Kesulitan Restrukturasi Pinjaman Online Akibat Tidak Ada Aturan Tegas oleh OJK & AFPI

Dear OJK & AFPI,

Saya sebagai pengguna aplikasi pinjaman online atau fintech, saat ini membutuhkan kebijakan OJK terkait restrukturasi kredit. Saat ini saya menunggak di beberapa aplikasi pinjaman online yaitu: Dana Rupiah, Pinjam Yuk, Cashcepat, Uku, Tunai Kita & Kredit Pintar.

Saya sudah baca bahwa APFI tidak memfasilitasi dikarenakan fintech hanyalah mediator yang mempertemukan antara peminjam dan pengguna. Tetapi, saat saya melakukan restruktutrasi kredit di semua app itu tidak ada yang berhasil.

Malahan salah satu app berdalih saat ini belum ada aturan OJK mengenai fintech p2p, sangat disayangkan antara OJK APFI dan fintech tidak sinkron. Padahal menurut saya jika OJK dan APFI membuat kebiajkan, para fintech tsb akan mengikuti arahan.

Lalu saat pandemi covid ini apakah AFPI sudah memikirkan berapa banyak pengguna yang mengalami gagal bayar seperti saya? Sebelum bulan Maret 2020 kualitas pembayaran saya selalu baik, tetapi sejak itu sejak dirumahkan saya benar-benar tidak ada kemampuan membayar.

Mungkin bukan saya saja yang mengalami, malah banyak di berita belakangan ini masyarakat yang akhirnya stress dan melakukan hal yang tidak benar akibat terlilit pinjaman online.

Mengapa lama sekali membuat kebijakanya? Akhirnya bukan covid ini yang membunuh manusia, tetapi stress terhadap penagih hutang pinjaman online lah yang membuat mental drop.

Mohon dengan sangat bantuannya.

Dwi Putri S.
Bogor, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:259    Rata-Rata: 4.4/5]
Tanggapan AFPI atas Surat Ibu Dwi Putri S

Dengan hormat, Sehubungan dengan dimuatnya Surat Pembaca yang disampaikan oleh Ibu Dwi Putri S, domisili Bogor, pada tanggal 6 Mei...
Baca Selengkapnya

Loading...

55 komentar untuk “Kesulitan Restrukturasi Pinjaman Online Akibat Tidak Ada Aturan Tegas oleh OJK & AFPI

  • 6 Mei 2020 - (19:49 WIB)
    Permalink

    sama saya juga terkendala pembayaran uang me dan kredit pintar.
    bingung harus gmna. sama sekali tidak ada keringanan sampai pademi usai. jangankan untuk bayar, untuk makan aja udah susah.
    cari kerja pun juga susah. sekarang lagi banyaknya karayawan PHK dan di rumahkan tanpa upah.
    stress rasanya. padahal sebelum ada pandemi ini saya selalu lancar bayar dan tidak pernah telat.
    bingung harus mengadu pada siapa kalo sudah begini.
    OJK serasa cuma pajang nama doang dan tidak memberikan solusi

    • 7 Mei 2020 - (04:52 WIB)
      Permalink

      Saya juga mengalami dgn hci ditlp setiap hari puluhan x dan bunga keterlambatan 100% ,sekarang tlp dari hci tdk saya angkat,buat yg mengalami seperti saya juga siapkan mental,dcnya dtg lawan aja teriakin maling.selesai pandemi baru di negokan ini cuma hutang piutang masalah perdata.tetap tegar teman2.

      • 7 Mei 2020 - (07:12 WIB)
        Permalink

        Saya juga terlilit pinjol di beberapa aplikasi totalnya 7juta 3ratus saya pinjem ke keluarga buat lunasin pinjol bener2 jgn LG 2 pinjem ke pinjol bikin stress 😣😣mimpi buruk

    • 7 Mei 2020 - (06:51 WIB)
      Permalink

      Ya kak betul saya setuju juga, yang penting kita jangan lari pelan2 usaha semaksimal mungkin kak sebisa kita. Dan coba terus untuk melakukan pengajuan, kalaupun gakbisa pelan2 saja cicil pembayaran yang penting kita punya itikad baik untuk membayarnya. Harus banyak sabar kalo ditagih sama fc setiap pinjol, karena berbeda2 ada yang menagih terus2an dan masih ada kok yang mau mengerti.

