Penagihan DC Kredivo yang Meresahkan

Lagi-lagi saya menulis tentang Kredivo, tetapi tidak ada perbaikannya sama sekali. Banyak nasabah Kredivo yang mengeluhkan penagihan Kredivo terhadap nasabahnya. Katanya terdaftar di OJK, tetapi cara penagihan Kredivo sudah keterlaluan dan tidak ada perbaikan.

Kredivo benar-benar seperti pinjaman/kreditan yang ilegal, menyadap nomor telepon dan menelepon nomor yang ada di kontak. Kredivo bahkan mengambil nomor telepon yang tertera di nomor kontak pengiriman yang ada di akun Tokopedia saya, sampai pihak Kredivo juga WA teman saya.

Kredivo mengancam saya untuk menempuh pihak jalur hukum perdata atau pidana. Sedangkan waktu itu kepada pihak Kredivo (saya lupa nanya nama), saya sudah menjelaskan bahwa saya di-PHK oleh kantor dan tidak ada sama sekali pemasukan. Saya minta keringanan atau solusi agar saya ringan membayarnya, tetapi tidak ada tanggapan atau solusi satupun yang diberikan ke saya.

Saya tahu saya sedang ngutang di Kredivo dan belum membayarnya beberapa bulan. Akan tetapi saya sedang berusaha mencari dananya. Saya tidak akan lari dari tanggung jawab atas utang saya.

Atikah Ulfah
Tangerang Selatan, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Kredivo:
[Total:139    Rata-Rata: 2/5]
Tanggapan Kredivo atas Surat Ibu Atikah Ulfah

Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kesetiaan pengguna Kredivo. Menanggapi surat konsumen yang ditulis oleh Ibu Atikah Ulfah...
Baca Selengkapnya

Loading...

40 komentar untuk “Penagihan DC Kredivo yang Meresahkan

  • 26 Oktober 2020 - (12:33 WIB)
    Permalink

    Kok saya baca nya miris ya, mba bilang udah berkali kali nulis di media konsumen, kalo masih ada hutang tetep di tagih atuh mba, kok gak malu mba nya.

    Kalo dari kacamata saya, ini bicara tanggung jawab sih mba, hukum sebab akibat nya sudah jelas, masih ada hutang ya pastinya ada penagihan, beda ceritanya kalo mba udah gada utang terus masih di tagih. Di luar mba bilang lagi cari dananya ya itu udah masuk tanggung jawab dan keharusan untuk bayar sih mba.

    Saran dari aku, posisi kita emang sebagai konsumen, but must be smart ya 🙂

    8
    61
      • 26 Oktober 2020 - (13:32 WIB)
        Permalink

        Setuju dgn ardi wibawa, utang ya bayar. Waktu ketika utang ya harusnya sudah tau resikonya.

        2
        24
    • 26 Oktober 2020 - (13:33 WIB)
      Permalink

      @bro Ardi , Ts kan udah bilang ” Saya minta keringanan atau solusi agar saya ringan membayarnya, tetapi tidak ada tanggapan atau solusi satupun yang diberikan ke saya ” ini kan sudah ada bentuk tanggung jawab dari Ts. Anda ini konsumen atau DC kredivo sihh..

      24
      1
      • 26 Oktober 2020 - (14:48 WIB)
        Permalink

        Dia DC kredivi om tapi jadi DC cuma modal nekat Ama tampang serem tapi ga tau apa” maklum kosong Wak kakakakakakkaakakka

        17
        1
    • 26 Oktober 2020 - (14:46 WIB)
      Permalink

      Wak kakakakkaka bos kalo anda DC pelajarin dulu tu tulisanya intinya menanyakan cara tagih yg menyadap hp dan menghubungi no di luar kontak darurat bukan masalh hutangnya klo soal hutang emang harus di bayar karna itu wajib anda klo DC tau ga SOP nya apa cuma modal berani aja tapi ga tau apa” hahahahahahhaha kosong

      21
      2
      • 26 Oktober 2020 - (18:50 WIB)
        Permalink

        Maaf itu bukan menyadap. Ketika install aplikasi apapun pasti ada peringatan bahwa minta ijin untuk akses misalnya, kontak, kamera dll. Kl tdk diijinkan ya tidak jadi install. Gitu. Kl setuju ya itu resikonya, mereka bisa akses kontak dll.

