Bank DBS “Cuek” Ketika Saya Memohon Restrukturisasi KTA

Saya pemegang KTA Bank DBS dengan no. 7800202892. Sejak bulan Juli 2020 saya mengajukan restrukturisasi KTA dengan ID 202008060189 dan ID 202007310290 (2 ID pelaporan saya lewat call center hilang).

Di bulan Maret – Juni 2020 saya dihubungi account officer DBS untuk restrukturisasi KTA pada saat itu perusahaan saya belum memotong gaji karyawan jadi saya belum tertarik. Sejak Juli perusahaan memotong gaji karyawan, saya berusaha untuk menghubungi collection bank DBS dan disuruh menghubungi CIO Bank DBS, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan.

Saya sudah gak mampu bayar seperti semula, apakah Bank DBS ingin saya menunggak pembayaran baru ada solusi? Jika saya menunggak pembayaran, maka saya tidak akan membayar dendanya, sebab saya sudah berusaha berulang kali untuk mengajukan restrukturisasi KTA saya, tapi tidak ditanggapi oleh Bank DBS sendiri.

Mohon Bank DBS segera menanggapi surat saya ini sebelum jatuh tempo pembayaran. Terima kasih.

Wassalam,

Pambudi Raharjo
Bekasi

NB: Terima kasih untuk Media Konsumen yang sudah menyediakan sarana bagi kami konsumen yang terlantar.

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank DBS Indonesia:
[Total:7    Rata-Rata: 2.1/5]
Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdr. Pambudi Raharjo

Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mediakonsumen.com. Melalui surat ini, kami...
Baca Selengkapnya

Loading...

25 komentar untuk “Bank DBS “Cuek” Ketika Saya Memohon Restrukturisasi KTA

  • 4 September 2020 - (08:34 WIB)
    Permalink

    Memang susah pak untuk DBS ini. Saya bahkan pengajuan sudah sejak April, baik melalui DC yg telepon, DC area atau via CS. Bahkan permintaan mereka untuk bayar 1x cicilan sebagai DP untuk memunculkan program restrukturisasi pun sudah saya bayarkan di bulan Juli 2020. Tetapi sampai detik ini yang muncul justru program pelunasan dari mereka. Hal ini juga sudah saya sampaikan di Media Konsumen, tetapi belum ada respon dari pihak DBS.

    • 4 September 2020 - (08:45 WIB)
      Permalink

      Padahal jawaban mereka di media konsumen seakan-akan mrk peduli, bank DBS benar2 bank mafia, kumpulan penjahat yg hanya memeras uang nasabah, mereka pun sdh ambil untung di muka, dengan cara menghitung bunga yg tinggi dr setiap pembayaran kita, jd setiap pembayaran kta, dihitung ulang utk ambil bunga tinggi dimuka, sebenarnya mrk ga rugi, kita nasabah yg rugi, kalo dihitung normal spt awal mrk tawari, hutang kita sdh hampir lunas. Masyarakat dirugikan spt ini ga ada perhatian dr OJK dan BI jg kah ? Atau bank DBS mafia bank jd sdh sogok OJK dan BI? Adakah bs menjawab semua ini?

  • 4 September 2020 - (09:50 WIB)
    Permalink

    Wah mantep byk jg korban kebiadaban dbs ya…emg bank dbs ga tau diri pak.Yg d restrukturisasi itu yg lancar byrnya krn tmn sy byrnya lancar mlh dtlp utk d tawarkan program restrukturisasi pdhl tmn sy jelas2 ga mau sedangkan sy yg minta restrukturisasi dari april smp skrg hasilnya nihil.Semoga byk korban dbs yg teriak2 d media konsumen ini

    • 4 September 2020 - (14:04 WIB)
      Permalink

      Mbak Ika, kalau restrukturisasi jatuhnya kita akan bayar lebih mahal. Kalau kita setuju untuk ambil, bank akan hitung dari sisa saldo pokok yang pastinya masih besar jumlahnya, karena mereka ambil porsi bunganya duluan di awal-awal tenor.
      Saya pun ditawari tambahan tenor, setelah dihitung malah bisa nambah 80% dari nilai pinjaman pokok awal.
      Kalau ditanya program relaksasi seperti yang OJK dan Pemerintah umumkan, pasti jawabannya selalu tidak ada, adanya hanya restrukturisasi penambahan tenor saja atau pelunasan lebih awal. Padahal di website mereka infonya mendukung program ini. Memang bikin bingung.

      • 4 September 2020 - (14:22 WIB)
        Permalink

        Iya mba emg gila ini bank dbs,sama sekali ga kasih keringanan untuk nasabah covid,pdhl sblm covid sy sm sekali ga pernah telat,krn keadaan sy yg d rumahkan tnp gaji jdnya susah utk bayar,sdh coba minta solusi dari galbay 2 bln tp blm ada program tsb,mlh sy dksh solusi utk pelunasan.Kan bank ga pny otak org sy minta keringanan mlh dsrh ngelunasin…hadehh

      • 15 September 2020 - (11:29 WIB)
        Permalink

        mba diah mba ika mba christy pak freddy.
        mohon info. bagaimana kelanjutan ddngan DBS nya?

