Kecewa dengan Tingkah Laku DC Lapangan Tunaiku AmarBank

Yth. Bagian Collection AmarBank,

Sebelumnya saya mohon maaf telah mem-blow up masalah ini ke media. Namun sesuai dengan UU, saya berhak mem-blow up masalah ini dengan dasar UU Perlindungan Konsumen.

Saya adalah nasabah Tunaiku AmarBank dengan nomor kontrak 18042982, atas nama Lamita Prianfini R. Sekitar tahun 2018, saya mengalami kesulitan keuangan dan hal tersebut mengakibatkan saya tidak membayarkan tagihan atas kewajiban saya.

Singkat cerita, awal tahun 2019 sekitar bulan Maret/April saya mendatangi kantor AmarBank di belakang Citywalk Thamrin. Tujuan saya adalah meminta keringanan atas tunggakan saya, dengan cara restruktur kontraknya. Namun saya mendapat perlakuan yang tidak enak, tidak ada collection yang menerima saya dengan baik. Saya pulang tanpa kepastian apa-apa.

Waktu berjalan, pandemi Covid 19 saya semakin kesulitan keuangan, sehingga denda dan bunga semakin membesar. Waktu berlalu, tidak ada win-win solution antara saya dan AmarBank. Sampai pada akhirnya, hari ini saya mendapat kabar bahwa ada 5 orang petugas lapangan yang bikin onar di kantor lama saya. Meminta uang sejumlah 5 juta rupiah, baru mereka pergi.

Sebelumnya sudah saya infokan untuk selesaikan di rumah. Namun ternyata malah membuat onar di eks kantor saya. Saya diancam eks kantor akan dibuatkan somasi atas tindakan gegabah mereka. Sekarang kalau saya disomasi, siapa yang mau bayar hutang saya? AmarBank pasti tidak akan bertanggung jawab atas tindakan gegabah mereka.

Sebelumnya mohon maaf apabila saya blow up, saya rasa ini double kill untuk saya. Disomasi eks kantor, dan dipaksa membayar hutang tanpa AmarBank tahu kesulitan yang saya alami.

Terima kasih. Salam

Lamita Prianfini R.
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tunaiku AmarBank:
[Total:80    Rata-Rata: 1.8/5]
Tanggapan Tunaiku atas Surat Ibu Lamita Prianfini Rusandi

Pertama-tama, kami menyampaikan terima kasih atas informasi yang Ibu Lamita Prianfini Rusandi sampaikan. Menanggapi surat pembaca yang disampaikan oleh Ibu...
Baca Selengkapnya

Loading...

60 komentar untuk “Kecewa dengan Tingkah Laku DC Lapangan Tunaiku AmarBank

  • 5 Maret 2021 - (21:12 WIB)
    Permalink

    Waduh sejak 2018 coy, bunga berbunga jadi berapa kali lipat itu tagihannya, edan. Sejak 2018 itu sudah sangat keterlaluan menurut mereka, menurut saya juga iya sih. Coba kalau dibalik saja anda memberi pinjaman pada teman atau saudara dan anda sudah menagih sejak 2018 tidak bayar gimana rasanya? Ingat amarbank dan pinjol sejenisnya itu tidak lebih seperti rentenir. Tidak seperti bank konvensional bisa di nego. Solusinya mudah, bayar. Jual aset misalnya kalau punya. Tgl milih bayar atau somasi.

    7
    19
    • 6 Maret 2021 - (08:05 WIB)
      Permalink

      Saya sering baca dari nasabah atas tindakan penagihan dari pihak Amarbank,ini jadi pertanyaan saya dan apakah Amarbank sama dengan Bank2 Swasta lainnya atau Amarbank hnya sebagai Bank yang khusus berikan pinjaman online?seperti pinjol2 lain yang melakukan penagihan ke nasabah dengan ancaman dan bahasa kasar? Sedangkan yang kami tahu Bank2 Swasta lainnya mereka penagihan dengan sopan dan bahasa yang baik.Mohon hal ini bisa menjadi perhatian dari pihak OJK maupun BI.Tks

      12
      1
    • 6 Maret 2021 - (09:46 WIB)
      Permalink

      Mohon maaf nih Pak, atas dasar apa anda bicara kayak gitu ke saya? Ada hubungan dengan amarbank kah? Atau kerja disana? Menurut UU hutang piutang adalah jenis tindakan perdata, kalau tidak mampu bayar seharusnya bisa dibicarakan secara kekeluargaan. Cari win win solution. Saya harap anda tidak berkomentar buruk terhadap postingan orang lain tanpa tau “the whole story”nya ya Pak 😉 ! Hati hati Pak kalau berkomentar , jejak digital gak bisa hilang.