        3
        12
        • 26 Oktober 2020 - (18:59 WIB)
          Permalink

          Ya bos mereka bisa membaca kontak sikamera tapi ga boleh menghubungi kontak lain selain kontak darurat bos kalo mereka menghubungi selain kontak darurat itu ga di benarkan bos lagian menurut peraturan OJK yg legal itu boleh akses kontak tapi ga boleh menyebarkan atau menghubungi selain kontak darurat

          16
          2
        • 27 Oktober 2020 - (16:41 WIB)
          Permalink

          tapi di kontrak itu jelas dibilang bila pihak peminjam tidak akan menyebar luaskan data2nya..baca saja undang undang fintech..dia menjelaskan bagi perusahaan fintech yang melakukan pelanggaran berupa penyeberan data pribadi dapat dikenakan Pasal 32 juncto (jo) Pasal 48 UU No. 11 Tahun 2008 Juncto UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian, pengancaman perusahaan fintech terhadap nasabah dapat dijerat dengan Pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 29 jo Pasal 45B UU ITE

          Kalau mau komen yang berwawasan pak.

    • 26 Oktober 2020 - (14:59 WIB)
      Permalink

      Anda harus baca lagi dengan baik, dia sudah tidak bekerja dan dia masih mau bertanggung jawab dg mencari solusi keringanan cicilan tapi pihak kredivo tidak menanggapinya. Menurut sy kl pihak kredivo mau mengancam jalur hukum hadapin aja ba. Biar diliat gmn hasilnya, emang ke pengadilan ga makan biaya dan waktu. Dan kl ba emang bener ga sanggup jg di pengadilan akan di kasih solusinya, ga mkn di pidana.

      20
      1
      • 26 Oktober 2020 - (15:27 WIB)
        Permalink

        @Dwi

        Dia sudah tidak bekerja. Tapi malah menghambat pekerjaan orang lain.

        DC Lapangan itu bekerja untuk mendatangi, menagih, mancaci maki, itu tugas pokok mereka.

        Tidak ada yang bisa di buat adil karena mereka sama sama salah. DC salah karena nasabah salah.

        Jika anda bukan bagian dari DC atau bukan bagian dari Nasabah galbay, anda pasti satu pendapat dengan saya.

        Mereka itu (nasabah dan DC) sama sama sumber kegaduhan.

        Sudah membuat gaduh dirumah, ini malah membuat gaduh di ranah publik.

        Berkali kali membuat surat di media konsumen, berkali kali membuat gaduh. Dan sumber pengadu domba pembaca.

        2
        18
        • 28 Oktober 2020 - (13:13 WIB)
          Permalink

          Yg bikin gaduh anda kayanya.. harusnya ada baca dulu yg bener, dia udah minta keringanan dan ga ada niat kabur. Dan liat donk dia juga udah nyicil itu utangnya.. dr 3jtaan jadu sisa 2 jutaan.. kalo baca jangan setengah tengah pak e.. bod*h ko dipiara

      • 27 Oktober 2020 - (05:32 WIB)
        Permalink

        8emng seperri itu kredivo….itu mh dc ny…. Mengkanya d baca dulu bos ajngn asal nyamber aj ky petir…. Kredivo kg sesuai ojk…. Cara penagihanny….

