Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Kecewa Sistem Aplikasi redBus Kaku: Tiket Rp125 Ribu Hangus karena Kelalaian Sistem Terkait Konfirmasi PO Bus 22 Mei 2026 Budi Priyanto 1 Komentar aplikasi redBus, Aplikasi Smartphone, Customer complaint handling, layanan konsumen, Pembatalan Tiket, PO Sinar Jaya, redBus, redBus Indonesia, refund tiket bus, Sinar Jaya, tiket bus online Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya menulis surat terbuka ini sebagai bentuk kekecewaan total atas kelalaian sistem aplikasi redBus Indonesia dan pelayanan konsumennya yang sangat kaku, tidak konsisten, serta merugikan saya secara materi. Kronologi bermula saat saya memesan tiket bus PO Sinar Jaya melalui aplikasi redBus dengan nomor tiket IDV6E40263794 untuk keberangkatan tanggal 18 Mei 2026 pukul 19.45 WIB. Total kerugian saya adalah Rp125.000. Memang ini juga ada andil kesalahan saya yang tidak membeli jaminan refund seharga Rp20.000 karena mahal dan saya berniat untuk berhemat. Saat memesan, saya hanya membeli tiket biasa ditambah jaminan asuransi jiwa saja. Namun, karena ada perubahan rencana, saya sudah beriktikad baik mengajukan pembatalan secara resmi melalui sistem aplikasi pada pukul 15.18 WIB (4 jam 27 menit sebelum bus berangkat). Berdasarkan regulasi resmi redBus, batas maksimal pembatalan adalah 4 jam sebelum keberangkatan untuk mendapatkan refund 90%. Sialnya, akibat sistem aplikasi redBus yang lambat memproses dan kaku, pengajuan saya tertahan dan digantung hingga bus akhirnya berangkat melewati batas jam operasional, lalu tiket saya dinyatakan “hangus” secara sepihak. Admin Instagram redBus (Ju**) bahkan sudah mengakui di DM bahwa jejak pengajuan pembatalan saya memang sudah terekam di sistem sejak sore hari, namun berdalih “tidak sampai di tahap akhir”. Ini jelas kelalaian sistem aplikasi, bukan kesalahan saya. Harusnya sistem aplikasi sekelas redBus bisa berjalan sedikit fleksibel dan tidak sekaku ini. Walaupun saya tidak membeli jaminan refund Rp20.000, apakah tidak ada kebijakan potongan refund sebesar 60% atau berapa saja daripada menghanguskan uang Rp125.000 milik saya sama sekali? Kekakuan sistem ini bahkan terbukti mematikan solusi lapangan. Pihak PO Sinar Jaya di terminal sebenarnya sudah mengirimkan pertanyaan dan konfirmasi kepada redBus bahwa kursi saya kosong dan mereka kooperatif untuk mengalihkan kursi tersebut agar tidak mubazir. Tragisnya, niat baik pihak PO bus tersebut justru ditolak mentah-mentah oleh redBus karena alasan formalitas nama sistem yang kaku. Lebih parah lagi, setelah saya komplain, tim CS mereka di email (Yes** & Wan***) malah memberikan info bohong dan memutarbalikkan fakta dengan menyatakan pihak PO tidak pernah mengonfirmasi hal tersebut. Padahal bukti email dari staf mereka sebelumnya (Ma***) yang membenarkan persetujuan PO masih saya simpan rapi. Akibat buruknya sistem redBus, saya dirugikan total. Uang tiket Rp125.000 saya hangus percuma, dan saya tidak tahu apakah di lapangan kursi kosong saya tersebut akhirnya tetap dijual kembali secara manual oleh oknum demi mencari keuntungan ganda atau tidak. Melalui surat ini, saya menuntut manajemen redBus Indonesia untuk bertanggung jawab atas kegagalan sistem operasinya dan memberikan hak kompensasi yang adil kepada saya. Semoga surat ini menjadi peringatan bagi calon konsumen lain agar lebih berhati-hati menggunakan aplikasi redBus. Budi Priyanto Pemalang, Jawa Tengah Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
madman22 Mei 2026 - (14:43 WIB)Permalink Kocak ada pungutan tambahan untuk refund, padahal itu bagian dari hak konsumen bukan komoditas tarif usaha. Kocak ada tambahan asuransi jiwa, padahal setiap tarif transportasi umum sudah dikutip untuk jaminan asuransi kecelakaan yang dikelola PT. Jasa Raharja sesuai UU No. 33-34 Tahun 1964. Perusahaan kocak, aturan kocak, kepemilikan asing pula. 1 Login untuk Membalas