Oknum Kurir Pos Indonesia yang Suka Memeras Konsumen!

Pada tanggal 15 Desember 2020 pukul 12.39 kurir Pos Indonesia cabang Jakarta Barat Daan Moogot 20 bernama Gun*** dengan nomor HP 0812195333** datang mengantarkan paket saya dari Cina, dan meminta uang Rp120.000 kepada pembantu saya. Saya lalu menghubungi kurir tersebut melalui HP pembantu saya, saya tanya: “Biaya apa Rp 120.000?”. Dia bilang itu untuk biaya bea cukai. Saya bilang “Ini di website hanya Rp27.000”.

Kemudian dia minta bukti tersebut dan saya kirim ke nomor HPnya. Setelah ada bukti screenshot dari website beacukai.go.id lalu dia meminta biaya tambahan sebesar Rp35.000 sebagai biaya admin, yang jika ditotalkan jadi Rp62.000.

Saat dikasih, kurir tersebut meminta dengan kasar uang sejumlah Rp70.000 yang akhirnya diberikan oleh pembantu saya, karena pembantu saya ketakutan akan perilaku dia. Perilaku layaknya preman yang tidak mengenakan masker di masa pandemi ini (foto terlampir).

Saya lalu membuat keluhan secara tertulis di website Pos Indonesia. Namun bukan permintaan maaf yang saya dapat, akan tetapi malah TEROR!! Gun*** meneror saya melalui chat Whatsapp, telepon dan voice note. Saya komplain lagi, tapi tidak ada tanggapan secara resmi dari Manajer Kantor Pos Jakarta Barat Daan Mogot.

Mengenai masalah ini saya sampaikan pula di group komplek rumah saya, dan ternyata banyak yang mengalami hal seperti saya. Ini pengalaman tetangga saya:

“Ya pengalaman saya juga. Waktu terima paket dari Korea, dia minta ke ibu saya 550 ribu. Terus ibu saya telrpon saya. Saya bilang pak mana invoicenya? Karena setahu saya pakai pos indo kalau dia kirim barang selalu bawa invoice kalau ada biaya bea masuk dan admin. Dia bilang lupa invoice taruh dimana. Terus saya bilang nanti dulu saya cek dulu biaya. Habis beberapa lama baru keluarin invoice bilang terselip. Nominal di invoice 450 ribu. Jadi dia nambah 100 ribu sendiri.” 

Ternyata banyak sekali yang telah komplain akan kurir tersebut, tetapi tidak ada tanggapan dari Kantor Pos Jakarta Barat Daan Mogot. Hanya ada tanggapan permintaan maaf dari customer service saja. Saya ingin ada tanggapan serius dari manajer Kantor Pos Indonesia. Saya yakin bukan saya saja yang telah menjadi korban dalam kenakalan oknum pihak kantor pos.

Yuliana
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Pos Indonesia:
[Total:186    Rata-Rata: 2.3/5]
Tanggapan Pos Indonesia atas Surat Pembaca Ibu Yuliana

Dengan Hormat, Menanggapi keluhan Ibu Yuliana pada MediaKonsumen.com tanggal 16 Desember 2020 tentang pungutan bea untuk kiriman dari luar negeri....
Baca Selengkapnya

31 komentar untuk “Oknum Kurir Pos Indonesia yang Suka Memeras Konsumen!

    • 16 Desember 2020 - (15:48 WIB)
      Permalink

      keluhan tersebut sudah saya masukan dalam website post indonesia. Akan tetapi hanya teror yang saya dapat dari kurir tersebut , tidak ada tindak lanjut dari kantor post Daan Mogot.
      Oleh karena itu saya harap dengan di UP nya masalah ini, Kantor Pos indonesia dapat lebih serius dalam menangani keluhan konsumen!!

      14
      3
      • 16 Desember 2020 - (20:23 WIB)
        Permalink

        Basi banget jawabannya.. tindakan tegas yang diperlukan woi.. ini sudah masuk unsur pidana penipuan dan penggelapan dalam jabatan. Lapor polisi saja sudah biar diproses semua dari pelaku hingga atasannya

        12
        2
      • 16 Desember 2020 - (23:18 WIB)
        Permalink

        Kirim no tracking nya nnti sy lacak pajak detail nya.. shipment nya sdh RLSE proses CN/PIBK

      • 17 Desember 2020 - (07:34 WIB)
        Permalink

        @Yuliana Lim

        Ibu termasuk konsumen yang kuat dan Tangguh.

