Data Pribadi Saya Disalahgunakan di Astra Credit Company dan AUTO 2000

Pada akhir bulan Oktober 2020 saya mengajukan KPR ke beberapa bank untuk membeli rumah, lalu pihak bank (dari semua bank yang saya ajukan) memberitahu saya bahwa pengajuan KPR saya terhambat karena hasil BI Checking saya KOL-2 alias kurang lancar pada cicilan mobil di PT Astra Sedaya Finance, padahal saya tidak pernah membeli mobil apalagi mencicil mobil.

Karena saya merasa tidak pernah mencicil mobil, saya meminta informasi lebih lanjut dari pihak bank mengenai pinjaman tersebut, dan diberikan informasi sebagai berikut:

  • Pemberi pinjaman: PT Astra Sedaya Finance
  • Tanggal mulai pinjaman: 17 Januari 2017
  • Tanggal berakhir pinjaman: 17 Januari 2022
  • Plafon pinjaman: Rp150.924.359
  • Sisa pinjaman: Rp57.120.928
  • Cicilan per bulan: Rp3.840.043
  • Status: KOL-2

Data peminjam:

  • Nama: Reinhart Abdiel Hermanus
  • NIK: 321708xxxxxx0007 (bukan NIK saya)
  • Alamat: (alamat rumah saya pada saat akhir tahun 2016)
  • Nama ibu kandung: (nama ibu kandung saya)
  • Tempat bekerja: (tempat bekerja saya pada saat akhir tahun 2016)

Yang perlu digarisbawahi dari informasi diatas adalah data pribadi saya seperti nama ibu kandung, alamat, pekerjaan dan lainnya memang data saya yang sesungguhnya, hanya saja yang berbeda adalah NIK nya.

Mengetahui beberapa informasi ini akhirnya saya menghubungi PT Astra Sedaya Finance (Astra Credit Company) untuk menanyakan perihal pinjaman tersebut, dan memang benar bahwa ada pinjaman aktif berdasarkan data tersebut untuk mobil Toyota Calya dengan nomor polisi D 1320 AEV. Saya pun diminta untuk mendatangi kantor cabang Astra Credit Company di Bandung sebagai cabang yang mengeluarkan pinjaman.

Saya pun teringat bahwa sekitar akhir tahun 2016 saya pernah mengajukan cicilan untuk pembelian mobil Toyota Calya melalui seorang sales dari AUTO 2000, dan saya sudah memberikan semua berkas yang diminta kepada sales yang bersangkutan, termasuk dengan Down Payment sebesar Rp5.000.000 juga sudah dibayarkan. Namun karena proses yang memakan waktu dan pada saat itu saya dan keluarga harus keluar kota untuk liburan akhir tahun, saya memutuskan untuk membatalkan pembelian mobil tersebut dan menerima resiko Down Payment yang hangus.

Kemudian pada tanggal 6 November 2020, ibu saya yang berada di Bandung mendatangi kantor cabang Astra Credit Company di Bandung (karena saya berdomisili di Jakarta) untuk menemui pihak Astra. Ibu saya pun bertemu dengan kepala cabang Astra Credit Company Bandung dan menjelaskan seluruh kronologis kejadian seperti yang saya jelaskan di atas, dan meminta pertanggungjawaban Astra Credit Company untuk mengeluarkan surat pernyataan bahwa saya tidak pernah membeli mobil dan meminjam di Astra Credit Company, agar nama baik saya dapat dipulihkan dan saya dapat melanjutkan proses pengajuan KPR saya. Namun hingga hari ini tanggal 19 November 2020 saya masih belum menerima surat pernyataan yang saya minta tersebut, padahal seluruh pihak sudah menyadari tentang kebenaran kasus ini.

Melalui surat ini saya ingin menyampaikan kekecewaan saya kepada pihak AUTO 2000 dan Astra Credit Company yang menyalahgunakan data pribadi saya dengan menggunakannya untuk pembelian mobil oleh orang lain yang tidak saya kenal sama sekali. Dalam proses pembelian mobil oleh orang lain tersebut juga dapat dipastikan ada pemalsuan tandatangan karena saya tidak pernah menandatangani pinjaman mobil apapun.

Saya juga menyayangkan sikap AUTO 2000 dan Astra Credit Company yang tidak kunjung mempertanggungjawabkan kesalahan mereka, sehingga proses pengajuan KPR saya terhambat hingga saat ini (belum lagi kerugian immateriil saya yang lainnya seperti nama baik saya yang sudah tercoreng akibat cicilan atas nama saya yang sering telat dibayarkan).

Saya harap melalui surat ini pihak AUTO 2000 dan Astra Credit Company dapat segera mempertanggungjawabkan kesalahan mereka, dan saya harap juga konsumen dan calon konsumen lain dapat memastikan untuk hanya memberikan data pribadi ke pihak-pihak yang dapat bertanggungjawab.

Terima kasih.

Reinhart Abdiel Hermanus
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:46    Rata-Rata: 3.8/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

8 komentar untuk “Data Pribadi Saya Disalahgunakan di Astra Credit Company dan AUTO 2000

  • 21 November 2020 - (01:07 WIB)
    Permalink

    Waduhh bahaya itu pak.
    Gmana klo nasabah yang pakai data bapak suatu saat nanti nunggak terus kabur bawa mobilnya pasti yang dikejar2 ya bapak.
    Kalau saran saya si mending laporin polisi biar gak ada masalah seperti ini kedepannya.
    Minta ganti rugi sama pihak leasing nya biar jera.
    Kalau mau culas si bisa itu nuntut ganti rugi materi sama pihak leasingnya

  • 21 November 2020 - (06:11 WIB)
    Permalink

    ini mah sudah tindakan kriminal gan, pemalsuan data..langsung lapor polisi aja..apalagi dulu duit agan dah hangus tuh 5jt..tuntun balik aja gan krna datanya sudah disalahgunakan salesnya itu..parah juga ya..mudah2an cepat beres gan msalahnya

  • 21 November 2020 - (10:44 WIB)
    Permalink

    Yg anehnya no NIK berbeda dengan anda.
    Ada data atas nama bapak gitu nama tersebut ko bisa terdaftar di BI cek
    Setau saya nik melekat pada nama yg bersangkutan.

  • 21 November 2020 - (12:19 WIB)
    Permalink

    Sekelas astra bisa begini ya…
    Memang hebat…maha benar untuk semua leasing/bank/pembiayaan apapun…jika konsumen yg bermasalah/nunggak gak ada ampun…luar biasa.

  • 22 November 2020 - (05:26 WIB)
    Permalink

    Coba dicek keleasing nya aja bos liat data dan foto berkas atau foto terima unit mobilnya biar tau siapa yg memakai datanya itu

 Apa Komentar Anda?

Ada 8 komentar sampai saat ini..

Data Pribadi Saya Disalahgunakan di Astra Credit Company dan AUTO 2000…

oleh Reinhart dibaca dalam: 2 min
8