      9
      4
      • 6 Maret 2021 - (14:04 WIB)
        Permalink

        Ga usa heran bu dia itu salah satu kacungnya jadi wajar klo menghina dan merasa sok kaya dan ga prnh punya utang

        1
        4
    • 6 Maret 2021 - (10:54 WIB)
      Permalink

      Lebih baik di adukan kepada pihak kepolisian dan OJK serta AFPI.
      Jika mereka diluar batas SoP penagihan yang datang ke kantor anda harus memiliki Surat Penugasan..
      Dan anda.jika memang memiliki bukti terhadap case anda silahkan adukan kepada yg berwajib ceritakan yg sejelasnya karena terjerat hutang pinjol dan segera bertaubat untuk tidak melakukan lagi jika tidak sanggup membayarkan kembali.
      Karena peraturan OJK apabila itu Pinjol Legal si peminjam sdh melebih batas waktu 90 hari maka bunga tidak lebih dari 100% dan Sdh masuk dalam data Black List serta menjadi nasabah Wanprestasi.

      Yang kuat dalam menghadapi DC karena yg lemah bisa menjadi target DC pihak ke 3.

      4
      1
      • 6 Maret 2021 - (11:10 WIB)
        Permalink

        betul sekali yg bpk bilang klu menghadapi dc itu kita harus kuat2…krna klu kita lemah malah mrka berani dan akan datang terus.oia satu lagi jangan pernh menjanjikan apa2 sama dc kpan kita buat byr..krna klu kita berjanji sdh dianggap mrka itu perjanjian baru antara nasabah dan leasing..saya berani bilang begini krna saya pernu mengalaminya…saya pernh 1 kali mengalaminya..saya berbuat baik mendatangi dengan melunasi tapi mencicil,tapi disamping itu saya melalukan surt perjanjian baru klu saya bisa mencicil tiap bulan diatas materai.selang berjalan 7 bulan saya membyr stlh 7 bulan membayar saya bnr2 mengalami kesulitan tdk bisa menyicil lg..4 bulan saya tdk membayar saya sama keluarga diteror kesana kemari sampai kantor saudara saya yg tdk punya hubungan ditlp segala.pdhl sblm saya melakukan perjanjian baru tdk pernh diancam bgtu pdhl saya 2 tahun tdk membayar sblm melakukan perjanjian baru…akhirnya saya lunasin bgtu dpt rejeki….setelh kejadian itu skrng saya disuruh menandatangani perjanjian baru kesanggupan byr saya tdk pernh mau..saya cuma bilang saya byr tapi klu dengan buat perjanjian baru saya tdk mau…

    • 6 Maret 2021 - (10:56 WIB)
      Permalink

      hahaa saya mendingan tdk membayar dl drpda minjem2 sana kemari atau menjual aset setelh saya byr dengan bunga gede saya malah tdk punya apa2 dan malah berhutang keteman2 maupn saudara…mendingan saya klu emng tdk bisa byr y bilang tdk bisa byr dan saya siap diproses hukum..toh kita bebas dari penjara nama kita sdh pulih lagi dan bisa minjam uang lagi khn utang2 kita semua diganti dengan penjara…tapi kebanyakan yg gagal byr tdk mgkn diperkarakan tapi beda lagi klu pinjem uang itu terbukti melakukan tindakan hukum..

      • 7 Maret 2021 - (10:34 WIB)
        Permalink

        Setahu saya bro. Klw nasabah gagal bayar tidak akan di penjara. Karena ini bukan hukum pidana. Tapi ranah perdata. Perjanjian utang piutang. Gak ada pasal yg ngatur kalau gagal bayar akan masuk penjara. Kecuali penggelapan uang. Hukuman gagal bayar itu bisa sita aset yg di jaminkan. Atau black list, masuk daftar hitam bank. Gak bisa pinjam mana2 lagi. Itu sudah hukumannya

    • 6 Maret 2021 - (11:02 WIB)
      Permalink

      Ngga harus jual asset kali Pak. Bisa diselesaikan dengan baik kami warga indonesia berhak mendapatkan Hak Perlindungab Konsumen. Jika tidak sanggup bayarpun tidak masalah. Karena pada intinya anda memiliki usaha itu siap untuk menempuh resiko Gagal Bayar dan Rugi atau sebut saja ngemplank pinjaman.
      Jika AmarBank Legal tidak seharusnya melakukan tindakan hal seperti itu Pak.
      Jika ini terjadi artinye menjadi tindakan imtimidasi..ingat SOP penagihan tertulis dalam peraturan OJK…namun terkadang pihak Pinjol ngga peduli mereka menyewa pihak ke 3 sebagau contoh orang2 yg sangar dan kasar itu kewajiban mereka adalah menagih dgn cara apapun.
      Lawan Ibu mereka lemah hukum

