Penagihan DR Rupiah Meresahkan

Selamat siang,

Saya ingin sedikit bercerita pengalaman saya sekaligus ingin mencari pendapat bagaimana langkah yang harus saya lakukan untuk menghadapi ancaman dari penagihan Dr Rupiah yang selalu meresahkan.

Bulan Agustus 2017 saya melakukan pinjaman kepada Dr Rupiah sebesar 2 juta rupiah, namun hanya disetujui sebesar 1.5 juta rupiah saja.

Tanggal 4 September 2017 saya melakukan pembayaran pinjaman sebesar Rp 2.1 juta (angka ini dari pinjaman pokok Rp 1.5 juta + Rp 600 ribu bunga Dr Rupiah).

Tanggal 5 September 2017 saya mendapat pinjaman kedua dari Dr Rupiah sebesar Rp 2 juta.

Tanggal 4 Oktober 2017 saya melakukan pembayaran perpanjangan ke Dr Rupiah sebesar Rp 800 ribu (angka ini didapat dari perhitungan bunga pinjaman sebesar 40% dari pinjaman pokok Rp2 juta).

Bulan November ini saya tidak melakukan pembayaran utang dikarenakan :

  1. Saya membayarkan hutang pegadaian untuk menebus motor
  2. Biaya untuk periksa kandungan saya yang memasuki usia kehamilan 8 bulan
  3. Membeli perlengkapan bayi
  4. Membayar kebutuhan bulanan dll

Gaji sudah habis untuk melunasi beberapa tunggakan lain dan mengirimkan sejumlah dana untuk anak saya yang kos di luar kota.

Saya sangat memahami saya masih memiliki hutang yang belum saya bayar. Konsekuensi yang harus saya hadapi adalah ditelepon dan terus-terusan ditagih Dr Rupiah. Saya sangat menyayangkan sekali pada akhirnya penagihan Dr Rupiah berubah menjadi kasar terutama apabila yang menelepon adalah perempuan.

Saya selalu mencoba untuk kooperatif dengan tagihan dari Dr Rupiah:

  1. Saya selalu menjawab telepon dari DR RUPIAH kecuali pada saat saya sedang meeting atau di atas kendaraan atau sedang di toilet atau hp berada di tas dan saya tidak sempat mendengar.
  2. Saya selalu menjawab dengan bahasa yang sopan dan menjelaskan kenapa saya belum dapat melunasi pinjaman saya.
  3. Saya sudah menyampaikan kejujuran dan kapan kesanggupan saya untuk membayarkan tagihan.

Namun jawaban dari DR RUPIAH SANGAT TIDAK MENYENANGKAN:

  1. Dr Rupiah tidak mau tahu apapun alasan kita tetap kita harus membayar sesuai waktu yang mereka tentukan, bagaimana saya bisa membayar jika hari ini ditagih besok harus bayar?
  2. Dr Rupiah memaksa nasabah untuk mencari dana talangan ke siapapun dengan cara apapun. Kalau saya mendapatkan dana talangan saya pasti sudah langsung lunasi tagihan Dr Rupiah, pinjam dana talangan pun tidak mudah, ke teman, atau saudara belum tentu juga bisa dapat dengan mudah dan cepat.
  3. Dr Rupiah mengancam dengan kata-kata kasar akan mendatangi kantor dan memaksa HRD untuk memotong gaji saya untuk melunasi pinjaman. Hal ini yang tidak bisa saya terima karena ini tidak ada hubungannya dengan urusan kantor sama sekali.