        • 16 September 2020 - (13:25 WIB)
          Permalink

          Selamat siang mba Ayu, suami saya sdh di Tel dan sdh mendapat respon positif dari bank DBS utk rekstrukturisasi, kami disuruh tunggu, 3hr sebelum jatuh tempo ada surat kredit baru, trus kata mrk bs dibayar sesuai cicilan baru mba, gitu. Terima kasih atas perhatiannya mba,🙏🙏🙏

          • 16 September 2020 - (13:31 WIB)
            Permalink

            wah alhmdllh mba christy.
            perhitungannya merugikan atau ga mba?
            smga lancar ya mba sampai lunas.

        • 17 September 2020 - (11:13 WIB)
          Permalink

          Hi Mbak Ayu,

          kemarin menerima sms bahwa ada diskon khusus dan diminta menghubungi bagian collectionnya. Saya belum telp kembali, tapi sepengetahuan saya ini diskon khusus untuk pelunasan lebih awal.
          Kalau seperti itu agak sulit juga karena dananya sudah pasti belum ada untuk pelunasan.

      • 23 September 2020 - (16:48 WIB)
        Permalink

        Hallo mba Diah,
        Saya jg dpt sms lagi diskon spesial tagihan anda tp blm saya telpon. Pikiran saya sama spt Mba Diah, ini cuma untuk pelunasan. Gimana mau byr lunas buat yg cicilan tetap bulanan saja sdh ga sanggup. Aneh memang DBS, kita yg masih punya itikad baik mau bayar sesuai kemampuan tp ga dikasih. Tunggu aja sampai kondisi normal baru dibayar itupun sesuai cicilan saat ini.

        • 30 September 2020 - (09:27 WIB)
          Permalink

          Hi Mbak Dini,

          kalau boleh tahu sudah masuk keterlambatan berapa bln mbak? saya bulan ini masuk 5, dan FC sdh dtg antar surat ke rumah per hari ini.

          • 30 September 2020 - (10:06 WIB)
            Permalink

            Hallo mba Diah

            mba FC itu apa mba? datang nya sopan ga mba?

            aku malah beberapa hari lalu d ancam mau d krm DC mba keterlambatan 6bln katanya dan katanya aku ga pernah bayar selama 6bln padahal aku trf terus mba tiap bulan wlpn cm 50% dari tagihan.

  • 30 September 2020 - (10:12 WIB)
    Permalink

    Hi juga mba Diah, sdh 6 bln mba sejak April dan sampe skrg blm bayar udah ga sanggup. Pekerjaan masih blm stabil ga ada pemasukan yg ada gaji dipotong. Masih tetap ditelponin dan udah 3 kali dpt sms diskon spesial tp belum saya hubungi mengingat uangnya blm ada krn sepertinya itu untuk pelunasan. Untuk cicilan tetap perbulan saja sulit apalagi byr lunas. DBS memang saklek. Suratnya disuruh byr lunas atau apa Mba?

    • 30 September 2020 - (10:21 WIB)
      Permalink

      Hi Mbak Dini,

      surat belum saya baca karena diantar ke rumah. besok janjian dengan FCnya ketemu di kantor. nanti mau coba ngobrol saja dulu dengan beliau.
      Tapi sejauh ini kalau yang diinfokan sama DC yang telp dan yang datang, memang hanya ada opsi pelunasan awal, hapus denda keterlambatan dan restrukturisasi tambah tenor (tapi restrukturisasi ini yg berat karena malah nambah hutangnya). Kalau relaksasi sesuai OJK dan BI malah belum ada infonya.

    • 30 September 2020 - (10:22 WIB)
      Permalink

      Mba dini

      sharing mba…
      mba tapi ga di samperin dc ya?
      aku sampe capek mbaaa di telp ditanya hal yg sama mulu

  • 30 September 2020 - (10:17 WIB)
    Permalink

    Hi Mbak Ayu,

    DC lapangan Mbak, saya tidak ketemu langsung karena posisi ada di kantor, beliau datang ke rumah. Besok janjian bertemu di kantor saya plannya. Sejauh ini sopan mbak, belum tahu besok seperti apa.
    Kalau diinfokan tidak pernah bayar selama 6 bulan, coba mintakan outstanding history dan payment historynya mbak, meskipun mungkin akan sulit, soalnya saya sudah pernah minta tapi tidak diberikan. Sama mbak bisa cek di SMS resmi dari Bank DBS, kalau ada pembayaran masuk, system akan kirim notif ke nomor terdaftar, bisa dipakai untuk bahan acuan juga. Saya sudah 3 bulan terakhir hanya sanggup 10-25% per cicilan bulanan mbak. makanya masuk keterlambatan 5 bulan untuk bulan Oktober nanti.

