Tagihan ‘Gaib’ di Aplikasi Akulaku Setelah Lama Tidak Digunakan

Saya sudah uninstall Akulaku sejak Agustus 2019 dan sejak saat itu tidak pernah melakukan pembelian lagi menggunakan akun Akulaku. Tetapi tanggal 02 Maret 2020 saya ditelepon bagian penagihan karena keterlambatan cicilan sebesar Rp61.000 x 3 transaksi = Rp183.000 x 12 bulan. Saya tidak merasa melakukan pembelian itu lewat aplikasi Bukalapak. Pembayaran terakhir saya di Akulaku sebesar Rp7.000 pada tanggal 7 Agustus 2019.

Sebagai bukti di aplikasi Bukalapak saya tidak terdapat pesanan pesanan tersebut dan saya tidak pernah menerima OTP atau telepon atau apapun atas transaksi tersebut dan saya tidak pernah memberitahukan akun dan password saya kepada siapapun bahkan keluarga. Bagaimana itu bisa terjadi?

Saya kemudian dianjurkan untuk menelpon CS Akulaku, dan oleh CS sisa limit saya di Rp 0 kan, tetapi saya tetap harus membayar tagihan selama 12 bulan tersebut? Debt collector Akulaku terus menelepon saya dan klaim kalau Akulaku tidak akan terjadi kesalahan karena diawasi OJK? Lalu siapa yang bertanggung jawab?

Saya kemudian meng-install lagi aplikasi Akulaku, dan di situ terdapat rincian pemesanan barang dengan keterangan hanya (Bukalapak) 515.000 x 3 transaksi tanggal 16 Januari 2020 dari pukul 07.53 hingga pukul 07.58 dengan total tagihan Rp2.200.000. Dan saya harus membayar tagihan tersebut, tagihan yang tidak pernah saya pakai sama sekali. Dan saya rasa pemesanan ini tidak jelas, pemesanan apa? Pulsakah? Bila pulsa ke no mana? Barangkah? Bila barang dikirim kemana?

Yang jadi pertanyaan saya, kenapa saya harus membayar tagihan tersebut, sementara pihak Akulaku tahu akun itu diretas? Kenapa konsumen yang dirugikan atas kecacatan aplikasi Akulaku? Saya merasa sangat dirugikan oleh pihak Akulaku. Bagaimana tanggung jawab atas perlindungan konsumen dari pihak Akulaku? Apa yang harus saya lakukan terkait masalah ini? Laporan polisi dan OJK kah? Tolong tindak lanjuti masalah ini.

Terima kasih.

Anisya Rouli Siregar
Sumedang, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Akulaku:
[Total:20    Rata-Rata: 2.3/5]
Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Ibu Anisya Rouli

Menanggapi dimuatnya Surat Pembaca di Mediakonsumen.com yang ditulis oleh Ibu Anisya Rouli pada tanggal 4 Maret 2020 dengan judul “Tagihan...
Baca Selengkapnya

Loading...

12 komentar untuk “Tagihan ‘Gaib’ di Aplikasi Akulaku Setelah Lama Tidak Digunakan

  • 4 Maret 2020 - (08:28 WIB)
    Permalink

    Sama saya juga. Udh saya bikin thread ditwitter utk jelaskan kejadian lengkap. Terakhir dibales cm minta nomor hp katanya utk cek. Tp skrg blm ada gubrisan lg. Parah bgt sih korbannya udh banyaaakkn bgt makin hari makin nambah dari th lalu smpe bulan ini! Kok OJK ga tindaklanjut ya?? Tagihab ghoib di akun saya terus berjalan bunga nya. Siapa yg ga kesel tiap hari ada aja tlp utk tagihan tsb. Percuma tlp CS cm bisa minta maaf dan ujungnya kita tetep suruh bayar! Bobrok sekali akulaku itu!!!