      3
      2
      • 6 Maret 2021 - (11:14 WIB)
        Permalink

        alah pak sangar seberapa mrka…wong buktinya klu kita berani menantang pasti dijamin bsknya tdk berani nongol lagi krna dc yg sdh pernh berantem sama nasabah sdh dianggp gagal dan cacat…krna saya beranu bilang bgini saya mengalaminya berulang kali…malah dcnya bilang kesaya dan tanya bpk itu bukan orng sini ya,trs saya tanya kenapa pak tanya bgtu lalu merka jwb krna klu bukan orng jawa tdk mgkn seberani bpk hadapi dc😄😄😄😄😆😆.y saya bilang emng bukan,pdhl y saya orng jawa jg krna saya ngerti hukum mangkanya saya lebih kereng dari dc

    • 6 Maret 2021 - (12:07 WIB)
      Permalink

      Dibaca lagi bang..itu dia mau meminta keringanan sebelumnya.berarti dia mau bayar tp tidak di tanggapi

    • 6 Maret 2021 - (14:00 WIB)
      Permalink

      Hahahahah ini pasti salah satu congek amar bank wak kkkkkkkkk sok kaya dan sok bener congek

      1
      2
  • 5 Maret 2021 - (23:45 WIB)
    Permalink

    Itu Dc yang buat onar di laporkan saja ke pihak berwajib..dan minta bantuan ke LBH. Biar DC tuh di tankap

    • 6 Maret 2021 - (08:05 WIB)
      Permalink

      y gampang kenpa takut sih sama dc..langsng aja orngnya difoto trs laporin kepolisi..dijamin pasti itu dc nggak bakalan nongol lagi kku kita berani nantang mrka….tapi klu kita cuma diam dan mersa takut mrka malah menjadii menakuti kita..saya brani bilang bgini krna saya sdh mengalaminya sndiri..kita tdk perku takut krna negara kita negara hukum..wong kita komntr disosmed aja berkata jelek sdh bisa dilaporin apalgi diberlakukan tdk semena2 bgtu dimuka umum..jgn saudara2 jgn pernh takut yg namanya dc

      6
      2
      • 6 Maret 2021 - (09:53 WIB)
        Permalink

        Yth Pak Cahyadi dan Pak Noverdian,

        Sejujurnya saya sih tidak pernah takut akan dc. Sebelum mereka membuat onar di ex kantor lama, sudah saya ijinkan untuk langsung datang kerumah. Sesuai KTP yang ada di aplikasi. Namun saya tidak mengerti tujuan dan motivasinya apa, mengapa lebih memilih membuat onar di kantor. Ketimbang datang kerumah saya, dan bertemu saya. Untuk lapor ke LBH saya tidak punya pengetahuan lebih lanjut Pak. dan terima kasih atas masukannya

        1
        1
        • 6 Maret 2021 - (10:41 WIB)
          Permalink

          itu emng motif mrka krna dia tau klu dtng krmh tdk berhasil makanya kekantor membuat mentalnya saudara don dan mendpt maslh dr atasan sehingga saurara mau tdk mau berusha buat melunasi…tapi klu kita hadapi dengan cara keas dan berantem sama dc dikantor dan kita foto orngnya kita ancam kepolisi dijamin mrka takut dengan dahlil mrka pasti itu dc alasan tlp kekantor bilang klu kita ngancam tapi aku bisa jamin 100persn yg mrka tlp itu y teman mrka jg supaya kita takut..saya brani bilang beginu krna saya sdh berulang kali berantem sama dc..toh nyatanya stlh saya berantem sampai skrmg mrka tdk beranu nongol dihadapan saya lagi.

          • 7 Maret 2021 - (06:03 WIB)
            Permalink

            Ka aku mau dong

  • 6 Maret 2021 - (09:43 WIB)
    Permalink

    Wow,, hutang dari 2018,sekarang 2021 dengan alasan kesulitan keuangan, tapi masih bisa beli kuota internet untuk tulis di media konsumen, kalian itu punya uang untuk bayar hutang, tapi memang dasar mental miskin, tau enaknya saja, pakai duit orang, pas di minta balikin merasa jadi korban.Dari chat anda dengan kolektor sudah jelas anda itu nyolot. Coba posisi anda di balik,, anda pinjamin uang ke orang,tapi pas minta uangnya balik,, si tukang hutang lebih galak,trus si tukang hutang bisa beli ini itu, masih hidup, masih bisa makan, masih bisa beli kuota internet,masih bisa tulis di media konsumen, Ngotak nga tuh orang?

