Permohonan Relaksasi Cicilan Home Credit Berlarut-larut

Dear Media Konsumen,

Saya ingin mempertanyakan status dari pengajuan relaksasi cicilan saya terhadap Home Credit. Saya mempunyai 3 kontrak yang sedang berjalan di aplikasi Home Credit dan saya belum pernah menunggak sekali pun. Sampai akhirnya bulan ini saya agak kewalahan untuk membayarnya, dikarenakan omset penjualan menurun pada bulan ini. Dari ketiga kontrak tersebut, ada 2 kontrak yang hampir lunas dan 1 lagi sudah berjalan pertengahan pembayaran dan pokok pinjamannya juga sudah hampir kembali.

Saya mengajukan Relaksasi Cicilan, dikarenakan saya masih ada niat membayar dan meminta keringanan untuk pembayarannya. Namun awal ketika saya mempertanyakan perihal tersebut setelah mengirimkan data-data via email (screenshot terlampir), dijawab bahwa saya tidak bisa mendapatkan program tersebut, dikarenakan saya tidak masuk ke dalam kriteria penerima program tersebut. Padahal ketika saya kroscek perihal kriteria penerima relaksasi cicilan, saya merasa semua kriteria tersebut ada pada saya.

Setelah saya membalas bahwa semua kriteria tersebut ada pada saya, saya membalas dengan mencantumkan semua kriterianya dan meminta mereka untuk kroscek lebih lagi. Jika saya tidak mendapat jawaban yang pasti, saya akan coba bertanya ke Media Konsumen untuk mendapat masukan dan saran bagaimana tentang permasalahan saya.

  • Kontrak pertama saya: Total pinjaman yang saya terima Rp9.000.000, Cicilan Rp667.100/bulan, dibayar 30x dan sudah berjalan 13x, sisa 17x bayar lagi (sudah hampir balik total pinjaman yang Rp9 juta)
  • Kontak kedua saya: Total Pinjaman Rp3.240.700, Cicilan Rp383.250/bulan, dibayar 12x dan sudah berjalan 8x, sisa 4x bayar lagi (sudah hampir balik total pinjaman Rp3,2 juta)
  • Kontrak ketiga saya: Total Pinjaman Rp4.087.000, Cicilan Rp479.050/bulan, Dibayar 12x dan sudah berjalan 10x bayar, sisa 2x bayar lagi (sudah balik total pinjaman).

Yang saya ingin tanyakan, apakah saya bisa mendapat keringanan untuk cicilan tersebut? Saya ingin berusaha melunasi semuanya dan menutup akun Home Credit saya. Saya merasa hanya mampu membayar hanya sampai pokok pinjaman saya saja. Saya harap, pihak Home Credit dapat membantu saya. Apakah ada yang pernah punya permasalahan seperti saya? Mohon pencerahannya. Terima kasih.

Siti Maryam
Bandung, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai permohonan ini:
[Total:18    Rata-Rata: 2.2/5]
Tanggapan Home Credit atas Surat Ibu Siti Maryam

Yth. Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com, Sehubungan dengan keluhan dari Ibu Siti di MediaKonsumen.com pada 2 Desember 2022 di kolom Surat...
Baca Selengkapnya

25 komentar untuk “Permohonan Relaksasi Cicilan Home Credit Berlarut-larut

  • 2 Desember 2022 - (08:46 WIB)
    Permalink

    Pinjem beginian usaha? Berapa profit margin yang didapat? Dan mau relaksasi cicilan? Sudah dipelajari cara hitung2an nya?

    Mendingan jual aset aja, riba nya hardcore bgt.

    • 2 Desember 2022 - (09:41 WIB)
      Permalink

      Masalahnya asset juga ga bs lsg terjual kan.. butuh waktu juga. Makanya butuh solusi relaksasi cicilan. Gimana jd solusinya gtu.. krn kan saya blm pernah nunggak dan masih berniat beresin semuanya.. begitulah kira2…

      • 3 Desember 2022 - (05:09 WIB)
        Permalink

        Klo anda sudah tidak sanggup lagi bayar,lebih Baek stop pembayaran.lebih Baek fokus sama kebutuhan keluarga+biaya hidup dulu aj,fokus jualan,kumpulin+tabung dulu uangny.klo emang perusahaan gk mau di nego lebih Baek tunda dulu pembayarannya.

