Soal Dua Kali Pembayaran, Pelayanan Bukalapak Amburadul

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Saya sebagai konsumen yang dirugikan atas pelayanan Bukalapak mencari solusi, karena melalui BukaBantuan aplikasi Bukalapak, web, Twitter, Facebook maupun email, bahkan call center jawaban yang saya dapatkan hanya “Iya bapak, silakan tunggu 4×24 jam pak, kami sudah sampaikan kepada tim terkait”. Sampai hafal saya dengan kata-kata itu.

Kronologinya, saya melakukan pembelian smartphone Samsung Galaxy Note 10 bekas seharga Rp8.730.000 di Bukalapak dengan nomor transaksi 192470571591 dan nomor tagihan BL1913XNSLCWINV pada hari Sabtu, 12 Oktober 2019 pukul 11 malam WIT. Minggu dini hari sekira pukul 1 WIT, saya melakukan pembayaran melalui transfer ATM BRI senilai Rp8571.449, pembayaran gabungan dengan sisa saldo dana saya sebesar Rp194 ribuan, sedangkan ongkir gratis.

Sampai Minggu siang, masih juga belum terverifikasi oleh sistem Bukalapak hingga kedaluwarsa pesanan saya. Padahal sudah saya bayarkan malamnya. Akhirnya saya ajukan komplain pembayaran.

Tidak lama kemudian, ada orang yang menghubungi saya mengaku CS Bukalapak, katanya sedang ada maintenance system yang mengharuskan saya melakukan pembayaran kedua kalinya untuk “menimpa” pembayaran saya yang pertama agar terverifikasi oleh sistem dan agar pembayaran saya yang pertama tadi otomatis masuk ke saldo dana atau Bukadompet maksimal 1 menit kata CS tadi. Berhubung saldo saya kurang, akhirnya dengan sangat terpaksa saya melakukan transfer lagi menggunakan ATM istri saya.

Saya paham bahwa siapapun yang mengatasnamakan Bukalapak itu ilegal, tapi yang membuat saya percaya:

  1. CS itu kok tahu nomor ponsel saya?
  2. CS itu kok tahu dengan detail pembayaran saya yang pertama?
  3. Rekening transfer di Bukalapak, bukan perorangan.
  4. Jumlah pembayaran yang kedua tidak beda jauh dengan yang pertama, hanya beda beberapa ribu rupiah saja.

Kemudian saya live chat BukaBantuan perihal pembayaran yang kedua, CS mengirimkan email menyalahkan saya yang mengirimkan uang pembayaran yang kedua tadi.

Yang jadi pertanyaan saya, orang tadi yang menghubungi saya itu siapa? Saya jadi berprasangka buruk, ini pasti kalau bukan orang dalam siapa lagi?

Terima kasih Media Konsumen. Semoga ada yang berwenang menanggapi surat saya ini.

Wassalamu’alikum Warahmatullahi Wabarakatuh!

Suprioko
Morotai Selatan, Maluku Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Bukalapak:
[Penilaian Rata-rata: 2.3]
Tanggapan Bukalapak atas Surat Pembaca Bapak Suprioko

Dengan Hormat, Terima kasih atas hubungan yang terjalin dengan baik antara Bukalapak dan MediaKonsumen.com selama ini. Sehubungan dengan dimuatnya Surat...
Baca Selengkapnya

Loading...
Tentang Penulis
supri oko  

sekedar konsumen yang hoby belanja online

11 komentar untuk “Soal Dua Kali Pembayaran, Pelayanan Bukalapak Amburadul

  • 20 Oktober 2019 - (19:01 WIB)
    Seringkali kita baru menyadari kekeliruan setelah kejadian. Di media konsumen ini sudah banyak artikel, surat pembaca dan keluhan pembaca yang bisa kita petik pelajaran sehingga kita dapat terhindar dari kerugian. Menjadi konsumen yang cerdas di era transaksi digital adalah sebuah keharusan.

    Sebelum kita melakukan transaksi online, hal pertama yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana cara belanja online yang aman, nyaman dan terhindar dari penipuan. Masing-masing olshop telah membuat panduan belanja agar konsumen dapat ber transaksi dengan aman dan terhindar dari penipuan.

    Membaca kasus di atas kuat dugaan ada indikasi penipuan yang dilakukan oleh oknum penjual. Beberapa kejadian modusnya hampir mirip seperti kasus di atas, dimana oknum penjual mengaku sebagai CS dari olshop tersebut dan menyampaikan sistem sedang maintenance dan minta transfer lagi.

    Sebaiknya, sebelum pembeli mengikuti perintah dari oknum yang mengaku CS harusnya pembeli konfirmasi dulu ke olshop tentang permasalahan yang terjadi sehingga bisa terhindar dari tindak penipuan. Tetapi seringkali hal ini diabaikan oleh pembeli karena keinginan untuk memiliki barang idaman.