Kesimpulan yang saya tarik dari semua ini dan apa yang akan saya lakukan adalah :

  1. Saya tidak akan takut menghadapi ancaman Dr Rupiah. Saya mengakui pinjaman belum saya bayarkan namun saya sudah menyampaikan alasan secara logis kenapa saya belum mampu membayar
  2. Saya akan tegas menolak apabila Dr Rupiah memaksa HRD memotong gaji saya di kantor. Pinjaman ini saya lakukan atas nama pribadi, tidak ada sangkut pautnya dengan pihak kantor tempat saya bekerja. Saya tidak melakukan pelanggaran apapun yang menyebabkan kerugian pihak kantor (tidak mencuri, tidak menggelapkan uang kantor, dll) sehingga pihak kantor juga tidak berhak melakukan tindakan sepihak karena desakan pihak lain.
  3. Utang saya hanya sebesar Rp 2 juta namun berkembang pesat dengan bunga Dr Rupiah yang sangat mencekik sehingga saya harus membayarkan sebesar Rp 3,9 juta (pinjaman pokok Rp 2 juta, 2 x bunga @Rp 800 ribu ditambah denda Rp 300 ribu).
  4. Saya tidak lari dari tanggung jawab, yang saya butuhkan hanyalah kesabaran pihak Dr Rupiah pada saat saya menerima gaji saya akan membayarkan sesuai kemampuan yang saya miliki.
  5. Itikad baik saya tidak pernah ditanggapi pihak Dr Rupiah selain hanya melakukan teror ke kantor yang meresahkan dengan bahasa kasar dan ancaman.
  6. Saya tidak segan untuk melaporkan pihak Dr Rupiah ke Kepolisian apabila sudah melewati batas kewajaran
  7. Dr Rupiah bukan lembaga yang terdaftar di OJK
  8. Tidak ada perjanjian tertulis di atas materai yang saya ttd sebagai bukti sah, semua berbasis online kenapa harus melakukan penagihan dengan cara-cara yang tidak bebasis sama juga?
  9. Sudah banyak ribuan komentar buruk dan komplain dari ribuan nasabah dengan pelaporan kasus yang berbeda yang dilayangkan di FB dan suara konsumen, namun tidak ditanggapi oleh Dr Rupiah.
  10. Saya ingin mengajak rekan-rekan semua yang merasa juga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan Dr Rupiah bergabung untuk sama-sama melaporkan tindakan yang dilakukan oleh Dr Rupiah.

Segala bentuk perjanjian pinjam meminjam masuk ke dalam ranah perdata, maka akan diselesaikan secara hukum perdata. Jika Dr Rupiah masih melakukan tindakan yang tidak menyenangkan lagi saya rasa sudah bisa dilaporkan sebagai tindak pidana.

Mohon tanggapan dan respon dari rekan-rekan semua. Saya juga butuh informasi kemana saya harus meminta bantuan utk penyelesaian masalah ini jika terus berlanjut. Sebagai catatan sekali lagi saya bukan lari dari tanggung jawab saya terhadap utang tapi saya ingin menyampaikan bahwa sebagai nasabah kami juga layak mendapatkan perlindungan.

Jika ada yang berkenan untuk bisa menjawab dan membantu saya silahkan kirimkan email ke dan**@gmail.com

Terima kasih.

Dania Agustania
Jakarta Timur
0813155392**

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Penagihan Dr Rupiah:
[Total:212    Rata-Rata: 2.4/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

251 komentar untuk “Penagihan DR Rupiah Meresahkan

  • 29 November 2017 - (11:45 WIB)
    Permalink

    saya udah terlanjur pinjam nih, dan mau pelunasan hari ini ,.
    tapi saya transfer via atm bca tidak bisa (notifikasinya nomor rekening yang anda masukkan salah).
    saya telp ke hotline 02129264111 dan 08001110101 bunyinya hanya musik.
    sedangkan saya posisi di Semarang gak mungkin ke alamat kantor yang bapak ibu share di atas.

    Mohon info jika ada yang sudah bisa menghubungi dokter Rupiah..
    karena saya mau menyelesaikan tanggung jawab saya..

