Tidak Sanggup Lagi Bayar Premi, Allianz Tidak Memberi Solusi

Saya, istri serta anak kedua merupakan nasabah Allianz. Kurang lebih sudah 2 – 3 tahun ikut asuransi tsb. Saat ini kami sedang kesulitan keuangan yang menyebabkan premi dari bulan Januari 2019 hingga saat ini belum dibayar. Pada tanggal 24 Juli 2019 kami ke kantor Allianz di Rasuna Said, Kuningan Jaksel, rencananya berkeinginan untuk tutup polis dengan harapan Allianz bisa mengembalikan dana. Bagaimana pun kami punya hak atas dana yang kami selalu bayar tiap bulannya.

Setelah sampai di sana kami bertemu dengan salah satu customer service yang kemudian dia menjelaskan semuanya. Dengan penuh harap, kami ingin mendapatkan hak dan solusi. Kemudian customer service menyampaikan informasi bahwa tidak bisa balik dana. Dia bilang saat itu status polis saya dan anak kedua sudah tidak aktif dengan premi masing-masing Rp600.000/bulan. Kemudian status polis istri saya pun nyaris mungkin saat ini sudah tidak aktif dengan premi Rp700.000/bulan. Jika ditutup polis pada waktu itu hanya terima dana kisaran Rp200.000 dan masih estimasi pula.

Saat itu kami datang dengan maksud setidaknya ada kebijakan dari pihak Allianz juga solusi buat kami, tapi customer service hanya bilang “MOHON MAAF TIDAK ADA SOLUSI APA PUN”. Saya minta untuk bertemu dengan pihak yang lebih berwenang, tapi tetap saja customer service itu menjawab “PERCUMA PAK JAWABAN NYA TETAP SAMA”.

Perasaan saya dan istri tidak karuan dengan apa yang disampaikan customer service tersebut, membayangkan dana yang sudah masuk tapi kami tidak dapat sepeser pun. Padahal kami berada di situasi dan kondisi yang sulit, tapi Allianz tidak ada solusi. Kami diwajibkan membayar rutin per bulan, di saat kami gagal bayar, malah dipersulit. Lalu hak kami ke mana?

Saya sempat dijelaskan untuk cuti premi oleh agen. Rencananya mau dibantu untuk proses, tapi dia bilang belum sempat. Itulah mengapa saya baru ke kantor Allianz di tanggal 24 Juli 2019. Ternyata tunggakan kami dari januari s.d. kami datang ke kantor Allianz menurut customer service dianggap cuti selama nilainya masih mencukupi. Benar-benar tidak ada pilihan dan solusi berarti. Tidak ada yang namanya cuti premi sementara agennya sudah resign cukup lama. Sedangkan jika dipertahankan tetap aktif pun berat.

Alasan kami ingin menutup polis karena kami membutuhkan dana cukup besar. Kalau dihitung-hitung untuk mengaktifkan 3 polis tersebut bukan dana yang sedikit. Di saat kami membutuhkan, tapi Allianz tidak bisa membantu dan tidak ada jalan keluar terbaik. Kami membayar premi dengan kerja keras, bukan uang yang sedikit.

Customer service malah menyarankan untuk jual aset atau minta bantuan saudara untuk masalah kami, tapi itu bukan perkara mudah. Tidak semudah seperti diomongin begitu saja. Kami membayar premi sebesar itu dalam waktu yang lumayan, tapi hanya mendapat jawaban “TIDAK ADA SOLUSI”. Kami mohon kepada pihak Allianz untuk memberikan solusi buat kami, ada usaha kecil yang harus dipertahankan demi kebutuhan hidup, ada orang tua yang sangat membutuhkan.

Apakah pihak Allianz sama sekali tidak bisa membantu nasabahnya? Apakah tidak ada solusi buat kami? Saat ini yang kami butuhkan mohon Allianz berikan hak kami dan berikan kebijaksanaannya.

Terima kasih.

Riza Irawan
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Asuransi Allianz:
[Total:66    Rata-Rata: 3.2/5]
Tanggapan Allianz Life atas Surat Bapak Riza Irawan

Dengan hormat, Pertama-tama kami ucapkan terima kasih atas kerja sama dan hubungan baik yang terjalin antara PT Asuransi Allianz Life...
Baca Selengkapnya

Loading...