        2
        5
  • 2 Desember 2022 - (09:31 WIB)
    Permalink

    Ngakak gue pas baca perkara pokok pinjaman, lu kira manajemen ga perlu duit operasional buat ini itu, kalo cuman mau yg di bayar pokok pinjaman aja mh mending pinjem ke sodara.
    Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua kalo hidup jgn di awali dari hutang,

    13
    3
    • 2 Desember 2022 - (09:39 WIB)
      Permalink

      Thx komennya kak. Kalau sodara ada dan bisa bantu siy ga masalah… krn ga ada ya akhirnya kan berusaha sendiri. Selama ini fine2 aja kok sampai bulan ini yg agak ripuh bahasanya. Terlepas dr masalah saya hanya mampu bayar smpai pokok pinjaman.. ya saya mengharapkan seperti itu. Krn ada beberapa yg sudah lebih juga saya bayarnya.. mudah2an ada jalan keluar. Klo ga ya.. apa mau dikata… 😎😎

      3
      4
      • 3 Desember 2022 - (05:24 WIB)
        Permalink

        Lebih Baek stop pembayaran aja kak.bunga sudah tidak masuk akal 100% lebih dari pokok pinjaman.itu belum bunga denda jika anda terlambat pembayaran Lo
        Bunga 100% itu cicilan pinjaman normal.belum termasuk denda jika ada keterlambatan bayar

        1
        2
    • 3 Desember 2022 - (05:14 WIB)
      Permalink

      Bunga hampir 100% lebih.
      Klo 667.000x 30=sktr 19jtaan
      Pokok 9 JT
      HCI untung 10Jt selama 2,5thn
      Hebat 👏👏👏👏👏 duduk manis Dapat 10 JT selama 2,5thn👏👏👏

      Lebih Baek galbay kan semua nya klo model rentenir digital kayak gini.
      Klo perusahaan tidak terima suruh gugat wanprestasi ny ke pengadilan

  • 2 Desember 2022 - (10:21 WIB)
    Permalink

    Aduuh sereem liat bunganya
    Pinjem 9 juta harus balik 20 juta
    Besok langsung di lempar ke neraka
    Tanpa nego
    Yg di pinjami sama si peminjam

    4
    2
      • 3 Desember 2022 - (07:19 WIB)
        Permalink

        Pasti belum tapi sebagai orang Islam kita percaya dengan hari kiamat.

        Kalau anda tidak percaya, bukan urusan saya yah 😊.

  • 2 Desember 2022 - (10:33 WIB)
    Permalink

    Kontrak dengan kriteria Modal Usaha HCI itu jomplang sekali. Dengan pinjaman 9 juta cicilan 30 bulan, total pelunasan sebesar 20 juta, lebih dari 2x lipat. Ini sih bukan “bantuan” modal usaha untuk UMK namanya. HCI, gile lo yeh!

    Mengenai pengajuan relaksasi yang ditolak, mungkin ada kriteria tertentu yang tidak bisa mereka ungkap. Saya sendiri tidak habis pikir mengapa mengambil sampai 3 pinjaman, seakan-akan dulu kurang memperhitungkan kemungkinan terburuk (seperti yang terjadi pada ibu Maryam sekarang).

    Coba ibu Maryam ajukan relaksasi hanya untuk kontrak Modal Usaha yang 30 bulan itu. Bukan dalam bentuk pelunasan sampai pinjaman pokok, tetapi pengurangan jumlah cicilan bulanan dengan memperpanjang masa cicilan.

    Jika masih kesulitan dengan cicilan 2 kontrak lainnya, coba gadai surat berharga semisal sertifikat rumah atau BPKB kendaraan, meski butuh waktu. Jika hal itu tidak bisa dilakukan (alias berhutang modal dengkul), coba minta bantuan pinjaman super lunak dari keluarga, kerabat, atau teman untuk digunakan sementara menutup cicilan.

    • 4 Desember 2022 - (00:51 WIB)
      Permalink

      Ya bgitulah mereka, mending jangan pernah berurusan klo ga pengen di ganggu dengan penawaran2

  • 2 Desember 2022 - (14:06 WIB)
    Permalink

    Cuma bisa geleng2 kepala…ANDA HEBAT…boleh tahu usaha anda?sampai bisa bayar cicilan segitu,pasti untungnya gede bgt dari usaha yg anda jalani.

