Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Etika Debt Collector Bank Mega 16 November 201715 Desember 2017 Lisa Iskandar 4 Komentar Debt Collector, Kartu Kredit Bank Mega, Kredit Macet Ikuti kami di Google Berita Saya nasabah kartu kredit Bank Mega sejak 2012, dengan no kartu 4890 8700 5263 xxxx. Beberapa bulan ini saya sedang kesulitan finansial jadi saya tidak bisa membayar untuk tagihan kartu kredit Bank Mega sebesar Rp27.900.000. Untuk pembayaran minimalnya saja saya sedang tidak mampu untuk 1 tahun ini. Tetapi ada salah satu collector Bank Mega yang mengancam saya akan menagihankan tagihan saya ke pihak orang tua saya (ibu). Saya sangat shock sekali ketika debt collector mengatakan seperti itu, karena sepengetahuan saya penagihan hanya akan dilakukan kepada si pemilik kartu bukan ke pihak lain, maupun pihak keluarga. Dan saya menanyakan dengan bapak siapa saya bicara dan saya meminta NIK KTP-nya tetapi beliau tidak mau memberikan. Dengan ancaman seperti itu membuat saya stres sehingga mempegaruhi pada kondisi kehamilan saya, sehingga saya tidak bisa mempertahankan kandungan saya. Saya meminta keringanan untuk bisa dicicil bukan ancaman. Lisa Mandasari Jakarta Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Sansan Permana22 November 2017 - (04:58 WIB)Permalink Gila gaji paling gak nyampe 5 juta punya utang kk sampe hampir 30 jt, gak mampu bayar kabuur, ditagih mewek, kelaut aja mbak Login untuk Membalas
_629523 November 2017 - (00:16 WIB)Permalink https://konsumen.ojk.go.id/FormPengaduan Login untuk Membalas
Yuli ha15 Desember 2017 - (23:21 WIB)Permalink Gila nih org bnyk banget waktu senggangnya, bkn urusannya malah sok tau nyinyirin org yg lg susah. Elo borju? Belagu amat, basi lo. Tenggelam aja ke segitiga bermuda sono gih. Teror sampe ngilangin nyawa satu calon anak manusia lo anggap remeh. Login untuk Membalas
_154217 Desember 2017 - (14:18 WIB)Permalink Kalo pakai ancaman dan bener terjadi asal Ada 2/bukti cukup sesuai KUHP. Itu udah tindakan pidana. Tinggal lapor aja me Polsek setempat perkara terjadi. Kan Ada aturan BI baik PBI dan SEBi. Dan alangkah lebih baiknya semua tertulis aja tidak udah by telpon biar jelas dan cukup bukti dan perlindungan bagi semua pihak, karena sebenarnya awal nya ada lah arena hukum private/perdata. Mohon maaf jika kurang berkenan pendapat saya. Hormat. Login untuk Membalas