Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Evlyne Supratman

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com,

Sehubungan dengan surat Ibu Evlyne Supratman di mediakonsumen.com (16/10), “Teror Bank Mega yang Mengintimidasi dan Mencemarkan Nama Baik Pihak yang Tidak Berhutang” dan (5/11) “CS Tidak Kompeten dan Beretika Tanggapi Keluhan Penagihan Bank Mega ke Pihak Ketiga”, dapat disampaikan bahwa kami telah menghubungi Beliau untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Pada kesempatan ini kami juga berharap kerjasama Pemegang Kartu dalam menyelesaikan kewajibannya.

Demikian kami sampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerja sama mediakonsumen.com untuk memuat tanggapan kami.

PT. Bank Mega, Tbk.
Kantor Pusat,

Christiana M. Damanik
Corporate Secretary

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tanggapan Bank Mega:
[Total:12    Rata-Rata: 1.5/5]
Teror Bank Mega yang Mengintimidasi dan Mencemarkan Nama Baik Pihak yang Tidak Berhutang

Saya ingin melaporkan Bank Mega dan seluruh Debt Collector-nya yang semena-mena meneror saya dan orang sekeliling saya, termasuk kantor lama...
Baca Selengkapnya

Loading...

2 komentar untuk “Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Evlyne Supratman

  • 10 Desember 2019 - (15:05 WIB)
    Permalink

    Oh ya? permohonan maaf yang seperti apa? permohonan maaf yang maksa itu? yang kalian teror saya dan bentak2 itu? Yang kalian bentak2 saya karena tidak suka boroknya dibuka ke publik? Atau permohonan maaf yang lewat template SMS? Udah nagih salah orang, teror salah orang, masa minta maafnya pakai teror juga? Perlu saya puji sih kalian the best sih SDM nya kalau dalam hal premanisme, saya aja yang bukan nasabah kalian bisa kalian cari2 sampai ke tetangga kantor lama (apa hubungannya? jauh banget? iya saya juga kepo apa hubungannya? hebat banget dah padahal saya ngutang aja nggak, Bank Mega kenal saya aja nggak, cuma berbekal search nama saya di google bisa deh neror semua orang seluas-luasnya), masa minta maaf dengan layak gak mampu? Untuk hal premanisme saya salut sih kalian emang juara banget, bahkan kalau ada penghargaan kategori Bank paling HOROR pasti Bank Mega juara bertahan tiap tahun, coba lah search kata “teror debt collector” di google, suggesstion paling atas adalah “teror debt collector bank mega”. Selamat atas pencapaiannya ya jadi peneror terkenal di Indonesia. Salah saya sih yang berharap Bank preman kaya kalian bisa bersikap berkelas seperti bank-bank lain yang cari untung dari cara yang HALAL. Wong dari awal aja neror saya nagih hutangnya orang lain, apa saya gak ketinggian kalau berharap bank tersebut bisa selesaikan masalah dengan beradab? Ah sudahlah, percuma saya ngomong sama preman, gak akan nyambung dan malah merendahkan kelas saya. Kita lihat saja dalam beberapa lama lagi apakah kalian akan teror lagi. Saya sih cuma bisa suruh asisten saya rekam saja kelakuan kalian seperti yang lalu2, tapi kali ini kesabaran saya sudah habis dan tinggal saya upload saja di media sosial biar sekalian viral kalau itu sampai terjadi lagi.

  • 12 Desember 2019 - (15:08 WIB)
    Permalink

    Bank mega memang tidak punya rasa kemanusiaan.menurut debtcollectornya mereka akan dipecat apabila tidak berhasil menagih.jadi sebenarnya permintaan maaf dari ibu christiana damanik ini menurut saya hanya formalitas saja.utk meredam kemarahan org.tapi sbrnya memang system manajemen mereka yang memaksa debtcollector menagih sampai dapat.yang luar biasa bank mega ini ga tersentuh BI dan OJK,apa karena pemiliknya org terkaya di Indonesia?apalah arti kita orang kecil ini?yang sedang kesusahan hanya meminta restrukturisasi aja tdk bisa.malah diancam2 akan dtg utk eksekusi.apalagi sekrg anaknya yg punya jadi staffkhusus,apakah keluhan rakyat kecil spt kita akan di dengar?tapi percaya lah Tuhan tidak tidur.

 Apa Komentar Anda mengenai Tanggapan Bank Mega?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Evlyne Supratman

oleh Bank Mega dibaca dalam: <1 min
2