    10
    8
    • 6 Maret 2021 - (10:01 WIB)
      Permalink

      Yth Bu Renata,

      Hati-hati bu kalau komentar buruk di postingan orang lain. Jejak digital gak bisa hilang. Inget sekarang ada CCIC bu, semua gampang di ciduk. Kalau ibu tidak bisa berkata baik, alangkah lebih bijak untuk diam Bu 🙂 dan saya sudah cek di postingan yang lain, Ibu ini sepertinya emang hobby ya komentar buruk atas pengaduan konsumen yang mengeluhkan SOP DC amarbank. Pengen tau, ada hubungan apa Bu? Kerja disana? Lagian disini adalah portal media konsumen, di buat dengan tujuan sebagai mediator untuk menuangkan keluh kesah konsumen. Kalau terganggu dengan postingan kami, jangan dibaca Bu 😉 dan Ibu hati hati kalau bicara. Kami juga sebagai konsumen di lindungi oleh UU Perlindungan Konsumen. Thankyou Ibu Renata Yang Terhormat! 😉

      8
      5
      • 6 Maret 2021 - (10:08 WIB)
        Permalink

        Mba,, kenapa setiap orang yg komentar anda sangkut pautkan dengan amar bank? Dan malah anda sibuk balas komentar orang? Sibukkan diri anda untuk segera bayarkan hutang anda itu.

        6
        6
        • 6 Maret 2021 - (10:17 WIB)
          Permalink

          Yth Ibu Renata,

          Mohon maaf komentar yang anda tunjukan menurut saya adalah komentar yang buruk, dan tidak mengenakkan. Didalamnya ada unsur penghinaan melalui media elektronik. Saya sudah kirimkan tautan tersebut ke CCIC Polri untuk dapat di proses lebih lanjut dan di investigasi. Anda kalau ga bisa berkata baik, lebih bijak untuk diam ya Bu. Saya bukan mengurusi komentar oranglain, justru saya mengurusi komentar Ibu atas keluh kesah yang saya posting. Thankyou 😊

          7
          3
          • 7 Maret 2021 - (15:46 WIB)
            Permalink

            Maaf neh bu saya mau tanya, kalo boleh tahu dari kata mana kalo ibu renata berkomentar buruk dan tidak mengenakan anda dan juga ada unsur penghinaannya, kan emang kenyataannyakan apa yang ibu renata benar, dan kalo pun ibu lapor ke pihak CCIC juga pasti pihak CCIC bakal cari penyebabnya kenapa ibu renata berkomentar seperti itu , pasti CCIC juga punya prosedurnya untuk menindak laporan yang ibu berikan, tidak asal main tangkap” aja,
            dan seperti ibu bilang jejak digital tidak bisa hilang termasuk jejak digital tentang ibu punya hutang jugak gak bisa hilang tuh.
            Ibu juga harus terima donk komentar yang buruk juga jangan yang baik aja , karena yang berkomentar juga sama seperti ibu punya hak perlindungan konsumen,
            oyah bu, jangan lupa yah di balas yang saya tanyakan di jawab !!

        • 6 Maret 2021 - (21:22 WIB)
          Permalink

          Ini lah yang dinamakan yg ngutang lebih galak dr pemimjam. Da ngutang blm di bayar lunas. Mau di laporin lg. Gila c. Saya pun pernh di posisi ga bs bayar kpr selama setahun. Sampe pernh mimjam sana sini. Akhirnya lunas semua. Karena sebelum mimjam kita sudah tau hak dan kewajiban saya. Kalau sudah emang kita yg ga sanggp bayar ya harus tebel muka ma dc. Logika aja di marahin gt aja ga bayar apalagi tagih baik2. Heheh. Salam damai

          • 7 Maret 2021 - (00:47 WIB)
            Permalink

            Haha Pak Edy gini aja , kalo gak tau cerita utuhnya gimana mending bijak buat komentar. Setiap orang punya porsinya masing-masing. Dan cara penyelesaian masalah tiap orang juga beda, cara Bapak belum tentu cocok di saya sih 😉 hidup lebih damai Pak kalo ga sibuk komentar sama apa yang dilakuin orang lain hahaaaahaha ! 🙂

            1
            2
    • 6 Maret 2021 - (10:44 WIB)
      Permalink

      Namanya rentenir punya resiko lah pintarrr!!! Udah tau akan bakal kredit macet terus ngapain

      • 6 Maret 2021 - (12:28 WIB)
        Permalink

        Berikut adalah etika yang harus dipatuhi debt collector saat melakukan penagihan.