      • 7 Mei 2020 - (23:02 WIB)
        Permalink

        Sy jg banyak pinjol, padahal kalau mereka mau relaksasi misalnya menambah bulan untuk cicilan yg sesuai kemampuan kita,mungkin kita gk akan gagal bayar, sy sdh pernah tanya untuk cicilan di aplikasi dana rupiah, mereka bilang silakan di transfer, tp sebelum sy trnsfer sy tanya dl apakah dendanya akan berhenti, kata dia tidak, lah cicilan sy sm dendanya gedean dendanya, hitunganny perhari lah kita penghasilan perbulan, sm aja hutang abadi yg gk habis2 cuma bayar denda aj.

      • 8 Mei 2020 - (12:20 WIB)
        Permalink

        Kondisinya sama yang saya alami, pusing itu biaya telatnya bertambah hari2, saat kondisi begini cari uang susah cam mana nak bayar, ditagih hari2

    • 7 Mei 2020 - (07:33 WIB)
      Permalink

      iya kasar2 bgt Dc pinjaman oline,blm jatuh tempo aja udh d tlponin mulu. biasa nya jg sya lncr byr pinjman. tpi skrg buat mkn aja susah apa lagii buat byr hutg. klo ada jg pastii d byr,,,,tlg lah bos kredit pintar mngerti ke adaan kami…!!!! tlg bntu kmi bapa presiden buat kami yg punya setoran online.

    • 7 Mei 2020 - (14:01 WIB)
      Permalink

      Yah betul banget bulan lalu saya msh bisa bayar masih ada sisa uang untuk pembayaran. Mereka gk tahu yh klu saya sdh tidak bisa mencari nafkah 2 bulan ini, bisa makan beli susu anak saja sdh alhamdulillah walaupun kerengin panas dingin keluar. Yaa Allah ini mah bukan stress karena Corona bukan stress karna hutang sementara penghasilan tak ada. Pihak Ojk tolong dong di pasilitasi kami untuk masalah ini, lihat lah rakyat kecil sudah bnyk yang menjerit

    • 7 Mei 2020 - (16:19 WIB)
      Permalink

      OJK dan AFPI di mana hati nurani kalian, punya staff ahli presiden owner fintech tapi sama sekali ngga punya kebijakan kepada masyarakat..kalo mengeluarkan kebijakan setengah” mending ngga usah ada PSBB biarkan kami mencari nafkah,lebih baik kami ambil resiko dari pada harus di kejar” hutang kaya gini tanpa ada pembelaan sama sekali dari pemerintah,OJK dan AFPI

      • 8 Mei 2020 - (05:01 WIB)
        Permalink

        Seandainya saja ada ketegasan yang penuh dari pihak OJK DAN APFI.
        Mungkin kami sebagai masyarakat bawah bisa sedikit tenang dalam menjalani hidup ditengah2 pandemi covid19.
        Disaat kami disuruh untuk lebih banyak berdiam diri dirumah justru semakin membuat kami merasakan ketidak tenangan karena selalu diteror oleh pihak pinjol.yang terus-terusan menagih melalui telpon ataupun dc yang datang kerumah.
        Bersama ini kami sebagai masyarakat bawah memohon kepada pihak OJK Dan APFI.
        Untuk bisa benar2 memberikan ketegasannya agar kami bisa merasakan tenang disaat keadaan seperti sekarang ini.
        Dan untuk pemerintah.
        Kami sebagai rakyat tidak bisa berbuat apa2.
        Karena kami tidak seperti kalian yang memiliki harta yang cukup sehingga tidak mengenal yang namanya pinjaman online.
        Kami sangat mengharapkan bantuan dari kalian semua.

        • 17 Mei 2020 - (08:37 WIB)
          Permalink

          Disini gak ada peran apapun dr pihak APFI dan OjK.
          yuk teman2 bikin petisi untuj menghapuskan fintek2 ini. Better tanpanpinjaman online saja. Jauh lebih tenang. Mereka cuma tawarin kemudahaan dgn bunga besar aja tp saat pademik begini gak ada simpatik2nya dr pihak fintek manapun

    • 8 Mei 2020 - (14:56 WIB)
      Permalink

      Maaf mas,mas pinjem uang apa ngambil barang di hci?
      Soalnya udh mau 4 bln saya gk bayar gk ada dana karna di phk di tmpat kerja saya

    • 8 Mei 2020 - (16:00 WIB)
      Permalink

      saya jg terkendala bayar di uang me.sampe diblng data saya mau dimasukin ke OJK dijadikan blacklist.samp mw dikirim orng lapangan tp bgt saya tunggu GK datang jg tuh dr lapangan

