Permohonan Penghapusan Denda kepada Kredit Pintar/Shopintar

Sebelumnya saya pengguna aplikasi Shopintar yang sekarang berubah menjadi Atome. Cicilan pokok saya setiap bulan diaplikasi ini jumlahnya Rp 948.125, yang mana Rp 359.177 adalah tagihan pembelian barang dan Rp 588.948 adalah tagihan pinjaman tunai yang bekerja sama dengan Kredit Pintar. Pembayaran saya selalu lancar, namun pada cicilan terakhir saya harus menunggak karena ada pemotongan gaji akibat Covid 19. Atas tunggakan tersebut datang kolektor yang menagih ke rumah saya dan akhirnya saya diminta melunasi tagihan tersebut dengan cara dicicil.

Setelah dicicil tiga kali, bulan ini saya sudah melunasi tagihan pokok saya, hanya nominal dendanya masih muncul diaplikasi.  Untuk itu melalui surat ini, saya minta kepada pihak Kredit Pintar /Shopintar agar denda tersebut dapat dihapus karena denda ini masih menjadi beban buat saya dan sangat berat jika saya harus melunasi denda yang tiap hari terus bertambah apalagi saya masih punya banyak hutang diaplikasi lain. Saya sangat berharap permintaan ini dapat dipertimbangkan, mengingat kondisi keuangan yang sedang sulit bagi banyak orang termasuk saya.

Sebelumnya saya sudah menghubungi kolektor via whatsapp, juga menghubungi Kredit Pintar dan Shopintar via email namun tidak ada kejelasan. Pertama tama saya email ke CS Kredit Pintar namun saya diminta mengirimkan email ke Shopintar/Atome padahal saya cek diaplikasi, denda yang masih muncul ada pada icon tagihan Kredit Pintar sedangkan tagihan Atome tidak ada. Kolektor yang datang ke rumah saya juga membawa surat tugas penagihan dari Kredit Pintar. Kemudian saya email ke CS Shopintar dan saya diminta menghubungi kolektornya, informasi dari kolektor penghapusan denda sudah diajukan tapi sampai sekarang tidak ada kabar lagi.

Di sini tagihan saya tidak terlalu besar tapi kolektor sampai tiga kali datang ke rumah saya. Bagaimanapun hal itu sangat mengganggu kenyamanan keluarga saya, karena yang menemui kolektor adalah orang tua saya bukan saya langsung. Apa memang Kredit Pintar menugaskan kolektor untuk datang berkali-kali atau kolektornya yang sengaja datang seenaknya supaya saya takut dan segera membayar?

Saya harap pihak Kredit Pintar dapat memberikan kebijakan terkait masalah denda dimasa pandemi ini, saya sudah sangat berusaha untuk melunasi tagihan pokoknya dan saya akan sangat terbantu jika dendanya dapat dihapuskan. Saya belum bisa tenang, saya khawatir kolektor akan datang lagi untuk menagih dendanya. Semoga surat ini mendapat tanggapan yang positif dan solusi yang saya harapkan bisa diterima oleh Kredit Pintar.

Terima kasih.

Evi Yunita
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:12    Rata-Rata: 2.6/5]
Tanggapan Atome Indonesia atas Surat Ibu Evi

Kepada Yth, Ibu Evi Yunita Ekaputri, Menanggapi surat Ibu Evi melalui Website www.mediakonsumen.com pada tanggal 27 Oktober 2020 berjudul “Permohonan...
Baca Selengkapnya

Loading...

7 komentar untuk “Permohonan Penghapusan Denda kepada Kredit Pintar/Shopintar

  • 27 Oktober 2020 - (19:39 WIB)
    Permalink

    Sama kayak saya dulu selalu lancar pas telat di udak2 terus alhamdulillah ada rezekinya dan say good bye buat shopintar…semoga anda cepat dapet rezeki..

  • 27 Oktober 2020 - (22:29 WIB)
    Permalink

    Mbak..sekedar saran..
    saya tidak mewakili siapa2.. hanya seorang yg sudah pernah alami hidup berlimpah dg hutang..

    anda hutang utk beli HP ..ya HP Samsung M20 nya di jual saja..uangnya sebagian utk bayar hutangnya, sisanya lagi belikan HP dg sisa uang tsb.
    Jangan paksain bawa / punya barang berharga tapi malah timbulkan hutang.

    Dari awal pengajuan hutang pun sebenarnya sudah tahu dan mengerti segala kewajiban dan persyaratannya, jadi ya konsekuensi nya tetap wajib melunasi hutang tsb..

  • 28 Oktober 2020 - (00:01 WIB)
    Permalink

    Aturan ojk…jika sudah lewat masa 90 hari gagal menagih…91 hari ga boleh nagih lagi …itu aturan ojk jadi situ kenapa bodoh amat…makanya sekali sekali buka google…masa 91 hari gagal menagih si hutang dianggap lunas dan nama nya di masukan dalam daftar hitam di ojk…jadi paham kan…jika debt kolektor nagih lagi jgn dibayar…itu sudah aturan bersama fintech dan ojk.

    2
    4
    • 28 Oktober 2020 - (11:57 WIB)
      Permalink

      namanya hutang ya harus bayar
      coba orang lain hutang ke lo
      trus 3 bulan lo tagih ga dibayar
      ikhlas? rela?
      manusia bodoh klo mau berbuat itu dipikir, klo lo di posisi yg punya duit gmna dihutangin trus dibawa kabur?????
      pantes ga maju2 negara ini
      rakyatnya aja macem kyk gini mentalnya

  • 28 Oktober 2020 - (06:04 WIB)
    Permalink

    Duuhh. . Kesalahan besar, hutang pinjol kok buat beli hp, memang gak besar, tapi nyatanya gak bisa bayar berbulan bulan, artinya anda belum mampu berhutang. HP nya jual aja buat bayar, biar gak usah beli pulsa/paket data dan gak main hp buat nyari2 pinjol lagi.

    2
    1
  • 29 Oktober 2020 - (19:42 WIB)
    Permalink

    Bayar aja mbak yang kamu pinjam, tapi saranku kalau hanya untuk pinjam Hp gk usahlah kecuali kebutuhan contoh emg gk ada uang sama sekali buat makan, atau lg sakit gitu
    Kalau mereka berani ancam dan teror kontak2 mbak dan sebarin data mbak jgn dibayar lagi
    Karena itu perjanjian nya kan kalau pinjam data rahasia
    Lah kalau mrk sebar data hutang lunaslah
    Saya mengerti saat ini memang sangat sulit cari uang dan kita gak tau tiba2 aja kesulitan itu datang.
    Semoga mbak nya dapat solusi terbaik ya…

 Apa Komentar Anda?

Ada 7 komentar sampai saat ini..

Permohonan Penghapusan Denda kepada Kredit Pintar/Shopintar

oleh Evi Yunita dibaca dalam: 1 min
7