    Terima kasih

    • 29 November 2017 - (11:51 WIB)
      Permalink

      Hai Alexei …

      Setahu saya, pembayaran dilakukan melalui transfer BCA bisa kok, karena saya juga menggunakan BCA. Transfernya ke bank pertama. Pernah dapat email yang isinya kontrak dan ada keterangan membayarkan tagihan ke no rekening mana? Pakai itu aja…

      Oh ya , setelah lunas pasti akan di telepon lagi untuk ditawari pinjaman yang lebih tinggi. Saya cuma mengingatkan bunganya sangat tinggi sampai 40 % di pinjaman kedua. Better think twice sebelum meminjam kembali.

      Semoga info nya bermanfaat ya…

        • 9 Februari 2018 - (09:11 WIB)
          Permalink

          hati2 bisa jadi itu terik dari Dr Rupiah agar pembayaran mundur dan jika lewat waktu bisa kena denda atau finalty.

          Sebaiknya pinjam ke lembaga pemberi pinjaman yang legal seperti Bank, Penggadaian atau Kartu Kredit agar lebih aman terjamin

    • 3 Desember 2017 - (18:35 WIB)
      Permalink

      Mudah2an lekas beres yah mbak. Kalau saya juga mengalami hal yang sama. Diterror terus tapi sih saya sih gak takut. Wong saya sudah lunasi selang satu-2 hari. Tapi saya disalahin call center-nya katanya saya salah kenapa baru 1-2 hari saya sudah melunasi kenapa gak dipas 10 hari-nya. Saya bilang ajah dimana2 melunasi sebelum jatuh tempo. Saya sudah lunas masalah lain timbul. kontrak saya yg 10 hari jadi 30 hari tanpa ijin dan konfirmasi kesaya jadi beranak pinak. 100 ribu jadi 1.2 juta. Teror kesaya miscal 21 telpon perhari . Tapi sih santai, mereka war dengan saya yah saya lawan war juga, teror dengan teror. saya sudah laporkan ke OJK, dan rencana kelembaga lain . Kalau semakin brutal rencana mau kepolisian.
      Tertanda. Korban penipuan drrupiah.com
      https://mediakonsumen.com/2017/11/30/surat-pembaca/drrupiah-com-mengubah-perjanjian-secara-sepihak

  • 3 Desember 2017 - (18:44 WIB)
    Permalink

    Semakin parah dan semakin menjadi teror nya.. Syukurlah kalau pinjaman mas sudah lunas tidak ada yg perlu dikuatirkan lagi.. Emang mencekik bunga nya dan berlipat. Banyak yg dirugikan tapi seolah tidak mau tau. Impact nya jd masalah ke pekerjaan mas.. Betul2 merugikan.
    Hasil laporan OJK bagaimana mas tanggapannya? Apakah bisa dengan banyaknya keluhan pihak DR RUPIAH ini dibekukan?

    • 3 Desember 2017 - (18:56 WIB)
      Permalink

      Saya udah dapat balasan mbak, Info dari OJK mereka tidak terdaftar diOJK sebagai jasa keuangan.

      2. Dimohonkan Bapak/Ibu untuk teliti dengan perizinan dari sebuah perusahaan, karena baik perusahaan maupun produknya wajib memiliki izin dari regulator-nya.
      3. Adapun kegiatan usaha PT. Digital Solutions Indonesia dengan website drrupiah.com BUKAN merupakan kegiatan Lembaga Jasa Keuangan (LJK)

      Intinya sih mereka gak terdaftar di OJK. Saya sih gak takut sih mbak, dan saya harap juga mbak gausah takut. Tapi memang terornya meresahkan. jadi mereka menggunakan sistem digital/komputer dimana bisa telpon konsumen dari banyak nomor. Nomor mereka gak bisa di telpon balik. Hari ini saya terima teror miscal 21 telpon. dan total saya sudah blok 80 nomor mereka. tapi karena nomor mereka berubah2 yah gitu. Saya berharap mbak juga lapor juga saja ke OJK, gausah takut. kenapa? karena saya yakin juga mbak pasti gak dikasih salinan kontrak kan? perjanjian itu antar kedua belah pihak. validasi dan kontraknya mana? Saya masih koordinasi ke beberapa media online seperti detik,republika,kaskus,dan kalau makin serius saya mau datang ke kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) jakarta, karena terornya itu sangat meresahkan. Saya jamin kalau kita ramai2 sebagai korban mengadukan ke ojk dll saya yakin mereka akan bernasih sama dengan firsttravel. Jangan takut mbak. Lawan!

