Permohonan Keringanan Denda Keterlambatan Pembayaran BFI

Kepada Yth.
Pimpinan PT BFI Finance Indonesia Tbk
di Tempat

Dengan hormat,

Melalui surat ini, saya selaku nasabah BFI dengan data diri sebagai berikut:

  • Nama: Muhamad Mulyadani
  • Nomor Kontrak: 5441700324
  • BFI Sukabumi, Jawa Barat

Memohon agar diberi keringanan terkait pembayaran denda. Dari total denda sebesar Rp35.253.550, saya hanya mampu membayar sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah) saja, dikarenakan kondisi keuangan saya yang hingga saat ini belum stabil.

Untuk angsuran pokok dan bunga sudah saya lunasi sejak tahun 2020. Namun pada saat itu BPKB mobil saya belum diambil dikarenakan kondisi ekonomi yang tidak stabil, ditambah dengan pandemi Covid-19 yang memperburuk keadaan ekonomi saya.

Saya sudah datang ke BFI Sukabumi, tapi angka denda tersebut sulit untuk dinegosiasi. Saya beritikad untuk melunasi dengan nominal yang saya ajukan agar dapat mengambil kembali BPKB mobil saya.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga dengan surat ini, permohonan saya dapat ditanggapi dan dibantu untuk keringanan dendanya. Terima kasih.

Hormat saya,

Muhamad Mulyadani
Sukabumi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Permohonan Keringanan Denda Keterlambatan Pembayaran BFI”

Kepada Yth. Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com, Sehubungan dengan surat Bapak Muhamad Mulyadani pada Mediakonsumen.com tanggal 25 Oktober 2024 yang berjudul...
Baca selengkapnya

27 komentar untuk “Permohonan Keringanan Denda Keterlambatan Pembayaran BFI

  • 25 Oktober 2024 - (22:46 WIB)
    Permalink

    Dendanya kok byk banget ya…
    Katanya angsuran sama bunga sudah dilunasi sejak tahun 2020…
    Itu nilai dendanya darimana ya

    2
    3
      • 27 Oktober 2024 - (08:00 WIB)
        Permalink

        Riba. Bukankah Allah SWT mengharamkan riba. Tetapi kenapa yang ngaku beragama Islam, demi gaya punya mobil, rela melawan Allah SWT.
        Tuhan di lawan? Manusia hebat kah? Di dunia saja sudah terasa menderitanya dikejar kejar denda riba.

        • 1 November 2024 - (05:46 WIB)
          Permalink

          Riba itu KLO pinjam uang dan di balikin lebih dari pinjaman awal itu baru riba. Klo kita membeli suatu barang dengan cara mencicil dan harga barang lebih dari harga pokok itu tidak termasuk riba KRNA kita mendapatkan barang bukan pinjam uang. Bnyk²lah belajar agama walau pun sedikit yg penting paham

          • 26 November 2024 - (19:22 WIB)
            Permalink

            Pengertian riba itu artinya berbunga, bukan soal bentuk pinjaman uang.
            Anda mencicil kendaraan, rumah, elektronik, dll ada bunga sekian persen.
            Jika ingin jelas, coba tanya ustadz

    • 26 Oktober 2024 - (16:55 WIB)
      Permalink

      Selamat sore
      Ijin menjelaskan terkait denda sebanyak itu dari mana ya?!!!

      Seperti kata pribahasa
      ” Jika ada asap pasti ada api ”

      Denda itu ada jika terjadi keterlambatan dalam pembayaran atau wanprestasi

      Jika di lihat dari historis pembayaran (hispay)
      Wajar denda bisa besar seperti itu

      Dari angsuran ke-5 bisa terlihat sudah terlambat 3 bulan bayar 1 bulan
      Dan terus berulang sampai angsuran berikut-berikutnya.

