PT Jayaterra Group Mengubah Perjanjian Jual Beli Rumah secara Sepihak

Pada tanggal 16 Agustus 2015 saya membeli rumah di Sun Village Damarsi Sidoarjo dari developer PT Jayaterra Grup dengan sales bernama Nada dan memberi booking fee senilai Rp 5 juta. Tanggal 21 Agustus 2015 saya melakukan pelunasan untuk DP senilai Rp 98 juta. Akta jual beli dibuat tanggal 24 Agustus 2015 Notaris Ayu Militansia Brillyanti.

Saya tertarik membeli rumah tsb karena disediakan cicilan in house hingga 5 tahun (60 bulan) padahal waktu itu rumah masih berbentuk tanah sawah. Setelah saya melakukan pembayaran cicilan seperti biasa hingga cicilan in house ke-13 tanggal 13 Oktober 2016 (1 tahun lebih) ternyata ada kasus di mana rumah yang belum kunjung dibangun karena terkendala izin pengurukan, dll, yang saya dapat dari info admin keuangan (Refa), dan ternyata ada perubahan blok + denah di mana saya TIDAK dihubungi sama sekali oleh pihak Jayaterra, bahkan saya mengetahui hal ini dari tukang yang bertugas membangun daerah perumahan tsb.

Pada saat itu saya langsung berinisiatif menemui pimpinan yang mengurus tentang hal ini yaitu Pak Tono yang ternyata berbeda saat saya membeli rumah ini di th 2015. Saya menanyakan mengapa hal ini bisa terjadi dan saya sebagai konsumen tidak mendapat info tsb? Pak Tono memberi tahu bahwa telah terjadi perubahan manajemen total dan dia tidak punya data konsumen sama sekali. Menurut saya ini jawaban yang sangat konyol, bagaimana mungkin tidak punya data saya padahal saya tiap bulan melakukan pembayaran in house serta mengirim bukti transfer ke Whatsapp admin keuangan (Mbak Refa) dan saya membayar TIDAK pernah terlambat.

Setelah itu Pak Tono menjelaskan bahwa konsumen lama diharuskan beralih pembayaran ke KPR tidak ada in house lagi, tentu saja saya keberatan akan hal ini karena ini melanggar perjanjian di Akta Jual Beli Pasal 3 poin 3. Perlu saya jelaskan bahwa rumah anda saya beli karena di awal ada perjanjian bisa in house. Akhirnya setelah negosiasi ulang kami sepakat bahwa blok saya semula B-30 dipindah menjadi A-9 serta tertulis perjanjian di atas materai bahwa pembayaran in house akan dilanjutkan setelah serah terima kunci. Dalam hal ini saya sudah mengalah karena seharusnya rumah saya B-30 posisi hook dipindah ke A-9 bukan hook.

Pada tanggal 25 April 2017 saya kembali menanyakan status rumah tsb kepada Pak Tono dan alangkah terkejutnya saya malah dituntut untuk membayar senilai cash 70%, dan 30% in house. Uang saya yang sudah masuk sejak tahun 2015 senilai Rp 156.083.329 kurang lebih 45% jadi saya harus menambah sekitar 25% cash sebagai syarat serah terima. Lagi-lagi terjadi inkonsisten dari perjanjian yang sudah tertulis. Pak Tono beralasan bahwa dia hanya mengikuti kebijakan perusahaan karena perubahan total manajemen. Lalu di mana hak saya sebagai konsumen ? Lalu bagaimana dengan akta jual beli yang sudah dibuat tahun 2015 ? Apakah PT Jayaterra dapat seenaknya saja mengubah perjanjian hanya dengan beralasan perubahan managemen ? Luar biasa !

Jika memang ini yang diinginkan PT Jayaterra, saya juga berhak menarik kembali uang saya tanpa penalti, karena dari kasus ini saya sudah dirugikan baik waktu, tenaga dan materi dan PT Jayaterra sudah untung dari uang saya yang mengendap hampir selama 2 tahun.

