[Review] Film: Tomb Raider (2018)

Oleh Nadia

Judul film diatas pasti sudah tidak asing lagi bagi penggemar film pada umumnya dan yang suka bermain game. Tomb Raider memang seri yang populer berkat seri game-nya. Walau termasuk seri yang sudah cukup berumur (karena populer pada tahun 2003), sejak reboot game-nya yang dimulai pada tahun 2013 oleh perusahaan Jepang ternama yaitu Square Enix, seri Tomb Raider menjadi terkenal lagi namanya. Square Enix paling sering diketahui lewat serial game-nya yaitu Final Fantasy. Maka ciri khas itu dapat dilihat dalam game Tomb Raider (2013) dari tokoh Lara Croft yang semakin terlihat realistis.

Sedikit cerita tentang versi game-nya, seri Tomb Raider zaman dulu identik dengan figur Lara Croft, tokoh utama dari seri tersebut, yang terlihat seksi, dan image itu semakin kuat setelah filmnya dibintangi Angelina Jolie. Tapi sejak game reboot-nya di tahun 2013 yang berjudul sama (Tomb Raider), image Lara berubah menjadi lebih anak muda walau masih ada sedikit kesan seksi yang dibawa oleh pembuat game. 😀

Jadi di film Tomb Raider (2018) ini, menurut saya aktris Alicia Vikander sangat cocok dan baik dalam membawakan peran Lara Croft dan juga aura anak mudanya terasa. Sebenarnya memang sedikit sangsi sebelum menonton filmnya, dan saya sempat sedikit tahu tentang para penggemar game-nya yang juga sama sangsinya dengan terpilihnya aktris ini. Bukannya bermaksud body shaming, tapi memang sosok Alicia yang cenderung lebih kurus ketimbang karakter Lara di game-nya yang lebih berisi memang salah satu faktor penyebab kesangsian itu. Selain itu biasanya adaptasi game ke film memang sering mengecewakan karena hal-hal yang berbeda. Tapi hal itu bukan masalah yang terlalu besar menurut saya di film Tomb Raider (2018) ini. Berikut review-nya, dilihat dari beberapa aspek.

Plot Cerita

Dari segi cerita sendiri garis besarnya sama dengan versi game Tomb Raider (2013), maka dapat diperkirakan bahwa film Tomb Raider akan menjadi film trilogi karena game-nya sendiri akan berupa trilogi. Awal mula film masih sama dengan versi game, yaitu tentang Lara Croft seorang anak dari keluarga konglomerat Croft yang ayahnya menghilang secara misterius. Setelah itu Lara menemukan petunjuk tentang ke mana ayahnya pergi dan ia pun menyusul, yaitu ke sebuah pulau misterius yang bernama Yamatai di mana ada sebuah legenda tentang ratu kejam bernama Himiko.

Sampai di sini ceritanya sama persis dengan versi game-nya, walau dalam versi game-nya langsung dimulai dari bagian perjalanan Lara di kapal laut. Setelah poin Lara sampai di Pulau Yamatai, cerita mulai mengambil arah yang berbeda dengan versi game sampai ending-nya muncul.

Sebenarnya saya lebih suka plot versi game-nya ketimbang yang disajikan di film ini. Plot game-nya memang lebih tidak masuk akal dan mungkin itulah yang membuat tim film ini mengubah cukup drastis alur cerita di filmnya, tapi to be honest akhirnya cerita di film ini menjadi lebih klise. Walau begitu untung intisari ceritanya masih sama (yah kalau berubah mungkin akan sulit untung menyambungnya dengan dua film lainnya).