      • 3 Desember 2017 - (19:11 WIB)
        Permalink

        Di pinjaman pertama saya dpt kontrak elektronik dikirimkan melalui email dan itu sdh saya lunasi. Pinjaman kedua tidak ada kontrak lagi. Pinjaman kedua adalah penawaran dr pihak mereka namun saya sudah bayar perpanjangannya mas.. Saya simpan semua bukti2 transfernya.
        Tadinya saya niat membayarkan di awal desember ini tapi karena pihak mereka berkali2 tidak mau tau dan makin menjadi saya jadi enggan melunasi sekarang.. Itupun saya sampaikan ke mereka dan saya rekam pembicaraan melalui telepon bersama mereka. Dengan tegas saya sampaikan kalo spt ini terus saya ga akan mau membayar tagihan malah mereka tambah ngoceh…

        Bagaimana menurut mas..? Kalau ada kontak boleh mas saya dikirimkan no wa spy bisa ngobrol dan diskusi…

        • 3 Desember 2017 - (19:17 WIB)
          Permalink

          Bagus mbak semua bukti disimpan saja, sama rekaman juga jangan sampai hilang. Tapi kalau saya boleh kasih nasehat sebaiknya dilunasi saja karena sebagai itikad baik kita dan juga sebagai bukti kuat bahwa kita sudah “selesai/elo-gw END” nah kalau kita sudah bereskan tapi masih diteror atau masih dicari2 masalah, atau “diperas” seperti saya baru mbak lawan. WA saja karena teror drrupiah.com saya malas untuk angkat telpon (padahal itu nomor bisnis saya) 1772O9O8218O (nomornya saya balik mbak (baca terbalik))

          • 10 Desember 2017 - (11:29 WIB)
            Permalink

            saya juga kaya gitu diteror saya mau balikin duitnya gk ngerasa mnjem malah ditranfer,,kita ramai” laporin dokter rupiah ke OJK pemaksaan dan rentenir daarat

        • 29 Januari 2018 - (10:04 WIB)
          Permalink

          mba, saat ini saya juga belum bisa melunasi karena perusahaan tempat saya bekerja tutup dan saya masih mencari pekerjaan. bisa minta no wa mba biar bisa ngobrol.

          • 29 Januari 2018 - (10:23 WIB)
            Permalink

            081315539264 gabung juga yuk sama yang lain,, kita sudah grup wa yang isinya semua teman2 korban dr rupiah

        • 9 Februari 2018 - (09:20 WIB)
          Permalink

          kalau menurut saya mending mbak dania lunasi saja daripada ke belakangnya jadi panjang urusan, bisa jadi makin mundur dibayar bisa jadi alasan mereka buat untuk memberlakukan denda/finalty/bunga dsb.

          Bereskan segera dan jangan pernah berhungan lagi dengan Dr Rupiah, karena ini lembaga pinjaman Ilegal rentenir zaman now, mereka memberikan kemudahan dalam pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi dan sudah pasti mereka di baking dengan premanisme/debt colector.

          Pinjam di tempat yang resmi saja agar aman terjamin seperti bank/penggadaian/kartu kredit.