    1
    2
  • 2 Desember 2022 - (15:49 WIB)
    Permalink

    Intinya KAPOK.KAPOK..pengalaman seumur hidup pakai HCI.. waktu Covid gak ada tuh belas kasihan.. Nauzdubillah.. skrg ditawarin terus bagus lah ini itu..jawabnnya NO..ku block nomor dan email ku..
    Semoga Bu Maryam dikasih jalan yg terbaik..

    • 2 Desember 2022 - (18:12 WIB)
      Permalink

      Bu Siti,
      “Wani negong”, teu?

      Galbaykeun, bu. Ke kan aya tagihan tah sejumlah tagihan berbunga2 dahsyat.. tah didinya nego, bu. Tapi kalau disetujui, tong hilap minta surat persetujuan ditandatangani pejabat berwenang & stempel. Persetujuanna jangan mau di WA, tidak kuat hukum.

      Tp aya konsekwensinya. Jelek di SLIK.

      Tp kalau “program tobat”, SLIK tidak ngaruh. Pan geus tobat 😁

      Lain lintah darat deui eta mah, tp oray weling jurig.

      Nu ngaruh mah ka nu boga langit!

      4
      3
    • 4 Desember 2022 - (00:54 WIB)
      Permalink

      Sama!!! Jgn pernh berurusan dengan mereka. Giliran komplain ga ada tanggapan giliran nawarin seenaknya chat tlp dan bahasa santun penuh jebakan

  • 2 Desember 2022 - (17:37 WIB)
    Permalink

    Aqu juga sama di rayu2 hc saya tpi dya ga mau…soalnya temen saya pernah di ACC hc tapi ribet ga Kya yg lain..

  • 3 Desember 2022 - (06:08 WIB)
    Permalink

    Lo jual barang – barang di rumah Lo, kalo perlu jual rumah buat bayar hutang. Kalo seluruh peminjam hanya ingin bayar pokok pinjaman saja, emang Lo pikir perusahaan gak butuh dana operasional? Pikir pakai otak Lo, kalo Lo masih punya otak. Kalo gitu ya Lo pinjam aja dari saudara Lo.

    Pas awal, Lo dengan yakin dan percaya diri ngajuin pinjaman karena sanggup buat lunasin. Sekarang Lo ngerengek gak sanggup bayar, gak sesuai dengan perjanjian awal. Pola pikir Lo dimana?!

    1
    9
  • 3 Desember 2022 - (09:34 WIB)
    Permalink

    Sy coba bantu jawab bu. Tp sblm itu sy infokan sy bukan pegawai home credit, jd mohon maaf misal ada informasi dri sy yg keliru. Ini hanya sharing dri pengalaman sy, hasil membaca ketentuan ojk yg sy browsing di situs resminya, & informasi dri bbrp orang yg bekerja di bank/pembiayaan yg dlu saya tanyai.

    Berdasarkan halaman FAQ home credit yg tercantum di screenshot email:

    • Terkena dampak langsung Covid-19 (baik secara medis maupun finansial);
    Ini ada 2 kondisi yg diterima.
    1. Terdampak secara medis, artinya berhubungan dgn kesehatan yaitu positif covid sehingga harus isoman/isolasi di rs jd tdk bs berusaha. Kalau ini pembuktian dri hasil tes swab.
    2. Secara finansial, artinya omzet pendapatan menurun krn usaha terdampak covid.
    Dri 2 pernyataan ini, ibu memenuhi poin no.2 jd syaratnya terpenuhi.

    • Pekerja sektor informal atau pengusaha UMKM;
    Informasi di screenshot email usaha UMKM sektor perdagangan, jd syarat terpenuhi.

    • Bekerja di sektor yang terpengaruh langsung oleh pandemi COVID-19 (seperti transportasi online, pariwisata, perhotelan, perdagangan, pertanian, pertambangan, real estate, infrastruktur, dan F&B);
    Sama dgn poin no.2, jd syarat terpenuhi.

    • Riwayat pembayaran cicilan lancar dan tidak memiliki tunggakan sebelum tanggal 2 Maret 2020 (dapat diperiksa di My Home Credit App);
    Ibu punya 3 cicilan aktif.
    1. Pinjaman 9jt. Sdh berjalan 13 bulan, jd estimasi pinjaman diajukan oktober 2021.
    2. Pinjaman 3.240.700. Sdh jalan 8 bulan. jd estimasi diajukan Maret 2022.
    3. Pinjaman 4.087.000. Sdh jalan 10 bulan, jd estimasi diajukan Januari 2022.