        2
        1
    • 26 Oktober 2020 - (22:28 WIB)
      Permalink

      Turut prihatin.. smoga cepat keluar dari masalahnya ya mba atikah.. jika mrk mau memakai jalur hukum, iyakan saja mba, jgn takut, mrk yg membayar biaya perkara karena mrk yg menuntut, dan pengadilan akan memeriksa kasus anda nantinya, apabila memang dinyatakan tidak sanggup, maka hutang anda akan lunas, atau bayar semampunya saja.

    • 26 Oktober 2020 - (23:43 WIB)
      Permalink

      Berkacamata bro lu udah siwer liat kata katanya solusi untuk keringanan membayar.ya kalo utang udah pasti tanggung jawab kalo ke adaan ga punya uang Lo mau nanggung kalo ngomong gampang kenyataan nyari uang sekarang lagi pademi mas bro…

    • 27 Oktober 2020 - (13:39 WIB)
      Permalink

      Ardi wibawa surat tugas mu sebagai DC kredivo mana…? Anda berkerja ilegeal atau legal dr kredivo…??? akan saya investigasi ke pihak kredivo jika nama anda tidak terdaftar sebagai staf karyawan kredivo, team kami siap akan proses penangkapan jika melakukan pengancaman atau perbuatan tidak menyenangkan inget ada pasal pasal yg bisa menjerat dr perdata ke pidana baik DC lapangan berstatus tidak terdaftar di perusahaan tsb.!!!

    • 27 Oktober 2020 - (16:11 WIB)
      Permalink

      Coba coba datang kemari..cuma perihal nagih utang pinjol cuma segitu.. siap 2 aj…warga disini sudah stndby….siap siap pulang tinggal nama Lo DC.

  • 26 Oktober 2020 - (14:20 WIB)
    Permalink

    Sy sudah pernah alami hal seperti ini dengan kata lain pihak kredivo tidak akan mentoleransi situasi keadaan disaat pandemi seperti ini, saya ikut bersimpati dengan keadaan mba atiqah, saran saya segera bayar karena denda akan terus berjalan dan situasii akan semakin rumit dengan bi-checking yg akan semakin mempersulit apabila akan melakukan pinjaman, semoga ada solusi buat mba atiqah

    • 26 Oktober 2020 - (18:53 WIB)
      Permalink

      Skrg ga cuma yg hutang d kejar atau d telp penagih. Tapi yg ga ada sangkut paut utang piutang juga d telp dan d SMS. Blom tentu yg d telp kerabat atau tmn bisa aja sales atau apa. Bikin masalah aja tu penagihan. Horor ini

  • 26 Oktober 2020 - (15:07 WIB)
    Permalink

    Kredit tanpa agunan, bukan berarti tanpa agunan sama sekali.

    Yang di agunkan itu ya data pribadi kalian itu.

    Pinjam pada KTA Fintech, sama saja kalian menjual data pribadi anda.

    Data pribadi anda sudah menjadi milik Fintech, walaupun hutang kalian sudah lunas. Data pribadi kalian tetap tersimpan di database Fintech. Data pribadi anda itu sudah menjadi hak milik mereka.

    Kalau sudah menjadi hak milik ya bebas saja mereka mau ngapa ngapain dengan hak milik mereka.

    Makanya, Tuhan sangat mengHaramkan praktek hutang seperti ini. Karena sangat kejam, dan kejamnya tak berujung. Beneran deh, kejamnya tak berujung.

    Malah ada yang hutangnya sudah lunas, beberapa tahun kemudian muncul masalah baru, data pribadinya dipakai oleh oknum untuk mencairkan pinjaman di aplikasi lain.

    Rasakanlah azab yang pedih itu, tidak ada seorangpun yang bisa membantu.

    Para pendukung anda itu sama bermasalahnya seperti anda. Disini saja mereka bisa koar koar seperti punya kekuatan. Namun nyatanya, mereka sama saja seperti anda, gelisah setiap saat, terhina setiap saat.

    Lingkungan sudah hapal dan tak akan pernah bakalan lupa, pada kalian kalian manusia yang pernah di kejar kejar penagih hutang. Memalukan.