Kendati pun klise, ceritanya masih seru karena didukung dengan suspense dan aksi di sepanjang film yang cukup mencekam. Coba bayangkan saja Lara yang notabene seorang wanita bertarung hand combat dengan musuhnya yang bergender pria plus berprofesi sebagai tentara bayaran atau tukang pukul. Atau bagian di mana Lara hampir jatuh dari air terjun yang tinggi sekali. Yah memang game-nya juga sama tegangnya seperti ini, malah lebih “sadis” lagi. :p

Karakter

Akting para pemain baik, terutama akting Alicia Vikander sebagai Lara sangat baik. Entah, mungkin penilaian saya bisa sedikit bias karena memang saya sudah suka karakter Lara Croft, tapi sebaliknya justru itu saya bisa bilang baik sekali karena perubahan ekspresi dan intonasi nadanya di beberapa bagian terasa keren dan bad-ass belum lagi bagian bertarung yang kabarnya aksi stunt-nya dikerjakan langsung oleh si aktris.

Musik

Dari musik memang bagus, tapi tidak terlalu ada yang mencolok dan terkadang biasa saja. Yah secara umum cocok dengan adegan filmnya.

Teknik

Dari segi pengambilan gambar tidak ada yang terlalu spesial, tapi tidak jelek juga.

Demikian review saya tentang film Tomb Raider (2018). Bagi saya sebagai gamer memang agak kecewa karena sebagian cerita tidak sama dengan versi game-nya, tapi tetap seru untuk ditonton dan cocok untuk audiens yang tidak main game-nya karena cerita sudah disesuaikan agar lebih masuk akal. Mumpung masih ada di bioskop, tidak ada salahnya menonton langsung. Jadi segera berangkat menuju bioskop terdekat! 😀

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Film: Tomb Raider (2018)

Film: Tomb Raider (2018)
7
Nilai Total

Plot Cerita

6/10

    Casting Lara Croft

    8/10

      Kelebihan

      • Adaptasi dari game terkenal
      • Akting Alicia Vikander sangat baik
      • Sebagai film bergenre action cukup menghibur

      Kekurangan

      • Plot cerita lebih menarik versi game
      • Plot cerita di film terasa klise

      Kesimpulan

      Sebagai gamer saya memang agak kecewa karena sebagian cerita tidak sama dengan versi game-nya, tapi tetap seru untuk ditonton dan cocok untuk audiens yang tidak main game-nya karena cerita sudah disesuaikan agar lebih masuk akal.

      Bagikan pendapat anda!



      Bagaimana Reaksi Anda?
      • Suka
      • Senang
      • Sedih
      • Marah
      • Lucu
      • Kecewa

      Ulasan dan penilaian mengenai Film: Tomb Raider (2018) di atas adalah berdasarkan pengalaman pribadi penulisnya dan bukan merupakan iklan (advertorial). Punya pendapat tentang Film: Tomb Raider (2018)? Berikan ulasan dan penilaian berdasarkan pengalaman anda melalui form komentar di bawah ini.

      Tentang Penulis
      Nadia #  

      Cuma netizen numpang lewat

      2 komentar untuk “[Review] Film: Tomb Raider (2018)

      • 13 Maret 2018 - (07:56 WIB)
        Kereen reviewnya👍👍👍
        Buat saya yang tdk tahu ada game nya, Angelina Jollie adalah alasan utama buat saya nonton Lara Croft di tahun 2001 dan film berikutnya lagi jadi ketika ada Alicia Vikander yang menggantikan sosok Angelina Jollie saya mengernyit dahi dan sangsi apakah Alicia bisa menggantikan. Tapi ternyata Tomb Raider 2108 ini adalah prekuel dari Tomb Raider 2001 jadi masuk akal melihat Lara Croft yang lebih muda dan masih kurang lincah dibanding Lara Croft AJ yang sudah lebih dewasa dan berpengalaman sehingga reject nya berkurang😃😃
        Kesimpulannya : Tomb Raider sangat menghibur,,rekomended untuk ditonton,,and welcome Lara Croft Alicia Vikander😊
      • 21 Juni 2018 - (11:46 WIB)
        Kalau yg fans sama gamenya bakalan kecewa,dari segi cerita,aktris karena jauh berbeda tapi bagi yg bukan fans gamenya pasti suka aja,kalau saya sbg fans game tombol raider reborn kecewa.

       Apa Komentar Anda?

      Ada 2 komentar sampai saat ini..

      [Review] Film: Tomb Raider (2018)

      Nadia 3 menit
      2