Konsultasi Sebelum Mengambil Langkah Secara Hukum

Selamat pagi mediakonsumen dan teman teman sekalian,

Kepada Manajemen Kredit Plus yang saya banggakan saya ingin mengkritisi perusahaan bapak/ibu yang terhormat. Saya merasa dirugikan oleh salah 1 cabang Kredit Plus yang berada di Bandung Jawa Barat, perihal:

1. Saya mengajukan keringanan di masa pandemi harus melalui pengaduan ke OJK. Karena sebelumnya saya mengajukan keringanan secara kop surat (surat pernyataan langsung dari debitur) lalu mendatangi kantornya langsung, yang beralamat jalan Kopo Ketapang Bandung Jawa barat. Tetapi ditolak secara lisan mentah-mentah.

2. Motor saya disetop oleh pihak vendor/pihak ke 3 (eksternal) karena keterlambatan pembayaran angsuran saya. Pertanyaan BESAR dan ke 1. Dari saya. Dasar hukumnya dari mana dan kok bisa pengajuan keringanan ditolak lalu bisa eksekusi barang jaminan di jalan?

Pertanyaan ke 2. karena sebelumnya tidak ada surat pemberitahuan. Akan ada penarikan motor pada aturan-aturan umum seperti leasing-leasing yang lain pada umumnya. Sebagai contoh surat peringatan 1 dan 2 atau pun surat pernyataan bahwa debitur bersedia motor ditarik oleh pihak dari Kreditur (Kredit Plus) dan itu tidak dilaksanakan oleh pihak Kredit Plus kepada debiturnya. Apa begitu SOP Kredit Plus?

“Saya ingin mempertanyakan SOP di Kredit Plus bagaimana untuk mengeksekusi suatu barang/produknya (jaminan).

3. Saya telah mengeluarkan sejumlah uang yang tercantum: *Biaya penanganan, karena motor saya disetop di pinggir jalan. Saya harus mengeluarkan uang agar motor saya tidak jadi dieksekusi atau ditarik oleh eksternal/pihak ke 3.

– Apakah begitu aturan dari pihak eksternal Kredit Plus?
– Mana surat fidusia? Mereka /pihak eksternal tidak bisa menunjukkan?
– Teror, saya merasa diteror oleh pihak eksternal /pihak ke 3 dari Kredit Plus.
– Dan kenapa SPV collection tidak mengakui pihak eksternal/pihak ke 3 itu suruhan dari SPV collection tersebut?

*Setelah saya membuat pengaduan ke OJK, karena sebelumnya pengajuan keringanan saya di tolak oleh pihak Kredit Plus.

Tidak butuh waktu yang lama, pihak  Kredit Plus datang dan menawarkan untuk mencari solusi dan menawarkan keringanan.”DENGAN HARUS MEMBAYAR SEJUMLAH UANG ADMIN”Apakah begitu peraturan Kredit Plus?Saya tanya dan jumpai SPV collectionnya, jawaban SPVnya tidak tahu menahu soal itu”SEPERTI CUCI TANGAN”. Padahal pengakuan dari orang tersebut ialah benar atas perintah SPV collection (PIHAK Kredit Plus).

Singkat cerita,dan uang admin sudah dikasih oleh debitur dan harus menunggu keputusan Kredit Plus.

Akhirnya saya mewakili debitur untuk datang ke kantor Kredit Plus dan membicarakan soal keringanan.karena hitungannya yang menurut saya pribadi tidak masuk di logika saya. Bukan hanya itu saja malah ribet dan saya merasa dipersulit. Akhirnya saya tidak mengambil keringanan yang sudah ditawarkan oleh Kredit Plus.

*Saya mengajukan pelunasan di bawah pokok hutang saya tidak di acc. Oke tidak masalah. Saya akan bayar full sisa pokok saja (flat) kesanggupan dari debitur dengan permohonan secara lisan debitur langsung dan saya dampingi. Saksi saya, debitur dan istri serta keponakan. Agar denda saya dihapuskan(flat). SPV collection berkata: bayar pokoknya saja tinggal ambil BPKB. Sayangnya saya tidak merekam (tidak punya bukti) omongan orang tersebut.

