Keberatan atas Tagihan Kartu Kredit Bank UOB

Selamat siang,

Sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa ini adalah kali kedua saya mengirimkan surat melalui Media Konsumen perihal keberatan saya akan tagihan kartu kredit UOB saya. Surat pertama saya sudah ditanggapi oleh pihak Bank UOB dengan sangat baik, sudah ada pihak Bank UOB yang menghubungi saya untuk melakukan mediasi perihal keluhan saya.

Jadi setelah pihak UOB menghubungi saya, ada petugas bank yang menghubungi saya dengan inisal D menanyankan kepada saya kendala apa yang saya alami sehubungan dengan pembayaran KK saya. Untuk yang kesekian kalinya saya jelaskan ke beliau perihal masalah yang saya hadapi dan akhirnya beliau mengerti dan menanyakan berapa kemampuan saya perbulan untuk bisa membayar cicilan KK saya.

Saya sampaikan ke beliau bahwa setiap bulan saya hanya mampu membayar di angka 500 ribu sesuai yang sudah saya sampaikan ke petugas OUB lainnya yang sudah menelpon saya. Beliau memberikan solusi ke saya supaya seluruh tagihan KK saya dijadikan cicilan tetap saja supaya tidak memberatkan, dengan memberikan opsi tenor dengan jangka waktu 2 tahun, 3 tahun dan 4 tahun.

Dikarenakan kemampuan saya di angka 500 ribu saja, maka saya sepakat untuk ambil di tenor 3 tahun dengan cicilan perbulan Rp572.100. Sebagai informasi bahwa tagihan terakhir saya di angka Rp16.100.000. Setelah dipotong pembayaran Rp1.600.000 menjadi Rp14.500.000, ditambah biaya lain lain (saya kurang paham) sehingga diputuskan cicilan saya sebesar Rp572.100 perbulan selama 3 tahun.

Saya sempat menanyakan mulai kapan saya harus bayar dan tanggal berapa saya harus bayar. Beliau mengatakan sesuai tanggal jatuh tempo KK saya. Akhir bulan Juni saya melakukan pembayaran pertama saya, karena saya ingatnya JT KK saya setiap tanggal satu, maka akhir bulan saya langsung bayarkan cicilan pertama saya untuk bulan Juli.

Saya juga sempat tanyakan ke beliau bagaimana jika di tengah jalan uang pesangon saya cair dan saya lunasi seluruh pinjaman saya, apakah saya tetap dikenakan bunga atau hanya pokok pinjaman saja? Beliau mengatakan bunga tetap harus dibayar karena kali ini bunga dikenakan menggunakan sistem bunga flat. Kalau tidak salah beliau sebutkan di angka 1,8% per bulan.

Yang menjadi pertanyaan saya, sampai saat ini hampir tiap hari saya ditagih oleh petugas bank yang mengatakan bahwa pembayaran saya kurang dari jumlah yang ditagihkan menurut sistem mereka. Saya sudah jelaskan bahwa saya sudah deal dengan Bapak D bahwa saya diminta bayar di angka Rp572.100 dan sudah saya bayarkan. Akan tetapi sudah dua bulan ini saya terima billing statement dari UOB yang di situ tertera bahwa tanggal JT immedietly, ada denda keterlambatan sebesar 100 ribu dan masih dikenakan bunga lagi kurang lebihnya 250 ribuan.

Info dari Bapak D bahwa angka Rp572.100 sudah termasuk bunga, tapi kenapa di billing statement-nya masih muncul bunga dan biaya keterlambatan? Padahal saya selalu bayar sebelum JT KK saya di tanggal 5 setiap bulannya. Memang saya akui saya sering ditelepon oleh nomer-nomer yang tidak saya kenal dan tidak pernah saya angkat karena HP saya rusak jadi volume suara tidak keluar. Jadi saya hanya tahu dari recordnya saja kalau ada banyak telepon masuk. Mungkin itu nomor dari pihak Bank UOB yang setiap bulannya melakukan penagihan ke saya.

Mohon bantuan pihak terkait informasi mana yang harus saya ikuti karena informasi yang saya terima dari petugas satu dan petugas yang lain tidak ada yang sama. Salah saya adalah saya tidak rekam semua percakapan saya sehingga saya tidak ada bukti. Informasi dari salah satu petugas bank bahwa permohonan keringanan saya ditolak. Kalau memang benar ditolak, tidak ada konfirmasi apa-apa dari pihak bank dan jika saya tetap diharuskan membayar di full payment seperti ditagihkan, terpaksa saya sampaikan untuk yang keseratus kalinya saya tidak sanggup, sebelum uang pesangon dari perusahaan saya cair.

