Kecewa, Mau Buka Rekening Digibank DBS Malah Ditolak!

Saya memang tergolong generasi milenial yang serba digital. Bayangkan saja, pembayaran laundry bulanan lewat transfer rekening, pembayaran internet di rumah melalui transfer rekening, bayar arisan dengan teman-teman juga transfer rekening, bayar gaji baby sitter dan ART pakai transfer. Belum lagi kalau belanja online (jika tanpa melalui platform seperti Shopee, Tokopedia) pasti bayarnya transfer antar rekening. Lalu lintas transfer saya yang lumayan ramai ini, bikin BT juga sih karena setiap transfer antar bank, saya dikenakan biaya Rp6.500. Lumayan kan kalau 15 kali transfer dalam sebulan.

Makanya, saya mulai cari tahu di internet tentang rekening tabungan bank yang bisa menghemat biaya transfer itu. Beberapa bank yang kata netizen oke sih: Jenius, DBS, PermataMe. 3 bank ini menjanjikan nasabah tabungannya untuk mudah bertransaksi, gratis tarik tunai di ATM lain, bebas biaya transfer ke rekening bank lain dan segudang keunggulan lainnya.

Tertarik iklan, saya melakukan pembukaan rekening tabungan Digibank melalui aplikasi DBS Indonesia yang tersedia di Google Play Store. Setelah isi form buka tabungan di aplikasi, saya janjian ke booth DBS di Kota Kasablanka untuk verifikasi biometrik. Verifikasi pun berhasil. Tapi kemudian saya tidak dapat login. Login gagal pokoknya. Agen di booth DBS pun bingung karena jarang mengalami hal seperti ini.

Kemudian dia tanya, apa saya pernah punya kartu kredit ANZ? Setelah saya ingat-ingat saya memang pernah dibuatkan kartu kredit tambahan ANZ Travel Platinum, dengan suami saya sebagai pemegang kartu utamanya. Tapi kartu utama suami saya ini sudah ditutup beberapa tahun lalu, tanpa adanya keterlambatan pembayaran, apalagi tunggakan atau kasus apapun. Atas rekomendasi agen di Booth, saya dianjurkan ke cabang DBS. Besoknya, saya datang ke cabang DBS Puri Kencana. Saya cuma disambungkan melalui telepon ke CS pusat dan kemudian pengaduan saya diproses.

Ternyata oh ternyata, saya ditolak membuka rekening di Digibank karena saya pernah punya kartu kredit tambahan ANZ (sebelum ANZ bergabung dengan DBS). Kecewa sekali ya, ternyata karena itu. Padahal, saya cuma pemegang kartu tambahan dan bukan pemegang kartu utama, bukan saya yang menutup kartu kredit, dan saya beserta suami tidak memiliki hutang tunggakan, kasus atau apapun dengan kartu kredit ANZ yang dulu.

Demikian juga saya tidak pernah punya riwayat kasus, hutang, tunggakan kredit di bank lain atau apapun yang bisa membuat saya di-blacklist oleh bank. Kolektibilitas kartu kredit saya juga selalu 1, yang artinya lancar. Malah, saya ditelepon terus oleh bank-bank tempat saya menabung untuk dibuatkan Kartu Kredit Platinum keluaran bank mereka. Termasuk juga telepon dari agen DBS menawarkan saya dana KTA.

Saran saya sih, kalau kalian pernah punya kartu kredit ANZ lalu pernah ditutup, jangan buka tabungan di DBS. Lucunya, syarat ini gak ditulis di syarat pembukaan rekening Digibank. Cuma syarat umum saja. Jadi buang waktu dan energi, padahal waktu adalah uang. Saya yang tadinya mau mempercayakan uang saya di DBS, malah jadi ilfeel sekarang. Mau menaruh uang saja dipersulit, apalagi kalau KTA ya.

Vanessa Alvina Sari
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Digibank DBS:
Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdri. Vanessa Alvina Sari

Redaksi Surat Pembaca Media Konsumen Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Media Konsumen. Melalui surat...
Baca Selengkapnya

Loading...

12 komentar untuk “Kecewa, Mau Buka Rekening Digibank DBS Malah Ditolak!

  • 30 November 2019 - (11:52 WIB)
    Lucu nih DBS, orang mau nyimpen duit kok ditolak? Risikonya apa buat DBS kalo orang buka rekening? 😅😅😅
  • 30 November 2019 - (12:45 WIB)
    Saya juga gagal buka rekening DBS online. Saya datang ke booth DBS di Pascal Hyper Square Bandung tanggal 19/11 untuk verifikasi biometrik. Sudah dicoba berulang-ulang oleh petugas untuk verifikasi sidik jari tapi tetep gagal dan akhirnya harus gigit jari, gagal registrasi rekening DBS online. Saya akan coba verifikasi biometrik ulang mudah-mudahan berhasil.

    Saya tertarik dengan DBS karena bebas biaya, menggunakan kartu debet VISA untuk transaksi online, dan bisa menjadi pengganti persyaratan registrasi pembayaran yang membutuhkan persyaratan kartu kredit, tanpa harus menggunakan kartu kredit.