Dan Alhamdulillah sudah dilunasi sisa pokok.Bukti kwitansi ada saya simpan. Tetapi tanggal tidak tercantum di kwitansi tersebut. Dugaan saya ada indikasi penipuan. Dan Alhamdulillah, ternyata saya harus bayar denda yang disampaikan oleh pihak Kredit Plus melalui chat dan saya tidak sempat untuk screenshotnya.karena dihapus setelah saya mempertanyakan Rp 1,700,000. Ini maksudnya apa?

Ternyata ini uang denda saya. Dan denda yang real 1 juta minimum, menurut informasi dari pihak Kredit Plus ‘dugaan indikasi penipuan’. Saya sepakat untuk bayar pokok saja dari awal kenapa harus bayar denda? Atau sesuai kesanggupan bayar denda yaitu Rp50.000’niat baik saya dan debitur’.

*Saya sudah lunas di bulan September-2020 Sampai saat ini di tanggal 21-november-2020.saya menanyakan BPKB saya belum bisa di ambil.karena alasan proses diskon belum ditandatangani oleh manajemen Kredit Plus. Saya bingung dan sudah sabar.

Perjanjian dan kesepakatan sama SPV bayar sisa pokok saja BPKB tinggal ambil. ‘Dugaan indikasi penipuan’. Perjanjian secara lisan, antara saya, debitur, pihak ke3 (eksternal) dan juga SPV Collection bayar sisa pokoknya saja BPKB tinggal ambil. Ini yang bertanggung jawab atas problem ini siapa. Saya sudah menelepon call center Kredit Plus sudah hubungi via email cs Kreditplus tidak ada solusi yang tepat.

Saya merasa ada indikasi penipuan lagi “apabila” saya harus membayar denda lagi yang sudah jelas usaha saya bangkrut dan tutup akibat pandemi. Dan kesepakatan awal pelunasan bayar sisa pokok BPKB tinggal ambil.

Saya memohon dengan sangat kepada manajemen perusahaan Kredit Plus.untuk sekiranya membantu dan mencari solusi terbaik. Dan saya percaya kepada pihak manajemen Kredit Plus. Agar BPKB atas nama KOMARIAH bisa di ambil secepatnya. Menurut saya, BPKB itu hak debitur dan jaraknya terlalu lama. Saya melunasi di bulan September-2020 sampai tanggal 21-November-2020 belum juga selesai.

Saya mengucapkan terima kasih atas kerja samanya yang baik selama ini. Saya harap tidak ada yang mengecewakan antara kreditur maupun debitur  setelah saya membuat artikel di media konsumen. Dan semoga yang berkepentingan atau manajemen Kredit Plus bisa membantu BPKB an KOMARIAH bisa saya ambil secepatnya.
Sehingga masalah ini tidak berlarut-larut dan tidak lanjut ke ranah hukum.

Berikut data debitur:

Nama: Komariah
Alamat: Jalan Raya Pangalengan *** Kabupaten Bandung.
No WhatsApp /Hp: 0812699*****
Nomor kontrak: 04361019000829
No polisi : D 5**** ZCR
Merk/type : honda beat/ **** A/Timur
Tahun/warna :2017 /Hitam.
Nama BPKB : Komariah
Nomor BPKB : 0 0528****

Agung Armaya Sahnara
Bandung, Jawa barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:5    Rata-Rata: 3.6/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

3 komentar untuk “Konsultasi Sebelum Mengambil Langkah Secara Hukum

  • 26 November 2020 - (15:43 WIB)
    Permalink

    Itulah kejamnya riba
    Telat bayar denda
    Mau di lunasin kena penalti
    😂😂😂😂😂

  • 26 November 2020 - (16:06 WIB)
    Permalink

    Kalau lewat jalur hukum sya rasa anda kalah. Anda tidak punya bukti kuat dan setau sya kredit plus bukan lising seperti yang anda kira, KREDIT PLUS itu semacem PINJOL yg pake jaminan. Tapi ga ada salahnya sih mencoba, semoga beruntung 😁

  • 27 November 2020 - (15:59 WIB)
    Permalink

    Sumpah…kalau ada kolektor/preman modern macem2 sama gue, bakalan gue bacok semuanya.

 Apa Komentar Anda?

Ada 3 komentar sampai saat ini..

Konsultasi Sebelum Mengambil Langkah Secara Hukum

oleh Aleysah dibaca dalam: 3 menit
3