      • 12 Desember 2017 - (22:12 WIB)
        Permalink

        Setuju…saya juga diteor dgn banyak nomor..bahkan sampai kantor saya ditelp setiap hari

      • 15 Maret 2018 - (11:50 WIB)
        Permalink

        saya baru saja dapat telpon dari dr rupiah dan menanyakan alamat kantor saya untuk di datangi debt coll
        apa benar akan d datangi ?
        karna telpon nya sangat meresahkan dan merendahkan saya yg memang belm membayar..

        • 15 April 2018 - (11:44 WIB)
          Permalink

          sama,yg nagih mulut’a jg ga disekolahin…kurang ajar,ngancem2 mw didtgin org lapangan

      • 19 Maret 2018 - (16:18 WIB)
        Permalink

        tolong buat group d wa biar kita laporkan bersama .. minta no wa nya yah saya mau buat group wa ..

    • 23 Desember 2017 - (12:27 WIB)
      Permalink

      Mba dania saya mau sdkt crta ke mba, saya juga bingung kmrn tgl 22 Desember 2017 saya dpt sms dr doktor rupiah smsnya berupa penagihan dan dsrh tf kebank yg sesuai dsms tsbt. Sya bingung kapan saya trima uang tsbt? Sblmnya saya memang pernah mengajukan pinjaman pda bln lalu. Tp saya gak tahu di acc atau engganya tdk ada sms atau email msk kesya. Sya kaget berkali2 dpt teror tlfn berbeda2 ttpi ketika sya tlfn balik hanya suara lagu/suara cs. Mnrt mba sya harus bagaimana ya? Karna sya mrsa tkt debt collector dtg menghampiri sya sdgkn uang pnjmn pun tdk sya trima sama sekali.
      Dan sya mau tny sma mba apakh mba didtgn sama debt collector tsbt kekntor? Atau hanya terror via tlfn?

      • 23 Januari 2018 - (14:39 WIB)
        Permalink

        Mba Annisa sudah terima uang nya belum?

        Kalau belum terima uang tapi ditagih itu namanya pemerasan. Laporkan saja mba…

      • 8 Maret 2018 - (14:41 WIB)
        Permalink

        Mba Annisa..hri ini saya ditelp juga dr drrpiah tiba membentak-bentak saya dan suruh saya lunasi…padahal sama sekali saya tidak pernah pinjem ..dlu emang saya pernah apply tpi ditelp survey doang dan dsms pinjaman disetujui tpi dana tidak pernah masuk ke rekening saya sama sekali dan saya konfirmasi telp email tdk pernah ada balasan…Sekarang tau2 saya diteror srh bayar..Drrupiah bener2 gila dan hrs kita laporkan karena semena-mena dan tdk profesional

  • 10 Desember 2017 - (11:33 WIB)
    Permalink

    Betul mas jemmy.. Sdh ada beberapa teman yang siap kalau mau sama2 melaporkan…

  • 25 Desember 2017 - (16:02 WIB)
    Permalink

    No rekening drrupiah brapa ya? Saya ingin melakukan pelunasan tp belum juga menerima sms dari drrupiah. Saya sdh telf dan e-mail tidak ada tanggapan. Padahal sdh mau jatuh tempo. Mohon bantuan dari rekan2 ?

  • 25 Desember 2017 - (16:20 WIB)
    Permalink

    Saya berharap drrupiah segera ada itikad baik mengirimkan sms no rekening untuk pelunasan. Karena sampai hari ini pihak drrupiah tidak ada respon baik melalui e-mail ataupun telf. Jika sampai tidak ada juga maka saya hanya bayar sesuai dg pinjaman saya saja, karena keterlambatan bukan salah saya melainkan keteledoran dari pihak drrupiah dan saya sudah ada itikad baik dan komitmen membayar pinjaman saya.

    • 23 Januari 2018 - (14:41 WIB)
      Permalink

      tiap orang punya nomor virtual account yang berbeda sepertinya mas untuk tiap pembayaran cicilan. saya pernah telepon bank permata, bank yang dipakai DR Rupiah sebagai penerima dana pembayaran utang kita, namun bank permata menyatakan tidak ada rekening atas nama DR RUPIAH.

