DC PT BFI Finance Kurang Kooperatif dalam Menanggapi Kesulitan Nasabah

Selamat malam Media Konsumen,

Siang hari tadi saya mendapat telepon dari debt collector PT BFI Finance Cabang Pasar Minggu atas nama Bapak Ru****. Ini adalah telepon dari beliau untuk kesekian kalinya.

Pembicaraan kami perihal angsuran mobil Grand Livina yang saya agunkan ke PT BFI Finance dan saat ini saya mengalami kondisi kesulitan keuangan dikarenakan sepinya transaksi penjualan saya. Namun pembayaran sementara dibantu oleh Saudari saya.

Bulan sebelumnya saya mengalami hal yang sama, namun Saudari saya coba membantu membayarkan dengan menegokan nominal pembayaran sebesar 1 (satu) angsuran dahulu, di mana denda dinegokan di akhir pembayaran nanti. Dengan susah payah kami mengupayakan karena dari Pak Ru**** beserta supervisornya belum mengizinkan pada saat itu dan terkesan memaksa wajib dengan 2 (dua) angsuran. Tapi apa daya, keuangan saya memang belum mencukupi. Tapi akhirnya selesai dan dibukakan blokir oleh Pak Ru**** sehingga Saudari saya bisa mentransfer sejumlah 1 angsuran.

Terjadi lagi pada bulan ini dikarenakan kondisi saya yang belum stabil dan mencoba menegokan kembali karena saya merujuk ke Saudari saya yang pernah mengalami hal seperti ini di leasing lain di mana mereka welcome untuk dimasukkan 1 (satu) angsuran dahulu. Ternyata saya mendapat pesan WhatsApp yang membuat saya terganggu bahwa bila tidak bisa memasukkan pembayaran (dalam hal ini persepsi saya 2 bulan), mobil wajib dikembalikan ke leasing PT BFI Finance.

Saya kecewa dan menolak karena saya masih sanggup memasukkan 1 (satu) angsuran dahulu. Saya tidak tahu mengapa, namun debt collector atas nama Pak Ru**** ini tidak mau memberikan nomor atasannya karena hanya dengan atasannya lah saya memiliki kesempatan melayangkan permohonan keringanan.

Pembiayaan ini di PT BFI Finance Pasar Minggu dan saya ada juga di Cabang BFI Meruya. Saya tidak mendapatkan perlakuan seperti itu di BFI Finance Meruya (memang di Meruya hanya telat tanggal saja).

Saya merasa risih dan terganggu ketika Pak Ru**** menyampaikan kepada Saudari saya bahwa tagihan saya adalah wewenang beliau. Di sini saya memiliki persepsi bahwa tidak bisa negosiasi bila beliau tidak menyetujui, padahal Saudari saya mengatakan seharusnya debt collector tidak mengatakan seperti itu, namun akan menjembatani dengan atasannya. Bukankah tugas debt collector adalah mengingatkan pembayaran dan memberikan solusi bila ada kesulitan di konsumennya?

Saat ini saya merasa takut aset saya diambil atau Pak Ru**** akan memaksa mengembalikan kepada PT BFI Finance, padahal saya masih memiliki itikad bayar meskipun masih kurang masa angsurannya. Beberapa rekan saya mengatakan seharusnya tidak masalah bisa dimasukkan 1 (satu) angsuran dulu dan bisa dibicarakan secara kekeluargaan.

Kepada Media Konsumen saya berharap dapat dipertemukan atau dilangsungkan komunikasi kepada PT BFI Finance Pusat atau branch manager Cabang Pasar Minggu karena hal ini cukup memberatkan dan mengganggu saya sebagai konsumen PT BFI Finance.

Apa pun itu saya tidak akan mengembalikan aset saya dan memohon untuk dimediasikan dengan PT BFI Finance baik dengan kepala cabang atau manajer yang menangani di kantor pusat agar saya dapat menyampaikan secara langsung tanpa harus berdebat dengan debt collector atas nama Pak Ru**** ini.

Berikut saya submit chat saya dengan Pak Ru****, debt collector PT BFI Finance Cabang Pasar Minggu, berikut foto beliau yang sudah datang ke rumah saya sebagai bentuk melaksanakan SOP. Namun ketika saya telepon balik, tidak diangkat oleh beliau. Padahal saya ingin bicara secara kekeluargaan untuk menyelesaikan masalah ini.