        Identitas Resmi dari Perusahaan Pemberi Pinjaman

        Debt collector selalu membawa kartu identitas resmi yang dikeluarkan pemilik perusahaan pemberi pinjaman. Jika debt collector yang menagih tidak memiliki identitas resmi, segera hubungi perusahaan tempat Anda mengambil pinjaman.

        Dilarang Memakai Ancaman/Kekerasan/Mempermalukan

        Para debt collector dilarang memakai ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan nasabah yang cicilannya macet. Jika debt collector yang menghubungi atau menemui Anda mengeluarkan ancaman, kekerasan atau mempermalukan, tetap tenang dan ingatkan penagih utang untuk tidak melanggar etika penagihan sesuai peraturan Bank Indonesia (BI). Catat identitas debt collector tersebut beserta hari dan jam kejadian sebagai informasi penunjang saat Anda melaporkan kasus ini kepada penyedia pinjaman.

        Dilarang Menggunakan Kekerasan Fisik atau Verbal

        Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan pemaksaan secara fisik maupun verbal. Jika hal ini terjadi, laporkan segera.

        Dilarang Menagih ke Pihak yang Tidak Berutang

        Debt collector dilarang melakukan penagihan selain kepada pihak yang berutang. Debt collector tidak diizinkan untuk menagih utang kepada pihak lain seperti keluarga dekat atau orang lain yang datanya tercantum dalam ketentuan administrasi yang Anda lampirkan saat mengambil utang. Anda dapat melayangkan protes bila debt collector juga ikut memburu keluarga Anda terkait masalah utang tersebut.

        Dilarang Keras untuk Meneror

        Penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu. Jika debt collector menagih melalui telepon, sebaiknya penagihan itu dilakukan pada waktu-waktu tertentu dan tidak sepanjang hari. Jika Anda merasa terganggu dengan panggilan tanpa henti dari penagih utang, segera beritahu perusahaan yang memberikan pinjaman.

    • 6 Maret 2021 - (11:08 WIB)
      Permalink

      ⁹Ini DC bahasanya pasti.

      Sudah biarkan dia mencurahkan isi hati dan kekesalannya.

      Selamat bekerja

    • 6 Maret 2021 - (17:28 WIB)
      Permalink

      Sepemikiran dengan saya, cuma kenapa banyak yg tdk suka ya? Saya malah dibilang kacung, dc, dll, ya monggo mawon. Intinya hutang ya bayar. Ini pinjol kok mau minta keringanan, bank saja saat belum tentu bisa apalagi pinjol. Katakanlah bisa diperpanjang cicilannya, bunganya jg makin besar tambah tidak bisa bayar.

  • 6 Maret 2021 - (10:47 WIB)
    Permalink

    saya malah pernh ditagih sama dc finance penagih cek beraninya menagih tanpa membawa id card dan surat penagihan asli tapi hanya membawa surt kontrak dan foto kita melalui aplikasi finance mrka..y saya bulang bpk plg aja lengkapi semua berkas yg saya mau baru bpk balik lg buat nagih saya dan bicarakan baik2.mau tau apa jwbn penagih itu dngan gampangnya dia bilang saya penagihan orng baru jd surat kelengkapan saya blm jd…klu blm jd kenpa berani menagih hanya memakai apliksi dihp.eh dia yg salah mlh marah2..buktinya sampai skrng itu orng nggk balik2 jg

  • 6 Maret 2021 - (12:06 WIB)
    Permalink

    setuju jejak digital mmg ga bisa hilang. punya hutang dari 2018 ga bayar2 .malah terasa terzolimi sama dc.. ketawa ah ga takut dosa gw 🤣🤣🤣🤣.mmg +62 hebat galakan yg punya utang 🤣🤣🤣🤣

    • 6 Maret 2021 - (13:41 WIB)
      Permalink

      Eh mohon maaf nih pak Ricky, 2019 saya sudah datang ke lokasi kantor bank ybs. Saya sudah coba meminta untuk negosiasi, atas dasar apa anda bilang ga bayar2 ? Kalo ga dibayar2 , dari awal kredit udah ga bakal saya bayarin Pak. Toh saya sudah masuk cicilan 5x ke ybs. Itu kah namanya hutang gak dibayar? Boleh bicara gak bayar2 ni kalo sama 0 payment. Kalo ga tau cerita aslinya mending diem dan jangan judging. Kebiasaan🤣😂😅😆🤣

