Tidak Melakukan Transaksi, tapi Saldo Tabungan Simpedes BRI Berkurang 8,6 Juta Rupiah

Halo BRI,

Mohon bantuannya untuk membantu saya karena saldo tabungan saya berkurang sebesar Rp8.600.000,- padahal saya tidak melakukan transaksi. Kronologinya, pada hari Jum’at 11 Desember 2020, saya mau transfer melalui ATM BRI di depan Indomaret Laladon, Ciomas, Kab Bogor ke rekening BCA supplier dagangan saya sebesar Rp4.776.000. Ketika akan mengklik kolom “Ya” di layar ATM, tiba-tiba muncul keterangan kartu ATM terblokir.

Malam harinya sekitar pukul 19.51 -20.23 saya hubungi 14017 dan 150017, tapi tidak mendapatkan respon yang diharapkan, malahan pulsa hp berkurang.

Senin tanggal 14 Desember 2020, saya ke BRI Pusat Bogor dan melapor ke CS dan menerima BRICare Trouble Ticket Report nomor TTB0000********. Ketika membaca isinya, saya langsung lemas. Di situ dinyatakan saya telah melakukan transaksi 4 kali total Rp8.600.000,- pada tanggal 11 Desember 20 dengan rincian sbb:

  1. Rp2.500.000,-
  2. Rp2.500.000,-
  3. Rp2.500.000,-
  4. Rp1.100.000,-

Perlu saya sampaikan di sini bahwa pada hari Jum’at 11 Desember 2020, saya tidak melakukan pengambilan/transfer dengan total Rp8.600.000,-.

Saya hubungi WA BRI dan Telegram BRI, tapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Sementara saya menghubungi BRI via email, jawabannya diminta menunggu.

BRI, uang saya yang dicuri tsb rencananya untuk membayar uang kuliah kedua anak saya. BRI, apa perlu kami bikin pengaduan lanjutan ke pihak lain? BRI, dengan dukungan teknologi IT dan pengawasan, mengapa kasus seperti yang saya alami, membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya?

Saya sudah sepuluh tahun jadi nasabah BRI, baru kali ini mengalami kejadian yang merugikan saya. Saya membaca di internet ada beberapa kasus seperti yang saya alami dan cepat direspon pihak BRI dan mendapatkan penggantian. Untuk saya, kapan diselesaikan ya BRI?

BRI, saya tunggu penyelesaian masalah saya tersebut di atas. Sebentar lagi saya harus membayar uang kuliah untuk anak-anak saya.

Terima kasih.

Ali Mas’ud
Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank BRI:
[Total:7    Rata-Rata: 1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

11 komentar untuk “Tidak Melakukan Transaksi, tapi Saldo Tabungan Simpedes BRI Berkurang 8,6 Juta Rupiah

    • 18 Januari 2021 - (15:15 WIB)
      Permalink

      Selamat Sore Rekan Semua dan Bank BRI tercinta.. sekedar info saja..
      Apa yang di alami bapak ini saya juga mengalaminya..
      Kejadiannya pun sama persis.. tiba tiba ATM saya terblokir.. dan setelah urus, dana saya Rp.33.000.000 menghilang..
      Sekarang masih dalam proses ticketing.. semoga saja BRI mengembalikan dana saya..
      Mohon Perhatiannya dengan sangat terhadap BRI terkait Mesin ATM yang menurut saya harus di tingkatkan lagi keamanannya..

      • 24 Februari 2021 - (12:01 WIB)
        Permalink

        Selamat siang semua nya,tabungan bri simpedes saya juga hilang tiba tiba ada transaksi padahal saya tidak melakukan transaksi itu sebesar 45.300.000 belum ada penyelsaianya dari BRI pusat sampai sekarang udah 1 bulan lebih harus tunggu perpanjangan waktu penyelesaian tetapi belum selesai selesai sampai hari ini semoga aja pihak BRI mau tanggung jawab dan menyelesaikan masalah nasabah nya. mengembalikan uang tabungan saya yang hilang biar para nasabah bisa percaya lagi pada bri,dan pihak BRI Meningkat kan lagi keamanan nya buat nasabah nya.