  • 6 Mei 2020 - (20:41 WIB)
    Permalink

    Apakah pak Jokowi nyimak gak ya ? perihal fintech lending ini yang tidak mau tahu di tengah situasi bencana nasional ,pemberian relaksasi kredit seperti yg di instruksikan beliau tidak berlaku untuk fintech lending, Hallo OJK kami bukan nya tidak mau bayar tapi tolong punya hati nurani untuk merelaksasi kredit pada fintech lending

  • 6 Mei 2020 - (21:14 WIB)
    Permalink

    Semua sama kita bukan ga mau bayar.tapi kondisi seperti ini.saya pun sblm covid lancar membayar tagihan.tp disaat sperti ini mereka ga melihat history kita,yang ada ancaman semua. Yang ngancam parah kredit pintar ma akulaku.kita merasa punya kewajiban,dan kita udah sopan,tapi balasannya kasar ga punya etika.saya yakin dc itu menghalakan segala cara biar dapat komisi tp komisinya dari hasil ancaman.
    *Buat para dc yang nyusup, lo pada jangan bacot kita kita play victim.!tolol
    #bubarkanOJK
    #bubarkanAPFI

    • 7 Mei 2020 - (17:56 WIB)
      Permalink

      Sepertinya tidak ada satu pinjol pun yg mengerti keadaan kita sekarang, tidak ada rasa empati sedikit pun..khusus buat DR, KP dan HCI jangan bisanya cuma ngancam” di WA, mengertilah sedikit saya bukan nasabah baru , pakai otak dan hati nurani

    • 6 Mei 2020 - (21:59 WIB)
      Permalink

      Pak Presiden JOKOWI tolong Kita2 Ini yang Sudah terjebak Di Lingkaran Pinjaman Online yang Tiada Kejelasan Revitalisasi Pinjaman Kita2 ini Pak, Khususnya OJK yang Menaungi FINTECT Ini, Tolonglah Cari SOLUSI YANG JELAS TENTANG Keringanan Angsuran PINJOL INI BAPAK2 YANG TERHORMAT. Saya juga DiPHK Dari Pekerjaaan saya secara Otomatis Angsuran tidak Mungkin Terbayarkan.

      • 7 Mei 2020 - (04:52 WIB)
        Permalink

        Senasib saya dengan beliau2 ini malah saya berpikir kenapa gk di berangus aja tuh fintech2 semua lama lama kok saya berpikir ini lebih dari rentenir teror teror mereka lebih mengerikan dari debt colector musnahkan saja pinjaman online

        • 7 Mei 2020 - (08:11 WIB)
          Permalink

          Ada beberapa yang ngasih restrukturisasai tp bknnya meringankan malah bunganya semakin besar,sy didanafix total tgihan tinggal 6jt tp di restrukturisasi malah jd 8jtan.dan biaya keterlambatannya pun banyak yg masih mencekik ada yg 100k 0er hari.coba dibayangkan bapak2 pejabat gmn gk maikin stress kita mikirin utang.covid aja udh bikin stress malah ditambah tagihan2 itu

          • 7 Mei 2020 - (08:25 WIB)
            Permalink

            dari sekian banyak fintech yg saya sebutkan di atas, hanya pinjam yuk yang mengikuti aturan OJK asalkan memang ada bukti aktual yang jelas mereka akan memvalidasi sehingga restrukturasi kredit dapat dilakukan. Yang lain? Masih belum ada titik terang sejauh ini tp sy coba sedikit demi sedikit ada tambahan 50rb pun langsung saya simpan untuk bayar ke mereka. 100k/hari denda? Apakah tidak bisa melakukan pengaduan? Bunga bank saja tidak mungkin sebesar itu, lalu jika terlamat 1 bulan denda 3jt ya pak? Luar biasa mencekik sekali pak. Apakah fintech tsb terdaftar di ojk ataupun afpi pak?

    • 6 Mei 2020 - (22:07 WIB)
      Permalink

      Gini Aja Teman2 Senasib Semua, Kita biarkan Saja Telpon Berdering Kafilah Berlalu, Kalau kita didatangi DC Hadapi saja La wong kita juga Ndak Omong Kosong tentang Keadaan kita Sekarang ini, Kita Nengajukan Restrukturisasi Tanpa ada Tanggapan yang Meringankan kita. BIARKAN SAJA. OJK Dian AFPI Diam tidak bisa membantu kita2 ini. KITA DIAMKAN SAJA SEMUANYA.