Kiranya PT BFI Finance dapat membantu saya dalam hal keringanan untuk memasukkan angsuran pembayaran mobil saya ini dengan tidak dihalangi oleh debt collector atas nama Pak Ru**** yang sudah pernah bertemu dengan saya dan Saudari saya.

Semoga human capital dari PT BFI Finance bisa menindaklanjuti karena ada unsur tidak membantu konsumen atau memaksa dalam hal ini dari sisi debt collector-nya, padahal saya sudah menyampaikan dan menjelaskan kepada beliau.

Saya berharap dalam hal ini debt collector melaksanakan ketentuannya, namun bila ada masalah bisa didiskusikan dahulu ke atasannya.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga Media Konsumen dapat menjembatani saya dengan PT BFI Finance dan saya mohon PT BFI Finance untuk tidak terlalu menutup komunikasi dari konsumen yang sedang kesulitan.

Saya menunggu kabar baik untuk dapat melakukan mediasi dan menindaklanjuti debt collector tersebut. Dan saya ingin menanyakan, wewenang seperti apa yang diberikan PT BFI Finance kepada debt collector sampai beliau bisa menahan proses pembayaran angsuran yang mengalami keterlambatan. Sampai saya seperti mengiba memohon pertolongan Pak Ru**** agar membukakan blokir akun VA untuk dapat memasukkan angsuran tersebut.

Arsya P.
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “DC PT BFI Finance Kurang Kooperatif dalam Menanggapi Kesulitan Nasabah”

Kepada Yth. Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com, Sehubungan dengan surat Ibu Arsya P***** pada Mediakonsumen.com tanggal 24 Juli 2025 yang berjudul...
Baca Selengkapnya

35 komentar untuk “DC PT BFI Finance Kurang Kooperatif dalam Menanggapi Kesulitan Nasabah

  • 25 Juli 2025 - (06:02 WIB)
    Permalink

    Sy sebagai dc juga di lesing lain…klo kita telat 2 bulan lebih dan belum masuk 3 bulan itu aturannya boleh kita bayar 1 bulan dulu dan bgtu selanjutnya dengan resiko bunga akan menumpuk pada saat pelunasan kendaraan tersebut. Akan trtapi bunga dpt di negokan setelah kendaraan lunas. Klau DC BFI tersebut tidak memberikan no atasannya itu di karenakan dia hanya mementingkan target penagihannya. Saran sy lebih baik anda langsung ke kantor BFI temui atasannya disan dan sy jamin 100% pasti bisa

    • 25 Juli 2025 - (06:13 WIB)
      Permalink

      Terima kasih banyak atas informasi mas.
      Memang dari awal saya sudah lihat gelagat dari DC nya ada untuk kepentingan pribadinya.
      Masalahnya saudari saya pernah alami datang ke Cabang BFI malah benar-benar gak bisa temui Kepala Cabangnya sampai harus ke HC mereka dulu baru ada respons dan laporkan DC yang bersangkutan waktu itu, mas.
      Saya heran juga masa leasing sekelas BFI hal-hal seperti bisa kejadian di Cabang dan benar-benar di level DC itu gak kooperatif menjembatani ke atasannya. Alasannya selalu ini permintaan dari atasan mereka. Leasing lain gak begitu.
      Saya nanti coba datang ke Cabangnya kalau begitu ya,mas.

    • 25 Juli 2025 - (07:39 WIB)
      Permalink

      Bagus bang jgn egois mementingkan target, jgn lupa tugas utamamu, nasabah setahu saya kalau baru 2bulan jalan, DC seharusnya tidak seperti itu, ini baru 2bulan, nasabahnya sangat kopratif. Memang mayoritas oknum DC pada kurang ngajar. Jgn ikuti hawa nafsunya bang, ikuti kata hatinya. Perkerjaan semua baik, jadi gak baik kalau disitu sdh kemasukan oknum2 yg tidak benar sesuai SOP karena ngikuti hawa nafsu kejar target.

      • 26 Juli 2025 - (12:38 WIB)
        Permalink

        Benar Pak Adhi,

        Semua padahal bisa diselesaikan baik-baik ya, pak. Saya baca banyak banget keluhan di perusahaan leasing satu ini ternyata.
        Menyesal juga saya padahal kata keluarga saya, disinilah yang cukup kekeluargaan.