Saya tunggu itikad baik dari PT Jayaterra maupun Pak Tono melalui surat pembaca ini. Jika tidak ada ITIKAD BAIK dengan terpaksa kami akan membawa hal ini melalui proses hukum yang berlaku. Terima kasih.

Yonas Beargan Limantra
Surabaya – Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 2.2]
Penyelesaian Masalah Secara Positif oleh PT. Jayaterra Group

Menindaklanjuti surat yang sebelumnya saya tulis yaitu: PT Jayaterra Group Mengubah Perjanjian Jual Beli Rumah secara Sepihak Melalui surat ini...
Baca Selengkapnya

19 komentar untuk “PT Jayaterra Group Mengubah Perjanjian Jual Beli Rumah secara Sepihak

  • 8 Mei 2017 - (08:48 WIB)
    Banyak kasus yang merugikan konsumen seperti itu seperti itu di PT. JT selaku pengembang perumahan THE SUN VILLAGES damarsi, mulai bangunan rumah yang di janjikan gak jelas kapan jadinya, konsumen di persulit saat pembatalan/ pengembalian uang muka, merubah site plan sepihak, dan masih banyak lagi…”
    • 27 Desember 2017 - (09:30 WIB)
      Iya nih pak smpai skrg tgl 27 des 17 ,belom ada kabar apa2 pdhal sdh minta diklarifikasi Lnagung kami lakukan ,yg mana tdnya minta diHAPUS yg sdh trtulis dimedia (kan Ga mungkin ) ,reapon bls di media sj :Tidak ,nah kami sdh lakukan klarifikasi ,Janji besok nya akan ditrnfer ,
      Tidak jg trnfer ,Janji lagi tgl 22 des 17 : Insya alloh akan clear kan smua ,lahhhh smpai hari ini disms puluhan x ,di tlp jg No respon ,maunya gimana sih ya : pdhal sisa 37 jt ,selangkah lagi ,Nama Baik Developer ,unt jangka panjang akan jd Baik ,
      Kalau terjadi bgni bagaimana lagi kami harus sabar dan ambil tindakan? Sangat2 Tidak berpikir u/Long Therm nya ya ,Kasian amat mereka ya , Sya Doakan sj lah spy pd Sadar ,Bahwa uang itu Uang Halal yg diberikan yg MAHA KUASA 🙏
      • 13 April 2018 - (18:13 WIB)
        Ayo bu/bpak bareng” aja kita datengin tu kantornya nuntut hak kita buat di balikin. Saya juga sama kena janji janji terus…
        Alangkah baiknya kita sebagai user yang baik harus di perlakukan baik juga to.
        Kalau bisa semua user yang udah kena janji manisnya setuju buat sepakat datengin tu kantor jaya terra.😠
  • 31 Mei 2017 - (10:10 WIB)
    Gimana nie kelanjutanya..? Apa sudah ada tanggapan secara pribadi untuk masalah tersebut diatas dari pihak PT. JT..? silahkan di share, siapa tau ada yang bisa kasih solusi..”
    • 27 Desember 2017 - (09:33 WIB)
      Belom ada jg pak sisa 37 jt yg janji ,Setelh Klarifikasi yg sdh dicici ,Langsung ,Ga pakae lama kami sdh klarifikasi ,maka pak Agus akan trnfer , trnyta tidak jg ,Janii lagi tgl 22 des ,Tidak juga ,smpai skrg ,di sms puluhan x dan di tlp ulang3 Tidak Diterima ,No Respon
      Ga tau nih ga MIKIR unt /Long Therm Nama Baik ,Developer PT :JAYaTERA ,KasianAmat ya
  • 2 September 2017 - (10:59 WIB)
    ayuk kita barengan datang minta uang kita dikembalikan utuh karena malah sun village jaya terra yang dapat keuntungan jutaan uang kita yang sudah di tangan mereka, kita datang dan membawa polisi wa/telpon saya ibu rizki gilang 08983518595, uang saya 40juta 1tahun juga mau dipotong pinalti oleh mereka
  • 2 September 2017 - (18:59 WIB)
    kalau yang saya alami dengan pt jaya terra the sun village adalah akad sept2016, janji januari rumah sudah bisa ditempati, saya tanya lagi perkembangannya gimana skrg janji dari lebaran, saya datangi lagi janji bln agust, telpon jd kapan lg mundur janji september dengan alasan banyak syarat-syarat administrasi kpr bank yang kurang cust rumah yang sudah jadi itu yang sampai sekarang tetep segaris yang jadi, pasti y bulan sept, balasnya g pasti ibu, bisa mundur lg jadwal nguruk tanahnya. Yakin saya ini penipu ulung. uang dikembalikan pun belum sampai sekarang. ayuk para korban kita lapor polisi dan lembaga perlindungan konsumen di surabaya. Korban pada tahun 2014 juga ada masuk 200juta diliput si berita pribumi. SEMANGAT TUNTASKAN MASALAH The sun village Pt Jaya Terra suka makan duit duit duit
    • 27 Desember 2017 - (09:34 WIB)
      Belommm Buuu belom Tuntas juga pdhal tmggal sepangkah lagi ,Janji tinggal janji , maunya gimana nti kami lagi konsultasi sm rekan2 yg Berwenang
  • 16 September 2017 - (19:25 WIB)
    ayuk teman kita bersatu. polisi siap membantu kita. sudah saya tanyakan polisi, kita cepat bawa ke polsek gedangan bawa bukti pembayaran uang kita ke jaya terra+fotokopi+ brosur2 jaya terra the sun village damarsi. makin banyak korban makin bagus. biar ketangkap jaya terra. dan uang kita kembali. wa/telpon nanik 08983518595
  • 22 Desember 2017 - (16:58 WIB)
    Developer tidak bertanggung jawab, busuk. Penipu. Semoga semua penyakit dilimpahkan kepada developer ini.
    Saya todak ridho dunia akhirat.

