Ditagih Debt Collector Bank Mega untuk Tagihan Kartu Kredit Orang Lain

Assalammualaikum Wr Wb.

Pada hari Jumat tanggal 12 Mei 2017, dari extension kantor saya mendapatkan telepon yang mengaku dari Bank Mega. Ternyata setelah perbincangan terjadi, debt collector tersebut bernama Martin, dia ingin menagih utang Kartu Kredit Bank Mega a.n. saudara saya. Di situ saya kaget, karena dia begitu emosi dalam menagih dan meminta nomor telepon saudara saya itu dengan kasar. Dikarenakan ucapan dia yang kasar itu, saya tidak bersedia memberikan nomor telepon saudara saya tersebut. Saya bilang ke dia, kan semua data-data saudara saya tersebut ada di Bank Mega, kalau memang bapak tidak dapat menelepon saudara saya, datangi saja rumahnya.

Akhirnya telepon tersebut saya tutup karena dia tidak sopan. Setiap menit dia telepon ke kantor saya dan saya diintimidasi dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Saya sempat shock dan menangis karena hal tersebut, dan yang lebih parah lagi saya tidak dapat bekerja karena dia meneror terus. Akhirnya, karena saya shock, temen-temen saya melindungi saya dengan bilang saya tidak ada. Yang lebih parah lagi dia mengeluarkan kata-kata tak pantas itu ke teman-teman saya.

Setelah itu saya memberikan nomor telepon saudara saya. Dan saya sudah mengomunikasikan hal tersebut ke saudara saya. Saya bilang ke saudara saya untuk dapat menghubungi Martin ke nomor yang dia kasih 081290767583. Tadinya saya mau melaporkan hal ini ke Polisi karena sudah sangat mengganggu dan perbuatan tidak menyenangkan. Yang saya heran dari mana dia tau nomor telepon kantor saya??? (Tolong Bank Mega menjelaskan perihal ini).

Hari ini tanggal 15 Mei 2017 dia telepon lagi ke kantor saya. Dia bilang katanya saudara saya tidak mau membayar kartu kreditnya karena bukan saudara saya yang pakai melainkan saya yang pakai. Bagaimana saya bisa pakai kartu kredit itu sedangkan saya ketemu dengan saudara saya saja jarang dan buat apa saya pakai kartu kredit orang? Itu debt collector streess… Dia minta saya yang bayarin semua… Saya kaget lagi dan saya minta sama dia untuk minta waktu karena saya akan mengkonfirmasi hal ini ke saudara saya. Bukannya kata-kata yang baik yang saya terima, malah dia memaki-maki saya dengan kata-kata yang sangat-sangat tidak pantas. Apa ini perilaku debt collector Bank Mega?

Saya juga sudah membuat laporan perihal ini ke Call Center Bank Mega sejak hari Jumat tanggal 12 Mei 2017. Katanya akan ditindaklanjuti, namun sampai dengan saat ini tanggal 15 Mei 2017 saya belum mendapatkan update-nya perihal ini. Apabila sampai dengan hari ini saya tidak mendapatkan penjelasan dari Bank Mega maka saya akan membuat laporan ke kepolisian. Karena saya tidak punya hutang di Bank Mega, tapi saya dimaki-maki dengan tidak sopan dan tidak ada etikanya.

Rini Anggraeni
Bekasi – Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Debt Collector Bank Mega:
[Total:7    Rata-Rata: 1.9/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Bapak/Ibu Rini Anggraeni

Redaksi yang terhormat, Sehubungan dengan surat Bapak/Ibu Rini Anggraeni di mediakonsumen.com (15/5), “Ditagih Debt Collector Bank Mega untuk Tagihan Kartu...
Baca Selengkapnya

Loading...

9 komentar untuk “Ditagih Debt Collector Bank Mega untuk Tagihan Kartu Kredit Orang Lain

  • 24 Mei 2017 - (19:07 WIB)
    Permalink

    laporkan kepolisi mba, itu sudah sangat meresahkan. DC Mega di kejar target mba makanya dia halalkan segala cara. padahal uang di makan mereka itu UANG HARAM, jangan mau diterima permintaan maaf dari Bank Mega tanpa perubahan yang pasti kasus ini gimana.

  • 8 Juni 2017 - (17:58 WIB)
    Permalink

    Selamat sore…mohon info apa sudah ada tanggapan dari bank mega? Kalau saya, saya adukan kepada OJK dan BI. Memang debt collecrornya sangat tidak sopan.

  • 11 Juli 2017 - (10:14 WIB)
    Permalink

    Halo bu, kasus yg ibu alami kurang lebih sama dengan saya. Kita jg di teror, padahal bukan kita pemilih kartu kredit. Tapi pihak DC menelpon kita berulang2..Kalau boleh tahu bagaimana kelanjutan permasalahan ibu, atau boleh minta no WA nya. Makasih

  • 14 Juli 2017 - (19:41 WIB)
    Permalink

    Mbak Rini, saya ingin tahu sesudah dihubungi oleh pihak Bank Mega untuk minta maaf, apakah masih dihubungi oleh debt collectornya ke kantor Mbak? Karena saya yang hampir sama kasusnya dgn Mbak masih dihubungi tuh sama collector2nya?

  • 23 Juli 2017 - (18:17 WIB)
    Permalink

    Saya juga mengalami hal yang sama.. bahkan dia menghina ibu saya dan merendahkan saya. Dan dia membuka data pribadi saya seenaknya.. dia membuka alamat kantor dan no telp kantor saya. Seharusnya dia tidak berhak untuk membuka data tsb,.
    Boleh saya mnta contact person ibu utk sharing? Saya sudah tidak tahan di teror terus.

  • 19 Oktober 2017 - (21:53 WIB)
    Permalink

    ini sama banget dan si tukang DC itu memang namanya itu2 aja, ga cowok ga cewe ngomongnya pada ga tau aturan ?? bagaimana kelanjutannya bu, tolong share lg di sini, terima kasih..

  • 20 Februari 2018 - (18:33 WIB)
    Permalink

    Saya dua hari ini mengalami kasus yang sama dan menteror kantor tempat saya kerja padahal kartu kredit orang lain (masih sodara jauh dan tidak serumah). Yang kasihan resepsionisnya dibentak2 ndak karu2an dan tidak tau menau permasalahannya. Dan saya sudah menulis di Surat Pelanggan juga. Balasan dari Bank Mega sepertinya sama ya untuk kasus2 yang lain. Apakah ada efeknya setelah dari pihak Bank Mega meminta maaf? Apakah masih ada telepon2 tidak menyenangkan?

  • 28 Agustus 2018 - (18:28 WIB)
    Permalink

    Apakah arti “maaf” buat bank mega? Mungkin bank mega menganggap kata “maaf” sebagai suatu hal yang sepele.

    “Maaf” tanpa perubahan adalah suatu hal yang percuma.

    Saya sedang mengalami hal yang sama. Saya merasa amat sangat terganggu dengan ulah debt collector dari bank mega. Hampir setiap hari bagian debt collector selalu menghubungi saya untuk tagihan bukan atas nama saya.

 Apa Komentar Anda mengenai Debt Collector Bank Mega?

Ada 9 komentar sampai saat ini..

Ditagih Debt Collector Bank Mega untuk Tagihan Kartu Kredit Orang Lain…

oleh rini anggraeni dibaca dalam: 2 min
9