & etika-etika penagihan. Karena banyak pinjol agar proses pencairan (target bisnis) tercapai mereka melanggar pasal POJK tersebut dan biasanya di perjanjian kredit melimpahkan semua tanggung jawab ke peminjam (sepemahaman saya ini tidak boleh karena kreditur jg harus tetap memverifikasi)

  • 3 Juli 2022 - (06:12 WIB)
    Permalink

    Saran saya mending kooperatif aja. Katakan baikw kalau memang anda sudah tidak ada hubungan ga perlu marah2.. kalau ada kontak baru Arif kasihkan, kalau ada alamat baru infokan. Kalau diminta anda yg melunasi tinggal tolak toh bukan anda yg berhutang. Kalau anda emosi apa lagi pakai bahasa kasar, mereka seringnya berpikir Anda berkomplot. Saya mengalami hal serupa bahkan saudara saya sendiri. Tapi saya sampaikan baik2 kalau saya sendiri tidak bisa/sulit menghubungi saudara saya. Sempat aga mengganggu karena menghubungi di waktu jam kerja tapi saya reject aja, selesai kerja saya hubungi dan jelaskan agar tidak menghubungi diwaktu jam kerja, dan mereka paham bahkan kalau kita udah kooperatif ya mereka juga ga bisa ngapa2in karena memang bukan kita yg berhutang.

    • 4 Juli 2022 - (23:19 WIB)
      Permalink

      Iya pak, terimakasih saran nya..
      Mohon maaf memang terlihat tidak etis karena di chat saya tersebut ada bahasa kasar.

      Cuma yang saya up itu sudah puluhan chat dari nomor yang berbeda yang mana dari bahasa yang sopan hingga saya hampir hilang kendali, tidak bisa kontrol emosi dan bahasa.
      Selain chat DC ini juga terus menelpon saya dan sudah puluhan kali juga saya jelaskan.
      Karena saya hanya manusia biasa yang sama punya emosi akhirnya saya terpancing utk berkata tidak etis karena posisi nya saya juga sedang bekerja dan sangat mengganggu.

  • 3 Juli 2022 - (17:00 WIB)
    Permalink

    Kalo saya pernah mengalami seperti ini. Sudah di bilang ga kenal tapi pihak indodana meneror terus, akhir nya saya teror balik 2 hari bisa sata telepon ber puluh2 kali. Skr sih udah ga pernah ada telepon lagi.

  • 3 Juli 2022 - (17:38 WIB)
    Permalink

    Waktu saya digituin, saya bales jadikan dia pelampiasan stress dan minta uang ke dia. 😀 Dulu kala yang saya pernah dicuri pembantu saya dan jabur. Kebetulan ada chat ngawur ancaman ga jelas bgini, langsung bales aja gini :

    ” Hei, kebetulan lu chat gw, lu temen si maling xxx kan? si xxx waktu itu nipu gw, lu komplotannya kan, balikin duit gw skrng, jngn pura2 nagih, gw kejar lu, gw udah punya no lu. Jangan nangis lu klo gw uber2 lu dan semua kenalan lu, ayo bayar.. ”

    Dan dia balas apapun, response saya cuman mengancam agar dia bayar ke sana. Masa bodoh dia nagih hutang apa, saya balik nagih dan ancam minta uang dan saya gak perduli dia gak ada hubungan sama pencuri jadul yg saya temui. Wkwkw… Abis bbrapa saat dia duam, tapi saya masih nagih uang saya yg dicuri ke dia. Mumpung ada objek pelampiasan…

    • 4 Juli 2022 - (23:13 WIB)
      Permalink

      Hehe cuma mental saya ga sekuat bapak 😌
      Terimakasih banyak informasi nya pak 🙏

  • 4 Juli 2022 - (07:08 WIB)
    Permalink

    Jangan diambil pusing mbk Yunita,jgn takut dgn berbagai ancaman yg diberikan,ancaman tong kosong itu,blokir terus nomernya hidup bukan buat mikirin DC pinjol🤭🤭🤭

  • 4 Juli 2022 - (12:45 WIB)
    Permalink

    parah, pinjol ga ada verifikasi nomor hp ya.
    ya sama lah kayak perbankan disini.
    nomor sy pernah dipake sms banking sama orang lain. alhasil nomor sy pulsanya abis melulu akibat tarif sms banking, sekitar Rp 660/sms yg diterima. udah komplain ke telkomsel, tp dia malah suruh tanya bank nya. mana bank sumsel babel masih jarang di jakarta. tolong tertibkan dong. setidaknya verifikasi nomor dong biar ga seenaknya pake nomor orang lain

    • 10 Juli 2022 - (08:07 WIB)
      Permalink

      Ini sih tikus2 orang dalem. Apalagi di IM3 brutal banget, nggak pernah daftar layanan apa2 tiba2 didaftarin. Orang saya beli 1 hp butut khusus buat sms dan teleponan sama ibu saya kok nggak pernah dipakai buat macem2 dan hp nya slalu di saya.
      Tiba2 setelah di cek di IM3 didaftarin paket lagi aneh2.
      Pasti orang dalemnya bagi2 hasil nyolong.
      1 minggu 3000, 1 bulan = 12000 per orang
      Kalau nyolong diam2 dari 10000 orang = 120 juta
      Lumayan kalau dikasi komisi 10% nya aja 12 juta sebulan, nggak ngapa2in cuman nyolong doang.

  • 5 Juli 2022 - (08:33 WIB)
    Permalink

    Memang berhubungan dengan DC Pinjol menguras emosi, apalagi bukan kita yang ngutang. abaikan saja kalau datang ke Rumah biarkan saja teriakin aja maling wkwkwk.

 Apa Komentar Anda mengenai Indodana?

Ada 60 komentar sampai saat ini..

Indodana Mengancam Saya, Padahal Saya Tidak Pernah Punya Hutang di Apl…

oleh Yunita dibaca dalam: 1 menit
60