Keluhan Surat Pembaca Surat Terbuka untuk Allo Bank terkait Gangguan Telepon Telesales 27 Juli 20251 Agustus 2025 Andhika Haeruman 4 Komentar Allo Bank, Allo Paylater, Bank Digital, Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Data nasabah, Nomor telepon pengguna, Penawaran pinjaman, perlindungan data pribadi, Persetujuan pengguna, Pinjaman Online, Privasi data, Privasi data pelanggan, privasi nasabah, SPAM, spam telepon, Telemarketing Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada pihak Allo Bank yang terhormat, Saya menulis surat terbuka ini sebagai bentuk keprihatinan sekaligus kekecewaan mendalam atas pengalaman yang terus berulang dan sangat mengganggu dari layanan telesales Allo Bank. Saya, sebagai mantan pengguna layanan Allo Bank, merasa perlu menyuarakan ini karena saluran komunikasi resmi yang saya tempuh sejauh ini belum memberikan hasil nyata. Saya telah menghubungi customer service Allo Bank melalui berbagai jalur, termasuk media sosial dan email resmi. Saya pertama kali menyampaikan keluhan sejak tanggal 28 Maret 2024, tapi hingga saat ini belum ada penyelesaian yang benar-benar efektif. Beberapa kali saya telah dilayani dengan dibuatkan tiket laporan, di antaranya: TICKET-0001596474 TICKET-0001445699 TICKET-0001333620 Namun sangat disayangkan, meski telah dilaporkan berkali-kali, saya masih terus menerima telepon promosi yang tidak saya butuhkan, bahkan setelah saya sampaikan keberatan secara eksplisit. Ini bukan hanya mengganggu secara pribadi, tapi juga mencerminkan proses internal penanganan keluhan yang tidak efektif. Lebih lanjut, beberapa panggilan promosi bahkan dilakukan di luar jam kerja yang wajar, yang mana ini berpotensi melanggar ketentuan dalam Peraturan OJK No. 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan, tepatnya: Pasal 25 ayat (4): PUJK yang melakukan penawaran produk dan/atau layanan melalui sarana komunikasi pribadi setelah mendapatkan persetujuan calon Konsumen atau Konsumen wajib memenuhi: a. komunikasi hanya dapat dilakukan pada hari Senin sampai dengan Sabtu di luar hari libur nasional dari pukul 08.00 – 18.00 waktu setempat, kecuali atas persetujuan atau permintaan calon Konsumen atau Konsumen. Saya tidak pernah memberikan persetujuan untuk dihubungi di luar jam tersebut, dan saya juga tidak ingin dan tidak akan menghubungi kembali lewat telepon. Selain karena tidak efisien, saya tidak melihat gunanya menghabiskan pulsa untuk sesuatu yang semestinya bisa ditangani melalui email atau kanal digital yang memang Anda sediakan. Kalau memang penyelesaiannya selalu kembali menyuruh nasabah menghubungi call center, maka keberadaan jalur email dan media sosial sebagai kanal pengaduan patut dipertanyakan efektivitas dan tujuannya. Kalau memang saluran seperti email dan media sosial tidak bisa benar-benar menangani keluhan pelanggan secara tuntas, mungkin akan lebih baik jika saluran tersebut ditutup saja, daripada menimbulkan ekspektasi palsu. Apalagi bila tiket aduan hanya dibuka untuk mengejar SLA (Service Level Agreement), lalu ditutup tanpa penyelesaian nyata—hal ini justru menciptakan ilusi pelayanan yang baik, padahal hanya kosmetik. Saya berharap surat ini dapat menjadi bahan introspeksi bagi Allo Bank untuk memperbaiki sistem penanganan keluhan, khususnya terkait telesales dan penghormatan terhadap privasi mantan nasabah. Harapan saya sederhana: jika saya sudah menyatakan tidak ingin dihubungi lagi, maka seharusnya permintaan itu dihormati. Sebagai institusi finansial digital yang mengusung semangat modern dan inklusif, Allo Bank seharusnya bisa lebih adaptif terhadap masukan dan pengalaman pelanggan. Jangan sampai citra baik yang coba dibangun, runtuh karena kelalaian dalam hal fundamental seperti ini. Hormat saya, Andhika H. Santoso Tangerang, Banten Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
James28 Juli 2025 - (14:16 WIB)Permalink Pak penulis mohon maaf, anda kurang beruntung. Anda mau email 1000x dan di tulis Media Konsumen 1000x tetap anda akan dihubungi terus. Satu-satu jalan anda hanya bisa blokir nomor² tersebut atau ganti nomor HP anda. Kenapa saya tulis demikian? Krn tdk ada yg mau urusi urusan spt diatas krn tdk ada uangnya. Dan pertanyaan selanjutnya (maaf) anda siapa? Jadi diterima saja keadaan yg ada supaya anda bisa lebih bahagia dan semakin produktif. Login untuk Membalas
Andhika HaerumanPenulis artikel30 Juli 2025 - (13:44 WIB)Permalink Kepada pihak Allo Bank yang terhormat, Saya ingin menyampaikan bahwa saya telah dihubungi langsung oleh perwakilan resmi Allo Bank terkait keluhan saya sebelumnya mengenai panggilan promosi yang sangat mengganggu. Dalam komunikasi tersebut, pihak Allo Bank telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan memberikan jaminan serta memastikan bahwa saya tidak akan lagi menerima penawaran telesales di kemudian hari. Saya mengapresiasi itikad baik dan respon yang diberikan oleh tim Allo Bank dalam menanggapi permasalahan ini. Saya harap langkah ini menjadi awal dari perbaikan yang lebih serius dan konsisten dalam perlindungan privasi konsumen, serta peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. Terima kasih atas perhatian dan tindak lanjut yang telah diberikan. Hormat saya, Andhika H. Santoso 1 Login untuk Membalas
Buana2 Agustus 2025 - (16:03 WIB)Permalink Saya jg pernah dulu bermasalah sama HCI dulu data saya disalahgunakan oleh kata tmn gtaunya dipakai buat utang trs kabur gmau lunasin utangnya akhirnya saya lunasin drpd nanti saya kol 5. Setelah saya lunasin saya trus2an diteror sama tele hci akhirnya saya naikin masalah ini ke MK Setelah itu saya aman gda gangguan dari sales apapun. klo ada telepon lg dari sales apapun saya akan jawab saya tidak butuh. Login untuk Membalas