    • 21 Februari 2021 - (06:34 WIB)
      Permalink

      selamat pagi BRI
      bagaimana kelanjutan banding saya ? (kok masih disuruh menunggu dan masih diproses,sampai kapan ???)
      segala info sudah disampaikan ke BRI Dewi Sartika Bogor dan sepertinya permohonan bisa bertemu dengan Ka kantor bri dewi sartika atau yang berwenang memutuskan,sampai saat ini masih belum ada jawaban.
      sedemikian sulitkah prosedurnya dalam penanganan keluhan dan musibah yang dialami nasabah ?
      ingat, bri itu itu bank milik rakyat dan nasabah bri yang merupakan warga negara asli berhak mendapatkan pelayanan yang baik.
      saya siap kehilangan uang saya,tetapi lihatlah bri sendiri dalam memberikan pelayanan dan jangan berdalih karena kelalaian nasabah atas musibah yang terjadi seperti yang disampaikan karyawan bri kepada saya.
      atm yang menjadi lokasi musibah saya,malah hanya bisa dipakai untuk kartu non chip (hanya kartu lama yang bisa dipakai…..ironis ….saya ada bukti foto per 27 jan 21).entah saat ini saya tidak tahu.
      sudah beberapa kali saya ke bri dewi sartika bogor, sampai saat ini belum membuahkan hasil.sudah keluar ongkos parkir,beli bensin dan juga rasa malu tetapi hasilnya nol.
      (kayak pengemis saja….)
      di beberapa kasus yang saya baca di internet, ka kantor bri atau corporate secretary segera melakukan aksi nyata dengan menemui nasabah atau segera membantu penyelesaiannya.
      yang saya alami, ahhhhh….
      apakah saya harus menyampaikan pengaduan ke pihak lain yang dijamin oleh peraturan yg berlaku atas apa yang alami ? (ke BI, OJK, Menkeu dll).
      resiko saya sudah jelas ,uang saya tidak kembali dan semoga Tuhan menghukum pelaku dan untuk karyawan bri, perlakukan nasabah dengan lebih baik lagi sesuai slogannya “melayani setulus hati”utamanya ketika nasabah mengalami musibah.
      ingat, semuanya kelak pasti dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.
      saya ketuk hati nurani dan berpikirlah kalau musibah itu terjadi kepada karyawan bri dan keluarganya,apakah mau diperlakukan seperti yang saya alami ???

  • 8 Januari 2021 - (15:12 WIB)
    Permalink

    Sudah terlalu banyak laporan sejenis mengenai bank tersebut. Apa banyak tikusnya di bank tersebut ya. Saya pernah punya rekening di bank tersebut, sisa saldo rp. 250.000. Tapi habis dimakan biaya admin. Dan saya biarkan rekeningnya mati. Apalagi ada berita terus seperti membuat ragu untuk menabung kembali di bank tersebut.

  • 8 Januari 2021 - (15:39 WIB)
    Permalink

    Coba cek atm yg anda gunakan sudah pakai chip atau belum? Kl belum segera ganti pakai chip. Kemungkinan kartu atm anda msh magnetic sehingga mudah di skimming.

  • 16 Januari 2021 - (07:48 WIB)
    Permalink

    BRI lagi BRI lagi, benahi sistemnya, ganti orang orangnya, kebanyakan tikus didalamnya…
    Kalau tidak ditanggapi terus, lapor polisi aja pak biar di usut tikus tikusnya

  • 19 Januari 2021 - (17:28 WIB)
    Permalink

    Selasa 12 jan 21 kami mendatangi lagi kantor bri pusat bogor dan kami juga sempat hub call center bri dibantu staff satpam bri, hasilnya dinyatakan bahwa kami dinyatakan tetap melakukan transaksi penarikan senilai total Rp 8,6 juta.
    Ketika dalam perjalanan pulang sekitar pukul 15.27 wib,kami mendapatkan sms dari BRI INFO yang menyatakan bahwa sesuai penelitian BRI, transaksi tsb normal atau sukses.
    Kami tetap tidak bisa menerima pernyataan pihak bri klu kami dinyatakan telah melakukan transaksi dan mengajukan banding dg nomor tiket 32xxxxxx,12 jan 21 dan diminta menunggu.
    Rencana minggu ini kami akan ke BRI Pusat Bogor untuk menanyakan kelanjutan banding kami karena kami memang tidak melakukan transaksi pengambilan dan kami menjadi korban kejahatan saat transaksi di ATM BRI di depan Indomaret Laladon,Ciomas,Bogor.
    Bukti nyata via linimasa google saya juga menyatakan bahwa pada hari Jum’at 11 Desember 2020, kami tidak melakukan transaksi di ATM yang disebut dalam laporan banding kami.
    Besar harapan kami, BRI segera mengembalikan uang saya tersebut karena akan kami pergunakan untuk membayar biaya kuliah kedua anak kami.