        Fatal banget kesalahan Oknum kurir Pos itu:

        1. Pak Gun itu bukannya minta maaf dan mengakui kesalahan malah Meneror Pelapor. Aduh, Gawat banget nih orang.

        2. Tidak sedikit uang yang di Korupsinya jumlahnya Ratusan Ribu/konsumen.

        Pak Gun sudah tergoda keenakan kerja di tempat basah, serasa di surga, sehingga ketika ada Konsumen yang melapor menjadikan dirinya merasa terusik.

        3. Ibu dan konsumen Lingkungan terdekat ibu [satu Komplek] sudah pernah mengalami, bisa jadi seluruh konsumen daerah Daan Mogot pun mengalaminya.

        4. @Semua Konsumen Pos Daan Mogot. Ikuti terus kelanjutan SP ini. Dilihat apakah Pak Gun itu masih diberikan tempat basah oleh Jajaran Pos Daan Mogot. Jika iya, ya sudah sudahlah. Bobrok Banget Pos Daan Mogot.

        ___________________________________
        Sedikit saya informasikan juga ke Bobrokan di Indomaret.

        Bobroknya Indomaret.

        Kasir tertangkap Basah Maling Uang Konsumen. Struk Konsumen tidak dikasihkan pada konsumen melainkan langsung disimpan di Laci. Struk itu jadi Lahan Basah baginya.

        Namun Konsumen yang Melapor, Keok setelah rumahnya di datangi oleh Perwakilan Indomaret. Tidak tahu apa yang dilakukan Perwakilan Indomaret itu pada Konsumen Pelapor. Yang Jelas kedatangan mereka kerumah sudah membuat Ciut Nyali Konsumen.

        Dan Laporan Konsumen langsung dipatahkan, menuduh Konsumen yang salah Lapor dan membela Kasir bahwa Kasir hanya tidak teliti dalam melihat Struk.

        Padahal Kasir itu sudah tertangkap Basah. Dan bukan hanya Pelapor saja yang mengalami, tapi Suami Pelapor juga mengalaminya. Sekeluarga sudah dipermainkan oleh Kasir Indomaret.

        Jajaran Indomaret itu membohongi diri mereka sendiri. Struk Tidak di berikan pada Konsumen malah diSimpan di Laci. Itu saja sudah FataL. Tidak habis pikir, padahal banyak kasus serupa, kasir mempermainkan Struk itu kesalahan yang sangat Fatal. Bobroknya Indomaret.

        Ini kasusnya :

        https://mediakonsumen.com/2020/12/02/surat-pembaca/karyawati-indomaret-cabang-baruga-kendari-tidak-jujur-dengan-uang-kembalian-konsumen

        Ujung ujungnya, Konsumen itu bela belain Tidak Belanja disitu lagi karena Kasir itu tetap berkuasa di Indomaret. Bobrok banget di Indomaret.

        Ini juga kalau Pak Gun masih Merajalela, ujung ujungnya Konsumen Pos lebih memilih tidak memakai Pos Lagi.

      • 17 Desember 2020 - (12:26 WIB)
        Permalink

        Karna bukan karyawan murni PT Pos Indonesia mereka
        Mereka hanya pihak ke dua dari salah satu vendor

      • 17 Desember 2020 - (09:26 WIB)
        Permalink

        @Doan

        Pecat memecat tidak semudah yang anda bayangkan. Setiap Perusahaan memiliki pertimbangan tertentu untuk itu.

        1. Pak Gun memang terlihat bagai orang yang kekurangan Uang.

        Bila anda perhatikan dengan teliti. Lihat foto Pak Gun itu. Sepatu yang dia pakai sudah Bolong, Jari kakinya kelihatan. Terindikasi memang dia tidak sejahtera dari penghasilannya.

        Apakah Gajinya KeciL.?

        Apakah Gajinya sudah Lumayan tapi kebutuhannya juga Lumayan sehingga Gaji yang Lumayan selalu saja Kurang.?

        2. Pak Gun tidak di perhatikan oleh Atasannya.

        Pak Gun tidak berseragam dan tidak mematuhi Prokes.

        Itu bukan saja kesalahan dari dia sendiri, bisa jadi karena atasan Pos Daan Mogot yang kurang memperhatikan bawahannya.

        Pecat Memecat bukanlah solusi untuk memecahkan masalah. Menciptakan pengangguran malah akan menambah masalah baru.

        Ada banyak bagian tugas/bagian kerja dalam suatu perusahaan. Bagian kerja ada di tempat basah dan ada di tempat kering. Ya Pindahkan saja Pak Gun di Tempat Kering.

        Pak Gun harus dan wajib di beri sangsi. Dia sudah berkali kali tertangkap Basah. Bukan hanya dengan Ibu ini saja.