      • 7 Maret 2021 - (00:57 WIB)
        Permalink

        masa ga tau kl pinjam duit sama pinjol macet bakalan di tagih dc?masa ga tau cara penagihan dc ? salahin diri sendiri jgn salahin org lain.buat kaum yg hobi minjam dipinjol terus kejerat utang. teriak2 salahin pemerintah ,ojk dll,teriak2 suruh tutup pinjol lah .gw cuma mau tanya lo bego apa tolol?yg bikin pinjol subur di indo itu kaum2 lo yg hobi ngutang dipinjol .ketawa lagi ahh 🤣🤣🤣🤣🤣

        • 7 Maret 2021 - (08:18 WIB)
          Permalink

          Yth Pak Ricky,

          Ini atas dasar apa ya menghina saya dengan “bago dan tolol” melalui media? Saya gak kenal Bapak, pasti juga Bapak ga kenal saya. Lain kali kalo mau menghina saya, jangan melalui media sosial, Pak. Terima kasih 😉

          1
          3
      • 7 Maret 2021 - (08:26 WIB)
        Permalink

        Heran jg. Seharusnya ngaku salah donk. Trus minta carikan solusi. Ni dengan bangga katana sop dc. Dia aja lalai sebagai debitur. Orng ngutang tu pake duit. Bukan daun. Amit2 jauhkan dr orng seperti ini. Dan ingat saya 6 bulan lalu kesulitan jg bayar leasing mbl saya. Ttp saya usahakan bayat walaupun pake utang. Kalaupun tidak bs utang pasti ku balikkin tu mbl. Karena kita tau salah. Ni kok galakkan yg utang. Herannnn!!!

    • 8 Maret 2021 - (09:02 WIB)
      Permalink

      Yth Pak Gon,

      Mending diem aja gausah ngurusin orang deh Pak!! Mungkin Bapak ini hidupnya bersih ga punya hutang, jadi bisa seenaknya gitu komentar2 di postingan orang yang ga ngenakin!!! Mending Bapak diem, gausah ngurusin hutang orang, komentarin orang. Emang bapak kenal sama saya? KOCAK;) 😉

      1
      2
      • 9 Maret 2021 - (16:42 WIB)
        Permalink

        hak ibu apa buat larang buat komenterin surat ibu, suka” saya donk, gak ada larangan kok buat saya komentar di MK ini, emang ada tulisannya kalo saya gak boleh komentar yah, coba tunjukan dmn yah, jangan hanya mau yang baik” aja tapi yang jelek nya gak mau, itu mah gak tahu malu , udah jelek tapi gak mw di bilang jelek, aneh tapi lucu !!!

        yah saya kan gak urusin urusan ibu, saya hanya berkomentar kalo IBU PUNYA HUTANG DAH LAMA TAPI PAS DI TAGIH SEPERTI ORANG YANG DI ZHOLIMIN, aneh tapi lucu !!!

        dan setiap orang yang berkomentar yang gak ngenakin malah mau dilaporin atau di tuduh sebagai orang dari yang menagih hutang ibu, aneh tapi lucu !!!

        emang saya tidak kenal sama ibu dan orang lain juga tidak kenal sama ibu , tapi dengan ibu menulis surat di MK ini saya dan yang lain jadi kenal sama ibu karena ibu PUNYA HUTANG TAPI PAS DI TAGIH MERASA DI ZHOLIMIN, aneh tapi lucu !!!

        Jadi yang sebenarnya KOCAK adalah ibu 😉

        3
        1
        • 9 Maret 2021 - (17:44 WIB)
          Permalink

          Yth Pak Gon,

          Bapak kenapa Pak? Kurang ngopi apa kenapa? Bank ybs udah minta maaf kok ke saya. Ini ga jelas ngomel2 WKWWK . Ngopi dulu Pak, biar fresh otaknya WKWKWKWK

          1
          3
          • 9 Maret 2021 - (19:14 WIB)
            Permalink

            WKWKWKWKWKWK……….
            kasihan ibu, hanya dapat permintaan maaf tapi hutang masih ada,
            dikirain hutang nya sudah dianggap lunas wkwkwkw…..
            hutang di peliahara
            kambing di perihara biar bisa di jual…..
            wkwkwkwk……
            maaf saya tidak suka kopi,
            dan saya tidak ngomel” tuh ke anda, malah saya senang liat anda dapat permintaan maaf dari bank ybs…..
            dan pasti juga sadah minta maaf kan ke eks kantor anda, kalo sudah…bagus…