      DR Rupiah menggunakan rekening ponsel sepertinya. karena yang pinjam di seluruh Indonesia, saya rasa mereka punya rekpon yang berbeda juga

  • 5 Januari 2018 - (17:04 WIB)
    Permalink

    Gimana sih dokter rupiah saya cuman minta nomor rekening doang di email ga ada jawaban di telpon ga di angkat memang ini salah saya dulu dokter rupiah pernah kirim nomor rekening ke hp saya tpi belum sempat saya tulis dan ke buru ke hapus

    • 9 Februari 2018 - (09:24 WIB)
      Permalink

      setuju … serbu …. lembaga pembuat onar seperti ini sudah seharusnya di berangus !!!!

  • 23 Januari 2018 - (15:35 WIB)
    Permalink

    Ane menemukan kasus rentenir online goblok model si Drupiah ini. Gobloknya itu begini gan..

    Temen ane pinjam uang 1,5jt sm si drupiah ini dan ketika ditagih oleh si Drupiah ini, temen ane minjem duit ke ane dan dia blg dicaci-maki oleh yg namanya si drupiah ini, yaudh ane mau pinjemin dan ane blg ke temen ane itu..

    Ane: “gw minta invoice tagihannya/virtual akun (no tagihan ky leasing) buat gw bayarin langsung aja kaga ribet jadinya”. Temen ane: “nih nomornya bank permata xxxxxxxxx.. tagihan gw 2,5jt, gw pinjem dulu ya”

    15 menit kemudian
    Saat ane di ATM kok tagihannya ga muncul, masa bayar utang harus masukin nominal manual..ckckck goblok bgt nih si rentenir nagih orang tapi ga pake tagihan.
    Langsung ane WA temen ane itu..

    Ane: “lo cek email lo dulu liat tagihan lo dari drupiah itu berapa nominalnya cepetan ya?”.
    Temen ane: “di email gada, adanya di sms, nih nominalnya lo save..Rp.xxxxxxxxx”
    Ane: “masa gada di email akun yang lo pke buat apply?”
    Temen ane: “emg gada dari awal dikirimnya sms gada email sm sekali”
    Ane: “yaudh gmn caranya lo minta invoice sbg bukti pembayaran sah lo lunas utang, kalo udah ada baru uang gw kasih”

    2 jam kemudian
    Temen ane: “gw udh coba minta invoicenya tapi malah disuruh transfer ke no yg td, dan gw dicaci maki pula”
    Ane: “yaudh ngapain lo bayar? Udh minjem cm 1,5jt masa minjem 1bln bunganya 1jt jd 2,5jt udh gtu nyacimaki lo, biarin aja lo ga ush takut drpd lo bayar sm aja lo dibegoin, yg ada udh lo bayar malah ditagih lagi gmn? Mana bukti pembayaran lunas lo?”
    Temen ane: “ya jg sih, tp nanti klo gw didatengin ke kantor malu gw gmn?”
    Ane: “baguslah kalo dia datang jd langsung minta bukti invoice PTnya”

    2 bulan berlalu (selama 2bln itu temen ane itu katanya diteleponin tiap hari banyak bgt tiap x temen ane angkat telp pasti nyacimaki dan ketika minta invoice tagihan kirim ke email atas nama Drupiah pasti dimatiin telp).

    Sampe detik ini, temen ane itu belum bayar karena apa? Percuma dibayar juga kalo si Drupiah itu culas gmn? Wkwkwk

    Kenyataannya, liat kan yg udh pada pinjem dan udh bayar pula tetep aja ditagih kan bahkan gw yakin seumur hidup lo bakal ditagih? Nah itu, sebenernya Drupiah itu goblok jd akalin aja gan. Hehe

    Saran gw, bayar aja sesuai janji awal yang tertera (kalo ada kontraknya ya, klo gada kontraknya, ya lo bayar aja sesuai pinjaman lo yg penting lo udh bayar utang dgn nominal sesuai yg lo pake).

