Keluhan Surat Pembaca Saldo Rp58,7 Juta Didebit Tanpa Pemberitahuan Saat Agunan Kredit Sedang Dilelang BRI 2 November 2026 Ramadana Arif 3 Komentar ASN Papua, Bank BRI, Briguna, Debit Tanpa Persetujuan, Kolektibilitas Kredit, Kompensasi kerugian, KPR, KPR BRI, Kredit dan Leasing, Kredit Macet, Kredit Pegawai, Lelang agunan, Nasabah Bank, Pelunasan Kredit, Penagihan, Pengembalian dana, Rekening Tabungan, Saldo terpotong, Sistem penagihan bermasalah, Transparansi Informasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya nasabah BRI menyampaikan bahwa saldo rekening saya terdebet Rp58.776.656 dengan keterangan “LN Rep MN SPL Ovb SA” pada 31 Oktober 2026 pukul 13.31 WIB, tanpa pemberitahuan atau penjelasan sebelumnya. Saya memang memiliki fasilitas kredit macet BRIguna di BRI Kantor Cabang Serui, namun setiap bulan pihak bank sudah melakukan kunjungan ke rumah untuk memastikan pelunasan kredit macet tersebut. Juga, dalam setiap kunjungan tersebut, beberapa kali disampaikan bahwa agunan “terpaksa dilelang”, dan saya persilakan lelang pada nilai pasar yang wajar. Pada 23 September 2026, agunan saya ditayangkan dalam lelang BRI dengan harga limit Rp550.000.000, jauh di atas total tagihan kredit macet saya (sekitar Rp341,8 juta). Karena itu, saya paham bahwa pelunasan akan dibayar dari hasil lelang. Berdasarkan kronologi itu, seharusnya tidak ada penagihan yang sifatnya tanpa persetujuan atau pemberitahuan. Saya sudah dirugikan dengan status kolektibilitas 5, tapi kenapa masih dilakukan penagihan/pemotongan, sedangkan agunan untuk lelang itu ada dan secara nilai sanggup. Atas masalah tersebut, saya sudah melapor ke CS BRI pusat dan dijanjikan penelusuran maksimal 10 hari (nomor tiket: TTB000101683521). Pihak BRI Cabang Serui juga sudah saya hubungi dan menyampaikan baru akan mengecek hari Senin. Jujur saja, saldo saya itu satu-satunya dan habis bersisa hanya saldo minimum Rp50 ribu. Saya menghadapi situasi tidak tahu besok makan bagaimana, membeli token listrik bagaimana, segala kebutuhan saya terhenti saat saldo saya tidak tersisa. Memang saya seorang ASN, namun gaji saya tidak seberapa dengan biaya hidup di Papua. Selain itu, setiap tanggal 1 gaji saya habis dipotong untuk pembayaran kredit pegawai yang berjalan sehingga saldo tabungan merupakan harapan hidup saya. Lalu, tabungan itu saya rencanakan untuk pulang kampung dengan mengambil cuti. Saya sudah 5 tahun tidak pulang karena penempatan dari Jawa ke Papua. Saya hanya ingin pulang menemui ibu saya, orang tua saya satu-satunya yang tersisa, dengan kondisi beliau sudah tua dan sering sakit beberapa bulan terakhir. Saya tidak mungkin pulang kampung dengan uang pas-pasan tanpa ada dana cadangan karena saya harus kembali mengabdi di Papua. Saya memohon pengertian BRI atas saldo tabungan tersebut dan saya sudah berusaha tidak wanprestasi serta beriktikad baik dengan mempersilakan lelang agunan untuk penyelesaian kredit macet tersebut. Saya harap BRI tidak memberikan kekecewaan atas kelalaian terhadap penyelesaian yang sudah disepakati. Saya sangat mengharapkan pengembalian saldo tabungan tersebut agar saya bisa tetap melangsungkan hidup, bertemu orang tua, dan kembali mengabdi di tanah Papua ini. Ramadana Arif Kepulauan Yapen, Papua Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Amelia2 November 2026 - (16:45 WIB)Permalink merasa dirugikan dengan status kolektibilitas 5?? knp merasa rugi ya, pdhl status kolek bisa sampe 5 kan krn dia yg nunggak, seandainya gk nunggak gak bakal kolek 5 sampe rumah dilelang. Kadang suka bingung baca begini Login untuk Membalas
Ramadana ArifPenulis artikel2 November 2026 - (17:26 WIB)Permalink Betul bu saya akui itu, tapi status kolek 5 itu kan memang punishment atas keterlambatan/macet dan saya menerima kok konsekuensi itu, namun dari sisi lain saya juga sudah ada usahakan pelunasan kurang lebih 40% dari tagihan dan sisanya sudah disepakati lelang/jual aset. Jangan distigmakan bahwa setiap kredit macet seakan nasabah kabur bu apalagi saya ASN tentunya tidak mungkin saya tidak selesaikan itu mengingat rekening itu saling terhubung untuk keperluan administrasi. Yang jadi pertanyaan adalah kenapa masih ada penarikan tanpa konfirmasi bahkan penarikan habis. Seakan tidak dipikirkan faktor hidup kedepan. Saya disini tidak menyalahkan BRI tapi meminta pengertian karena usaha penyelesaian itu sudah ada. Login untuk Membalas
Ramadana ArifPenulis artikel2 November 2026 - (17:41 WIB)Permalink Selamat malam, hari ini sudah bertemu dengan pihak BRI Cabang Serui. Sudah dikomunikasikan dengan baik. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada tim redaksi Media Konsumen, untuk menghindari kesalahpahaman dan permasalahan melebar saya harapkan untuk mentakedown surat pembaca ini. Masalah sudah diselesaikan dengan baik. Terima Kasih kepada Bank BRI Cabang Serui atas atensinya yang cepat. Login untuk Membalas