  • 6 Mei 2020 - (22:13 WIB)
    Permalink

    Saat ini stop dulu pembayaran pinjol utamakan buat makan karena situasi seperti ini entah sampai kapan, nanti kalau sudah ada uang silahkan di bayar dan di nogosiasi pasti bisa, ….di teror DC tidak masalah yg penting siapkan mental anda dan tidak usah malu saat ini banyak yg bernasib seperti anda tetap semangat….

    • 7 Mei 2020 - (00:12 WIB)
      Permalink

      Kalau keadaan ini di biarkan terus dalam segala bidang…maksudnya pondasi hukumnya di buatkan dahulu lalu kemudian produk nya berjalan… ( Inilah ciri mental pejabat asal2lan. )🤔 🤡

  • 7 Mei 2020 - (00:20 WIB)
    Permalink

    Saya sudah bayar untuk bulan ini dengan menjual salah satu hp saya. Debt hci sudah sangat meresahkan. Untuk bulan ini gk tau lagi mau makan apa.. Kejam hci ini, lbh kejam lagi ojk tidak mau mendengar kan debitur yg terkena pandemi..

  • 7 Mei 2020 - (01:41 WIB)
    Permalink

    saya ngajuin ke FINMAS..ngajuin ke AMAR BANK..tetap gak bisa…
    yerpaksa gagal bayar karena duitnya gak cukup….hunga numpuk.makin gak.ke bayar..niat kita bayar sesuai kemampuan gak mereka pedulikan

  • 7 Mei 2020 - (02:12 WIB)
    Permalink

    Y saya aja udh byr lbh dri yg sy pinjam di home credit ..huh nagihny kyk yg kt gk prnh byr..kasar n gk ada sopan2nya..jgn2lg pinjem di home credit, ini mah lintah darat yg gk ada perasaan ..minjem bunganya 100%..ini bkn nolong tp ngejebak si peminjam dlm pinjaman yg bunganya gk msuk akal..hati2 kl mkn uang haram, aplg utk klrg ..

    • 8 Mei 2020 - (15:00 WIB)
      Permalink

      Siang mba maaf mau tanya mba itu ambil barang apa pinjam uang di HCI?soalnya saya udh nunggak 4 bulan karna gk ada dana saya kena phk ditmpt kerja saya buat makan aja bingung dc ny udh krmh trs gk ada keringanan sama sekali

  • 7 Mei 2020 - (03:15 WIB)
    Permalink

    Klo cara penagihan dari debt collector ada indikasi ancaman apalagi ada tindakan intimidasi laporkan saja ke pihak berwajib.sudah ada kok undang2 nya dan utang piutang itu masuk nya perdata bukan pidana.

    • 7 Mei 2020 - (04:07 WIB)
      Permalink

      ya benar sy jg peminjam dr hci dan kredit pintar, slama ini sy lancar, dengan saat virus sy tempat sy bekerja di luburkan, sy dah ngjukan tapi tetap aja telp berdering, dan dep colektor mengancam mau nagih, sekarang apa yg mau di bayar, buat kontrakan dan makan aja minta2 ma rt, ga punya hati pinjol ini, mang harus ada kejadian dl br pemeruntah mau tanggap, atau kita2 lapor ke LBH

      • 7 Mei 2020 - (04:15 WIB)
        Permalink

        Ga usah takut ma dc gituan. Kalo mau sita, suruh datang aja ambil barang yy nilainya sesuai dg pinjaman. Kalo sampe ambil yg nilainya lebih sampe ujung gang teriakin maling aja.. Wkwkw

      • 7 Mei 2020 - (06:55 WIB)
        Permalink

        Ya betul kredit pintar masih menagih secara langsung di masa PSBB ini, kmrn saya tanyakan knapa masih boleh datang padahal bukanya sudah ada aturan OJK tetapi katanya dia gakmau kalo alasan2 hanya via chat jadi mereka maunya menemui secara langsung. Sebenernya kita dan mereka sama2 cari uang, itu juga tugas mereka, yang salah adalah dengan terus2an chat atau telvon setiap hari mental kita juga akan goyah lama2 kepikiran yang ada nanti malah stress. Saya mengalami ini, jujur sama keluarga terdekat seengaknya hati kita akan sedikit lega