Mohon saya dibantu untuk tetap membayar sesuai kemampuan saya di angka Rp572,100 seperti yang diinfokan pak D ke saya, sambil menunggu uang pesangon saya cair maka seluruh hutang saya akan saya lunasi. Bukankah saya sudah punya itikad baik untuk tetap membayar hutang saya meskipun dengan cara dicicil dan saya juga tidak lalai dengan kewajiban saya untuk membayar setiap bulannya?

Bukannya jumlah yang disampaikan ke saya sebesar Rp572.100 setiap bulan sudah termasuk bunga?Sebab jika dihitung secara kalkulator saja saya harus bayar Rp 572.100 x 36 = Rp20.595.600, sedangkan sisa hutang saya kurang lebihnya di angka 15 jutaan. Kalau setiap bulan masih dikenakan biaya keterlambatan dan biaya bunga lagi, saya harus bayar berapa lama? Sebagai tambahan info bahwa KK saya sudah saya gunting dan saya tidak akan pergunakan lagi, jadi saya akan selesaikan kewajiban saya untuk membayar seluruh hutang saya.

Demikian yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas bantuannya.

Salam,

Neneng Mariyati
Sidoarjo, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank UOB Indonesia:
[Total:15    Rata-Rata: 2/5]
Tanggapan Bank UOB Indonesia atas Surat Ibu Neneng Maryati

Dengan hormat, Menanggapi surat pembaca yang disampaikan oleh Ibu Neneng Maryati yang dimuat dalam rubrik Surat Pembaca Mediakonsumen.com pada tanggal...
Baca Selengkapnya

Loading...

6 komentar untuk “Keberatan atas Tagihan Kartu Kredit Bank UOB

  • 1 Oktober 2020 - (18:39 WIB)
    Permalink

    Jika ibu mendapat jawaban dari pak D. Maka ibu bisa mengkonfirmasikan lagi dengan beliau. Dan apa jabatan pak D di bank tsb. Semoga beliau jg adalah petugas pengambil keputusan. Sehingga apa yg di ucapkan dapat di pertanggungjawabkan.

  • 2 Oktober 2020 - (12:15 WIB)
    Permalink

    sebenarnya sudah saya coba hubungi di no telp yang pernah kontak saya tp susah masuk,sampai saya tanyakan lagi di customer care banknya dan sudah dibuatkan laporan namun informasinya untuk kasus saya sudah dilimpahkan ke pihak 3 karena status saya KK di blokir permanen namun tetap dibuatkan laporannya supaya dapat ditindak lanjuti, saya juga sudah sampaikan ke petugas- petugas yang menghubungi saya agar mengkonfirmasi ulang ke Pak D tersebut dan jawabannya hanya baik akan saya konfirmasi namun tetap saja petugas bank masih melakukan penagihan by phone .tp kemarin sudah ada pihak bank yang mengubungi saya untuk mengkonfirmasi ulang dan akan dibantu untuk selesaikan

    • 16 Oktober 2020 - (22:18 WIB)
      Permalink

      Gini bu, kesepakatan cicilan itu diomongin lisan atau tertulis? Ada bukti tertulis ga penawaran tagihan dicicil penuh? Yang saya liat sayang banget itu uang ibu kebuang sia2 buat bayat bunga dll. Bakal panjang kalau dijelasin di sini, tp coba deh ibu buka bdjkk.id daftar di sana. Keluar uang 1,1 juta buat belajar ilmunya tp bisa hemat 7 juta minimal.

  • 2 Oktober 2020 - (13:23 WIB)
    Permalink

    https://www.wartaekonomi.co.id/read306978/direktur-utama-bank-uob-indonesia-ajukan-resign-ini-rekam-jejak-kevin-lam

    Kelihatannya akhirnya putus asa juga orang dari negara asli bank ini, di tingkat pemerintahan serba tidak jelas tidak ada kepastian hukum & peraturan, di tingkat bank nya sendiri susah mengubah segala budaya & kebiasaan buruk, termasuk cara kerja yang tidak profesional & jalur komunikasi yang tidak berjalan antar segala bagian/divisi.

    Bisa jadi sebentar lagi di bank Singapur satunya (yang lebih “terkenal” di MK ini) juga bakal terjadi hal serupa.

 Apa Komentar Anda mengenai Bank UOB Indonesia?

Ada 6 komentar sampai saat ini..

Keberatan atas Tagihan Kartu Kredit Bank UOB

oleh Neneng dibaca dalam: 3 min
6