    • 26 Juli 2025 - (07:42 WIB)
      Permalink

      Pak sampai kiamat BFI tidak akan membantu anda. Kalau bpk ada niat utk melunaskan dan tidak mau kehilangan aset saat ini coba ulur waktu saja kalau bisa mobil jangan beroperasi dulu sampai lunas. Usahakan hindari bentrok DC. Kalau memang harus bentrok jangan serahkan mobil. Leasing bisa tarik mobil apabila sudah ada keputusan perintah pengadilan. Kalau itu blm terjadi jangan pernah menyerahkan kunci mobil

      • 27 Juli 2025 - (19:30 WIB)
        Permalink

        Anda DC atau Nasabah…?😀😀

        Coba anda sebutkan nama Leasingnya…supaya saya Confrm…

    • 27 Juli 2025 - (07:31 WIB)
      Permalink

      Sodara saya sedanv berurusan sama BFI finance Tasikmalaya, mereka sedang di tipu oleh pihak PT karena saat mereka niat pembayaran langsung k kantor BFI nya pihak PT meminjam kunci mobil dengan alasan menyamakan unit tapi sampai sekrang mobilnya di ambil dan tidak di kembalikan. Dengan alasan telat pembayaran dan terjadi ikar dalm perjanjian. Padahal jelas2 meraka datang untuk membayar tapi kredit mereka tidak di terima malah menyembunyikan mobilnya. Saya sangat kecewa dengan oknum2 yg bebuat lecik curang untuk mendapatkan keintungan besar. Krn sodara saya dlu kalau ingin mobilnya kembali harus bayar 15 jta dan angsuran yg blm masuk. Sampai saat ini sudah hampir 2 bulan mobil nya tanpa ada kejelasan dan di paksa melunasi

      • 27 Juli 2025 - (16:20 WIB)
        Permalink

        Mba Wiwin, salam kenal

        Ini pihak BFI-nya kah mba yg berbuat seperti ini ? Karena jujur saya belum pernsh mengalami se-extreme ini dengan mereka.
        Cuma memang untuk diskusi dengan level Kepala Cabang saja, saudara saya pernah harus masukkan ke customer care dan menghubungi salah satu pejabat disana dulu, baru Kepala Cabangnya datang untuk diskusi.

        Saya sangat menyayangkan sekali, apalagi saya sebenarnya hanya ingin diskusi untuk memasukkan 1 angsuran dahulu dan segera menyusulkan sisa angsuran. Ini di leasing lain wajar sekali dilakukan begitu pun di BFI (seharusnya) selama oknum yang bersangkutan tidak ada target pribadi ya.

        Saya rasa baiknya mba segera lapor atau ke BFI Pusat supaya lekas tuntas, mba. Masih banyak di dalam sana yang punya hati baik untuk membantu membereskan oknum yang licik ini.

  • 25 Juli 2025 - (17:19 WIB)
    Permalink

    langsung ke kantor bfi aja coba, konsultasiin sama cs disana. setau saya bisa sebelum 3bulan

    • 26 Juli 2025 - (11:45 WIB)
      Permalink

      Suka dipersulit pak, biasanya gak dikasi ketemu sama Kepala Cabangnya.
      Makanya saya tempuh mediasi melalui Mesia Konsumen ini sebelum masalahnya berlarut-larut

    • 26 Juli 2025 - (11:48 WIB)
      Permalink

      Alkhamdulillah angsuran mobil saya sudah lunas pas covid, sisa KPR. Ya sudah resiko klw kita berhubungan dg leasing kita harus siap dg kondisi apapun. Klw ga mau repot jual aja unit uangnya baru utk lunasin di BFI klw ada sisa baru ambil lagi. Saya pernah kerja dileasing tapi dibagian marketing yg saya tahu ya Krn DC ngejar target dan ada penekanan dari atasan wajar saja mereka juga menenekan anda.

      • 26 Juli 2025 - (11:59 WIB)
        Permalink

        Salam Pak Asep.