    • 11 Maret 2020 - (10:06 WIB)
      Permalink

      Iyaa mba, gatau sih itu di twitter sebenernya ditindak lanjuti atau cuman bales bales ajaa..
      Bikin kesel emang mba jawabannya, kita kan disini jelas jelas korban yaa, korban di hacknya aplikasi akulaku..
      Aku beberapa kali telepon csnya sampe marah marah mba, cuman jawabannya hanya minta maaf dan tetap saya yang harus bayar..
      Akhir penasaran telepon cs lagi baru ini yang bener mau membuatkan laporan..

    • 23 Juli 2020 - (16:05 WIB)
      Permalink

      Haii.. saya juga mengalami hal ini, satu bulan yg lalu saya memang telat bayar tagihan sebesar 390rb sudah dengan dendanya..
      Pihak depcolector sudah menghubungi saya dan meminta agar bisa di cicil.
      Setelah saya bayar lunas tagihan sudah 0 rupiah..
      Tapi 2 minggu kemudian saya di teror nomor baru katanya saya punya tagihan telat sebesar 173rb.. saya bingung padahal sudah lunas .. akhirnya saya install lagi, dan benar saja ada tagihan sebesar itu.. saya mencoba hubungi CS tapi cuma suruh lunasi. Padahal saya tidak punya tanggungan itu
      Pas sekarang malah naik jadi 340 ribu.. astaga.. yang bener saja 😅 dapat uang susah masak mau bayar tagihan ghaib

    • 11 Maret 2020 - (10:02 WIB)
      Permalink

      Iyaa mas, sayaa sih pasti ga akan bayar, itu murni kesalahan pihak akulaku koq, saya ada rekaman dengan CSnya dan CS akulaku mengakui bahwa sistem mereka di hack, tapi tetap tagihan dibebankan kepada pengguna..
      Yang malesinnya tuh debtcollectnya neleponin terus walaupun saya sudah bilang kasusnya sedang diinvestigasi tapi keukeuh maksa harus bayar.. Neleponin itunya loh dalam 1hari banyak banget, lebih dari jadwal minum obat.

  • 6 Maret 2020 - (08:06 WIB)
    Permalink

    Saran saya, minta penutupan akun ke Cs akulaku. Jangan cuma diuninstall. Karena bisa saja oknum karyawan atau orang2 yang kerja d belakang sistem bisa pakai akun pengguna. Kita tidak lunya jaminan akan hal ini walaupun akulaku diawasi ojk.

    • 11 Maret 2020 - (09:58 WIB)
      Permalink

      Iyaa mas, salahnya disitu sih, saya kira sistem keamanan akulaku tidak serentan ini dan korbannya juga ternyata banyak..

      • 11 Maret 2020 - (11:30 WIB)
        Permalink

        kalau memang sudah tidak digunakan, sebaiknya ditutup saja mbak. waktu saya ajukan penutupan lewat call center mereka. cepet kok ga berbelit-belit. cuma ditanya KTP dan ibu kandung aja, setelah itu ga lama di tutup akunnya.

        • 11 Maret 2020 - (11:32 WIB)
          Permalink

          Iyaa mas, terima kasih infonya, tapi kalau sekarang tidak bisa langsung ditutup soalnyaa tagihan gaibnya harus dibayar dulu dan masih menunggu investigasi dari pihak akulaku.
          Tapi limit sisanya sudah di 0 kan agar tidak bisa disalahgunakan kembali..

          • 27 Desember 2020 - (14:41 WIB)
            Permalink

            Mba, bagaimana cara kita menutup akun kita yg sudah terdata di aku laku? Menghubungi pihak CS nya bagaimana?

 Apa Komentar Anda mengenai Akulaku?

Ada 12 komentar sampai saat ini..

Tagihan ‘Gaib’ di Aplikasi Akulaku Setelah Lama Tidak Digu…

oleh Anisya Rouli dibaca dalam: 1 min
12