    • 30 September 2020 - (10:21 WIB)
      Permalink

      Mba diah

      ya mba diah aku juga print out rek koran juga. cuma terakhir yg telp kayaknya dari agency nya deh jadi songong mba. aku dibilang ga prnh bayar.
      mba diah smga bsk bs negosiasi berjalan dengan lancar ya mba dan ga macem macem tuh DC lapangan.

      • 30 September 2020 - (10:24 WIB)
        Permalink

        Mbak Ayu,

        Terimakasih mbak, semoga ada sedikit titik penyelesaian besok, kalau sama solusinya dengan yang telp, yah agak bingung juga.
        Kondisi overall juga sedang serba sulit semuanya.

      • 1 Oktober 2020 - (15:12 WIB)
        Permalink

        Hi Mbak Ayu, ternyata masih sama solusinya, dibayarkan 1 bulan terlebih dahulu dan cuma dikasih waktu 2 minggu. nanti akan datang lagi untuk konfirmasi ulang. jadi kedepannya deskcoll tidak akan hubungi dan langsung dihandle sama fieldcollnya.
        serba bingung jadinya, karena polanya nanti kalaupun saya bisa bayar 1 bulan dahulu, bulan berikutnya akan tetap ditagihkan 1 bulan lagi. karena dianggap masih mampu bayar.

        • 1 Oktober 2020 - (15:40 WIB)
          Permalink

          mba diah..

          berapa orang mba yg datang?
          mereka sesuai sop ga mba?

          hmm…
          emg DBS kacau…mba diah milih bayar apa engga?btw pake ancaman mempermalukan g?kmrn aku chat ma OJK di wa.klo mereka bertindak seperti itu.ada bukti.silahkan dilaporkan katanya.

          • 1 Oktober 2020 - (16:08 WIB)
            Permalink

            Mbak Ayu,

            sejauh ini masih sesuai SOP OJK, tapi tetap saja patokan utamanya adalah SOP internal bank.
            Kalau ancaman sih belum ada mbak, hanya sedikit tekanan saja karena kalau lewat 150 hari masuk ke eksternal infonya, dan ini yang mungkin lebih ketat (ekstrem) cara penagihannya.
            Ada saran juga dari beliau untuk pembayaran sebaiknya difullkan nominal 1 bulan jangan dicicil agar terbaca disystem.

  • 30 September 2020 - (10:33 WIB)
    Permalink

    Mba Ayu, blm ada yg dtg. Waktu masuk 3 bln memang ada yg dtg k kantor tp ga ketemu. Telpon sih masih rutin tp saya ga angkat malas debat krn mereka juga ga bisa kasih solusi. Intinya saya tetap beritikad baik mau byr tapi minta dibantu keringanan byr sesuai kemampuan tiap bulannya. Sejak April ajuin restruktur memang sudah saya pikirkan kalo tenornya tambah pasti pinjaman jd lebih besar dari sebelumnya . Sekarang pikirin buat kebutuhan sehari-hari dulu mba. Trus sampai skrg Mba Ayu msh tetap byr meskipun ga sesuai nominal, hitungannya gmna Mba berkurang ga ?

    • 30 September 2020 - (12:04 WIB)
      Permalink

      Mba Dini…klo ke kantor mereka nagihnya resek ga mba?
      berkurang mba din.jdi gni mba. kan misal cicilanku 4jt slama 24bln. keseluruhannya misalnya 96jt. yang dah masuk misalnya 50jt. sisa 46jt(udh termasuk bunga) ya brati.klo aku cicilnya 2jt perbulan akan mengurangi si 46jt itu tp denda keterlambatan tetap keitung yaitu 291rb perbulan. klo DC yg baik suka nawarkan d hapuskan. kadang ada yg medit mba.

      • 30 September 2020 - (14:17 WIB)
        Permalink

        Mba Ayu, tempo hari ga ktemu saya. Itu 3 bln setelah galbay, awal Juli. Besokkannya dia nelpon dan kirim link Covid-19, sptnya baik orgnya. Kesininya udah beda-beda org lg yg nelpon dan tuntutannya disuruh byr 1 bln dulu. Berhubung saya blm ada uangnya jd blm bisa dibyrkan. Dari awal saya ga pernah diberi tahu klo syaratnya hrs byr 1 bln tp langsung ditawarin restruktur mau ambil tenor yg brp lama. Mba, nanti kalo ada info terbaru sharing lg ya.

        • 30 September 2020 - (14:22 WIB)
          Permalink

          Mba dini.

          ok mba. ya mba barusan aku jg email ke BI n OJK. di respon.
          klo sampe DC mereka melanggar aturan silahkan dilaporkan katanya dan aku disarankan minta keringanan.

          ya mba nanti aku komen di thread mba dini ya.

 Apa Komentar Anda mengenai Bank DBS Indonesia?

Ada 25 komentar sampai saat ini..

Bank DBS “Cuek” Ketika Saya Memohon Restrukturisasi KTA

oleh Christy Deswati dibaca dalam: 1 min
25