        Menurut saya menekannya tidak boleh diwajarkan pak karena penagihan DC itu juga ada sop dan selama di bawah naungan OJK mereka tidak bisa semena-mena, malah harusnya membawa solusi tapi bukan suruh serahkan asset ya. Ini biasanya bagi konsumen yang sudah tidak mampu membayar sama sekali. Itu pun diminta jual sukarela dulu.
        Tapi karena ada kepentingan pribadi mereka soal target di lapangan ini yang jadinya mereka suka seenaknya sih, pak. Kalau DC yang benar, saya pasti dilangsungkan kepada atasannya untuk musyawarah.
        Ini belum apa-apa dipointkan kalau gak bisa serahkan 2 angsuran ya serahkan asset.
        Mau meras dong kalau seperti ini

  • 25 Juli 2025 - (18:03 WIB)
    Permalink

    1. Bayar hutang
    2. Aset anda? Baca lg coba perjanjian fidusianya
    Klo bicara legalitas mau pasang keluhan di koran dan merasa dirugikan baca lg perjanjian fidusianya, kalo udah baca, jgn sok bener, bayar bayar bayar, klo ga sanggup kembalikan / pakai jalur ninja, bukan bikin surat pengaduan kyk sang bener, elu aja ga bener bayar angsuran suka suka jidat lu , kecuali lu bayar tepat waktu tp mobil lu di tarik baru dah lu ngadu

    • 26 Juli 2025 - (11:25 WIB)
      Permalink

      Santai saja Pak Rifqi.
      Saya mau mengadu ke Media Konsumen kan hak saya. Apa hak Anda melarang saya ? 😃

      Coba deh baca keluhannya apa dan asal bapak paham konsumen itu punya hak apabila mengalami kesulitan dalam kreditnya. Di atas kan dibilang, bisa memberikan satu angsuran di bulan ini dan memang ada peraturannya kok kalau mau tarik asset itu ada kriteria dulu. Selama telat tidak lebih dari 3 (tiga) bulan dan kondisi apa pun itu terbuka sekali untuk diskusi dan SPV juga Kacabnya punya kewajiban membantu konsumennya. Bukan malah mempersulit seperti di atas.

      Keluarga saya bukan gak pernah dengan BFI pak. 10 tahun lebih mereka juga merasakan kerjasama yang baik selama ini dengan BFI. Makanya saya tahu prosedurnya itu dari keluarga.
      Ada yang telat 3 (tiga) bulan dan DC nya waktu itu kurang ajar juga. Alhamdulillah Kepala Cabangnya kooperatif dan langsung diskusi ke rumah. Semoga DC yang dulu sudah di-release sih dari BFI karena gak paham prosedure.

      Saya mau mengadu kan karena memang dari DC begitu, bapak bisa baca sendiri. Salah saya dimana ? Siapa suruh DC sama SPV cara diskusinya seperti itu. Btw jaminan fidusia ada ketentuannya juga pak. Jangan mengira orang bodoh-bodoh amat sama kredit. Btw nama SPV nya Rifqi juga lho 😊

      Dan gak usah sebut-sebut jalur ninja pak. Semua ada peraturan dan SOP-nya. Kalau gak mau lihat konsumen mengadu, perbaiki sikap menagihnya dan berikanlah solusi. Bukan malah seperti di atas. Paham ya Pak Rifqi. Sorry loh sebelumnya tanggapan Anda harusnya lebih bijak dan kok cukup emosional ya ? Anda orang BFI jugakah ? 😀

    • 26 Juli 2025 - (11:49 WIB)
      Permalink

      Intinya Pak Rifqi

      Selain UU Jaminan Fidusia, peraturan lain yang terkait adalah Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perusahaan Pembiayaan, serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 mengenai Jaminan Fidusia.
      Kalau bicara asset khususnya penarikan,
      Penarikan objek jaminan fidusia harus dilakukan dengan itikad baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
      Jika terjadi sengketa, penyelesaiannya dapat melalui jalur pengadilan.

      Jadi gak seenak jidat juga suruh konsumen kembalikan asset padahal bisa menempuh jalan musyawarah. Intinya jangan dihalangi konsumen untuk mengadukan masalahnya dan ketemu sama level atasannya, pak. Itu aja kok repot pak.