    • 9 Februari 2018 - (02:05 WIB)
      Permalink

      Setuju bang, sy jg gak mau bayar, mereka nelp gak sy angkat, kalau yg nelp no biasa terus ternyata dr drrupiah saya matiin, soalnya pernah sekali mereka nelp maki2 kasar padahal yg nelp cewek, makin gak mau sy bayar, soalnya sy baru kena pecat bukan gak mau bayar. Toh juga yang udah bayar masih ditagih, mending gak sekalian.

      • 26 Maret 2018 - (16:28 WIB)
        Permalink

        betulll….mending ga usah dibayar mba….kata2 mereka di telepon sudah tidak pantas…saya juga ada pinjaman sudah 3 bulan saya cuekin aja… telpon ke kantor tidak ada yg mau meladeni, sekalinya diladeni langsung dimaki2 sama direktur saya karna kata2 mereka yang kasar… kena batunya mereka main maki2 orang kenal juga ga,,,yg dimaki juga bukan orang biasa…

  • 25 Januari 2018 - (00:48 WIB)
    Permalink

    Selamat pagi semua.
    Saya mengalami apa yg seperti mba Dania alami dan temannya mas dajjal sakti.
    Saya sekarang bingung mau melunasinya. Tagihan sdh besar 6 juta dr awal hnya 1, 5 pinjaman. Saya hny bisa bayar perpanjangan setiap bulan sambil mencari dana yg besar itu. Tp setelah saya baca di google ternyata bnyk yg alami kejadian sama sprti saya. Bhkn lebih parah, sudah lunas tp msh saja ditagih2.
    Saya ingin bertanya secara personal kepada mba Dania dan mas Dajjal Sakti.
    Bila berkenan kita bisa bertegur sapa via email atau wa dgn saya.
    Mohon responnya. Karena saya butuh teman untuk menanyakan perihal ini.
    Email saya andes.ronaldo@yahoo.com
    Wa 085647270952
    Saya sangat berharap bisa segera berkomunikasi dgn mba dania atau dajjal sakti.
    Terima kasih.

  • 25 Januari 2018 - (09:46 WIB)
    Permalink

    Utang pokoknya tdk bisa di cicil sampai lunas sedangkan bank saja bisa di cicil hingga lunas.satgas ojk harus bertindak nih..

  • 6 Februari 2018 - (12:16 WIB)
    Permalink

    Saya juga merasa di tipu dan di rugikan.. saya telah melunasi pinjaman dan di beri pilihan pinjaman lg 5 jt tengang waktu 10 sampai 30 hari saya memilih 10 hari karena bunganya lebih kecil tp saat di approve masa tenggang saya menjadi 30 hari dan harus membayar 7 jt rupiah.. benar2 kecewa bunga hampir 50 persen..

  • 9 Februari 2018 - (08:51 WIB)
    Permalink

    jika konsumen dr rupiah tidak menanggapi keluhan ini makan artikel ini akan menjadi viral sepertinya… Hak konsumen untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan, dijamin oleh Pasal 4 d Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

  • 14 Februari 2018 - (14:45 WIB)
    Permalink

    sore mba/mas, ane ikut komentar mengenai permasalahan ini sedikit banyak sy jg merasakan (pengalaman pribadi) terlebih dengan debt collect yg “selalu menagih2 tagihan walaupun hutang sdh terlunasi”. simpan baik2 surat lunas/terbit entah sampaikan karena suatu saat nanti debt collector “iseng2 cari uang gampang dengan menagih lg” … untuk yg belum berhub dengan jasa ini mending jauh2 deh, nikmatnya sesaat nelangsahnya seumur hidup