        Ibaratnya, jika maling sudah pernah tertangkap Basah namun tetap saja melakukannya berulang kali, artinya memang Maling itu sudah memiliki Karakter Maling yang tak bisa di ubah.

        Point Penting yang saya soroti ini adalah karena Pak Gun sudah melakukannya Berkali kali, sudah tertangkap basah berkali kali, bukan dengan ibu ini saja.

        6
        2
        • 17 Desember 2020 - (09:46 WIB)
          Permalink

          Pak Muhammad,
          Sepatu pak Gun itu bukan jari nya keliatan, tp itu adalah bagian dari desain sol sepatu. baju yg dia kenakan pun baju layak. tapi memang dari info yg saya dapat pak Gun ini sesuka hati bahkan di kantor sekalipun. karna management yang lemah dan cuek sehingga dy sperti itu,

          Mobil yg diparkir pun beliau tidak parkir dengan baik didepan rumah saya akan tetapi DI PINGGIR JALAN sehingga mobil lain harus menunggu dy sampai selesai mengantar baru bisa lewat. Gayanya meminta uang pun sangat kasar menurut pembantu saya, layaknya preman yang memalak orang. sehingga pembantu saya ketakutan dan memberikan jumlah uang yang dia minta.

          Dan pengiriman kerumah saya bukan pertama kali tapi ke dua kali, Yang pertama diterima oleh suami saya dan telah membayar sejumlah yang beliau minta tanpa bukti invoice atau apapun.

          tapi kali kedua dia berhadapan dengan saya , sehingga saya tidak bisa membiarkan ini terjadi lagi.

        • 17 Desember 2020 - (10:04 WIB)
          Permalink

          @mmd misalkan sya punya usaha kalau buat sya itu kesalahan fatal pekerja, kalau kesalahan lain masih bisa toleransi. Masih bagus kondisi sekarang bisa bekerja, pecat 1 model orang gitu yg antri 100 orang buat kerja model itu.. Btw sepatunya aja itu sepertinya lumayan pak, model climb sekitar 500k up.

    • 17 Desember 2020 - (08:44 WIB)
      Permalink

      Bener bgt,saya juga sering gitu,klo.pas yg nerima ortu gk tahu apa² di mintain lbh,klo pas yg trima sy yantak pisuhin maki², jls bgt di bukti transaksi gk ada kyk gt,tp minta duit aneh2 dgn berbagai alasan

    • 16 Desember 2020 - (15:32 WIB)
      Permalink

      dy kurir resmi dengan membawa kendaraan post indonesia mobil warna orange. tapi entah kenapa dy tidak memakai seragam atau pun masker.

      sungguh kecewa sekali dengan pelayanan post indonesia, pembantu saya sampai trauma dan ketakutan dibuat kurir itu karena saat pembantu saya mentelp saya, kurir tersebut marah marah dan ingin dibayar secepatnya

      • 17 Desember 2020 - (07:43 WIB)
        Permalink

        @Yuliana Lim

        Maju terus bu, usaha ibu ini bisa menyelamatkan banyak Konsumen dari Kejahilan Oknum Pos itu.

        Namun ibu juga perlu perlindungan dari Ancaman Teror Pak Gun. Lapor ke semua keluarga Ibu dan semua Komplek bahwa Pak Gun sudah Meneror.

        Jangan seperti Konsumen di Indomaret itu, yang langsung Keok, bisa jadi karena Konsumen itu tidak ada tempat Perlindungan Hukum.

  • 16 Desember 2020 - (17:32 WIB)
    Permalink

    Itulah sumber tidak berkembangnya pos Indonesia.. selalu abai dengan permasalahan konsumen… dan anggotanya banyak yang tidak serius dengan pekerjaannya… makanya mereka bisa dikalahkan swasta yang baru seumur jagung.. intinya dikasus ini tidak tegas dg anggotanya

  • 16 Desember 2020 - (17:44 WIB)
    Permalink

    Saya termasuk yg sering terima paket dari LN. Minimal 2x seminggu. Biasanya jika paket dgn fob di atas 10$ disuruh ambil sendiri paket EMS nya di kantor pos karena harus menyelesaikan biaya adm. Custom dan taxes.
    Nanti di kantor pos selalu ditagih biaya pengiriman tambahan sebesar Rp. 10.000, walaupun paket selalu diambil sendiri.
    Namun selalu diberi invoice dan ada surat tertulis resmi untuk pengambilan paket.
    Pihak pos Indonesia seharusnya mengambil tindakan kepada kurir nakal, karena kita beli barang dari LN biaya nya sekarang tidak sedikit lhoh terutama setelah kena peraturan PMK 2019 ttg pajak Bea cukai.
    Sy juga beberapa kali komplain ttg lambatnya pengiriman EMS tidak pernah direspon.
    Penyedia jasa yang baik harus diimbangi dengan customer service yg mendukung. Susah memang plat merah semakin tertinggal dgn logistics swasta.