      • 26 Juli 2025 - (15:48 WIB)
        Permalink

        Saya ini legal di wom finance 2 tahun dan pernah di BFI cuma 3 bulan , karena gajinya enggak cocok, artinya kalo urusan perjanjian fidusia, objek jaminan , sengketa udh jadi keseharian saya untuk mereview dan membuat kontrak dokumen yang bersifat mengikat, up to date, dan minim kelemahan dari segi aspek hukum untuk melindungi kepentingan perusahaan dari debitur debitur nakal seperti anda yang pengen nya bayar seenak jidatnya, kalau di tegur bawa bawa undang2 segala macem, halah bullshit men, gw org hukum dan juga legal leasing sangat tau jalur ninja gimana caranya debitur nakal bisa nego angsuran atau bahkan pelsus dengan tawaran yg jauh dr pokok hutang, jadi gw ngeliat usaha lu menghadapi masalah ini objektif nya seperti debitur galbay yang wanprestasi dalam perjanjian fidusia yg ditandatangani nya sendiri dengan penuh kesadaran, dan sekarang berusaha membela diri dengan membawa2 undang undang dengan penafsirannya sendiri, agar kreditur bisa mengamini cara anda bayar hutang, suka suka kau aja lah, dan satu lagi sop itu berkembang bos , bukan untuk menguntungkan konsumen” nakal, tapi untuk mempersempit gerakan konsumen” tidak bertanggung jawab seperti anda, kita liat kalau anda bayar nya 2 bulan sekali gak perlu bawa2 OJK atau putusan MK apa segala macem sudah pasti datanya di BI Checking jadi Coll 3 / artinya manusia dengan kredit macet, apapun alasannya, bayar hutang udah gausah banyak alasan, Bayar Bayar Bayar, mau ketemu atasan collection mau ngapain, bayar hutang, udh bayar baru ketemu, kalo cuma mau ngemis ngemis biar bisa nunggak lagi gausah sok intelek deh bahasanya wkwkwk, balikin aja mobil leasing itu bukan mobil anda, coba aja bawa ke pengadilan , liat pengadilan putysannya apa, wkwkwk udh sering kita ikut sidang buat ngelawan debitur2 model sampah begini

        • 27 Juli 2025 - (16:23 WIB)
          Permalink

          Bapak ini bodoh banget ya.
          Bahasa saya bukan intelek. Memang seperti itu cara menyampaikan yang baik.
          Justru bapak yang dipertanyakan. Orsng hukum bahasa seperti orang tidak sekolah hukum. Maaf ya pak.

          • 27 Juli 2025 - (16:43 WIB)
            Permalink

            Gak ada satu aturan di belahan dunia manapun yg mengatakan org hukum bicaranya harus baku, kaya anda, yg penting pemyampaian nya objektif berdasarkan fakta dan realita yang ada, intinya kalau enggak sanggup bayar pulangin pak, sesuai perjanjian fidusia yg bapak tanda tangan , jangan di tahan tahan kalau sudah tidak mampu

        • 27 Juli 2025 - (17:59 WIB)
          Permalink

          Dear Pak Rifqi,

          Saya tidak ada mengatakan harus baku pak. Tapi mengedepankan sopan santun.
          Bapak saja yang merasa begitu. Sedikit pun saya tidak menyinggung soal baku 😃

          Yang bilang tidak sanggup siapa ya pak ? Terlambat 2 bulan belum kategori macet atau tidak mampu, pak. Disini saya minta mediasi karena seharusnya memasukkan 1 angsuran dulu itu boleh.

          Saya rasa bapak selaku legal yang baik, bacalah artikel ini sedetil mungkin jadi tau obyektifnya, jadi bukan main ambil kesimpulan saja.

  • 26 Juli 2025 - (03:43 WIB)
    Permalink

    Sebetulnya mengikhlaskan yg tidak mampu digenggam itu lebih baik.
    Sudah menjadi risiko jika punya utang ditagih, apa lagi telat2 dlm pembayaran.
    Sudahi saja, kalau memang sayang mobilnya dan masih ada harta lain, ya jual saja harta lain untuk menutup hutang mobilnya.
    Jika memang sudah tdk ada harta lain, mgkin Bank, finance, leasing dsb dinego sekali duakali boleh, masak iya tiap bulan mesti nego. Ujung2nya sakit hati kalau gk dapet negonya.
    Menguras pikiran tenaga juga bikin sakit hati.
    Lebih baik ikhlaskan dengan solusi terbaiknya.

    Saya juga punya jejak dengan BFI, tapi bukan karena telat. Karena alhamdulillah sy bisa melunasi lebih cepat meskipun kena penalti. Dan dengan terpaksa banyak nomor marketing, admin, spv dr BFI saya blokir karena spam nawari suruh ngutang lagi.