        • 7 Mei 2020 - (15:08 WIB)
          Permalink

          Sebaiknya abaikan saja semua tlp masuk , wa atau sms, kita hadapi para DC itu dirumah kita, tapi tanya dulu surat tugas resmi, dan id card resmi dari fintech , jika ada tindakan kurang menyenangkan dari DC , kita berhak melaporkan ke pihak berwajib, karena ada Sop penagihan yg di tetapkan ojk , dan saat dc berkunjung kita nego pokok nya saja. Dan jangan sekali mengansur pembayaran karena tagihan tidak akan berkurang. Dan satu hal lagi debitur yg gagal bayar tidak ada hukum pidana , dia hanya hukum perdata . Jadi situasi seperti ini kita harus kuat mental pasang badan, dan keluarga kita harus sehat, nanti ketika pademi ini berahir. Kita selesaikan hutang kita. Ingan jangan mencicil, jangan gali lobang tutup lobang.

    • 7 Mei 2020 - (04:24 WIB)
      Permalink

      pinjol dan depcolektor itu ga ibadah dan ga ada agamanya makanya ga kenal tuhan, dan pancasila, kalau dua ibadah dan tau pancasila sila ke dua, mungkin punya hati, kita2 bukan ga ada niat mau bayar, kalau normakpun pasti kita bayar, kita orang ibadah ga ada yg mau mati meninggalkan hutang, catat omongan sy buat para pinjol, BUKAN NIAT KITA2 GA MAU BAYAR, KALAU DAH NORMAL WABAH INI JUGA KITA PASTI BAYAR, INGET MASUKIN DI OTAK NI BUAT DC DAN ATASANYA DOA KITA2 PARA DEBITUR YANG DI ZHOLIMI AKAN DI JABAH, kalau mang ga ounya hati semoga aja dc dan atasanya kena penyakit corona yg sedang mewabah ini, ingat tuhan adil, amin dan jg buat para pejabat dengarkan hati nurani kita2

      • 7 Mei 2020 - (06:47 WIB)
        Permalink

        Betul pak saya juga sedang bingung . Dg hutang katrtu kredit bank mega …terahir sy bayar bln april ..itu juga dpt pinjam sanak sodara ..untuk bln ini sdh tidak mungkin bisa bayar ..untuk bisa makan aja alhamdulillah ..sedangkan pihak bank tlp terus sepertinya mereka ini tdk merasakan situasi wabah covid ini ..tidak mau peduli dg orang lain …semoga para collection .dc dan sejenisnya punya hati ..bagaimana klo mengintimidasi .berkata kasar ..itu akan kembali kpd mereka dan keluarganya apalagi saat situasi covid 19 ini
        Betapa menderitanya klo mereka terjangkit wabah corona ini .

  • 7 Mei 2020 - (04:59 WIB)
    Permalink

    Untuk buat pelaporan ke ojk dgn nmr wa 081157157157.kepada teman2 yg ada masalah dgn fintech p2p buat laporan sebanyak2nya ke ojk,supaya ditanggapi oleh ojk yg kerjanya cuma melempem aja .

  • 7 Mei 2020 - (06:58 WIB)
    Permalink

    Terimakasih kpd media konsumen ..kami masyarakat indonesia sebagai konsumen bisa menyampaikan keluhan di rubrik media ini ..kami mohon keluhan2 kami ditanggapi atau direspon oleh pemerintah sesuai bidangnya .sukses buat media konsumen 👍🙏

  • 7 Mei 2020 - (09:10 WIB)
    Permalink

    Kalian itu sesungguhnya beruntung Bisa dpt pinjaman online. Kita kita ini tidak tau mau ambil modal dimana mengusaha, walau smartphone baik dpt 200ribuan modal 200 rb sja di kumpul susah kalau di tangan hampa, mau pibjam koperasi bunga nya ampunn dtngnya setiap hari pula contoh ibuku.lalu2. Masalahnya ini uang orang 1detik pun waktu bersyukur,kembangin Tumbuhannya entah kau kasi itu nama tumbuhan apa asalkan itu berbunga , ingat tdk semua org di kasi kesempatan dikasi tumbuhan Tau dirilah mentah2 di beri bibit, lu malah gk jagain baik2 itu kebun. Sebuah keajaiban bibit di brri begitu sja untuk berkebun. Dan hasil kebunnya kita yg ambil semuanya. Sebab kalau lu punya cuma sejengkal tanah untuk berkebun. Sisanyakau simpan Jgn kau makan daunnya.. Apa yang kau mau pake menanam kalau kau sudah makan daunnya yg bikin cepat panen. Lu jdiin sayur garam pula di tumis bawang merah :v

  • 7 Mei 2020 - (12:18 WIB)
    Permalink

    Saya pengguna Akulaku juga mengalami hal yang sama, sebulan lalu saya terpaksa melunasi pinjaman saya dengan menjual perhiasan istri saya karena tidak adanya penangguhan pembayaran kredit yg diberikan.Bunga pinjaman juga semakin banyak dan hampir tiap hari CS telfon menagih yang membuat stres… mohon pihak terkait segera mengambil tindakan terkait tidak adanya relaksasi kredit pinjaman online.