    Berbelanja online memang perlu extra hati-hati karena penjual dan konsumen tidak saling bertemu apalagi melihat fisik barangnya. Penting untuk memilih official store atau setidaknya toko / penjual yang memiliki rating yang bagus di olshop tersebut untuk berbelanja, karena di era digital olshop banyak penipu berkedok penjual berkeliaran di mall-mall online. Tetap waspada dalam berbelanja atau akan menderita kerugian!

    • 20 Oktober 2019 - (20:29 WIB)
      iya pak,terima kasih atas sarannya. memang penyesalan datang belakangan.
      pembayaran saya yang pertama itu belum terverifikasi hingga kedaluwarsa,saya sudah komplain ke buka bantuan,call centre hingga saat ini belum ada kejelasan.
      seandainya saja,system bukalapak itu tidak selalu bermasalah,mungkin saja kejadian pembayaran yang kedua tidak akan terjadi.
      beberapa bulan ini saya belanja online di bukalapak memang sering bermasalah,sampai saya harus cetak rekening koran dari pihak bank untuk menambah bukti komplain saya.
      yang lalu saya beli spoiler front bumper juga harus komplain,cuma tidak ada yang mengaku sebagai Cs seperti saat ini.
      atau jangan-jangan karena nilainya kecil? saya terkadang berfikir sejauh itu.
      buka dompet saya juga dibekukan loh pak semingguan ini.
    • 26 Oktober 2019 - (03:25 WIB)
      Bapak belum pernah mengalami makanya bisa ngomong gitu. Saya juga pernah mengalami kasus serupa seperti diatas. Waktu saya melakukan penjualan dana saya yg seharunya bisa langsung masuk ke akun bukadompet karna pembeli sdh mengkonfirmasi pesanan, tp malah di bekukan oleh bukalapak. Dan anehnya besoknya saya dpt tlp dr pihak yg mengaku dr bukalapak. Pertanyaannya dr mana dia tau nomor saya? Pasti bpk mengira saya melakukan klik2 link2 liar kan? Nyatanya tidak. Saya tdk pernah memberikan kode atau identitas apapun ke siapapun kecuali saat mendaftar verifikasi akun bukalapak. Saya juga gak pernah mengklik segala link2 apapun. Belum lagi dana yg dibekukan sama bukalapak, CS cuma berbelit2, jawab email aja sampe berhari2 padahal saya langsung segera membalas email dr mereka. Belum pernah kan mengalami seperti itu? Jadi cari tahu dulu detailnya gmn pak, sebelum mengatakan org lain “ceroboh” dalam bertransaksi
      • 26 Oktober 2019 - (08:40 WIB)
        kita sebagai konsumen dipaksa untuk tunduk dan patuh terhadap peraturan mereka.
        ujung-ujungnya,konsumen yang buntung mas Berlin Simanjuntak.
        ambil hikmahnya saja atas kejadian saya diatas.
        saya berusaha melupakan masalah ini,rugi sendiri saya!
        pekerjaan berantakan,anak istri sedikit atau banyak terkena imbasnya,jadi beban pikiran berhari-hari!
        jujur,saya tidak akan lagi transaksi di BL yang kira-kira nominalnya tinggi,trauma saya.
        tujuannya mau agak ngirit,beli bekas. malah nggak karu-karuan.
        orang jawa bilang”dieman-eman malah rakeduman”
        yah,mungkin belum rezeki saya!
  • 21 Oktober 2019 - (10:29 WIB)
    Memang betul, kalau dilihat *sekarang* setelah selesai semua kejadian & dalam kondisi tenang, bisa lebih jelas terlihat bahwa ada kejadian penipuan maupun kelalaian dari konsumen.

    Tapi, seperti yang tertulis di SP di atas, ada banyak faktor pendukung yang “memuluskan” sang penipu maupun juga “mendorong/memudahkan” konsumen untuk semakin mudah tertipu. Antara lain:
    (1) respon CS yang sangat slow & tidak ada sense of urgency; mirip saja dengan kalau kita kehilangan dompet (entah jatuh, ketinggalan, dicopet dll) berisi berbagai macam kartu, tapi CS bank yang kita hubungi slow response, ya jadinya bakal kejadian seperti SP ini juga

    (2) karena CS sangat slow response, maka tentunya konsumen LEBIH MUDAH TERGODA dengan “CS tandingan” yang lebih fast response

    (3) belum lagi memang belakangan ini BL lagi panen masalah; saya tetap gagal paham tentang begitu semangatnya BL melakukan blokir dompet: emang bisa melawan penipuan? Buktinya tetap saja ada nih penipuan? Atau mungkin yang diamankan cuma aset/dana milik BL, sedangkan aset/dana untuk konsumen terserah masing2 konsumen saja? Terus tanggung jawab BL sebagai marketplace untuk menyediakan tempat yang aman & nyaman apa dong?