11 komentar untuk “Tidak Sanggup Lagi Bayar Premi, Allianz Tidak Memberi Solusi

  • 7 Februari 2020 - (07:58 WIB)
    Permalink

    Buat bpk ini mohon maff saya sampaikan dulu asuransi bukan tabungan , yang pertama jangka panjang untuk tahun 1 – 2 keatas dana bpk biasanya terpotong biaya adminitrasi ,karena setiap manfaat yang ambil proteksinya ada biaya adminitrasi & jika terjadi resiko sama bpk & keluarga allianz punya kewajiban buat membayar proteksi manfaat yang bpk ambil manfaatnya dari asuransi bpk. Namanya cuti premi tetap ada biaya dan itu di potong biaya adminitrasi jika bapak telat bayar, maka dana yang terbentuk di allianz di bayarkan buat nutupin yang tertunggak. Coba baca polis bpk semua di jelaskan dalam isi polis bpk. Jika mau konsultasi dan mau saran saya ini kontak saya biar saya bisa sedikit menjelaskan dan kasih solusi masalah bpk (08115454004 )

    • 7 Februari 2020 - (08:46 WIB)
      Permalink

      Polis lumayan besar. Jika memang alianz masih punya nilai buku. Ya masih bisa di kembalikan
      Tapi mungkin nilainya sedikit.

      Dan alianz sudah berbaik hati memberikan cuti premi.

      Asuransi orangtua saya saja 1jt/bln. Sudah hampir 10 tahun. Nilai buku investasi saja cuma 30jt. Ya setidaknya menjaga orangtua saya dari segala masalah kesehatan y mungkin bisa terjadi.

      Kalau bisa, konsumen cari solusi meneruskan premi. Untuk jaga kesehatan. Jangan di tutup asuransinya.

  • 7 Februari 2020 - (10:29 WIB)
    Permalink

    Kelihatannya penulis SP ini berasumsi bahwa ikut asuransi seperti ikut deposito, kalau berhenti di tengah jalan maka akan ada biaya/penalti, tapi sebagian besar dana yang disetor akan dikembalikan.
    Nah kalau asuransi, justru “keuntungannya” adalah kalau terjadi kejadian sesuai dengan pertanggungan di asuransi tersebut (sakit kah, kecelakaan kah, meninggal kah). Sementara kalau tidak terjadi kejadian2 buruk seperti itu, umumnya dana yang disetor yah “hilang” (kecuali kalau memang di polis terdapat klausul pengembalian premi). Gampangnya pake perbandingan seperti BPJS saja lah, emang uang premi yang sudah disetor bisa diminta balik?

    Kalau asuransinya yang tipe plus (investasi), yah memang ada dana yang akan dikembalikan, tapi YAKIN bahwa nilai yang dikembalikan tersebut akan JAUH LEBIH KECIL dari yang dibayangkan hehehe.

  • 7 Februari 2020 - (14:35 WIB)
    Permalink

    Sebelumnya saya turut prihatin untuk musibah yang dialami bapak.

    Mungkin sewaktu bapak mengambil polis, agent bapak tidak menjelaskan detail perihal asuransi. Asuransi memang ada unsur investasinya namun investasi ini bukan inti dari asuransi yang bapak ambil. Nilai investasi ini gunanya lebih untuk menambal biaya kenaikan asuransi dihari yang akan datang.

    Uang yg bapak sdh setor apalagi tutup di tahun kedua, sudah pasti kecil banget.