    • 26 Juli 2025 - (06:33 WIB)
      Permalink

      BFI emg gtu awas hati hati kalau sudah di eksternalin mereka akan memeras debitur dan eksternal tersebut disuruh org internal nya malahan, nnti hasil uang memeras debitur di bagi bagi sama mereka, habis itu internal menyuruh eksternal yg lain setelah 14 hari utk tarik unit kalau gk dpt unit di peras lagi..begitu begitu ajj terus sampe unit ke tarik. Intinya ketika ada org dtg mengaku dr BFI tanyain kelengkapan dokumen fidusia serta surat tugas penarikan yg resmi di ttd basah oleh Manager Asset Management dan minta SPPI mereka punya atau tidak..kalau tidak laporkan ke OJK atau email ke BOD nya Suta***bfi.co.id

      • 26 Juli 2025 - (11:43 WIB)
        Permalink

        Salam kenal Pak Poco,

        Boleh saya minta email lengkapnya pak ?
        Iya, saya memang mau proses sampai ke atas kalau mereka gak tetap bersikeras dan gak memberikan solusi. Hal ini saya lakukan supaya DC dan SPV nya bisa lebih baik lagi dan jangan seolah-olah ada di level pemutus.

        • 26 Juli 2025 - (11:54 WIB)
          Permalink

          Punten, kalau mereka tetap bersikeras maksud saya.
          Kalau penarikan InsyaAllah BFI masih cukup kekeluargaan selama ini pak. Saya percaya masih bisa didiskusikan baik-baik.

          Mudah-mudahan ya, pak

    • 26 Juli 2025 - (11:33 WIB)
      Permalink

      Izin saya menjawab Pak Putra. Sebenarnya bukan tidak sanggup. Qadarullah memang lagi dikasi cobaan di usaha saya dan saya sudah sebutkan di atas kalau bisa memasukkan 1 bulan dulu dan diupayakan bulan berikutnya bisa stabil kembali.
      Namanya kredit ya pak, pasti ada masa tidak mulusnya. Saya rasa mengikhlaskan tanpa ikhtiar itu belum terlihat usaha itikad baik kita menurut saya, pak.

      Kebetulan pengalaman keluarga di BFI Sunter ada lebih parah seperti ini tapi disana kooperatif. Saya heran yang Cabang BFI Pasar Minggu ini kok malah menekan. Saya tanya kontak Kepala Cabangnya secara baik-baik. Tapi benar-benar ditutup info sama DC-nya. Minimal kalau tidak mau kasih, tolonglah jembatani untul cari solusi sama-sama.

      Memang pak, mereka kalau untuk yang sudah lunas itu ditawarin lagi bahkan masih cicil pun ditawari top up kok, pak. Permasalahannya sebenarnya cuma membantu dari sisi memasukkan angsurannya saja bukan tidak sanggup mencicil. Itu sih pak

      • 27 Juli 2025 - (16:11 WIB)
        Permalink

        Saya sih tidak yakin anda legal yang baik sih pak, karena selama ini saya kenal legal baik dari perbankan dan finance semua tutur katanya baik dan sopan. Tidak seperti anda. Mungkin bisa jadi dari company ilegal juga anda ini. Pas soalnya sama acara bicaranya.
        Dan jangan salah saya bukan suka-suka bayar. Baca dong disini juga ada DC dari Leasing lain dan sangat santun menyampaikan. Itu hak debitur ketemu dengan atasan DC-nya.
        Sesampah-sampahnya saya sebagai debitur, Anda juga bergantung kepada debitur seperti kami juga. Jadi sebaiknya anda juga jaga sikap.
        Bawa OJK ya perlu lah, anda kan bekerja di perusahaan under OJK. Peraturan juga anda pasti tau kan. Kalau tidak suka pindah saja sana di Company Ilegal kok susah banget pak 😄. Legalnya disana seenak-enaknya krn gak dibutuhkan.
        Intinya gak ada DC main tarik begitu saja tetap semua harus berdasarkan keputusan pengadilan dan sesuai dengan kebijakannya. DC TIDAK BISA seenak-enaknya kepada Debitur. Anda itu bukan level Management yg bisa memutuskan.