    Persyaratan disini cicilan terbaca lancar sblm 2 maret 2020. Yg dimaksud disini adalah cicilan yg aktif dan masih jalan smpe skrg. Misal ibu punya 2 cicilan, yg satu diajukan 1 januari 2020, satunya lg 1 juni 2020. Maka:

    – cicilan yg diajukan 1 januari 2020 bisa diberi relaksasi, krn diajukan sblm covid, pendapatan msh stabil dan ibu tdk tau akan ada wabah separah ini yg buat pendapatan menurun. Istilahnya ibu mengajukan pinjaman dmn cicilannya ibu anggap bisa dibayar dengan pendapatan saat itu. tdk ada yg bisa prediksi dampak covid akan separah ini diwaktu tgl 1 januari 2020.
    – cicilan yg diajukan 1 mei 2020 tdk bisa diberi relaksasi, krn diajukan pada saat sdh terjadi wabah dan ibu sdh alami pendapatan menurun. Jd sdh ibu perhitungkan pendapatan di tgl 1 mei 2020 sanggup untuk membayar cicilannya. Dan stlh tgl itu upaya pemerintah agar situasi berangsur membaik dan skrg tdk ada lg kewajiban lockdown sprti sblmnya.

    Yg sy baca di artikel ibu menyebut riwayat cicilan lancar sblm 2 maret 2020. Tp untuk 3 cicilan yg sedang berjalan tdk ada yg dimulai sblm 2 maret 2020. Jd mungkin maksud ibu dsni riwayat pinjaman lama tp sdh lunas. Sedangkan yg dimaksud pihak home credit adalah riwayat pinjaman yg saat ini masih aktif cicilannya. Disini syaratnya yg tdk terpenuhi.

    • Barang yang dicicil sesuai kontrak pembiayaan dan tidak berpindahtangan;
    Syarat yg ini terpenuhi.

    Jd dri crosschek diatas ada ketentuan yg ibu tdk penuhi. Tp kembali lg, ini hanya dugaan sy dri pengalaman, stlh membaca bbrp artikel di situs resmi & informasi dri orang yg bekerja di bank/leasing. Sy bukan pegawai Home Credit jd bs ditanyakan ke mereka untuk informasi lebih jelasnya. Mudah2an yg sy tulis ini bisa bermanfaat, krn searching & menulis artikelnya lumayan lama

    • 3 Desember 2022 - (23:38 WIB)
      Permalink

      Percuma dengan aturannya, sebab saya juga alami, terkena covid dan harus isoman 2minggu malah di PHK, HCI tetap sajA mengejar sudah kaya apa tau, status tidak pernah telat, dan angsuran tinggal 1x, padahal angsuran trakhir sudah saya ajukan relaksasi terdampak covid dan PHK, masalah pinjaman memank parah bu, saya sudah tutup buku sama pihak HCI, kapok saya, bunga kelewat batas, pengembalian dana 120% setelah lunas, belum bunga berjalan keterlambatan, jual apa yg bisa dijual saja, semoga ada jalan terbaik buat saudara
      Ini kejadian saya pada awal 2021

  • 3 Desember 2022 - (11:03 WIB)
    Permalink

    Gini ajah, jadikan ini pelajaran, kalau anda memang yakin seumur hidup ga bakalan mau pinjam bank lagi,
    Maka ga usah dibayar, karena pinjaman ini kan memang tanpa agunan, jadi mereka juga sudah ada asuransi dsb untuk coverage yang gagal bayar.
    Tinggal anda aja selanjutnya kuat ga ga bakalan pinjam ke bank lagi?
    Kuat ga di kontak dan di gangguan debt collector?

    Lain kali kalau mau pinjam, sebaiknya dihitung dulu, apakah bunganya berat kaya gini atau tidaknya, kan banyak tuh sistem gadai, atau KUR, atau KTA yang bunganya ga kaya gini 200% dua tahun, ampun dah.

  • 4 Desember 2022 - (12:52 WIB)
    Permalink

    Banyak yg komen gila pinjam berapa angsur berapa, makanya jadi konsumen cerdas berhitung sebelum menyicil jangan terhasut isu2 relaksasi karena itu kejadian 2019 saat pinjem jaman covid kan sudah tau resikonya usaha naik turun kenapa masih berani pinjam

 Apa Komentar Anda mengenai permohonan ini?

Ada 25 komentar sampai saat ini..

Permohonan Relaksasi Cicilan Home Credit Berlarut-larut

oleh Oxxy dibaca dalam: 1 menit
25