Debt Collector Bank Mega Tidak Punya Etika

Kejadian hari ini saya mendapatkan sms dari seorang wanita yg mengaku bernama Rita Hasibuan, beliau mengatakan di sms tersebut, “Anda tidak malu dengan pekerjaan Anda ya? Kalau Anda tidak bayar-bayar, saya akan tagih ke atasan Anda. Perempuan tidak tahu malu, sudah berhutang tapi tidak mau membayar.”

Saya sampaikan ke dia bahwa siang ini saya akan bayar. Tiga bulan saya bed rest di rumah karena dalam keadaan sakit. Orang tersebut bilang “buktikan saja, jangan banyak bacot dasar tukang berhutang. Didikan macam apa yang ibu kamu ajarkan sampai punya hutang lupa dibayar?”

Dan terus-menerus menghina saya, sampai dia bilang dia yakin saya tidak bisa bayar hari ini juga. Padahal saat dia sms-sms begitu saya sudah di ATM untuk membayar. Yang saya sesalkan kenapa ya tidak ada etika yang baik? Persaingan antar bank itu ketat, harusnya pihak Bank Mega benar-benar perhatikan oknum-oknum yang begini.

Jujur saya kecewa. Di satu sisi dia bawa nama-nama orangtua saya. Saya bisa laporkan dia ke polisi atas perbuatan yang tidak menyenangkan dan mengancam saya. Mohon ditindaklanjuti persoalan ini. Karena saya pribadi ingin supaya ini tidak terjadi lagi. Saya amaat tersinggung dengan kata-kata orang tersebut.

Terima kasih. Ditunggu follow up-nya.

Margaret Caroline
Medan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mega:
[Total:2    Rata-Rata: 1.5/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Margaret Caroline

Redaksi yang terhormat, Sehubungan dengan surat Bapak/Ibu Margaret Caroline di mediakonsumen.com (15/12), “Debt Collector Bank Mega Tidak Punya Etika”, oleh...
Baca Selengkapnya

Loading...

Satu komentar untuk “Debt Collector Bank Mega Tidak Punya Etika

  • 16 Desember 2016 - (22:11 WIB)
    Permalink

    kami berbicara dengan akrab di suatu ruangan yang nyaman, di gedung yang megah,bau wangi semerbak parfum mahal dari Ibu saat berbincang tercium di seantero ruangan,teh hangat dan snack tersaji yaitu singkong coklat keju…hmmm…perpaduan tradisional dan barat,sementara saya menyantap singkong tsb,Ibu meninggalkan saya di ruangan tsb,derap langkahnya dari sepatu berhak sedang berkilat meninggalkan diri saya
    sesaat pintu terbuka sesosok lelaki dan beberapa orang berkelebat dibelakangnya,
    lelaki pertama berambut keriting dengan logat Indonesia timur berkata : “cukup,kembalikan yang kau pakai!!” tenggorokanku tercekat,singkong yang saya santap telah meluncur ke lambungku,siapa kau? tanyaku bergetar…
    “aku Jon dunner tak peduli bagaimana caranya kembalikan apa yg kau pakai,perusahaan ini bukan punya moyang kau!!!”
    kucium bau busuk dari mulutnya laksana sulfur neraka,dan kengerian menyergapku
    seluruh tulang dan sendi ku serasa terlolos dari tubuhku ,dia berteriak lagi : “oke,kalau aku belum cukup kau segani,masih banyak kawan kawanku menunggu kau dibelakangku” inikah akhir hidupku? menyesal sudah tidak bisa mengubah nasibku,sungguh terasa merasakan neraka saat berurusan dengan kolusi sistematis yang mengerikan seperti ini

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mega?

Ada 1 komentar sampai saat ini..

Debt Collector Bank Mega Tidak Punya Etika

oleh Margaret Caroline dibaca dalam: 1 min
1