            1
            1
  • 6 Maret 2021 - (20:37 WIB)
    Permalink

    Ini yg komennya kontra knp pada dituduh kacung,DC gini ya ama TS wkwkwk
    Ya namanya medsos isinya banyak orang yg berbeda ya pastilah ada yg pro ada yg kontra
    Tp baiknya saling menghargai pendapat satu sama lain aja lah
    Klo mnurutku sih hutang tetep wajib dibayar,usahakan tiap bulan dibayarkan ke rekening resmi nya supaya ada record jelas bahwa anda niat membayar dan sampaikan kalau anda sudah tidak bekerja disitu lagi dan minta pihak bank melakukan penagihan hanya dirumah anda saja,intinya tetap tunjukan itikad baik pada pihak bank dan pihak eks kantor
    Insyaallah,semoga ada mereka mau mengerti keadaan anda
    Tapi kalau anda memang benar² dlm kondisi tdk ada uang yang tersisa utk membayar dan tidak ada asset yg bisa dijual,yaa mungkin dihadapi aja semua konsekuensinya atas gagal bayar
    Klo somasi dari eks kantor mungkin lebih bijak kalau anda dtg ke eks kantor dgn baik dan menjelaskan duduk perkara nya kpd eks teman kantor anda..krn jujur dari bukti chat yg anda lampirkan diatas itu terkesan nyolot dan tidak mau tahu,pdhal DC tsb dtg krn anda gagal membayar pinjaman,dan eks kantor merasa dirugikan atas hal tsb
    Yaa semoga bisa dibicarakan baik² lah dgn eks kantornya sehingga ga perlu dilakukan somasi dlsb
    Sy cuma bisa berdoa semoga masalah anda lekas selesai
    Aamiin

    1
    1
    • 7 Maret 2021 - (00:41 WIB)
      Permalink

      Gini Pak Gon Yth,

      MK sebelum mempublish, pasti kan ada screening terlebih dahulu atas apa yang akan di publish. MK pasti tidak sembarangan, jika memang dirasa tidak ada cukup bukti saya yakin pasti surat pembaca yang salah tulis pun tidak akan di publish. Anda ini lucu juga, yang mau laporin ke polisi siapa. Belom ada omongan apa2 kok defense 😉 alangkah lebih baik kalo ga saling kenal, lebih baik sibukin aja diri untuk urusin urusan masing2 thankyou!

      • 7 Maret 2021 - (16:18 WIB)
        Permalink

        Lah hak ibu apa untuk ngatur” saya, yah terserah saya donk mau komentarin surat ibu atau tidak, mw saya sibukin surat yang ibu buat dan komentar baik atau buruk yah tergantung saya donk, kalo ibu gak suka ngapain di tanggapin komentar saya.
        Dan ibu juga lucu yah kalo saya gak bilang kalo saya bukan dc dan komentarin surat dengan menyudutkan ibu pasti ibu pasti balas seperti komentar yang menyudutkan ibu , seperti lapor ke CCIC porli dan di bilang saya sapanya amarbank!! ada hubungan apa ama amarbank, makanya saya jelasin seperti itu,
        Lalu MK juga ada publishkan surat orang yang di tipu oleh orang yang ngakunya dari marketplace tertentu tapi kalo dibaca ternyata yang salah tuh yang menulis surat orang tersebut karena dia mengirimkan kode otp yang padahal kalo kode otp tersebut tidak boleh orang lain tahu termasuk marketplace tersebut. Dia kirim kode otp tersebut karena di iming” uang hadiah atau voucher yang nilainya lumaya fantasi, dan orang yang ditipu menyalahkan marketplace tersebut, padahal sebenarnya yang salah kan orang yang ditipu,
        jadi ibu jangan bilang kalo ibu benar karena MK mempub;ihskan surat ibu.