  • 14 Februari 2018 - (14:59 WIB)
    Permalink

    sore mba/mas, ane ikut komentar mengenai permasalahan ini sedikit banyak sy jg merasakan (pengalaman pribadi) terlebih dengan debt collect yg “selalu menagih2 tagihan walaupun hutang sdh terlunasi”. simpan baik2 surat lunas/terbit entah sampai kapan, karena suatu saat nanti debt collector “iseng2 cari uang gampang dengan menagih lg” … untuk yg belum berhub dengan jasa ini mending jauh2 deh, nikmatnya sesaat nelangsahnya seumur hidup

  • 23 Februari 2018 - (05:18 WIB)
    Permalink

    Maaf nih, mau tanya, emang kalo gak di bayar di datengin sama debt collectornya?

  • 27 Februari 2018 - (10:38 WIB)
    Permalink

    Mohon informasinya apakah benar akan di datangi ke perusahaan dan ke rumah secara barusan saya menerima ancaman tersebut..

  • 1 Maret 2018 - (20:45 WIB)
    Permalink

    Sudah ada yang bertindak melaporkan belom? Kl cm ngoceh disini aja ga tindakan sih percuma. Tuh websitenya masih aktif aja. Viralkan lewat facebook aja lebih cepet. Kasian temen2 nanti yang terjebak sama doctor utang ini.

    • 2 Maret 2018 - (10:02 WIB)
      Permalink

      Kami teman2 di grup sudah mulai melakukan aksi mba melaporkan ke ojk dan ke kepolisian dengan bukti2 yang sudah kami kumpulkan

      • 3 Maret 2018 - (17:37 WIB)
        Permalink

        Mbak dania agustania.. saya posisi di jaksel boleh ikut tidak ya? Siapa tau ada wa groupnya buat melaporkan ke OJK. Bisa email saya mbak ke Novan.luo@gmail.com? Nanti kita email2 an dan saya kasih nomer Wa saya ya mbak dania agustina.. terima kasih..

      • 19 Maret 2018 - (16:28 WIB)
        Permalink

        kak tlg invte saya ke group juga .. jadi kita laporin bareng .. 0812-9775-9710

  • 6 Maret 2018 - (13:43 WIB)
    Permalink

    Mau bikin grup wa gak? Kita barengan buat laporan ke polda metro jaya atau bareskrim mabes polri. Biasanya kalo banyak yg lapor, disana suka ada wartawan, pasti langsung ditindak. Yang penting, siapin bukti2 transfer atau email bahwa kita sudah membayar lunas.
    Kita adukan dengan Pasal 368 KUHP mengatur tentang pemerasan dan pengancaman. Pasal 368 KUHP Ayat 1

  • 7 Maret 2018 - (13:58 WIB)
    Permalink

    siang mas mba
    saya ikut komenyar yaa
    karna saya juga mengalami hal yg sama
    saya pernah pinjaman 1,50jt , dan saya telat bayar karna ada kebutuhan lain.
    tapi saya dapat tlp katanya akan d turunkan debt coll kalau saya tidak bisa baya besok atau perpanjangan bsok (8/3/18)
    apakah benar sampai ada yg datang k kantor atau k rmh?

  • 8 Maret 2018 - (09:21 WIB)
    Permalink

    dr rupiah juga meminta saya untuk bayar biaya perpanjangan 600rb , tapi setelah saya baca kontraknya, disitu tertera dikenakan biaya 200rb pada hari ke-4,hari ke 11,dan kan hari ke-31 . Otomatis selama satu bulan kalo terlambat juga kena biaya 600rb tanpa biaya perpanjangan.
    jadi lebih baik saya melakukan perpanjangan,atau saya telat bayar 1 bulan tapi dengan denda yg sama ya?

 Apa Komentar Anda mengenai Penagihan Dr Rupiah?

Ada 251 komentar sampai saat ini..

Penagihan DR Rupiah Meresahkan

oleh Dania Agustania dibaca dalam: 3 menit
251