Pihak Penagihan Malah Mengharapkan Saya Dipecat dari Perusahaan Tempat Bekerja

Saya adalah pemilik kartu kredit BNI dengan nomor 4512 4900 **** **03. Pada tanggal 27 September 2024 pukul 14:30, saya menerima telepon dari nomor +628897905**84. Dalam percakapan tersebut, penelepon yang bernama Ibu O** mengaku berasal dari bagian penagihan kartu kredit BNI.

Seperti bulan lalu, saya menyampaikan bahwa saya akan melakukan pembayaran pada tanggal 28. Namun, Ibu O** meminta agar pembayaran dilakukan hari ini dan meminta jumlah yang lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya.

Penagihan kali ini terasa berbeda dari yang sebelumnya, karena Ibu O** mengeluarkan pernyataan yang sangat mengejutkan, antara lain:

  • Mengancam akan melibatkan pihak ketiga dan menyebutkan suku tertentu untuk mempermalukan saya.
  • Mengatakan akan melaporkan ke HRD di tempat kerja saya dengan harapan saya dipecat.
  • Dan beberapa tuduhan lainnya yang sangat meresahkan.

Saya sangat berharap pihak BNI dapat memberikan klarifikasi mengenai penagihan yang telah saya jelaskan di atas. Jujur saya merasa terancam atas kata-kata yang dikeluarkan, apalagi menyangkut mata pencaharian saya. Semoga melalui surat ini, masalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan benar.

Akoor Siallagan
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

34 komentar untuk “Pihak Penagihan Malah Mengharapkan Saya Dipecat dari Perusahaan Tempat Bekerja

    • 4 Oktober 2024 - (01:57 WIB)
      Permalink

      Tagihan puluhan juta bayar 100rb per bln kapan kelarnya itu?? Deskcol nya pasti udah gedek juga lihat history bapak yang terhormat ini sejak 2019 cuy… Berani gak buka2an pendapatan pribadi dan pengeluarannya ke Bank.. penasaran sama kasus yg begini2..

      1
      1
      • 4 Oktober 2024 - (11:52 WIB)
        Permalink

        kalau dilihat dari jenis kartu yg dimiliki oleh TS (dilihat dr histori tulisan sebelumnya yg mencantumkan beberapa kartu dan jenisnya) , ya kemungkinan sih besar pendapatannya, coba saja si om iseng jumlahin semua fee tahunan utk CC yg TS miliki (dicantumkan khan semua jenis kartunya), tinggal dihitung brp fee tahunan dr masing2 kartu, belum lg pengeluaran bulanannya, salah satunya indihome, dan lihat pembelanjaanya, pernah komplain soal indihome dan headset khan?

        • 7 Oktober 2024 - (12:27 WIB)
          Permalink

          Ini lagi bahas bahas akhirat. Si paling alim. Si paling punya tiket VVIP. Munafik kau jadi manusia. Gak usah sok suci binatang !

      • 7 Oktober 2024 - (12:26 WIB)
        Permalink

        Itu kan udah ada perjanjian cicilannya sebesar 100rb. Lalu dia bayar sesuai dengan perjanjiannya. Kau itu baca data yang benar. Otaknya dipake. Jangan asbun. Keliatan tololnya kau. Fokus sama ancamannya. Itu dia mau dibuat malu dan supaya dipecat. Itu ancaman. Makanya sekolah kau. Biar tau berpikir otak kau!!

    • 4 Oktober 2024 - (10:25 WIB)
      Permalink

      Saat gesek KK rasanya nikmat kali kan, giliran bayar hutang PLAY VICTIM, gimana kalau saya yang berhutang sama anda dan cuma bayar 100rb per bulan?

      100rb utk bayar Adm dan bunga aja kagak cukup ckckck…

      • 7 Oktober 2024 - (19:52 WIB)
        Permalink

        Cicilan biaya rendah hutang 100 juta cicilan 100 ribu tenor pinjaman 1000 tahun ato 100 abad

  • 2 Oktober 2024 - (13:24 WIB)
    Permalink

    apakah pernah bapak buat semacam restrukturisasi jika ada kendala macet ? jika tidak ada hitam dan putih rasanya sulit dan tiap telp pasti collektor yang berbeda karena berkasnya yang diterima oleh mereka bapak telat bayar, berbeda jika ada perjanjian dan berkasnya itu mereka ketahui

    • 2 Oktober 2024 - (19:44 WIB)
      Permalink

      apa mungkin ini yg dr 2019? sebab saya lihat dr histori tulisannya ada pada 2019 minta restrukturisasi.

  • 2 Oktober 2024 - (14:04 WIB)
    Permalink

    klo yang udah kasar ngomong begini biasanya udah lama macet dan udah di alih daya ke pihak ke 3
    cm klo blm macet ini mah bs di komplain langsung jika ada bukti, bs di tuntut penyelesaian nya juga om

    • 3 Oktober 2024 - (13:45 WIB)
      Permalink

      Ekonomi sulit gaya ELIT, bayar tagihan cuman 100 ribu aja ga kuat sampe di telp, sok² an pake kartu kredit🤢hadiiieehhhh….. Dah gitu merasa aku yg yg inocent,aku yg tersakiti

    • 3 Oktober 2024 - (23:51 WIB)
      Permalink

      Isi komplennya seputar restrukturisasi, ketahuan nih orang utang dimana mana. Giliran ditagih playing viktim, itu bayar udah 100 ribu perbulan pak sialagan.

      • 7 Oktober 2024 - (12:30 WIB)
        Permalink

        Biasakan baca data nya yang full. Jangan berkomentar sebelum liat semuanya. Keliatan kau bodoh tak berotak !