      Dan untuk pengajuan keringan denda memang ada di setiap perusahaan pembiayaan

      Tapi juga ada SOP dan nilai standar dari nominal denda
      Bukan angka yang pemohon mau juga

      Jadi harus ada titik tengahnya dengan istilah
      ” win win solution ”

      Mohon maaf ini dari titik pandang saya ya,
      Dan semoga untuk Pak Muhamad Mulyadani
      Bisa cepat terselesaikan ya pak. Terima kasih

    • 28 Oktober 2024 - (17:52 WIB)
      Permalink

      Seharusnya tidak seperti ini dendanya
      Cuman ada antek antek marketing dan SP yang nyeting semuaNya
      Nanti hasil denda ini dibuat k cafe & LC sama yang proses pencairan,Saya berbicara begini karna saya mengalaminya.Lipat

  • 26 Oktober 2024 - (10:38 WIB)
    Permalink

    ngeri banget riba nya, untung saya ga jadi masuk bank, malah di ganti oleh allah yang lebih baik yaitu jadi asn, alhamdulillah ya allah, engkau hindarkan hambamu dari perkara buruk

    2
    13
  • 26 Oktober 2024 - (15:51 WIB)
    Permalink

    Hikz denda 35juta minta keringanan 1juta ya Allah… lagian ko bisa dendanya gede pak? Apa bapak bayar ga tepat waktukah? Krn setau saya denda berjalan. Tpi klu udh lunas denda stop

    • 27 Oktober 2024 - (04:44 WIB)
      Permalink

      Harusnya pokok dan bunga di tahan jangan langsung di bayar, itu trik leasing biar ribet ambil BPKB, coba kalo pokok dan bunga mominalnya masih ada bisa masuk pelunasan khusus, biasanya denda di hapus, leasing kejam ke orang yg niat bayar, tapi lembek ke orang yg gak niat bayar hahahhaaa…

  • 26 Oktober 2024 - (23:11 WIB)
    Permalink

    Minjemnya ke BFI dan semacamnya gila bunga gede itu mending ke bank biasa atau BRI KLO bisa KUR buat Usaha ga ada denda bunga sangat murah

  • 27 Oktober 2024 - (03:00 WIB)
    Permalink

    Mampunya beli motor tp maksain beli mobil jadinya ya gitu deh, penghasilan ga mencukupi utk membayar angsurannya terbukti dr beberapa bulan baru bs bayar utk 1xcicilan, diawal2 msh bs bayar per 1x cicilan karna uang ditabungan msh ada dan setelah uang tabungannya habis dan hanya mengandalkan dr penghasilan aja jdnya ga bs bayar tepat waktu lg.. 🙏

    • 27 Oktober 2024 - (10:39 WIB)
      Permalink

      Sdh resiko kitakerjasamadg lesingbunga sdh tinggiklw trlambat kena denda, harusnya klw dr awal ga bisa bayar lebihbaikmobil dijual saja trs dilunasi,Krn hargamobil tiap thn akan menyusut. Dn utk pengurangan denda ga mungkin dr puluhan juta didiskon jadi 1juta, paling 1juta hanya diskonnya atau pengurangannya1juta. itu setahu saya.

  • 27 Oktober 2024 - (09:41 WIB)
    Permalink

    Dari awal saja bapak sudah nunggak, malah nyalahin COVID pula, mending jual mobilnya terus bayar bunganya, riba ga berkah pak, saya dah ngalamin, dah ga mau saya riba lagi.

  • 27 Oktober 2024 - (11:39 WIB)
    Permalink

    Ngapain mempertahankan mobil, anda berpikir bahwa mobil itu bergengsi, yg bergengsi itu adalah hidup tenang tanpa riba, apasalah nya naik sepeda motor, mobil adalah barang murahan bagi sy

  • 27 Oktober 2024 - (11:40 WIB)
    Permalink

    Seperti nya susah terwujud nilainya terlalu jauh antara 35 JT sekian.
    dengan kesanggupan 1 juta..tp cobalah mana tahu pihak leasing setuju..

