Tanggapan Home Credit atas Surat Ibu Erniwati

Yth. Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com,

Sehubungan dengan keluhan dari Ibu Erniwati di MediaKonsumen.com pada 10 Oktober 2020 di kolom Surat Pembaca dengan judul “Home Credit, Tolong Berhenti Meneror Anak Saya” maka dengan ini kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Ibu Erniwati.

Kami telah melakukan investigasi internal lebih lanjut sehubungan dengan keluhan yang disampaikan oleh Ibu Erniwati, yakni terkait dengan kegiatan penagihan yang kurang berkenan kepada pihak keluarga yang dijadikan kontak referensi.

Sebagai upaya kami untuk menyelesaikan keluhan tersebut, kami sudah menghubungi Ibu Erniwati untuk menyampaikan permohonan maaf dan juga menginformasikan bahwa saat ini nomor telepon dari anak Ibu Erniwati telah kami hapus dari sistem data pelanggan Home Credit Indonesia.

Kami terus berusaha untuk memperkuat kualitas pelayanan kami. Apabila Ibu Erniwati masih memiliki pertanyaan seputar Home Credit, silakan menghubungi kami melalui email ke care@homecredit.co.id dan akun media sosial kami @HomeCreditID (Facebook/Twitter/Instagram).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, atas perhatian dan dimuatnya surat tanggapan ini kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,

PT Home Credit Indonesia
Nur Rahmah Sari
PR and Communications Manager

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tanggapan Home Credit:
[Total:242    Rata-Rata: 1.9/5]
Home Credit, Tolong Berhenti Meneror Anak Saya!

Kepada Pimpinan Home Credit di Mataram, dan juga seluruh petinggi Home Credit di manapun berada. Perkenalkan nama saya Erni, saya...
Baca Selengkapnya

Loading...

16 komentar untuk “Tanggapan Home Credit atas Surat Ibu Erniwati

    • 14 Oktober 2020 - (08:27 WIB)
      Permalink

      Ngomong haram haram kalau ngga bisa bayar, terus ditagih dc, dipermalukan baru bilang haram.
      Tapi pas ditawari pinjem duit tetep mau.

      • 14 Oktober 2020 - (15:29 WIB)
        Permalink

        Mau karena blm tau kejam ny hom kredit seperti apa…
        Kan mereka mencari konsumen..
        Sesudah dpt malah d kejar2 kaya malin uabg puluhan juta aj

    • 14 Oktober 2020 - (10:54 WIB)
      Permalink

      Sy jg nyesel pjem homekre, saban hr nagih ,gk tau wktu,apa gak ada bates wktu jam kerja ya,gk pagi siang mlm.nelp .. Blm Lg yg dtg krmh,,pdhl udh byr,masa iya gw hrs byr sebulan 2x smpe saking pusing nya gw matiin no hp,ujg2 abis masa tenggang kartungw krn homekredit ini nagih trs, mndg gk ush pjem dsni deh,

      11
      1
  • 14 Oktober 2020 - (09:04 WIB)
    Permalink

    Mmg home credit mengecewakan, saya bantu teman kantor ambil kulkas karena beliau perantauan. Pembayaran ke home credit jg lancar ga pernah telat. Tp saya diteror setiap hari.

  • 14 Oktober 2020 - (09:07 WIB)
    Permalink

    Sy kapok dn gak mau terulang lg pinjam di home Credit, untuk yg lain jgn sampai masuk lingkaran setan.

    10
  • 14 Oktober 2020 - (09:43 WIB)
    Permalink

    Saya juga pengalaman, walau adik saya yang pinjam. Bukan ke personelnya karena mereka hanya menjalankan tugas. Tetapi mungkin lebih karena sistem penagihannya ya. Sejak telat sehari, mereka akan menelpon pagi, siang, sore, malam tiap hari sampai dilunasi. Bukan untuk mengabarkan tetapi meminta kita mbantu melunasi. Ini yang agak “unik” bagi saya. Mungkin kalau sistemnya diperbaiki, imagenya bisa lebih baik.

  • 14 Oktober 2020 - (10:01 WIB)
    Permalink

    Terkadang ada hal” yg membuat tidak nyaman terhadap Nasabah di semua Finance yg mempunyai story Payment yg kurang baik/Bad, Semua adalah sebab Akibat,
    Cara penanganan dampak dari Pola Bayar.

    Bahkan ada yg merasa bangga karena sudah membayar angsuran, Padahal membayar sampai Lunaspun adalaha kewajiban yg sang Nasabah, Tidak ada yg istimewa utk 2 hal tersebut.

  • 14 Oktober 2020 - (15:07 WIB)
    Permalink

    Saya juga pernah, perjanjian kontrak 10 bulan setelah lunas timbul tagihan 2 bulan.
    Masud saya kalau memang 12 bulan mau yang Banyakan bilang 12 dari awal
    Jangan bilang 10 tapi tagihan 12 bulan udah gitu janji dapat potongan 1 bulan kalau tepat waktu saya tidak harapkan itu tapi konsisten
    Yang lain kalau 10 ya 10.
    12 ya 12.

  • 14 Oktober 2020 - (15:50 WIB)
    Permalink

    Lagi lagi permintaan maaf atas ketidaknyamanan. Harus sampai berapa kali???
    Telp sampai puluhan kali mulai dari jam 8 pagi s/d jam 21.30, mungkin bisa ratusan kali, padahal jatuh tempo masih 3 hari lagi.
    HCI itu kerjasama dengan pihak ketiga PT.PAP di JL Tebet,Jakarta Selatan untuk penagihannya. Mayoritas orang seberang yang tidak tahu tata cara penagihan dan lebih parahnya tidak mempunyai Sertifikat penagihan dari pihak terkait.
    Saya pernah berurusan kok. Ribut mulut, yang akhirnya pelecehan thd istri saya. Besoknya saya samper ke kantor terkait, hanya lempar sana lempar sini, ujungnya dari sana dipersilahkan mengadukan ketidaknyamanan kepada HCI.

  • 15 Oktober 2020 - (01:07 WIB)
    Permalink

    kalo bisa cari pinjol lain aja deh.
    HCI itu hitungannya gila.
    pinjam 12 juta. cicilan 905rb x 30.
    total 27.150rb. itu cara hitungnya dr mana? omongan marketingnya cuma 12. kenapa pas sudah terima uang. bunyi kontraknya bukan 12 bulan tp 30 bulan? korbannya temen saya a/n eny maisaroh.

  • 15 Oktober 2020 - (23:55 WIB)
    Permalink

    Nyesel lah pokoknya… utang ga seberapa, nahan nanggung sekeluarga. Oalahhh, parahlah. Saya saranin, ga usah ngutang. Itu aja intinya, kalopun ngutang ya ke bank aja emang agak ribet sih.

 Apa Komentar Anda mengenai Tanggapan Home Credit?

Ada 16 komentar sampai saat ini..

Tanggapan Home Credit atas Surat Ibu Erniwati

oleh Home Credit Indonesia dibaca dalam: 1 min
16