    Uang saya belum dikembalikan, developer penipu.

    • 27 Desember 2017 - (09:25 WIB)
      Pny sy smpai hari ini tgl 17 des 17
      Belom mau trnfer ,boro2 pak ,ini jawab sms puluhan x dan telpon jg ,no respon
      Gimana maunya sy coba lagi Tunggu bbrp hari ini , gmn maunya sy ngikutin coba sj ,yg sabar dlu pak ,semoga smuanya SADAR bhw uang yg masuk pny org2 yg mmbutuhkn tmpt tinggal & dr Hasil keringat org kerja
      • 11 Januari 2018 - (06:08 WIB)
        Iya uang saya jg belum balik 100%,
        Jika dia memang bener2 developer baik tentunya tidak ngambang gak jelas,
        Konsumen hilang kepercayaan.
        Reply terus sj, biar developer membaca dengan jelas. Sampai hak kita dikembalikan.
  • 9 Januari 2018 - (13:01 WIB)
    Bapak/ Ibu dengar2 sudah ada teman yang melaporkan PT, JT ke pihak berwajib coba di cek di polsek/ polres yg menangani, barangkali Bapak/Ibu mau ikut memperkuat laporan tersebut, dengan kasus yang sama, membatalkan pembelian rumah, uangnya di kembalikan sedikit2, di potong juga 10% dari harga beli, memang di memcari keuntungan dengan cara itu, Modus PT. JT
  • 15 Maret 2018 - (15:55 WIB)
    saya juga korban perumahan the sun Village, uang saya juga belum kembali 95 jt,, saya akan menemuai pihak pengembang hari sabtu,, yukk teman-teman,, kita bareng2 datang,,, ini nomer saya: 082198378337

 Apa Komentar Anda?

Ada 19 komentar sampai saat ini..

PT Jayaterra Group Mengubah Perjanjian Jual Beli Rumah secara Sepihak…

Yonas Liem 2 menit
19