    • 16 Desember 2020 - (23:21 WIB)
      Permalink

      Tp murah pos kan si orange, dr pada si kuning, dan si putih biru, dan si coklat ada biaya sewa gudang..
      Mau bisnis import info syaa

      1
      1
  • 16 Desember 2020 - (19:28 WIB)
    Permalink

    Setau saya klo kena pajak biaya masuk/bea cukai kita di tlp sama pihak pos untuk bayar di kantor pos terdekat baru bisa ambil paket y, biasa y biaya yg dibayar sudah tertera di data ems

  • 16 Desember 2020 - (23:33 WIB)
    Permalink

    Nih untuk TS setiap notifikasi jasa import tidak bisa di samakan pemberitahuan dan keputusan final pemberitahuannya..
    Jadi sy jelaskan di sini

    Notifikasi awal itu berdasarkan sesuai invoice terlampir dr shiper, lalu apa bila ada rejek harga dr BC itu tergantung dr pihak perusahaan apakah akan di notifikasi kembali ke custamer atau langsung persetujuan perusahaan jasa terkait.
    Contoh :

    FoB awal : $100
    FOB rejek Keputusan BC : $200
    Sehingga membuat selisih naik harga
    Pihak BC pun menotifikasi Notif $200 usd
    Tinggal dr pihak jasa terkait apakah langsung menyetujui keputusan tersebut agar shipment proses nya lebih cepat, atau pihak jasa notifikasi ke custamer dengan Notif $200 setuju bayar untuk lanjut proses shipment..
    Karna setiap perusahaan akan langsung setuju dengan keputusan yg di tetapkan BC sesuai sop yg berlaku..
    Contoh DHL notif di bawah FOB $1000 langsung setuju bayar tanpa harus menotifikasi ke custamer dr FOB $500 tujuannya agar shipment lancar dalam proses RLSE nya..
    Sehingga tidak terjadi penumpukan shipment di gudang..

    Cb baca dulu sop jasa terkait mengenai proses dr inbond dan outbond..

    Kalau di dhl w akuin good barang hilang atau rusak selama harga di bawah 100jt langsung di ganti

    1
    2
  • 17 Desember 2020 - (09:09 WIB)
    Permalink

    UPDATE CASE:
    Saya baru saja menerima update dari kantor post daan mogot yang menyatakan bahwa kurir tersebut telah dipecat, karena menerima laporan dari kantor pos pusat Bandung.

    Ternyata selama ini sudah banyak keluhan akan kurir ini dari konsumen maupun internal, akan tetapi management kantor pos tidak menanggapi. sehingga harus di UP di media seperti ini baru mendapatkan perhatian.

    Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada media konsumen yang telah menerbitkan keluhan saya dan terima kasih kepada teman-teman di web ini yang telah membantu meng UP berita ini.

  • 17 Desember 2020 - (19:00 WIB)
    Permalink

    Saya jg sama dgn pengalaman bu yulia、maju trus bu、jgn kendor membela konsumen、saya jg sama bermslh dgn pos indonesia lewat paket ems、kna biaya 1jt pengiriman paket dr jepang、g terima akhirny di kembali lgi ke jepang。

  • 17 Desember 2020 - (19:04 WIB)
    Permalink

    Pos indonesia itu bobrok pegawainy g bermoral、cos mskny jg lewat ordal biasany udh bkn rahasia lgi msk nyogok jtaan biar bs jd pegawai pos indonesia

    1
    2
    • 17 Desember 2020 - (19:22 WIB)
      Permalink

      @Enny

      Jangan asbun gitu buk. Persepsi harus ada Dasarnya. Jangan asal mengeluarkan unek unek. Tidak baik.

  • 17 Desember 2020 - (21:21 WIB)
    Permalink

    @muhammad situ sotoy amat nuduh gw asbun、situ oknumny ea、kok tersinggung gw ikutan komplain jg & buka rahasiany rekrutment karyawan kantor pos?、g bener loe ketauan ea、klo mo buka rahasia jgn ragu2 pake lempar batu sembunyi tangan main nuduh2 orng sembarangan aj 、ketauan tuch kerjaan loe g bener nkang provokasi orng、loe kerja jg by nyogok tuch、beuhh‼️

    2
    4

 Apa Komentar Anda mengenai Pos Indonesia?

Ada 31 komentar sampai saat ini..

Oknum Kurir Pos Indonesia yang Suka Memeras Konsumen!

oleh Yuliana Lim dibaca dalam: 1 menit
31