  • 7 Februari 2020 - (15:42 WIB)
    Permalink

    Spt yg uda dijelaskan okeh org2 d atas. Asuransi bukanlah deposito. Uang yg dibayarkan tiap bulannya sebagian besar itu hangus dimakan admin serta biaya asuransi tiap bulan. Hanya sisa sedikit yg dimasukkan dlm investasi. Apalg klo berhenti sblm jangka wkt yg ditentukan maka akan ada biaya denda lg. Ibarat bayar asuransi mobil ato bpjs. Keuntungan yg didapat adalah proteksi ketika sakit. Akan ditanggung sesuai dgn jmh yg tertera d polis. Misal 100 jt ya asuransi hrs keluar 100jt meski bapak baru membayar premi 2 juta. Contohnya bapak saya.. br ikut asuransi 2 taun.. kena kanker dan berobat ke singapore.. asuransinya membayar full 800 juta.. karena bapak saya ikut yg onbill maks 5m… disini nasabah diuntungkan. Tapi kalo bapak sehat terus ya asuransi memang enak ga usa bayarin apa2. Cumah yah namanya manusia suatu saat pasti sakit jd kita beli asuransi utk jaga2 hal itu..

    Jd asuransi itu bukan menabung. Itu jaminan di kala kita sakit. Dimana skg biaya rs sangat mahal dan ga masuk akal. Klo suatu saat sakit keras pasti biayanya lbh mahal drpd premi yg uda kita bayar bertahun2. Saya yakin itu. Jgn diharapkan utk uang premi bs kembali. Bisa pun plg cm sebagian kecil saja. Karena biaya admin asuransi bulanan itu besar skl. Yg dicari memang proteksi sakit dan jiwa nya. Klo mau menabung hrsnya di deposito ato pasar uang saja.

  • 7 Februari 2020 - (16:43 WIB)
    Permalink

    Saya sarankan kalo mau masuk asuransi harus benar2 paham konsepnya.
    Jangan masuk karna tergiur mendengar uang pertanggungannya.
    Karna di asuransi untuk jangka panjang saat terkena musibah
    bukan mau tarik2.
    Masih berdoa sajalah supaya ada solusi untuk memulihkan polis bapak istri dan anak2
    Karna kalo sudah di tarik nanti tiba2 kenak musibah maka asuransi tidak akan membayar uang pertanggungan.

  • 2 Maret 2020 - (09:28 WIB)
    Permalink

    Saya setuju dgn keluhan diatas..
    Tp berbeda dgn keluhan saya.. Saya melakukan penarikan dana sebagian polis saya..
    Mulai dari 31 Januari 2020 saya ajukan, tunggu bolak balik dulu saya hubungi CS 1500136 baru di verivikasi dan disetujui berkas saya tgl 21 Maret 2020. Email masuk dari contactus@allianz.co.id pada saya menyatakan maksimal 3 hari kerja sudah pencairan.
    3 hari pun berlalu namun saldo saya tidak bertambah sepesepun dari allianz… Lalu saya hubungi lagi fan lagi (setiap hari), jawaban mereka hanya TUNGGU dan TUNGGU terus.. Saya muak dan marah sehingga memaki maki custumer service hari Jumat/28 Feb 2020 minta kejelasan..mereka masih menjawab hal yg sama “KAMI MOHON KESABARANNYA”.
    Sabtu Minggu saya tahan lagi emosi saya berhubung bukan hari kerja..nelpon pun gak ada hasilnya.
    DAN HARI INI saya coba hubungi lagi.. saking muakkya saya emosi sambil mengeluarkan air mata menghadapi jawaban CS 1500136 ..saya katakan bahwa saya butuh dana itu, sangat membutuhkannya, itu dana adalah UANG SAYA yg sisa invest sesuai prosedur penarikan (bukan keseluruhan premi saya karena saya paham bahwasannya premi kita di invest
    ke ini itu), saya ngamuk menanyakan tanggal kepastian pencairan uang yg hendak saya tarik.

    SUNGGUH… Memang benar tidak ada kejelasan dari mereka. Saya benar2 MENYESAL masuk asuransi ini hanya karena keluarga sendiri yg membujuk2 keluarga saya masuk jadi nasabahnya.
    Malah lepas tangan, saya sendiri yg mengurus nya. LUAR BIASA kalian ALLIANZ, salam bangkrut!

 Apa Komentar Anda mengenai Asuransi Allianz?

Ada 11 komentar sampai saat ini..

Tidak Sanggup Lagi Bayar Premi, Allianz Tidak Memberi Solusi

oleh Riza dibaca dalam: 2 min
11