        • 12 Oktober 2024 - (00:43 WIB)
          Permalink

          Lu fikir dah pake otak, lu udah dikasih kelonggaran bayar 100rb dari tagihan yg puluhan juta tapi itu aja lu seret bayarnya.. ditagih playing victim merasa paling terzolimi.. gak mungkin pihak Bank itu marah kalau lu gak ingkar janji.. dikasih hati minta jantung

  • 3 Oktober 2024 - (13:32 WIB)
    Permalink

    Kalau restru dengan pembayaran Rp 100.000 per bulan aja masih nunggak ya anda yang keterlaluan. Kerja atau tidak kerja sama saja, gak ada bedanya, selama anda tidak bisa mengendalikan hutang di beberapa kreditur (riwayat tulisan di MK).

  • 4 Oktober 2024 - (04:29 WIB)
    Permalink

    HAHAHA YANG BERHUTANG LEBIH GALAK, KEMBALIKAN UANG YANG SUDAH KAU PAKAI WOY, HUTANG KOK GAK BAYAR

    • 5 Oktober 2024 - (06:24 WIB)
      Permalink

      Apakah profesi anda seorang Collector ? Sepertinya dari kolom komentar anda merasa sedang mendukung rekan rekan seprofesi anda, ingat bekerja yang profesional sesuai dengan SOP dan aturan OJK

  • 4 Oktober 2024 - (06:44 WIB)
    Permalink

    Apapun yg udah dilakukan, hak konsumen tetap harus dilindungi ga peduli anda pemain atau bukan
    Kalau sudah ada pengancaman brarti pihak penagihan sudah salah
    Maju terus aja, rekam setiap telpon, bisa jadi bukti pengancaman itu, bisa tuh dituntut
    Sabar ya Pak, dikomenan banyak DC dan temen2nya

    2
    2
    • 4 Oktober 2024 - (08:36 WIB)
      Permalink

      Bukan gitu lho.. lihat akunnya, dia banyak hutang bahkan bikin pengaduan di Media Konsumen itu bukan ini aja.. di track recordnya udah macet dari 2019, bahkan yg kemungkinan sudah dibantu diringankan hingga cicilan cuma 100rb.. tapi kalau masih telat bayar ya berarti ga ada itikad baik dari customernya..
      Jangan hanya memposisikan diri sebagai customer, tapi juga pikir sebagai pihak yg dipinjami.. anda pinjamkan uang ke teman dengan perjanjian ini itu, kemudian teman anda mangkir dari perjanjian tersebut.. anda buat bantu, ya udah buat perjanjian baru aja yg lebih meringankan.. anda coba bantu, tapi masih mangkir juga dari perjanjian ke 2.. kan gedek juga kalau gitu..
      Dari pada pusing ngurusin org yg ga niat baik, mending serahkan ke pihak ke-3.. terserahlah mau diapain juga.. udah dibantu, malah ga tau diri.. kan ibaratnya begitu..

      • 5 Oktober 2024 - (06:30 WIB)
        Permalink

        Kalau sudah melanggar aturan penagihan tidak sesuai SOP dan aturan OJK, tinggal lapor siapin bukti agency mana bukti bukti kirim ke OJK.

        Hutang sih hutang memang belum di bayar tapi tetap ada aturan penagihan, jangan dijadikan pembenaran segala tindakan.

        Gua tau disini pada ngumpul tuh DC DC yang kesinggung, termasuk yang bilang playing victim lah, makan uang perusahaan lah, pemainlah, makan uang haramlah, woi kerja yang benar kau sesuai aturan OJK.

        Nah nanti temen temennya yang ga terima langsung balas ini komen.. monggo

        2
        1
        • 19 Oktober 2024 - (00:23 WIB)
          Permalink

          Bener bang , sblm lanjut, komen ini akan sepi karena FAKTA
          Di MK yg komen di dominasi DC
          Penagihan ada peraturan yg jelas di OJK
          Kalau tny peraturan yg mana ya otaknya jauh tertinggal, tinggal googling aja ketemu

          Sy komen karena pernah jadi korban teror telpon DC, pdhl yg pny tunggakan temen saya
          Gila lho teror nya

          Semua temen kantor di hubungi, bahkan saya udah blokir semua panggilan biar gak ganggu,eh keluarga sy di tlp, disuruh nyampaikan ke saya kalau temen saya ada sangkutan (baca ya para DC yg nyamar jadi orang sok bijak kalau punya mata, bukan saya yg nunggak, tp temen saya)

          Dan yg mengherankan, tau nomer keluarga sy darimana tuh mreka

          Sudah benar pelanggaran yg kelewatan bank yg pakai DC teror macem itu . Harusnya kumpulin bukti yg ckup bisa tuh di tuntut krn udah masuk ranah pidana

          Cuma sayang bgt temen ku ga brani UP. Monggo para DC DC kalau mau hujat fakta ini.

  • 6 Oktober 2024 - (23:09 WIB)
    Permalink

    Tenang pak jangan panik. Disini forum untuk mencari solusi bukan menghakimi. Abaikan yg sok2an komentar di atas hutang harus di bayar bla bla. Abaikan saja pasukan dungu.
    Oke untuk ngancam HRD dan mau bikin supaya di pecat haha itu lagu lama semua sama cara Desk call by phone. Soalnya saya dulu kerja kayak gituan wkwk. Tetapi sekarang udah nggak. Itu agency aja yg beli data kayak beli gorengan. Jgn resah dan bangkit pak..

 Apa Komentar Anda?

Ada 34 komentar sampai saat ini..

Pihak Penagihan Malah Mengharapkan Saya Dipecat dari Perusahaan Tempat…

oleh akoorphs dibaca dalam: 1 menit
34