    (4) memang semakin ke belakang ini semakin nyata resiko bahwa nomor telepon buyer yang diberikan kepada seller bisa disalah-gunakan oleh seller yang memang berniat buruk; tapi ya entah bagaimana solusinya (selain kehati-hatian dari buyer), karena kan memang seller perlu nomor telepon buyer untuk komunikasi lebih lanjut ataupun juga untuk diberikan ke pihak ekspedisi

    • 21 Oktober 2019 - (16:44 WIB)
      iya mas,respon Cs sangat lambat.
      malah tadi saya lihat di riwayat komplain akun Bukalapak saya,dinyatakan selesai!
      iki mergawe model opo iki? untuk verifikasi pembayaran pertama saja belum rampung kok sudah dinyatakan selesai. okelah untuk yang pembayaran saya yang kedua itu saya maklum,itu kecerobohan saya sebagai konsumen yang masih “goblok” untuk hal semacam itu. saya ambil hikmahnya saja.
      untuk jawaban no.4 ,sepertinya seller belum dihubungi pihak bukalapak,karena keduluan kedaluwarsa mas.
      terima kasih atas atensinya mas.
      • 21 Oktober 2019 - (17:44 WIB)
        Maksud saya, ada kemungkinan yang menipu itu yang jualan mas. Karena *seharusnya* yang tahu nomor telepon buyer cuma marketplace & seller. Kecuali kalau ada hacker atau kebobolan keamanan (security breach) entah di database BL ataupun di akun user (buyer/seller).
        Memang selain itu ada juga kemungkinan oknum di BL yang punya hak akses data user yang melakukan penipuan.

        Oh ya, kalau transaksi kedua juga ditujukan ke akun milik BL, berarti confirmed entah ada oknum BL atau ada tindakan hack (entah ke akun user atau jangan-jangan malah ke pihak BL langsung), karena si penipu kan perlu untuk bisa mengakses/menarik dana tersebut. Lah kalau tetap aja gak bisa mengakses, ngapain juga menipu…

        Semoga bisa ada solusi yang baik.
        & sementara ini be’e iso blonjo ndek nggen liyone wae.

        • 21 Oktober 2019 - (19:02 WIB)
          lha iya,setelah 1 jam an lah,saya melakukan pembayaran yang kedua,saya sudah curiga. saya langsung live chat buka bantuan perihal pembayaran yang kedua untuk memblokir pembayaran itu. ada kok di riwayat komplain saya,baik twitter maupun fb sudah saya beritahukan Cs nya,cuma yo iku maeng,slow respon jee Cs e!
          uang cuma segitu-gitunya mas,uang apalagi yang buat belanja. itu aja nabung berbulan bulan.
          saya belanja/kenal di bukalapak nggak setahun dua tahun loh mas. baru beberapa bulan ini sering bermasalah.
          ndasku ngelu mas,bojo mbendino ngomeng bin menesu ae pekoro duite tak nggo!matursuwun atas pencerahanipun mas.
  • 22 Oktober 2019 - (07:11 WIB)
    Turut prihatin atas tindakan penipuan yg dialaminya pak. Ini memang celah keamanan yg sudah sering dimanfaatkan penipu, dimana sistem Bukalapak akan dengan cepat mengonfirmasi pembayaran melalui transfer dengan kode uniknya. Triknya adalah meminta pembeli untuk transfer ke rekening Bukalapak, tepat dengan kode uniknya, seolah2 itu buat pembayaran pesanan pembeli padahal itu adalah pembayaran untuk pesanan lain yang dibuat oleh si penipu. Biasanya untuk pesanan produk virtual seperti pulsa (biasanya XL) atau voucher game, tiket.
  • 22 Oktober 2019 - (10:13 WIB)
    padahal,jarak antara pembayaran dengan batas kedaluwarsa itu hampir 12 jam loh dik!
    system seharusnya beberapa menit kemudian bisa membaca pembayaran,lalu gunanya apa pake kode unik segala?
    matursuwun atas keprihatinannya.
  • 22 Oktober 2019 - (20:39 WIB)
    case closed.
    Terima Kasih kepada semua member yang sudah memberi saya pencerahan,informasi dan wawasan,wabil khusus kepada MediaKonsumen yang telah menjembatani masalah saya dengan Bukalapak.
    Uang pembayaran yang pertama sudah masuk di BukaDompet saya,saat ini sedang pending,dan akan dikembalikan ke rekening saya.
    Untuk uang pembayaran yang kedua,saya Pasrah,tapi tak Rela sebenarnya!
    Saya ambil Hikmah dari kejadian ini,dan juga untuk pelajaran bagi konsumen yang akan berbelanja online,mohon dengan sangat berhati-hati bila ada orang yang mengaku sebagai Cs apapun itu,apalagi jika orang itu menghubungi menggunakan nomor ponsel.
    matursembah nuwun kagem sedoyo.
    Wabillahi Taufik Wal Hidayah,Wassalamu,alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh!

 Apa Komentar Anda mengenai Bukalapak?

Ada 11 komentar sampai saat ini..

Soal Dua Kali Pembayaran, Pelayanan Bukalapak Amburadul

supri oko 1 menit
11