    Di samping 3 bank yang disebut diatas yang bebas biaya, ada satu lagi tabungan online yang cukup praktis dan juga bebas biaya transfer antar bank, yaitu tabungan online D-SAVE dari Danamon. Pembukaan tabungan online D-SAVE dijamin berhasil, karena proses pembukaan rekening bisa secara online atau datang langsung ke kantor Danamon. Seluruh transaksi pembayaran e-commerce, transfer hingga top up bisa lewat aplikasi D-SAVE. Tidak kalah dengan aplikasi tiga bank yang disebut diatas.

    Ini sekedar sharing terkait kendala dalam pembukaan rekening DBS, bukan promosi rekening D-SAVE. Semua keputusan ada pada kita masing-masing.

    • 1 Desember 2019 - (16:51 WIB)
      Mirip ya kasusnya, semoga percobaan registrasi ulang DBS selanjutnya berhasil, Pak. Hehe. Terima kasih rekomendasi D-Save, menambah pilihan saya yang sekalian sambil lirik-lirik CIMBX-tra, PermataMe dan Jenius.
  • 30 November 2019 - (13:04 WIB)
    Kalau analisa ngawur saya, sebetulnya bukan bank nya yang *sengaja* tidak mau terima nasabah, tapi karena bank nya (baca: petugasnya) kalah otoritas dari SISTEM nya.
    Jadi entah yang buat sistem komputerisasinya siapa, yang jelas (menurut saya) kurang canggih (ataupun mungkin juga bayarannya kurang) sehingga hasil pekerjaannya (sistem IT termasuk juga app nya) sangat low quality.
    Buktinya apa? Cukup sering yang mengalami error di app.
    Buktinya apa? Kalau ada error di app (misalnya: susah mengakses/me-manage deposito), maka petugas di offline juga tidak bisa membantu, problem di online harus diselesaikan di online.

    Belum lagi hal2 lain yang juga cukup marak di-SP-kan di sini, seperti misalnya catatan pembayaran kredit yang tidak dapat diandalkan.

    Cukup banyak bukti yang menyatakan bahwa yang jadi masalah paling besar di bank ini adalah SISTEM nya (khususnya terkait dengan komputerisasi/IT/software).

    Kalau pendapat ngawur saya, berhubung ex nasabah KK (baca: namanya terdaftar di list pemegang KK), maka si sistem/software sotoi cuma punya 2 opsi: (1) sudah bakal secara otomatis masuk ke ekosistemnya (seperti saya…), atau (2) kalau ternyata tidak otomatis masuk, berarti punya “problem” sehingga “mesti di-blacklist” LOL.

    • 1 Desember 2019 - (16:58 WIB)
      Sepertinya memang begitu, Pak. Sesuai dengan surat-surat keluhan pembaca yang lain. Mungkin cara yang demikian akan bagus jika didukung oleh sistem komputerisasi yang canggih dan mumpuni. Kalau belum mumpuni begini, kesannya malah jadi kurang profesional dan tidak aman ya… Masih banyak system error tanpa chance untuk human (pegawai) intervension. Semoga kedepannya DBS bisa mengatasi problem komputerisasi mereka ini ya.
    • 1 Desember 2019 - (17:01 WIB)
      Hahaha.. Iya Pak, sekarang saya jadi lirik-lirik ke lain hati. Barangkali nanti malah ketemu yang pas di hati, peka, dan juga perhatian.
  • 1 Desember 2019 - (22:02 WIB)
    Nah ini dia satu lagi alasan saya malas buka rek Digibank. Selain karena lokasi saya diluar jawa, saya juga kurang yakin dengan sistemnya yang fully online karena masalah2 dengan sistem/app mereka akan lambat penyelesaiannya jika tidak bisa diurus di kantor cabang.

    Saya bukannya menjelekkan produk Digibank ya tapi saya memang pemakai dua produk saingannya yaitu Jenius dan PermataMe. Kalau tujuan buka rek. untuk free biaya transfer, setahu saya Digibank dan Jenius mensyaratkan jumlah saldo tertentu untuk dapat gratis biaya, itupun kalo gak salah dibatasi sekian kali per bulan. Yang benar benar gratis tanpa syarat minimum saldo (so far) yang saya tahu hanya PermataMe.

    So, ditolak digibank is not the end of the world lah ya 🙂

    • 2 Desember 2019 - (11:11 WIB)
      Cuma kalau gak salah permata ada biaya bulanannya yah, sementara di yang 2 lainnya gak ada.
      Dan btw fyi, di era di mana semua dompet ojol sudah tidak free topup lagi (kecuali via driver), so far di jenius topup masih dimasukkan ke kategori transfer, jadi ter-include dalam gratis transfer (asal saldonya sesuai, memang).

      Yah semua pasti ada positif & negatifnya.

  • 4 Desember 2019 - (11:30 WIB)
    punya saya malah lebih lucu lagi, gak bisa verifikasi biometrik karena yang terdaftar di dukcapil jari kiri, sedangkan alat biometriknya digibank hanyak bisa JARI KANAN, saya disuruh update data ke dukcapil, sungguh lucu
    • 4 Desember 2019 - (13:12 WIB)
      Itu namanya ke-pede-an, ya kali ada orang segitu ngebetnya mau buka tabungan dia LOL.
      Di mana2 perusahaan berusaha ngasih kemudahan & fasilitas supaya orang mau ngikut, ini malah zonk…

 Apa Komentar Anda mengenai Digibank DBS?

Ada 12 komentar sampai saat ini..

Kecewa, Mau Buka Rekening Digibank DBS Malah Ditolak!

oleh Vanessa Alvina Sari dibaca dalam: 2 min
12