Hati-hati Memilih Marketing Perumahan

Bulan November 2015 saya survey melihat rumah di Puri Bukit Permata – Jatiwarna dan bertemu dengan marketing bernama Ahmadi +62812809202xx. Saya tertarik tetapi saya harus diskusi dengan istri dahulu. Dan marketing bulak balik menghubungi saya untuk membayar booking dengan alasan besok ada konsumen lain yang berminat. Saya pun langsung transfer booking dan DP daripada ribet bulak balik dihubungi. Setelah transfer booking 2 hari kemudian saya disuruh bayar untuk sebuah data yang kurang awalnya Rp. 1 juta ternyata berubah menjadi Rp. 3 juta. Saya tidak terima dan hanya bayar Rp. 1 juta tapi marketing sms saya “kalau begini bagaimana bapak bisa punya rumah” dan lain-lain yang sangat tidak relevan sebagai markeking. Karena kesal saya datangi cluster tersebut tapi tidak ada marketing yang bersangkutan. Akhirnya saya transfer dengan maksud dapat segera diproses.

Awal Januari 2016 saya tanya ke marketing tersebut bahwa rumah segera dibangun. dan saya sudah tidak permasalahkan Rp. 3 juta dan kata marketing intinya saya bisa proses KPR rumah. Tetapi Maret 2016 saya ke lokasi tidak ada pembangunan untuk rumah yang saya ambil justru yang blok lainnya yang dulu belum terjual sudah selesai pembangunan. Saya tanya ke marketingnya dia bilang “hubungin saja ke bos saya, karena saya sudah tidak kerja di situ.” Mendengar seperti itu saya sangat kecewa.hingga Agustus 2016 belum juga dibangun sedangkan 8 rumah yang booking sesudah saya sudah selesai.

Setelah saya terus hub si marketing akhirnya dijawab “kalau diminta uang 3 juta jangan mau pak karena saya tidak ambil komisi saya di pak ad*** ”

Inti nya saya konsumen yang membayar komisi marketing walapun rumah saja saya belum deal di acc. Kerugian saya:

1. Dijanjikan pembangunan 3 bulan ternyata 11 bulan dan itu pun belum dibangun.
2. Menunggu 11 bulan harga rumah sudah naik 100jt ke atas yang saya perhatikan
3. Membayar komisi marketing

Ini adalah kesia-sian waktu tenaga uang dan harga rumah yang sudah naik bagi saya

Akhirnya saya minta uang DP dikembalikan dan AHMADI marketing itu sudah mengambil komisinya secara tidak bertanggung jawab pada konsumen.

Hati hati kepada marketing perumahan apalagi marketing freelance..dari situ saya mencari rumah yang langsung berhubungan dengan pemilik atau PT yang jelas dalam properti.

Dani
Jakarta

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:2    Rata-Rata: 4/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Hati-hati Memilih Marketing Perumahan

oleh dani komarudin dibaca dalam: 1 min
0