    Memang anda tidak salah hutang karena terpaksa. Tapi ya seharusnya terima saja di permalukan dan jangan koar koar di media. Koar koarnya hanya boleh saat hutang anda sudah lunas.

    Jika hutang anda sudah lunas, anda dipersilahkan untuk menceritakan pengalaman pahit anda pada Fintech itu. Namun jika belum lunas seperti ini ya lunasi dulu lah.

    2
    10
    • 26 Oktober 2020 - (17:46 WIB)
      Permalink

      gw malah mempertanyakan orang orang yg selama ini membawa bawa atas nama ummat,, gak ada apa niat membantu ummatnya yg susah kaya gini? bikin pinjaman yg tanpa riba,, padahal gw lihat mereka mereka itu sudah kaya dan tidak akan mungkin kelaperan,, ngomong doang jauhi riba, tapi gak ada solusi buat bantu sesama kaumnya.. yg ada malah makin numpuk kekayaannya.. sorry curhat gara gara minjem sama pak haji malah disuruh minjem fintech

      4
      3
      • 26 Oktober 2020 - (18:55 WIB)
        Permalink

        Setuju, malah sedelapan. Kemana bank syariah selama ini. Mereka ngomong kredit riba, utang riba, tp tdk ada solusi. Dan yg disini sering ngomong riba riba riba haram haram haram, kalau ditanya solusinya pasti juga akan mumet.

        2
        1
    • 27 Oktober 2020 - (09:09 WIB)
      Permalink

      Kamu tuh ngomong kaya ngember, kerjanya cuma nyela orang ngutang. Jangan ngomong kaya orang bener, DC belagak suci, menghujat orang gak pake sopan santun, kasih solusi dong, coba tawarkan pinjaman ke mereka tanpa bunga 😂😂😂 untuk nutup utang mereka, baru keren.. bukan begaya DC buang unek unek 🤣🤣🤣

      1
      1
  • 26 Oktober 2020 - (17:33 WIB)
    Permalink

    Bener bangat cuma logo aja OJK mending delete aj kridivo, gw dah telat 1 hari kaya cuma tagihan 200 rb, di kejar kejar dah kaya punya pinjaman 10 JT, pikir pikir lagi berurusan dengan kridivo. Dulu gw getol promosi dia sekarang Alhamdulillah teman teman gw pada delete dg syarat tidak sangkutan di kridivo.

    • 27 Oktober 2020 - (01:23 WIB)
      Permalink

      Mba nya langsung aja lapor ke polisi bikin BAP dan kasih bukti2 nya mba , itu dh jelas kena hukum pidana si dc nya , ada pasalnya mba, dh kena pasal pencemaran nama baik, pengancaman, intimidasi, enak bnget tuh mba lapornya klo lengkap bukti2nya mba

  • 26 Oktober 2020 - (19:44 WIB)
    Permalink

    Mudah2an yang berkomentar positif atau negatif selalu dalam lindungan tuhan dengan diberi rezki yg halal. Kita gak tau si mbak ulfa ini ketika meminjam sedang dalam kebutuhan yg mendesak, jangan menjudge seseorang yg kedepannya kita mungkin bisa dalam kondisi yg sama..

  • 26 Oktober 2020 - (20:47 WIB)
    Permalink

    DC itu bekerja pakai otot. Otak mereka dungu. Gak tau hukum sama sekali.
    Begok dah mereka

  • 27 Oktober 2020 - (05:13 WIB)
    Permalink

    Betul b atiqah pihak kredivo emang gk ada toleransiny keringanan pdhl sdng pandemi lg pd susah,apalagi b lg kn phk,saraap dc menang otot doank,otak ayam,yg ceramah di atas tolong kasih solusiny biar utangny lunas bagus”bayarin jgn cuma ceramahin doank,kn gk tau keadaan orang seperti apa minjem krna knpa??

