Golden Rama Tour Mengecewakan, Memaksa Memotong Refund secara Sepihak

Pada Tanggal 05 Desember 2019, ibu saya (Chany Phanlioengan) beserta ketiga temannya datang ke kantor Golden Rama untuk ikut tur dengan tujuan Turki untuk keberangkatan tanggal 17 April 2020 seharga Rp 17,8 juta, dan pada saat itu juga membayar Booking Fee bervariasi antara Rp 5-7 juta.

Untuk informasi, karena nama besar Golden Rama maka keluarga kami hampir selalu pergi menggunakan jasa Golden Rama.

Lalu karena memang sangat berniat untuk pergi, ibu saya dan seluruh temannya membayar lunas biaya tur tersebut pada tanggal 12 Februari dan 10 Maret 2020 (lebih dari 1 bulan sebelum jadwal keberangkatan).

Karena ketika pelunasan sudah mulai ada berita mengenai COVID-19, ibu saya bertanya kepada Marketing yang saat itu menghandle perjalanan Tur ini (Cicil), bagaimana jika perjalanan dibatalkan, saat itu dijawab apabila perjalanan dibatalkan maka SELURUH uang yang telah dibayarkan akan dikembalikan, kecuali apabila sudah apply visa maka akan dipotong sebesar biaya visa.

Akhirnya pada awal April kami diinfo via telepon kalau perjalanan tour tersebut dibatalkan.

Sesuai janji sebelumnya maka saya selaku konsumen menuntut pengembalian seluruh dana yang telah kami bayarkan, berkali-kali kami follow up untuk pengembalian dana, tetapi Cicil dan Erika (rekan Cicil) selalu berdalih kantor sedang tutup dan tidak bisa dilakukan pengembalian dana. Kami diinfokan bahwa Kantor akan buka tanggal 8 Juni 2020 dan sesudah kantor buka Cicil berjanji akan memproses pengembalian dana.

Selama kurun waktu tersebut kami amat sangat kesulitan untuk menghubungi Cicil, puluhan kali telepon mama saya tidak pernah diangkat, jadi kami selalu menghubungi Cicil melalui Erika, bahkan kami sampai menelpon ke kantor pusat hanya agar mereka menginfokan Cicil agar menghubungi kami.

Akhirnya pada tanggal 8 Juni ketika kantor buka saya diinfokan bahwa proses refund akan dilakukan dengan berbagai potongan yang jika ditotal sebesar lebih dari Rp 1,6 juta/pax:

  1. Potongan sebesar Rp 750 ribu per pax dengan alasan biaya admin
  2. Potongan sebesar 2% dari total refund dengan alasan biaya administrasi bank
  3. Potongan cashback sebesar Rp 500 ribu, karena ketika pelunasan kami mendapat cashback pembayaran dari Kartu Kredit.

Karena diawal janjinya jika tidak berangkat akan dikembalikan full, kami jelas menolak besarnya biaya potongan tersebut karena merugikan kami selaku konsumen.

Tetapi sampai hampir sebulan proses pengembalian kami tetap dipaksa untuk menerima pemotongan tersebut, dan jika kami tidak mau dipotong maka proses pengembalian uang kami tidak diproses.

Mengapa kami selaku konsumen yang beritikad baik dan percaya kepada Golden Rama Tour justru jadi dirugikan? jika konsumen yang membatalkan untuk berangkat tour maka konsumen akan kena penalti, dan jika terjadi keadaan memaksa seperti ini pun mengapa konsumen juga yang terkena penalti pembayaran? Jadi dari ibu saya dan kawan-kawannya, Golden Rama akan memotong uang sebesar Rp 6,4 juta yang mana itu bukan salah kami.

Sebagai tambahan, saya sendiri juga terdaftar sebagai peserta tour Golden Rama Tujuan Eropa Timur untuk tanggal keberangkatan 29 Maret 2020 yang juga gagal berangkat. Tetapi untuk dana saya sudah dikembalikan full kecuali potongan cashback kartu kredit sebesar Rp 500 ribu. Tetapi mengapa untuk ibu saya yang berangkat lebih akhir malah banyak variabel pemotongannya?

Terima kasih.

Risnafany Hartanto
Jakarta

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Golden Rama:
[Total:58    Rata-Rata: 3.7/5]
Tanggapan Golden Rama atas Surat Ibu Risnafany Hartanto

Menangapi surat pelanggan Ibu Risnafany Hartanto, Sesuai prosedur, sehubungan dengan pengembalian dana untuk pelanggan kami, telah diberikan 2 pilihan melalui...
Baca Selengkapnya

Loading...

Satu komentar untuk “Golden Rama Tour Mengecewakan, Memaksa Memotong Refund secara Sepihak

 Apa Komentar Anda mengenai Golden Rama?

Ada 1 komentar sampai saat ini..

Golden Rama Tour Mengecewakan, Memaksa Memotong Refund secara Sepihak…

oleh Risnafany Hartanto dibaca dalam: 2 min
1