  • 24 Februari 2021 - (13:44 WIB)
    Permalink

    Bagaimana BRI ?
    Coba ditingkatkan kecepatan respon menanggapi keluhan nasabah karena nasabah butuh kepastian dan juga berharap penggantian atas uang nasabah yang hilang.
    Ingat, nasabah memiliki kebutuhan/kewajiban yang harus dipenuhi terhadap hilangnya uang nasabah tersebut.
    Jangan beralasan kelalaian nasabah,semua resiko keuangan ditanggung nasabah.
    Introspeksi internal BRI juga dong.
    Misal dicek lagi mesin ATM itu milik BRI atau vendoor ?
    Pihak mana yang bertanggung jawab ketika nasabah menjadi korban kejahatan, BRI atau Vendoor ?
    Adakah pemeriksaan berkala dan peningkatan upaya keamanan bagi nasabah ?
    Kejadian kejahatan perbankan, apakah pernah terjadi di ATM yang ada di unit/cabang/pusat yang ada petugas keamanannya ?
    CCTV di ruang ATM bagaimana ketika ada tindakan kejahatan ?
    Adakah pengawasnya di ruang ATM BRI ?
    Atau rekaman dibuka ketika ada kasus yang merugikan nasabah ?
    Berapa lama akses memperoleh data ketika ada kejahatan di ruang ATM ?
    Adakah pelaporan ke pihak berwajib,atas dasar penampakan yang ada di CCTV ATM ?
    Tidak adakah kerjasama dengan POLRI kalau nasabah menjadi korban kejahatan ? Atau membantu pengurusan ke pihak POLRI ? Atau harus nasabah sendiri yang mengurus ?
    Saya yakin polisi kita bisa mengungkap pelaku dengan dasar data yang ada seperti tertangkapnya pelaku kejahatan di Sukabumi beberapa waktu yang lalu.
    Berapa lama proses pengumpulan bukti diterima sejak nasabah menyampaikan laporan pengaduan ke BRI ? Adakah standar waktunya dll ?

    Di kasus yang saya alami di ATM BRI INDOMARET Laladon,beberapa waktu yang lalu bahkan ATM BRI tsb hanya bisa dipakai untuk kartu atm lama (KARTU ATM BER-CHIP GAK BISA DIPAKAI).Saya ada bukti via photo hp saya…entah hari ini 24 Feb 2021apakah sudah kembali normal,saya gak tahu.
    Ironis bukan ? Beberapa waktu yang lalu, BRI meminta nasabah mengupgrade kartu ATM nya dg model chip supaya lebih aman,yang ini malah balik ke model kartu ATM yang lama.

    Salah satu alasan seseorang menjadi nasabah BRI karena yakin BRI termasuk Bank yang baik dan aman,bukan ?
    Ingat,nasabah BRI tidak memiliki tingkat pengetahuan perbankan seperti karyawan dan manajemen BRI.
    Berapapun kerugian nasabah adalah jumlah yang besar dan sangat berarti dan jumlah yang amat sangat kecil bagi BRI.
    Berpikir dan rasakanlah, kalau musibah itu terjadi kepada karyawan dan manajemen BRI, apakah sudah siap mengalami proses pengurusan penyelesaian musibah seperti yang dialami nasabah-nasabah BRI yang menjadi korban kejahatan perbankan ?
    Mau ?

    BRI, tingkatkan empati dan kepedulian terhadap keluhan dan musibah yang dialami nasabahnya sebagai salah satu wujud semboyan BRI,”MELAYANI SEPENUH HATI”.

    Bagaimana Dirut BRI atau yang mewakilinya

 Apa Komentar Anda mengenai Bank BRI?

Ada 11 komentar sampai saat ini..

Tidak Melakukan Transaksi, tapi Saldo Tabungan Simpedes BRI Berkurang …

oleh Ali Mas'ud dibaca dalam: 1 min
11