    1
    1
  • 27 Oktober 2024 - (13:31 WIB)
    Permalink

    klo dilihat dari history sih maaf bukannya meremehkan terlebih ke dpn akan semakin berat jika diteruskan n drpd bunga trus berjalan kan ngeri jg sih saya. klo saya mending dilepas aja siapa tau malah msh ada selisih nanti dr hsl pelepasan mobilnya. atau klo msh ada aset lain bisa dijual buat nutup klo emang sayang bgt ama mobilnya. agaknya berat bgt dr denda 30 sekian baru mampu 1jt blm lg nominal cicilannya. nti bs perlahan menata keuangan lg beli mobil lg. teoritis sih yg ngalamin pasti berat. smoga masalahnya cpt kelar pak.amin

  • 27 Oktober 2024 - (19:46 WIB)
    Permalink

    Gaya elit ekonomi sulit ya begini. Gaya kredit mobil tp pas bayar cicilan susah dan akhirnya kena denda bejibun.
    Ckckckckckckckck

  • 28 Oktober 2024 - (15:38 WIB)
    Permalink

    Semua juga mau kalau bisa 35jt jadi 1jt.

    Saya juga mau klo semua di gol-in begini nanti modus skema nya bakal gini terus kali.

    Coba benerin mental dan logika nya yang tidak taat pembayaran nya siapa.

    Jadi inget truk nabrak mobil tapi cuma bilang bisa 150rb maksa.

    Yang salah dia tapi yang ngotot dia…hadeh.

  • 30 Oktober 2024 - (00:43 WIB)
    Permalink

    itulah leasing yang selalu ingin menang sendiri,
    padahal kalau dilihat pokok dan bunganya sudah di lunasi, memang ada keterlambatan tapi itu tidak termasuk dalam undang2 Fidusia jadi bisa di musyawarahkan.
    coba pelajari undang-undang tentang perlindungan konsumen Nomor 8 Tahun 1999 khususnya pasal 18, pelajari juga undang2 OJK, laporkan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).
    Kepada yang mempunyai kewenangan harusnya leasing seperti ini diberi surat peringatan atau di cabut aja sekalian izinnya karena sudah menyengsarakan rakyat… Well ahhhh
    Bersabar aja pak semoga cepet selesai.

  • 30 Oktober 2024 - (00:56 WIB)
    Permalink

    WOW LUAR BIASA, SEKALIAN MINTA NOL AJA DENDANYA PAK, KAN DAH LUNAS POKOK DAN DENDANYA, KALAU GA BISA LAPORIN SEKALIAN KE BPSK, BIAR DI KASIH SANKSI ATAU DI CABUT IZINNYA SEKALIAN, BPKB HAK KITA KALAU MEMANG SUDAH LUNAS.
    KNP SIHHH PERUSAHAAN BEGINI MASIH DI IZINKAN, PADAHAL DAH JELAS ADA UNDANG-UNDANGNYA DAN KONSUMEN DAH MEMBAYAR POKOK SAMA BUNGA NYA ???? (SERIUS NANYA SAMA YANG PUNYA KEWENANGAN)

    1
    1
  • 30 Oktober 2024 - (01:13 WIB)
    Permalink

    Sabar Om,
    Terus berusaha dan negosiasi dengan perusahaan pembiayaan.
    Semoga cepet selesai dan sadar leasingnya untuk memberikan BPKB hak konsumen yang sudah melunasi kewajiban pokok dan bunganya.
    Kepada YTH yang mempunyai kewenangan dan memberikan izin @Menteri Keuangan dan yang berperan dalam pengawasan dan regulasi perusahaan leasing untuk melindungi konsumen @ OJK mohon ditinjau kembali izin perusahaan tersebut, jangan sampai menindas rakyat.

  • 30 Oktober 2024 - (21:47 WIB)
    Permalink

    Setahu saya BFI ini gadai bpkb untuk uang tunai ya? Apakah kalau dilunasi bpkbnya tetap bisa diterima? Udah nunggak ya, apakah unit udah disita?

  • 20 Juli 2025 - (20:03 WIB)
    Permalink

    Kasarnya 35 JT.. tp sukur udh selesai SDH bisa di negosiasi. Walau diteruskan wajib bayar denda yg bengkak itu , bfi akan kena sangsi apa bila debitur bisa lapor tindakan pemerasan … Selama masih bisa diselesaikan dgn negosiasi/kekeluargaan knp ga diselesaikan, untung sudah selesai kan. Jd pihak BFi aman dan debitur juga lega..

 Apa Komentar Anda?

Ada 27 komentar sampai saat ini..

Permohonan Keringanan Denda Keterlambatan Pembayaran BFI

oleh Muhamad Mulyadani dibaca dalam: 1 menit
27