        3
        1
  • 6 Maret 2021 - (20:40 WIB)
    Permalink

    Bingun dengan kelakuan orang yang punya hutang, dia pinjem tapi pas di tagih seakan-akan di zholimin, dan kalo dc nagih ke yg utang pasti yang utang beralasan gak ada uang, tapi padahal ada uang, dan nunggak dari tahun 2018 lagi, pas gak ditagih-tagih senang banget tapi giliran ditagih ngamuk-ngamuk.
    Lain kali, kalo mau pinjem uang jangan ke pinjol, pinjem ke kerabat atau tertangga, kalo gak dikasih dan malah pinjem di pinjol yah haru tanggung resikonya donk,
    Itu DC juga kerja cari uang kalo dia gak dapat hasil dari nagih yang PUNYA HUTANG yah dia gak bakal di pakai lagi alias di pecat, jangan hanya pikir anda doank yang lagi kena masalah keuangan, dan emang suami ibu gak kerja yah jadi gak bisa bayar utang, atau jangan ibu minjem tanpa sepengetahuain suami ibu??
    Oyah saya hanya mengingatkan ” HUTANG ITU DI BAWA MATI ” dan kalo ada orang yang dukung ibu buat jangan bayar yah orang itu juga bakal kena juga , yah yang nagih juga gak lepas dari kata salah juga karena cara menagihnya di luar SOP, tapi di liat lagi dari cara ibu lagi yang ” PUNYA HUTANG”.
    Dan kalo pihak AMAR BANK gak bisa kasih ibu keringan yah karena ibu baru bayar 5x cicilan yang berarti belum bisa mendapatkan keringan,

    Dan 1 lagi saya tuh bukan DC saya hanya pekerja biasa yang saya juga ” PUNYA HUTANG ” ke BANK (bukan amarbank), dan kalo ibu mau laporkan saya ke pihak berwajib silahkan, karena saya yakin saya tidak salah untuk menulis seperti ini untuk ibu yang merasa terzholimi, dan seperti ibu bilang hak ibu untuk menulis di MK , tapi di MK juga tidak ada larangan untuk berkomentar untuk menyudutkan yang menulis di MK ini kok, karena MK netral tidak memihak si penulis , yang di tuju penulis akan tulisannya, ataupun yang berkomentar terhadap tulisan penulis, MK hanya wadah saja. Jadi ibu gak punya hak untuk melarang orang lain untuk berkomentar untuk menyudutkan ibu.

    9
    1
    • 7 Maret 2021 - (12:29 WIB)
      Permalink

      Selamat siang ibu Lamita, saya kasih saran agar anda bisa menggunakan jasa kantor advokat Shinta Murni di Tebet karena dengan memakai advokat, debt collector tunaiku TIDAK BERANI mengancam ancam ibu, sudah terbukti kok dengan saya. Jika debt collector itu melalukan tindakan tidak menyenangkan mereka bisa dikenakan somasi oleh kantor advokat Shinta Murni. Sudah terbukti kok… dan bisa2 alias GRATIS kalau mereka terbukti melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Trims

      2
      2
  • 7 Maret 2021 - (01:06 WIB)
    Permalink

    Yg paling kasihan sebenarnya eks kantornya. Ikut kena teror padahal tidak ada sangkut pautnya.

    3
    1
  • 8 Maret 2021 - (08:11 WIB)
    Permalink

    Memang sih ya, namanya berhutang, pasti harus dibayar. Saya ingat dulu tahun – tahun dimana saya susah, tidak bekerja, dan keluar dari kantor. Sehingga cicilan pinjaman tidak terbayar. Ditelp hp, ditelp no kantor, dll. Konsekuensi dari meminjam uang ya ditagih. Saya kira wajar, cuma kalau sampai perlakuan tidak menyenangkan seperti itu baiknya sih konsultasi dahulu ya. Apalagi sampai menagih ke yang bukan bersangkutan.

    Setahu saya, kalau memang diawasi OJK bisa kok meminta restrukturisasi hutang. Apalagi pas COVID-19. Yang penting tetap ada kewajiban bayar. Kalau ditagih via call, via sms, apalagi sampai didatengin, selama engga bikin masalah, ya wajar. Namanya juga ditagih. Biasa sih kalau sampai gagal bayar, bisa di blacklist, nanti susah kalau ada urusan apa2 sama bank, atau mau ambil pembiayaan lainnya, karena sudah di blacklist.

  • 9 Maret 2021 - (18:05 WIB)
    Permalink

    Maunya DC datang kerumah bawa martabak,duduk manis,ngobrol akrab dan kekeluargaan bercengkerama sambil ketawa2…………….besok besok nunjak yg ngutang,segala masalah ada resikonya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    2
    1
      • 14 Maret 2021 - (16:02 WIB)
        Permalink

        Ibu Lamita org mana, saya juga takut sm dc dr bank ini.. setau saya tunaiku bukan pinjol. Dy produk bank..

        Saya juga ada niatan untuk dtg ke bank dan membicarakan hal ini.. tp setelah lihat komentar ibu di sini.. saya jdi tdk yakin..

 Apa Komentar Anda mengenai Tunaiku AmarBank?

Ada 60 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Tingkah Laku DC Lapangan Tunaiku AmarBank

oleh Lamita dibaca dalam: 1 min
60