        Makanya, sebelum ngoceh panjang lebar, keluarga saya sudah alami hal ini duluan makanya saya mengadu kesini karena keluerga saya bisa dan diberikan mediasi.

        Buktikan saja dimana saya sebagai debitur yang nakal. Malu dong sebut diri orang HUKUM. Mana ada orang Hukum seperti bapak ini 😉

        Oh ya pak SOP itu memang berkembang, tapi sesuai tata kelola juga pak. SOP diturunkan dari peraturan perundang-undangan, kebijakan internal organisasi, praktik terbaik (best practices), dan pengalaman operasional, pak.

        Bapak membaca narasi dari saya berarti gagal paham. Objective bukan seolah wanpres pak. Saya belum masuk 3 bulan. Tapi saya disini membutuhkan mediasi dengan PT BFI Finance karena DC tidak memberikan informasi untuk level managerialnya. Dimana itu adalah hak dari debitur untuk bertemu dan berdiskusi dengan pimpinannya dalam hal ini Kepala Cabang. Kalau anda orang HUKUM seharusnya anda paham maksud dari yang saya sampaikan.
        Kalau tidak suka, bapak tinggal abaikan saja toh saya bukan debitur di perusahaan tempat bapak bekerja kan ? 😄

  • 26 Juli 2025 - (10:41 WIB)
    Permalink

    Saya juga dulu motor sudah saya lunasin semua cicilan di Bfi seminggu kemudian
    Di dekat Volvo di cegat DC sampai 5 org mau diambil motor saya karna nunggak katanya
    Padahal saya sudah lunasi

    • 26 Juli 2025 - (12:34 WIB)
      Permalink

      Pengambilan aset (seperti kendaraan) di tengah jalan karena angsuran belum dibayar gak boleh secara hukum,bu. Mereka bisa melalui prosedur hukum yang benar dengan cata melalui putusan pengadilan dan dengan dasar akta fidusia yang terdaftar secara resmi.
      Bisa dilaporkan ke polisi itu bu karena biasanya yg begitu pihak eksternalnya. Kalau Internal BFI gak spt itu sepengalaman saya dan keluarga,bu.

      Ini BFI Cabang pasar minggu ya bu ?

      • 28 Juli 2025 - (12:39 WIB)
        Permalink

        Iya mmg pihak eksternal nya..laki2 yg datang terakhir tidak ada sopan2 nya
        Saya suruh cek katanya belum lunas
        Begitu di cek ulang dan sudah tau tagihan saya lunas seminggu lalu
        Minta maafpun tidak.
        Konfirmasi ke internal pun dari bfi nya saya langsung wa jg ga ada tuh minta maaf nya🫠

  • 27 Juli 2025 - (19:40 WIB)
    Permalink

    Jual aja Mobilnya Bu…Negosiasi Nominal pelunasan ke BFI nanti sisa dari Pelunasannya ibu ambil Dananya…

    Daripada ibu ribet nanti kalau telat lagi ngadu disini lagi…Lebih baik Bapak atau ibu urusin Urusan yg lain…..

    • 27 Juli 2025 - (19:43 WIB)
      Permalink

      Belum perlu untuk jual pak,kan masih menunggu mediasinya. Jangan apa-apa langsung jual assetlah pak. Kalau sdh tidak bisa bayar sama sekali/wanpres lain hal.

      Thanks sarannya ya, pak

      • 27 Juli 2025 - (20:25 WIB)
        Permalink

        Oiya betul tapi kolektibilitas kan ada tingkatannya. Wanprestasi belum dibilang cacat bayar. Kalau yg bapak maksud bila memang sudah cacat bayar ya monggo mau jual asset. Tapi kalau terlambat dan kolektibilitas 2 ya gak harus disarankan jual asset sih, pak. Ini kan masih performing loan.
        Cuma memang merepotkan dari sisi target si DC-nya sudah pasti tapi kan gak menghilangkan haknya juga kl nanti debiturnya bayar. Makanya dijembatani ke atasannya supaya segera clear. Jangan ditahan-tahan demi kepentingan DC semata.

 Apa Komentar Anda?

Ada 35 komentar sampai saat ini..

DC PT BFI Finance Kurang Kooperatif dalam Menanggapi Kesulitan Nasabah…

oleh Chacha dibaca dalam: 3 menit
35