  • 7 Mei 2020 - (12:33 WIB)
    Permalink

    Saya juga pengguna akulaku, tunaiku, uang me, homecredit, dana cepat dan beberapa akun lain biasa saya tutup menutup dengan meminjam pinjaman lain dan tidak pernah telat membayar, saat kondisi pandemi seperti ini akun pinjaman tidak bisa diakses untuk perputaran pembayaran saya, teror telepon makin banyak menelepon bahkan ada yang sampai whatsapp isi nya dibawah ini

    ”Hindari sebagai nasabah bermasalah laporan Bank Indonesia/SLIK OJK.* Silahkan membayar tepat waktu lebih baik.*ingat untuk keringanan OJK hanya untuk nasabah UMKM dan CICILAN MOTOR (hanya ojol yg terkena COVID-19) untuk KTA dan CC aturan seluruh bank tetap berjalan _kecuali_ nasabah tersebut terkena dampak COVID-19 yg positif* tolong dipahami anjuran itu dan dibaca kembali terimakasih. ”

    padahal selama pinjam baru kali ini saya telat, seperti tidak ada toleransi sama sekali padahal telat bayar pun saya harus membayar bunga yg cukup besar, walaupun saya meminjam tapi saya memastikan semua pinjaman saya terbayar bisa kan dicek dari record pembayarannya.

  • 7 Mei 2020 - (12:35 WIB)
    Permalink

    Kalau pun ada program restrukturisasi untuk Fintech,sudah pasti bisa dipastikan hasilnya sangat merugikan nasabah.
    Memang benar pembayaran /bulan jd lebih kecil,tp hasil akhir jauh lebih besar.
    Berkaca dari program restrukturisasi oleh anggota APPI,hampir semua leasing/finance meraup keuntungan lebih dari program itu.

  • 7 Mei 2020 - (13:17 WIB)
    Permalink

    OJK dan APFI memang tidak bisa tegas, saya yakin dan percaya semua nasabah bukan tidak mau bayar tp krn dampak wabah Corona yg membuat kita belum bisa membayar krn dirumahkan/PHK. Tolonglah OJK dan APFI membuat kebijakan yg membantu kami, toh begitu kondisi sdh normal kami juga akan membayar lagi, inikan kalau dilihat PINJOL egois menagih2 disaat nasabah mengalami musibah, inget kami nasabah juga mempunyai batas sabar, kami bukan tidak mau bayar tp disaat wabah Corona kami minta diberikan keringanan. PINJOL itu asal mulanya dr KTA, saya pernah kerja KTA cuma bedanya di KTA itu lebih ketat tidak seperti PINJOL yg tujuannya mencari keuntungan sebesar2nya. Tolong OJK dan APFI dengar teriakan kami sebagai nasabah tunjukkan fungsi dan tugas kalian.

  • 7 Mei 2020 - (19:41 WIB)
    Permalink

    Saya juga mengalami hal yg sama, saya pengguna kredivo, akulaku. saya sudah mengajukan restrukturisasi, tapi tidak bisa dan sampe saat ini saya di tlp setiap hari, sebelumnya saya tidak pernah telat membayar, semenjak dirumahkan dan tidak mendapat gaji buat makan aja susah apalagi buat bayar hutang.

  • 7 Mei 2020 - (20:11 WIB)
    Permalink

    Sama kak, saya juga ada pinaman online danafix dan kredit pintar cara nagihnya ampun seribu ampun, pdahal denda jalan terus tp kita di pepet terus. Bagaimna mau bayar,saya dirumahkan tanpa penghasilan dengan waktu yg tidak di tentukan ..ketemu makan sudah alhamdulillah. Mohon OJK bertindak pak untuk rakyat kecil.

 Apa Komentar Anda?

Ada 55 komentar sampai saat ini..

Kesulitan Restrukturasi Pinjaman Online Akibat Tidak Ada Aturan Tegas …

oleh Dwi Putri dibaca dalam: 1 min
55