  • 27 Oktober 2020 - (10:35 WIB)
    Permalink

    Kalau semua nasabah/konsumen mempunyai pola pikir seperti mbak Atikah ini,maka bangkrutlah fintech/bank.terkadang konsumen suka mencari pembenaran dimana jelas2 bertolak belakang dg realita di lapangan.koar2 di sosmed hanya untuk untuk mendapatkan simpati dari sesama pengutang,sehingga lagi2 menciptakan kesan yg bruk terhdap fintech/bank dan terkhusus DC nya.

  • 27 Oktober 2020 - (11:38 WIB)
    Permalink

    Saya pikir gak usah komplain disini mbak.Langsung email aja ke fintechnya.Kalau disini semua DC
    baik fintech/kartu kredit & kta memonitor akan memojokan anda ramai ramaiwalau anda mungkin dalam posisi secara keuangan tidak sanggup dan sedang sulit membayar.

  • 27 Oktober 2020 - (12:48 WIB)
    Permalink

    Hi Ibu Atikah Ulfah,

    Maaf atas ketidaknyamanan yang Ibu Atikah Ulfah alami. Terkait kendala Ibu Atikah Ulfah, mohon bantuannya untuk informasikan nomer telepon yang dapat dihubungi dan dapat di kirimkan ke email kami di support@kredivo.com dengan subjek “Konfirmasi Media Konsumen” agar tim kami dapat menjelaskan terkait kendala yang dialami Ibu Atikah Ulfah. Terima kasih.

    Salam Hangat,
    Cindy

    • 28 Oktober 2020 - (13:03 WIB)
      Permalink

      Kalo diancem ancem begitu.. yaudah mba jalur hukum aja. Kalo hutang itu perdata selagi masih ada kemauan mau bayar, setau saya ga ada itu pidana.. kan ga kabur masih ada niat bayar dan emang sulit bayar karna pandemi begini banyak yg di PHK. Kalo dc mah emang dia bisanya nagih” doang gimana caranya biar pd bayar biar dia bisa digaji. Kalo ga pada bayar dia juga bisa kena PHK ntar ngutang juga buat makan 😁😅 hehe sesama manusia harus punya empati. Dia kan udah jelasin kena PHK mangkanya blom bisa bayar dan ga ada niat kabur. Tapi masih diancem ancem dan diteror begitu. Mau tanya kredivo legal atau ilegal ya.. ?? DC nya ga asal comot kan ya diseleksi dulu. Tapi ko koyo ngono ya..

  • 29 Oktober 2020 - (09:41 WIB)
    Permalink

    Semoga masalah si mba’y (Atikah) bs cepat terselesaikan dgn baik🤲
    Setelah itu ayo #Gerakan Tutup RIBA
    Hidup tenang dan lebih berkah tanpa “RIBA” kredivo.

  • 16 November 2020 - (17:13 WIB)
    Permalink

    Jawaban dr kredivo standard bgt. DC dpt data dari pihak mana klo nggak dr pihak kredivo. Berarti data privacy kita disebarkan. Emang boleh ?? Ktnya terdaftar di ojk.

  • 21 November 2020 - (09:18 WIB)
    Permalink

    Simple…Nggak Mau ditagih hutang ya jangan Ngutang…
    Kan waktu instal kredivo ada notice minta izin akses kontak…
    Kita udah dikasih kemudahan utang tanpa di survei tempat , tanpa wawancara dll.
    Wajar Kalo kita nggak bayar kredivo nanya sama teman / kontak kita.
    Anda ini Pelaku Tapi Seolah olah anda adalah Korban..Yuk Coba dibalik anda Jadi pihak kredivo nya ..

 Apa Komentar Anda mengenai Kredivo?

Ada 40 komentar sampai saat ini..

Penagihan DC Kredivo yang Meresahkan

oleh Atikah dibaca dalam: 1 min
40